Kendrict Arsenio, laki-laki 29 tahun yang berbakat dengan keahliannya dalam bidang kuliner tersebut mendekati keluarga konglomerat, anak tunggal dari Maheswari family demi membalaskan rasa sakit hati saudaranya yang telah meninggal akibat depresi berat, tidak hanya kehilangan seorang saudara, Ken juga kehilangan ibunya.
Ken menyusun strategi untuk mendapatkan perhatian dari keluarga Maheswari, ia pun berencana akan menikahi Felicia Maheswari dengan berbagai cara. Dan dengan ketampanan juga rasa percaya dirinya yang tinggi, Ken berencana membuat Felicia tergila-gila padanya, kemudian mencampakkan wanita itu begitu saja, seperti yang pernah Felicia lalukan pada saudaranya.
Bagaimana kisah pembalasan dendam ini akan berakhir, apakah Ken bisa menampik kecantikan dan kebaikan Felicia yang tulus?
Silahkan baca kisahnya 🖤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vey Vii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
R&L bab 15
Evans, adalah laki-laki berumur 34 tahun yang menduduki posisi sebagai pewaris tunggal Jarvis Group. Meskipun terkenal karena tingkahnya yang sangat meresahkan, Evans tetap percaya diri tampil sebagai satu-satunya putra kebanggaan keluarga Jarvis.
Evans memendam perasaannya terhadap Felicia sejak bertahun-tahun yang lalu, bahkan sejak Felicia menjalin hubungan dengan seorang laki-laki yang juga teman baik Evans.
Namun Evans tidak berniat merebut Felicia secara terang-terangan dari temannya. Dulu, ia berniat untuk menjadi laki-laki yang harus bermain sportif untuk mendapatkan kekasih, dan ada larangan keras untuk saling memperebutkan wanita di komunitasnya semasa kuliah.
Saat kabar perselingkuhan yang di lakukan kekasih Felicia beredar, Evans hanya diam, dalam hati ia sangat senang. Namun nyatanya, hal itu tidak membuat Felicia meliriknya, ia tidak pernah di anggap ada oleh Felicia meskipun mereka sering bertemu saat Felicia hendak menemui kekasihnya.
Sejak kasus perselingkuhan itu, Evans bungkam tentang kenyataan yang ia ketahui, ia lebih memilih mendekati Felicia dengan berbagai cara.
Bertahun-tahun berusaha, Felicia tak tersentuh, wanita itu seakan menutup diri dari semua laki-laki yang mendekatinya.
Bertahun-tahun lalu, Harry melarang keras Evans untuk mendekati Felicia. Keluarga Jarvis sangat takut jika Felicia akan di jadikan alat oleh kedua orang tuanya untuk menggali informasi dan bertindak sebagai mata-mata di keluarga Jarvis. Karena pada saat itu, persaingan bisnis sedang sangat gencar, Jarvis dan Maheswari sedang kurang bersahabat.
Karena larangan keras hingga ancaman dari keluarganya, Evans mulai berubah, ia melupakan Felicia dengan cara yang tidak benar. Bermain wanita, berfoya-foya, mabuk, hingga segala cara untuk menghilangkan perasaannya.
Meski dari keluarga konglomerat, dulu Evans tidak setampan saat ini. Evans yang Felicia kenal bertahun-tahun lalu, adalah Evans yang bertubuh pendek dengan wajah penuh jerawat, badannya kurus kering bak kurang gizi. Mungkin itu adalah salah satu penyebab Evans tak pernah di anggap keberadaannya.
Bertahun-tahun berlalu, Evans membalaskan rasa kecewa dan patah hatinya dengan merawat tubuh, ia rajin melakukan olahraga berat hingga rutin mengunjungi dokter spesialis untuk meningkatkan berat badan dan tinggi badan hingga bisa di katakan ideal. Hingga detik ini, Evans bisa menjadi primadona wanita-wanita di club malam.
"Apa yang bisa aku lakukan untuk memberi pelajaran pada laki-laki tidak tahu diri itu, Pa?" tanya Evans pada Harry, laki-laki yang mereka maksud adalah Ken, musuh baru di keluarga ini.
"Kamu tidak perlu bertindak gegabah, Evans. Berikan saja apa yang dia inginkan, bayar berapapun harga yang dia tawarkan. Laki-laki seperti Kendrict, hanya menggunakan Felicia sebagai mesin uangnya," saran Harry.
Evans mengangguk setuju, ia pun sependapat dengan apa yang Harry sampaikan. Menurutnya, di balik keinginan Ken menikah dengan Felicia, pasti ada sangkut pautnya dengan harta. Siapa yang tidak tergoda dengan kekayaan keluarga Maheswari yang melimpah ruah, menjadi menantunya, tentu Ken bisa mendapatkan segalanya dengan mudah.
🖤🖤🖤
Tiga hari sebelum hari pertunangan, Antonie meminta Ken dan Felicia datang ke sebuah butik terkenal untuk melakukan fitting baju, meski awalnya Felicia dan Ken enggan, mereka tetap menurut demi sandiwara yang akan segera di mulai.
