NovelToon NovelToon
Cegil Berhenti Terobsesi

Cegil Berhenti Terobsesi

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Ketos / Balas Dendam
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

"Gue capek jadi badut. Mulai hari ini, lo bebas dari gue."

Selama tiga tahun di SMA Nusantara, semua orang tahu kalau Elsa Nur Cahyani adalah cegil (cewek gila) garis keras yang bucin mati-matian ke Muhammad Firdaus, Ketua OSIS sempurna yang sedingin es. Elsa rela dipermalukan, jadi seksi sibuk OSIS tanpa dibayar, sampai dihukum lari keliling lapangan demi cari perhatian Firdaus. Hasilnya? Nol besar. Firdaus tetap menganggap Elsa gangguan yang tidak punya harga diri.

Titik balik itu datang di hari ulang tahun Firdaus. Setelah kuenya dihancurkan dan cintanya ditolak mentah-mentah di depan satu sekolah, Elsa sadar: dia sudah selesai. Elsa memutuskan pensiun jadi budak cinta. Dia berubah total—menjadi cuek, fokus pada ujian, dan benar-benar menganggap Firdaus tidak ada.

Tapi anehnya, saat Elsa melangkah pergi, justru Firdaus yang mulai kehilangan arah. Cowok yang tadinya antipati itu mendadak sadar kalau dunia tanpa gangguan Elsa ternyata terasa sangat sepi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nomor Diblokir, Daus Ga Bisa Tidur 14.

Satu centang abu-abu.

Firdaus menatap nanar simbol kecil di pojok kanan gelembung pesannya.

Cowok itu mengusap layar ponselnya kasar, mengira mungkin koneksi Wi-Fi kamarnya sedang bermasalah. Dia mematikan jaringan, menyalakan mode pesawat, lalu menghidupkannya kembali.

Hasilnya tetap sama. Pesan singkat penumpat rasa cemasnya itu tetap tertahan di sana, kesepian.

Penasaran yang mulai berubah jadi kepanikan membuat jempol Firdaus bergerak cepat membuka aplikasi Instagram.

Dia mengetik nama akun Elsa di kolom pencarian. Nihil.

Akun dengan puluhan ribu pengikut milik cewek itu seolah lenyap ditelan bumi.

Firdaus buru-buru meminjam akun tiruan (fake account) yang biasa dipakai divisi humas OSIS untuk memantau kegiatan siswa.

Nama Elsa langsung muncul di urutan teratas.

Foto profilnya yang sedang tersenyum manis memegang es krim masih ada di sana.

Postingan terbarunya tiga jam lalu juga masih utuh.

Firdaus tergelak getir, tawa yang terdengar menyedihkan di keheningan sekat kamarnya. Dia tidak bodoh. Dia tahu persis arti dari semua ini.

"Gue diblokir Anj"

Elsa memblokir nomor pribadinya. Cewek itu menutup akses komunikasi personal mereka rapat-rapat.

Untuk memastikan teorinya, Firdaus beralih ke aplikasi Line. Di sana, status kontak Elsa masih aktif, namun saat Firdaus memeriksa grup koordinasi kelas, nama Elsa ada di daftar anggota.

Artinya, Elsa sengaja menyisakan satu-satunya jalur komunikasi di Line hanya untuk urusan formal sekolah dan kelas.

Tidak ada lagi ruang untuk Firdaus yang ingin sekadar bertanya, "Udah makan belum?" atau "Pulang bareng gue, yuk?"

"Segitunya lo benci sama gue, Sa?" bisik Firdaus pada dinding kamar yang membisu.

Rasa sesak yang tadi sempat diredam akibat bentakan ayahnya kini naik lagi ke permukaan, kali ini membawa rasa panas yang membakar ulu hati. Dada Firdaus naik turun tak beraturan.

Sebagai ketua OSIS, dia terbiasa mengendalikan ratusan siswa, memecahkan masalah rumit pensi, dan menghadapi guru-guru killer dengan kepala tegak.

Tapi di hadapan keputusan sepihak dari seorang Elsa, dia mendadak menjelma jadi pecundang yang kehilangan fungsi otaknya.

Cowok itu melempar ponselnya ke atas kasur, lalu menghempaskan tubuhnya ke kursi belajar. Dia menjambak rambutnya sendiri, frustrasi.

Pikiran Firdaus berputar liar ke kejadian sore tadi di halaman bimbel SSC. Kata-kata Elsa masih terngiang jelas, menampar harga dirinya sampai hancur berantakan.

Firdaus melirik jam dinding digital di mejanya.

Jam 03.45 pagi.

