Dia adalah Kenan Arka Wijaya. lelaki tampan yang taruhan dengan sahabatnya untuk meniduri seorang mahasiswi cantik bernama Nadia Arista. karena kesalahan itulah Nadia harus menanggung beban yang sangat berat.
Season 1 ( Kisah Raka & Raina=> di Novel LELAKI TAMPAN ITU ATASANKU )
Season 2 ( Kisah Kenan & Nadia )
Season 3 ( kisah Kevin & Iis )
Season 2& 3 di Novel PLAYBOY TAMPAN IDAMAN
☆Tanpa membaca Season 1 kalian akan tetap nyambung kok gaess, karena ini hanya menceritakan kisah anak-anak mereka ketika dewasa.
Lanjut baca yukkkk🤗🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Sintia
Setelah kepulangan Nadia, Nek Sandra memarahi Kenan. karena Kenan pulang-pulang dengan keadaan seperti itu.
"Besok kamu tidak boleh kuliah!" ucap Nek Sandra
"Tapi Nek, tidak asyik dong kalau dirumah terus."
"Biarin, siapa suruh pulang-pulang dengan keadaan seperti itu." sindir Nek Sandra
"Namanya juga musibah Nek, mana Kenan tahu." ucap Kenan
"Maka dari itu kamu diam dulu dirumah." pinta Nek Sandra
"Tapi Nek...." Kenan tampak keberatan.
"Tidak ada tapi-tapian Kenan. nanti Nenek mau menghubugi pihak kampus untuk mengijinkan kamu ambil kelas kuliahnya dirumah saja. biar Dosennya yang kesini. kamu tenang saja, orangtuamu mampu kok untuk membayar Dosen bahkan 10 sekaligus."ucap Nek Sandra
"Hm, terserah Nenek saja." Kenan hanya menurut perkataan Neneknya.
Setelah cukup lama berbincang dengan Nek Sandra, Kenan pergi ke kamarnya untuk beristirahat.
Siang harinya Sintia datang ke rumah Kenan. dia masih memakai baju seragamnya karena baru pulang sekolah. Nek Sandra langsung menyambut kedatangan calon tunangan cucunya.
"Sintia datang sendirian Nak?" tanya Nek Sandra
"Iya Nek, Sintia datang sendirian saja. ngomong-ngomong Kak Kenan dimana Nek?" Sintia bertanya kepada Nek Sandra.
"Kenan ada dikamarnya kok, kamu naik saja ke atas." pinta Nek Sandra
Akhirnya Sintia beneran menaiki tangga menuju ke kamar Kenan yang berada di lantai atas. Sintia masuk begitu saja ke dalam kamar Kenan. kebetulan kamarnya tidak terkunci. dia menghampiri Kenan yang sedang tidur. Sintia membelai wajah tampan Kenan.
"Kak Kenan cepat sembuh yah. Sintia sedih karena melihat Kak Kenan sakit." ucap Sintia sambil membelai wajah Kenan.
Kenan yang sedang tidur tampak terusik. dia membuka kedua matanya dan melihat Sintia sedang duduk di pinggir ranjangnya. Kenan yang tidak terlalu suka dengan kedatangan Sintia, akhirnya pura-pura tidur saja.
Sintia sudah mencoba membangunkan Kenan cukup lama. namun Kenan tidak bangun juga. akhirnya Sintia keluar dari kamar itu.
setelah kepergian Sintia, Kenan langsung membuka kedua matanya.
Akhirnya bocil keluar juga." gumam Kenan lalu dia bangun dan mengunci pintu kamarnya.
Sintia menghampiri Nek Sandra yang sedang duduk di ruang keluarga.
"Nenek, Kak Kenan tidak bangun-bangun." kata Sintia dengan ekspresi manjanya.
"Masa sih, biasanya Kenan cepat bangunnya loh. apalagi kalau ada yang mengusiknya saat tidur." ucap Nek Sandra
"Tapi tadi Kak Kenan tidak bangun-bangun juga Nek." ucap Sintia
"Jangan-jangan Kenan pingsan. mending kita cek saja ke kamarnya." ucap Nek Sandra
"Ya sudah, ayo Nek!" lalu Sintia segera melangkah menuju ke kamar Kenan untuk mengeceknya. apakah Kenan beneran tidur atau memang beneran pingsan seperti yang dikatakan Nek Sandra.
Sintia memegang knop pintu kamar Kenan. namun sepertinya terkunci dari dalam.
"Nek, ko pintunya dikunci? perasaan tadi tidak dikunci loh." Sintia merasa heran.
"Nenek tahu pasti anak itu pura-pura tidur." kata Nek Sandra
"Yang benar saja Nek? tadi Sintia cukup lama dikamar Kak Kenan, tapi Kak Kenan tetap memejamkan matanya." ujar Sintia
"Entahlah, mungkin anak itu mengerjaimu."
