Arif Pratama seorang pria berusia 30th yang harus menikah dengan wanita yang ia tak cintai, bernama Annisa Putri.
Annisa Putri adalah Seorang anak kiyai yang tinggal di kampung, ia kelulusan pesantren terkenal di kampungnya, mereka harus di jodohkan dengan kedua orang tuanya.
Sampai akhirnya tak ada kehangatan sama sekali didalam rumah tangga nya akibat Perjodohan yang tak didasari oleh suka.
Ikuti terus ceritanya karna cerita ini mengandung bawang yang berlebihan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon qila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS.14 Usaha Arif,
Arif menyusul Annisa ke ruang tamu.
"Alya ngomong apa saja ke kamu.?" Tanya Arif.
"Kenapa sih mas Arif gak pernah bilang ke aku, makanan kesukaan dan yang mas Arif gak suka.? kenapa Alya malah lebih tau tentang mas.??"
Arif tersenyum kecil, "Ohh jadi karna itu kamu marah sama aku.?? Maafin mas ya, mas emang nggak suka daun bawang dan kopi yang sudah dingin." Ujar Arif.
Annisa menarik nafasnya untuk tidak terlalu terbawa amarah. "Emmm yaudah mas.!" Ujar Annisa.
Karna hari sudah malam, mereka berdua melanjutkan untuk tidur karna esok Arif akan bekerja.
.
.
.
🌿Pagi hari🌿
Annisa yang selesai sholat subuh di pandang oleh Arif yang mengukur-ngukur arah matanya ke Annisa.
"Kamu kenapa si mas.??" Tanya Annisa yang bingung melihat tingkah Arif.
"Aku lagi Mandang cewek polos yang udah bikin aku Bucin.!"
"Ih mas Arif ini bisa aja sih.!" Ujar Annisa.
Lalu mereka sarapan dan sebelum berangkat kerja Arif merasa tak bersemangat. "Aku ga semangat berangkat kerja.!" Ujar Arif.
"Semangat dong mas.!" Ujar Annisa.
"Hmmm Yaudah aku berangkat kerja dulu ya sayang.?"
Annisa tersenyum dan tanpa di sangka Annisa berkata seperti ini."Oke mas i love you.?"
Arif yang mendengar nya pura-pura tak mendengar meminta Annisa mengucapkan sekali lagi, tapi Annisa mengelak. "Udah ah mas, jangan lupa pulang kerja belikan aku makanan ya.!" Ujar Annisa.
Arif tersenyum dan menjawab. "Siap komandan.!"
.
.
.
🌿Sore hari pun tiba🌿
Annisa sehabis sholat Asha langsung mandi dan berniat untuk mencoba berdandan, Annisa masih saja terus shearching di google tentang cara menyambut suami pulang.
Tak lama kemudian Arif pulang dan membawakan 1 Porsi martabak kesukaan Annisa.
"Wahh mas terimakasih ya.!" Ujar Annisa tersenyum.
Arif memandang Annisa yang tampak lain di wajahnya. "Kamu dandan Nis.??." Tanya Arif.
"Emm Iyah mas, kenapa mas.? menor banget ya.??" dengan wajah bingung Annisa memegang kedua pipi nya karna takut Arif tak suka.
"Nggak ko kamu makin cantik kalau dandan, tapi aku lebih suka kamu natural sayang, lebih adem di lihat." Ujar Arif.
"Emmm Iyah mas, terimakasih ya sayang."
Lalu Annisa meletakan martabak di piring, dan Arif langsung mandi, karna Arif pulang lebih awal dari biasanya.
Mereka duduk di halaman rumah menikmati martabak yang Arif beli tadi.
Sambil bercanda ria mereka saling melemparkan kebahagiaan.
.
.
.
🌿Malam hari🌿
Saat siang tadi Annisa memakan jengkol kesukaannya.
Arif sehabis sholat duduk di atas tempat tidur, Annisa yang baru saja masuk ke kamar di sambut oleh Arif dengan ucapan. "Sayang udah malam yukkk.!" Ujar Arif.
Annisa yang mendengar langsung terkejut.
"Waduhh mana aku abis makan jengkol." batin Annisa.
Annisa menunduk dan berkata. "Emm aku ke kamar mandi dulu ya mas.?" Ujar Annisa.
Arif mengiyakan.
Saat di dalam kamar mandi Annisa langsung menggosok giginya berkali-kali namun tetap saja bau jengkol itu belum hilang juga. Membuat Annisa takut kalau Arif kebauan mencium aroma bau mulut Annisa.
"Waduh gimana nih.... bau nya ga ilang-ilang." Batin Nisa.
Lalu Annisa keluar dari dalam kamar mandi, menunjukan wajah polos yang sedang murung.
Annisa berdiri agak jauh dari depan Arif yang duduk di kasur.
"Emm mas, malam ini libur dulu ya, Aku tadi habis makan jengkol.!" Ujar Annisa yang jujur.
Arif yang mendengar itu tertawa. "Hahaha kamu makan jengkol nis.??"
"Iyah mas.!" Ujar Annisa sambil menunduk.
"Besok-besok jangan makan jengkol lagi ya." Ujar Arif.
"Emm Iyah mas."
"Huft yasudah, yuk kita tidur sekarang.!" Ujar Arif.
Lalu mereka tidur, dan melupakan soal jatah Arif malam itu.
.
.
.
Pagi hari Arif bangun, ia melihat ke sisinya Annisa sudah tak ada, namun ia mencium bau aroma yang sangat lezat dari arah dapur.
Langsung saja Arif mandi dan langsung menemui sumber aroma tersebut.
Dan nampak Annisa sedang memasak untuk sarapan.
"Wihh bidadari ku sedang masak apa nih.??" Tanya Arif.
"Hehe aku lagi buat nasi goreng mas."
"Wihh, Oh iya aku hari cuti kerja lagi ya.?" Ujar Arif.
"Loh memangnya kenapa.?"
"Aku lagi mau sama kamu terus nih." Ujar Arif.
BERSAMBUNG......
salam hangat dari novel ku
semangat ya