Tubuhnya lelah, matanya perih dan terasa berat, tapi otaknya menolak untuk beristirahat.

Setiap kali dia memejamkan mata, wajah kecewa Elsa dan tatapan menghina dari ayahnya datang bergantian seperti mimpi buruk yang nyata.

Dua beban besar menghimpitnya dari kedua sisi, membuatnya merasa tercekik di dalam kamarnya yang luas.

Dia kembali meraih ponselnya. Menatap ruang obrolan formal kelas di mana Elsa terakhir kali mengirim jadwal piket siang tadi.

Ketikan cewek itu di sana sangat dingin dan kaku. Berbeda jauh dengan Elsa yang biasanya cerewet dan gemar mengirimkan stiker-stiker lucu beruang di ruang obrolan pribadi mereka dulu.

Perubahan drastis itu menyiksa Firdaus. Dia rindu ketikan random Elsa. Dia rindu dipanggil 'My Laki Ketua OSIS'.

Satu jam berlalu.

Firdaus hanya duduk diam di kegelapan kamar, menatap layar ponsel yang menyala redup, menampilkan ruang obrolan satu centang abu-abu. Dia mengetik permintaan maaf panjang lebar, lalu menghapusnya lagi.

Mengetik penjelasan tentang kejadian ulang tahun nya, lalu membatalkannya lagi. Dia sadar, apa pun yang dia kirim sekarang, tidak akan pernah sampai ke layar ponsel Elsa.

Jam 05.00 pagi.

Azan subuh berkumandang dari masjid dekat perumahannya. Cahaya biru keabu-abuan mulai mengintip dari balik tirai jendela kamarnya.

Firdaus belum memejamkan mata barang semenit pun. Matanya kini dihiasi lingkaran hitam samar, wajahnya pucat karena kurang tidur dan perutnya kembali melilit perih. Efek belum makan ditambah stres berat benar-benar merusak fisiknya pagi ini.

Tok! Tok! Tok!

"Firdaus! Bangun! Setengah jam lagi Papa tunggu di meja makan. Jangan terlambat!" Suara ketukan keras disusul suara bariton Subroto dari balik pintu seketika membuyarkan lamunan cowok itu.

Firdaus memejamkan mata sejenak, mengumpulkan sisa-sisa kewarasannya yang tercecer.

Libido tidurnya sudah lenyap, digantikan oleh kecemasan baru.

Hari ini ada simulasi ujian harian penting yang menentukan posisinya di mata sang ayah, dan di sekolah nanti, dia harus berhadapan dengan Elsa yang sudah mengibarkan bendera perang dingin dengannya.

Dengan tubuh lemas dan kepala yang berdenyut pening akibat tidak tidur semalaman, Firdaus bangkit berdiri menuju kamar mandi.

Saat berkaca di depan cermin, dia melihat pantulan dirinya yang sangat kacau.

"Lo harus bertahan hari ini, Daus," gumamnya pada diri sendiri, mencoba mencari kekuatan yang sebenarnya sudah terkikis habis.

......................

...***************...

Tbc,

1
falea sezi
🤣🤣 lagii kurang q kirim sebanyak-banyaknya bunga🤭 buat Elsa gk menye
falea sezi
kurang kejam thor buat donk cegil di sukai cogan lain🤣
Queen Aisyah
/Drool//Drool/
falea sezi
🤣🤣 kasian di cuekin
Rofiwan: cegil ini lebih kejam dari pada Livy
total 1 replies
falea sezi
lanjut q krim hadiah
falea sezi
lanjut q kirim hadiah
falea sezi
btw author nya cwek apa cowok🤭
falea sezi
🤣 suka deh jangan jd cegil ngenes ya move on🤣
falea sezi
jangan ngemis ke cowok ya girl jd cwek mahal👍
Luna
US,,,US sadar woy , jangan dipaksa nanti malah kabur 🤣🤣🤣🤣🤣
Luna
jujur penasaran dengan author nya umur berapa yh? tema cerita novel nya semua kebanyakan sekolah,,,GK apa apa sih malah lebih enak gitu GK terlalu berbobot lebih ceritanya ( mafia, pelakor,drama warisan,) ,jadi bisa mengenang masa putih abu-abu dulu,🤭🤭🤭🤭
Luna: jujur yh semua novel mu yg aku baca keren keren,GK terlalu ribet dan drama anak sekolah itu keren,,,sudah sering baca novel sejenis ini tapi yg bener bener sesuai dengan kehidupan anak sekolah yh novel mu ini,,, semangat Thor ,,,saya tunggu kelanjutannya💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!