Antonie sudah sampai di butik lebih dulu, ia sendiri yang mengurus segala kebutuhan acara pertunangan, dari penyedia jasa dekorasi pesta, perjamuan, design kartu undangan hingga butik yang cocok untuk menyempurnakan penampilan anak dan calon menantunya.
Demi akting yang memukau, Ken meminta Felicia duduk tenang menunggu di rumahnya, sedangkan Ken akan datang menjemput wanita itu. Keromantisan harus mereka tampakkan agar semua percaya bahwa ada benih cinta di antara mereka.
Felicia yang asik duduk santai di taman depan rumahnya, begitu terkejut mendapati Ken datang mengendarai sebuah motor berwarna hitam. Laki-laki itu tampak gagah memakai jaket kulit lalu turun dari motor sambil melepas kacamatanya.
"Ayo, papamu sudah menunggu," ajak Ken.
"Naik motor? nggak mau!" tolak Felicia tegas.
"Memangnya kenapa kalau naik motor? tenang, Feli. Naik motor nggak akan menurunkan kadar kecantikanmu, ayo!"
Felicia tetap menolak dengan alasan ia tidak terbiasa menaiki motor saat bepergian, ia takut riasan wajahnya akan berantakan karena hembusan angin kencang saat motor melaju.
"Nanti rambutku kusut!" rengek Felicia.
"Tetap utamakan keselamatan, kamu harus pakai helm."
"Nggak mau, kita pakai mobilku saja!" tolak Felicia, ia benar-benar tidak terbiasa dengan kendaraan lain selain kenyamanan mobilnya.
"Menikah denganku, artinya kamu harus ikut aturan hidupku!" tegas Ken sambil menggoyangkan jari telunjuk di depan wajahnya.
Felicia tetap berdiri diam di tempatnya, ia memasang wajah kesal.
"Ayo, nanti papa akan marah kalau kita datang terlambat." Ken menarik tangan Felicia dan memberikan helm untuknya.
"Pakai, kalau sampai rambutmu kusut, aku sendiri yang akan menyisirnya!" ujar Ken.
Dengan wajah di tekuk dan bibir maju beberapa senti, Felicia terpaksa menuruti setiap perkataan Ken. Ia langsung duduk menghadap depan dengan kedua tangan yang di lipat di depan dada.
Ken menyalakan motornya, ia melaju satu meter dari posisi semula lalu sengaja menginjak rem tiba-tiba agar posisi duduk Felicia merapat ke arahnya.
Felicia terkejut dan langsung mengarahkan kedua tangannya untuk merangkul tubuh Ken.
"Hati-hati!" keluh Felicia dengan nada kesal. "Kau mau aku punya penyakit jantung?" lanjutnya.
Ken hanya tersenyum tipis, mengabaikan semua keluhan wanita itu tentang dirinya yang tidak merasa nyaman saat naik motor.
Selama perjalanan, Felicia makin di buat geram dengan ulah Ken yang terus mengerjainya, Ken sengaja melajukan motornya kencang saat Felicia menjaga jarak tempat duduk mereka, lalu dengan tiba-tiba Ken akan menginjak rem dan membuat Felicia merapatkan tubuh ke arahnya.
"Ken, hati-hati!" teriak Felicia tepat di samping telinga Ken.
"Kalau kamu mau aman, duduk merapat dan pegangan!" tegas Ken.
Tidak memiliki pilihan lain, Felicia akhirnya menuruti perintah Ken, ia duduk dengan posisi tubuh menempel di punggung Ken merapatkan kedua tangannya melingkar di perut laki-laki itu.
Jantung Felicia berdetak cepat, ini adalah pertama kalinya dalam sejarah ia menaiki motor. Sejak menjadi gadis belia, Felicia sangat menghindari kendaraan yang satu ini karena merasa tidak nyaman, ia takut make up dan rambutnya berantakan, ia juga tidak suka jika wajahnya diterpa angin kencang.
Dua puluh menit perjalanan, Ken menghentikan laju motornya di sebuah butik bertingkat dengan dinding kaca menghadap jalan raya.
"Papa di sini?" tanya Felicia.
"Tentu saja, ayo masuk!" ajak Ken.
Felicia sedikit kesulitan saat turun dari motor, selain karena tidak terbiasa, dress selutut yang ia kenakan juga menimbulkan rasa tidak nyaman karena hampir menampakkan seluruh paha putihnya.
"Lain kali, pakai celana!" Ken mengoceh, mengomentari pakaian yang Felicia kenakan.
🖤🖤🖤
kalau begini ingin kubuat feli menderita seumur hidup saja tor biar impas sebagai karma dari felix
freya kenapa keceplosan buka rahasia ken dan feli ke ronall😱
antara feli sama ken pasti ada salah paham, musuh sebenarnya pasti sahabat feli biar feli pisah sama mantannya.... nenurutku gitu