"Lalu kita harus bagaimana Nek?"
"Tunggu dulu Sin, Nenek mau ambil kunci duplikat kamar Kenan." ucap Nek Sandra lalu dia berlalu pergi.
Beberapa saat kemudian Nek Sandra sudah kembali ke depan kamar Kenan. dia segera memasukan kunci yang dia bawa ke dalam lubang kunci.
Cklek
Pintu kamar Kenan terbuka lebar. Nek Sandra dan Sintia melihat Kenan yang sedang duduk bersantai sambil memainkan ponselnya.
"Kak Kenan kapan bangun?" tanya Sintia yang baru memasuki kamar itu.
Sial, kenapa Nenek bawa bocil masuk lagi. gagal deh rencana gue pura-pura tidur." batin Kenan yang sedang memainkan ponselnya.
Gue punya ide bagus. sepertinya ini bisa bikin bocil bete." Kenan tampak menyunggingkan senyumannya sambil memikirkan ide untuk mengusir Sintia yang sangat mengganggu waktu istirahatnya.
Kenan memutar nada dering di ponselnya. lalu dia pura-pura mengangkat panggilan telpon.
"Iya Nadia sayang" ucap Kenan sambil menatap ke arah Sintia. lalu dia melanjutkan lagi perkataannya." Iya sayang, aku juga sangat merindukanmu. padahal tadi pagi kita sudah bertemu." Kenan tampak senyum-senyum sendiri. itu trik untuk membuat Sintia cemburu dan pergi dari sana.
Jadi Kak Kenan sudah punya kekasih. terus bagaimana dengan pertunangan ini." Sintia sudah memanyunkan bibirnya.
Nek Sandra melihat perubahan raut wajah Sintia.
"Kamu kenapa Sin?" tanya Nek Sandra yang melihat raut wajah Sintia.
"Kenapa tidak ada yang bilang kepadaku jika Kak Kenan sudah punya kekasih?" tanya Sintia
"Maaf Sin, tapi Nenek juga tidak tahu mengenai kekasih Kenan." ucap Nek Sandra
"Bukankah loe sudah tahu jika gue punya banyak kekasih." Kenan berkata kepada Sintia
"Tapi kan......"Sintia tidak melanjutkan lagi perkataannya. dia memilih untuk segera pergi dari sana. Sintia pergi meninggalkan kamar Kenan tanpa pamit. bahkan dari tadi Nek Sandra memanggilnya namun Sintia tidak menoleh sedikitpun.
Selama ini memang Sintia sudah berbuat segala cara untuk menarik perhatian Kenan. termasuk menggoda Kenan layaknya wanita malam. tapi Kenan tidak tertarik sedikitpun. selain Sintia bukan tipenya, dia juga masih manja. memang Kenan menyukai wanita yang bersikap dewasa.
Nek Sandra mendudukan dirinya disamping Kenan.
"Ken, memangnya kamu beneran pacaran dengan Nadia?" tanya Nek Sandra
"Memangnya kenapa?" tanya Kenan
"Nenek hanya tidak mau jika kamu mempermainkam hati wanita. baik Sintia ataupun Nadia, mereka sama-sama wanita yang terlihat baik. jangan samakan mereka dengan wanita diluaran sana. dan juga, jika memang kamu tidak mau melanjutkan lagi pertunangan ini, sebaiknya kamu segera mengakhirinya sebelum acara pengesahan pertunangan dilaksanakan." ujar Nek Sandra menasehati cucunya.
"Jadi Nenek setuju dengan keputusan Kenan?" Kenan tampak girang mengetahui jika Neneknya ikut mendukung keputusannya.
"Sebenarnya ini berat, karena ayahnya Sintia sudah banyak berjasa untuk perusahaan dan untuk keluarga kita. jadi kita harus balas budi untuk membalas semua jasa Pak Leo." ucap Nek Sandra sambil menghela nafas beratnya. "Tapi Nenek tidak mau memaksakan kehendakmu. memang dulu ayah dan ibumu menikah juga tanpa cinta. tapi Nenek rasa berbeda denganmu. kamu yang sangat ambisius dalam segala hal pasti sangat sulit untuk menerima perjodohan ini." ucapnya lagi
"Iya Nek, secepatanya Kenan akan urus mengenai perjodohan ini agar semuanya selesai tanpa menimbulkan konflik." kata Kenan
"Baiklah Nenek tunggu saat itu, lebih cepat lebih bagus." ucap Nek Sandra lalu segera pergi meninggalkan kamar Kenan.
°°°°
cara nya hanya wajib follow akun saya sebagai pemilik Gc Bcm. Maka saya akan undang Kakak untuk bergabung bersama kami. Terima kasih.