SUDAH SELESAI DI REVISI!!
Dan ada perubahan alur nya. Jika tidak keberatan mohon baca ulang, tidak juga tidak apa apa si hee
Namaku Maya, Aku adalah seorang pembantu dari keluarga Rian mahesa wiratmaja. Aku terpkasa menikah dengan seseorang yang tidak menginginkan ku, setiap hari aku menjalani kehidupan dengan kesedihan serta air mata.
Ya di rumah mewah nan megah ini lah aku meratapi nasib ku. nasib yang membuat ku harus bertahan hidup demi mempertahkan nasib bayi yang aku kandung. Mas Rian dia suamiku yang sama sekali tak pernah menganggap ku ada, Aku hanya bisa berdo'a setiap hari kepada Allah. agar Allah memberikan hidayah kepada mas Rian, agar dia bisa menerimaku sebagay istrinya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon orang jelek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 14
1 TAHUN KEMUDIAN
Maya sudah tidak bisa lagi menahan kerinduan kepada putrinya. Setahun ia tinggal satu atap bersama Jafran namun tetap saja nihil Jafran sama sekali tidak bisa di percaya.Jafran selalu berkata akan membantu Maya agar bisa bertemu dengan anaknya tapi kenyataan tidak, sampai membuat Maya jenuh menunggu kapan tiba saat ia bisa bertemu dengan anakanya.
Maya selalu membayangi tumbuh kembang putrinya apakah dia sudah bisa jalan apa mungkin sudah bisa memanggil kata Ayah atau Ibu.Maya tersenyum dalam lamunan ketika ia mengkhayalkan Raniah, secantik apa parasnya, apakah mirip dirinya atau Rian.
Saat asik berkhayal tiba- tiba saja Maya di kageti dengan ketukan pintu .
"Asik sekali anda melamun, sembari tertawa." ucap Jafran dan menghapiri Maya yang sedang duduk di pingiran kamar sembari melihat ke arah luar.
Maya tak menjawab perkataan Jafran. Maya marah kedapa Jafran yang selalu berbohong kepadanya dengan selalu mengatakan alasan bahwa ingin membantu nya.
"Hey,nona apakah kamu masih marah? " tanya Jafran yang berdiri di hadapannya.
Maya masih tak menjawab. Ia memalingkan pandangannya terus ke arah jendela. kemudian Jafran berjongkok di hadapan Maya, seketika Maya menoleh pada Jafran dan kemabli melihat ke arah jendela lagi.
"Saya tau kamu marah, saya juga tau kalau kamu menganggap saya berbohong. Baik lah saya harap kamu mau menunggu sebentar lagi." ujar Jafran dan kembali berdiri lalu meninggalkan Maya yang bergembing dari posisinya.
-
-
-
"KEDIAMAN RIAN"
Rian yang asik menemani putrinya bermain tiba- tiba pandangan nya beralih kepada benda yang terus berdering. Rian mengambil benda tersebut dan melihat siapa yang menelpon nya. Rian menekan tombol hijau setelah tau siapa yang menghubungi, ia adalah orang penting dan juga rekan bisnis nya.
"Hallo. Tuan, " ucap seseorang di sebrang sana.
"Hallo juga Tuan." jawab Rian.
"Tuan. Bagaimana kabarmu?" tanya Jafran.
"Kabar saya sangat baik. Tuan Jafran,
bagai mana dengan anda sendiri? " tanya balik Rian.
"Saya juga sama dengan anda Tuan,
seperti nya anda sangat sibuk. Saya mendengar anak kecil, apakah anda sedang menemani putri anda Tuan? "
"Benar sekali Tuan. " jawab Rian di akhiri tawa kecil.
"Tuan, apakah lusa anda sibuk? Sudah lama sekali kita tidak bertemu." ucap Jafran.
"Baik lah, saya juga ingin mengatakan perihal tersebut , tapi sudah anda katakan terlebih dulu Tuan." jawab Rian.
"Baiklah.. jika Tuan Rian tak keberatan bawalah putri anda saya ingin melihat nya."
Rian masih berpikir apakah ia harus membawa putrinya keluar atau.....tiba- tiba Rian di sadarkan oleh Jafran.
"Tuan... kalau anda keberatan, tidak apa -apa." ucapnya,
"Tidak Tuan. Saya akan membawanya, lagi pula Raniah harus mengenal dunia luar juga, kasihan jika harus berdiam di rumah terus." ujar nya.
"Baiklah Tuan, terima kasih atas waktu anda kalau begitu saya tutup sambunganya dan sampaikan salam saya pada putri anda ."
Setelah melakukan sambungan dengan Jafran.Rian menghampiri putrinya yang sudah berada di ujung kamar.Ia menggendong putrinya dan membawanya untuk di berikan kepada pengasuh Raniah.
"Hey. putri Ayah, sebentar lagi kita akan jalan jalan." ucapnya pada gadis kecil itu yang sudah merentangkan tangan nya kepada pengasuh nya,
Ya sekarang Rian menyuruh orang khusus untuk menjaga putrinya. Ia tak bisa mengandalkan Bik Sari yang sudah mulai menua, tapi ia tetap menyuruh Bibik untuk tinggal di rumahnya dan bibi tidak menolak.
-
-
🌸🌸🌸🌸🌸
Jafran tersenyum karna sebentar lagi Maya tidak akan mengacuhkannya lagi ia senang ketika melihat Maya tersenyum . Jafran sangat tersiksa melihat Maya yang terus mendiamkannya, ia juga bingung apakah ini persaan suka atau apa karna sejak kehadiran Maya di rumah nya membuat dadanya berdegup kencang saat berdekatan dengan Maya. Jafran berdiri dari duduknya dan melangkah keluar kamar..
Maya sedang asik di dapur. Jafran memeperhatikan gerakan Maya yang sangat lincah ketika sedang memasak, dan membuat bibir Jafran tersenyum ia sudah tak sabar melihat reaksi Maya yang senang kala mendengar akan bertmu anaknya. Fikiran Jafran sudah melayang kesana kemari membayangkan seyum manis Maya.
"Ehemm.. " Jafran berdehem saat ia sampai di dapur dan menduduki bokongnya.
Maya tak memperdulikan kehadiran Jafran
"Nona apa kamu masih marah?
padahal saya ingin memberikan kabar gembira padamu." ucap Jafran
Maya hanya menoleh kearah Jafran lalu kembali fokus memasak. Jafran merasa gemas dengan tingkah Maya
"Apa kamu tidak mau tau, atau sekedar bertanya kabar gembira apa yang ingin saya sampaikan? " Jafran terus berusaha mencari perhatian Maya dengan mengakanya bicara.
"Apa" jawab Maya singkat tapi tubuhnya bergeming dari tempatnya atau menoleh sekalipun.
"Kau ini niat bertanya tidak" Jafran mendengus. "Baiklah lusa kita akan bertemu dengan anak dan suamimu"
Maya membalikan tubuh nya dengan raut wajah berbinar tapi sejurus kemudian raut wajahnya masam lagi.
"Apa harus menunggu selama itu" jawab Maya ketus dan membawa piring berisi masakanya yang sudah selesai ke meja makan."Makan lah, maaf saya tidak bisa menemani anda makan Tuan Jafran. " ucap Maya penuh penekanan dan berlalu meninggalkan Jafran dengan wajah keheranan.
"Dasar aneh, aku tidak puas dengan reaksimu nona Maya! Harusnya kan dia senang dan kalau bisa berjingkrak jingkrak lalu memelukku" ujar Jafran penuh expetasi tinggi.
BERSAMBUNG!!!