aryan adiwilaga adalah anak semata wayang penerus perusahaan keluarganya,aryan mempunyai istri yang cantik tapi tidak bisa memberikan keturunan untuk keluarga tersebut
kakek meminta arya untuk berpoligami,
dan menikahi seorang gadis cantik bernama anya,tapi saat melahirkan anya meninggal dunia karena pendarahan
setelah beberapa tahun naura istri pertama aryan pergi meninggalkan rumah,mereka kembali bersama karena kegigihan aryan mengejar cintanya kembali
tapi naura tidak mau tinggal bersama keluarga aryan,naura lebih memilih hidup sederhana di sebuah kontrakan yang jauh dari rumah keluarga aryan
maura memberikan syarat,jika aeyan kembali padanya mereka tidak akan kembali ke rumah keluarga aryan,naura mau membuktikan uang bukan lah segalanya
apakah mereka bisa melalui kehidupan yang serba kekurangan?
apakah aryan akan setia kepada naura setelah sebelumnya melakukan poligami?
apakah kisah cinta naura dan aryan akan kembali di usik orang ketiga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sapu ijuak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
titik terang keberadaan naura
dua tahun sudah berlalu, aku sudah pasrah untuk mencari naura,jika aku masih berjodoh dia akan datang tanpa di cari,dia akan kembali tanpa di minta,
aku duduk di sofa menemani rindu main boneka,wajah nya sangat mirip dengan anya,sudah dua tahun juga aku tidak pernah kerumah bunda,walaupun anya melarang ku untuk mengatakan kalau ibu rindu sudah meninggal tentu aku tidak akan memutuskan hubungan seorang cucu dan nenek nya
aku berencana akan ke rumah bunda hari ini,aku akan mempertemukan rindu dengan nenek nya
" rindu..rindu mau nggak kalau main ke rumah nenek?
"ke rumah nenek siapa yah,kan oma ada dikamar"
"bukan oma sayang,rindu juga punya nenek,bukan kah kalau orang yang sudah tua kita sebut nenek,nanti pulang di rumah nenek kita beli boneka baru,gimana mau kan? kata ku membujuk rindu
"horeee baik ayah,ayo yah kita ke rumah nenek"
"siap buk bos" kata ku memberi hormat layak nya tentara kepada komandan nya
kami tertawa riang
"kamu mau kemana nak" kata mama yang sudah berdiri di samping kami
"ke rumah bunda ma,sudah lama aku tidak kesana aku mau silarurahmi,lagian di rumah kita juga ada keluarga nya"
"ya sudah hati hati ya,mama titip salam sama bunda anya"
aku hanya tersenyum dan menggendong rindu
jarak dari rumah ku kerumah bunda tidak terlalu jauh,hanya menempuh waktu satu jam,di sepanjang perjalanan rindu tertidur dengan pulas,aku mampir ke toko kue dan buah membeli oleh oleh untuk bunda dan ayah
setelah selesai belanja aku kembali ke mobil
"ayah dari mana,masih jauh ke rumah nenek yah"
"ayah tadi beli kue dan buah untuk nenek nak,rumah nenek sudah tak jauh dari sini,rindu capek ya "
pertanyaan ku tidak di jawab rindu,dia kembali tertidur dan memejam kan mata nya,ku usap kepala anak ku dengan lembut
maaf kan aku anya tidak bisa memberikan cinta untuk mu semasa kamu masih di sisi ku,aku akan memeberikan cinta itu kepada anak kita,jangan khawatir anya anak kita tidak kekurangan cinta
ku lajukan mobil ke rumah bunda,rumah bunda masih seperti yang dulu saat aku mengantar anya pulang sebelum kami menikah,hanya itu aku datang kerumah mertua ku
rumah nya tampak sepi seperti tak berpenghuni,ku ketuk pintu dan mengucapkan salam
"assalamualaikum bunda" kata ku sambil menggendong rindu dan membawa oleh oleh
"waalaikum salam"pintu terbuka dan tampak lah bunda yang kelihayan lebih kurus tak seperti dulu
ku cium punggung tangan bunda,dia mengusap kepala ku dan menangis memeluk aku dan rindu
"nak aryan kamu masih ingat sama bunda nak,""
bunda menangis dan terus mencium ku seakan sangat merindukan ku
"kenapa baru datang sekarang nak,bukan kah bunda ini juga ibu mu,mengapa kau lupakan ibu mu ini"bunda terus menangis seolah aku anak nya yang tak pernah pulang
"dan ini anya kecil,bidadari ku kembali ke rumah ini"bunda menangis dan memeluk rindu
"rindu sayang ini nenek, ayo nak salim nenek,nenek ini juga sama seperti oma,dia juga nenek rindu"kata ku pada rindu kecil
"halo nek kenalkan aku angelica rindu calista ,senang bertemu dengan nenek" kata rindu memperkenalkan diri seakan dia seorang putri
"wah rindu pintar sekali,eh sebentar nak bunda mau ambilkan minum"
"o iya bun ini aryan bawa kue dan buah untuk bunda" bunda hanya tersenyum membawa kue kedapur sambil mencubit pipi cabi rindu
tak lama bunda datang membawa teh dan cemilan di atas nampan
"di minum dulu nak selagi hangat,rindu sama nenek ya"kata bunda mempersilahkan aku minum dan menggendong rindu
"oh ya bun ayah dimana sehat kah"
"ayah mu sudah pergi menyusul anya tiga bulan yang lalu,setelah kepergian anya dia terus merasa sedih dan terus terusan memikir kan anya,sampai makan pun dia lupa dan akhir nya jatuh sakit"
"innalilahi wa ina ilaihi rojiun,maaf kan aku bun aku tidak tahu kalau ayah sakit dan sudah pergi mendahului kita"
"ayahmu sangat mencintai anak nya,walaupun anya bukan putri kandung nya tapi rasa sayang nya pada anya melebihi seorang ayah kandung,dia sudah jatuh cinta pada saat anya kami bawa ke rumah ini"
"yang sabar ya bun,kalau bunda berkenan tinggallah bersama ku dan mama "
"terimakasih tawaran nya nak aryan,tapi di rumah ini terlalu banyak kenangan bunda bersama ayah dan anya,biar lah bunda bersama kenangan itu sampai bunda menyusul mereka"
saat kami berbincang bincang tiba tiba rindu keluar dari sebuah kamar membawa boneka dari kayu
"ayah boneka kayu ini bagus,rindu mau ya yah"
"rindu tapi itu punya nenek"
"tidak apa apa nak,biar kan rindu membawa barang kesanyangan ibu nya,boneka kayu itu ayah anya yang membuatkan saat anya berusia lima tahun,biarkan rindu membawa kasih sayang kakek dan ibunya bersama dengan nya"
hari sudah semakin sore aku minta izin pada bunda untuk kembali,bunda terlihat sangat bahagia karena kami mengunjungi nya tak henti hentinya bunda mencium rindu
"aku pamit ya bun,kalau ada waktu senggang kami akan sering datang ke sini,iya kan sayang"kata ku pada rindu
"iya nek rindu akan sering datang kesini sama ayah dan bunda nek" aku kaget mendengar kata kata rindu
bunda hanya tersenyum dan mencubit pipi rindu,kami pergi meninggalkan rumah yang cukup besar dengan halaman yang luas ini
di perjalanan pulang sesuai janji ku pada rindu akan mengajak nya membeli boneka
saat aku membeli boneka untuk rindu,aku melihat wanita editor dengan suami nya yang pernah berada di majalah bersama naura,aku menghampiri nya
"maaf anda editor di majalah yang beberapa tahun pernah aku temui ya"
"hmm siapa ya, maaf saya suka lupa orang nya"jawab wanita itu mencoba mengingat
"ini suami anda yang bernama robi bukan?yang pernah foto bersama dengan naura"jawab ku agar dia bisa mengingat
"oh astaga saya baru ingat,"aku bersalaman dengan dia juga suami nya
aku mengajak mereka makan siang,tentu untuk mencari informasi tentang naura
"masih mencari naura"kata istri nya sambil makan
"masih tapi masih belum ketemu"jawab ku lesu
dia hanya mengangguk anguk dan kembali makan,aku bingung mau bicara apa untuk mendapatkan informasi tentang naura
setelah makan selesai dia pergi meninggalkan sebuah kertas dia atas meja
"terimakasih untuk makan siang nya,dan ini bayaran untuk makan siang hari ini,semoga bertemu dengan apa yang anda cari"
aku melihat tulisan di atas kertas, di sana tertulis sebuah alamat
saat aku mau bertanya dia sudah pergi dan memberi kode dengan nama naura
aku sudah tau maksud wanita dan suami nya itu,mungkin ini alamat naura
aku semakin bersemangat aku membayar makanan di kasir dan pergi menggendong rindu untuk menuju alamat tersebut
mohon maaf thor kalau memang gak di lanjut saya agak menyesal bacanya karena saya masih terngiang ngiang dengan kisahnya naura.setiap hari saya cek sudah beberapa bulan tapi up terbarunya gak pernah muncul
Dimohon thor untuk kelanjutan novelnya pliss🙏