NovelToon NovelToon
Perjalanan Dewa Terkuat Menuju Puncak

Perjalanan Dewa Terkuat Menuju Puncak

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Reinkarnasi
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Xi Nda

Dia pernah berdiri di atas segalanya. Pedang, alkimia, formasi, hukum Dao, semuanya sudah ia kuasai. Tapi ada satu dinding yang tidak pernah bisa ia tembus: puncak sejati.

Maka Yu Tian melakukan hal yang dianggap gila. Ia menghancurkan tubuhnya sendiri, membuang seluruh harta dan kekuatannya, lalu bangkit dari titik nol dengan tubuh baru dan ranah paling rendah.

Pengetahuannya utuh. Kekuatannya tidak. Dan untuk pertama kalinya setelah zaman yang tak terhitung, ia tersenyum karena akhirnya ada sesuatu yang belum ia miliki.

Ia masuk sekte sebagai murid biasa, tapi ia tidak pandai merendah. Ia tidak sudi tunduk pada gelar, usia, atau kedudukan. Ia hanya menghormati kemampuan. Tapi dunia ini tidak peduli siapa dirinya dulu. Lawan yang lebih tinggi ranahnya tetap bisa membunuhnya, dan pengetahuan seluas apa pun tidak bisa menggantikan fondasi yang belum dibangun.

Setiap kemenangan menuntut bayaran. Setiap rahasia yang terbuka membawa pertanyaan yang lebih besar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xi Nda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Yu Tian menyibak rambut Lan Shuang dari wajahnya dengan satu tangan, lalu mengangkat gadis itu ke gendongan tanpa membangunkannya. Napas Lan Shuang tetap teratur di lekuk lehernya, dan kepalanya bergoyang pelan setiap kali Yu Tian menaiki satu anak tangga spiral.

Lu Heng mengikuti di belakang. Ia tidak mendengus dan tidak menyindir, dan langkahnya jatuh terlalu pelan, tanpa napas berat yang tadi mengiringi setiap anak tangga.

'Terlalu diam.' Yu Tian melirik lewat bahu, dan hanya melihat rambut Lu Heng yang jatuh menutupi matanya serta cincin perak di jarinya yang telah berubah gelap. Ia menepis kecurigaan itu. 'Kelelahan. Harga dirinya pasti sedang ditelan bersama pil yang kuberikan.'

Pintu perak berdaun dua di puncak tangga terbuka sendiri begitu mereka menginjak anak tangga terakhir. Di baliknya hanya ada ruangan bundar dengan dinding dan lantai perak yang licin, tanpa altar, tanpa peti, tanpa gulungan, bahkan tanpa debu.

Yu Tian melangkah masuk dan memutar pandangan ke sekelilingnya dengan alis terangkat. 'Kosong? Jiwa si pembangun menara berjanji memberi hadiah, dan yang tersedia hanya dinding. Orang-orang yang bersorak di lapangan tadi pasti akan kecewa.'

Tengkuknya merinding sebelum ia sempat menyelesaikan pikiran itu. Gelombang Qi yang berat menghantam punggungnya dari belakang, membuat dinding-dinding perak bergetar dan lantai berderak di bawah telapak kakinya. Yu Tian berbalik perlahan sambil menurunkan Lan Shuang ke sudut ruangan dengan hati-hati.

Lu Heng berdiri tegak di ambang pintu, kedua tangan terkait di punggung dan dagu terangkat, dan matanya putih berselimut kabut perak. Ia bukan lagi pemuda yang tadi mengikuti mereka di tangga.

Yu Tian menyipitkan mata. Tekanan Qi itu tajam dan dingin dengan tepi yang rapi, dan ia mengenal tepi itu. Sudut bibirnya naik pelan, dan ia menyilangkan lengan di dada. "Kakak Senior Xu? Tidak kusangka kau berkultivasi di sini. Tapi ternyata kau sudah mati, ya? Apa karena seorang Raja Dao?"

Bibir Lu Heng bergerak, tetapi suara yang keluar dalam, berat, dan bergema, bukan miliknya.

"Diam kau, Yu Tian, keparat." Kabut perak di matanya berputar cepat. "Karena dirimu aku gagal menjadi Raja Dao. Kau benar-benar binatang. Kali ini aku akan membunuhmu."

"Silakan mencoba." Yu Tian tersenyum angkuh dan menjentikkan jari ke arah sudut ruangan. Cahaya keemasan tipis merambat dari ujung jarinya ke lantai dan membentuk kubah bening di sekeliling Lan Shuang, yang masih tertidur tanpa mendengar apa pun.

Ia melangkah ke tengah ruangan dan menarik pedang putih dari pinggangnya. "Mulailah."

Telapak merah menyala muncul di depan wajahnya sebelum ia sempat berkedip. Pedang putih berbenturan dengan telapak itu, dan lantai di bawah kakinya retak membentuk jaring laba-laba. Tiga pukulan menyusul tanpa jeda, ke dada, ke rusuk, ke pelipis.

Yu Tian menangkis semuanya, tetapi lengannya mati rasa sampai ke bahu dan tetes darah hangat menuruni sudut bibirnya. 'Tubuh bocah ini membatasinya. Kalau dia memakai raganya sendiri, aku sudah jadi abu.'

Ia terdorong mundur sampai punggungnya hampir menyentuh dinding. Telapak perak menghantam sarungnya dan membuat tulang jarinya berderak. Qi Lu Heng dan Qi Senior Xu telah bercampur menjadi satu aliran. Menebas tubuh ini berarti membunuh pemiliknya sekaligus.

'Pisahkan dulu. Hancurkan Qi si tua bangka tanpa menghancurkan bocah itu.' Dan satu jurus muncul di kepalanya, jurus dasar yang ia ciptakan sejak zaman yang tak terhitung. Ia sudah muak memakainya, tetapi tidak ada pilihan lain.

Yu Tian melemparkan pedang putihnya. Bilah itu melesat lurus, dan Senior Xu hanya memiringkan kepala sedikit. Ujungnya meleset dari leher, hanya menembus lengan baju merah tua dan menancap di dinding perak dengan denting nyaring. Lengan itu tertahan setengah detik.

Cukup lama bagi Yu Tian untuk merunduk di bawah cakar api, masuk ke dalam jangkauan, dan menghantamkan telapak kanannya ke bawah pusar Lu Heng.

Terdengar bunyi retak teredam dari dalam perut itu. Cahaya perak menyembur dari mulut dan hidung Lu Heng, dan suara yang keluar terpecah menjadi dua, suara pemuda yang melengking dan suara tua yang menggeram.

"Yu Tian! Mati kau! Semoga Dao menelanmu seribu kali!" Lengan baju itu robek, dan tubuh Lu Heng terhempas ke lantai tanpa gerak, dengan asap perak tipis yang menguap dari kulitnya.

Yu Tian mundur selangkah dan menyeka darah di bibirnya dengan punggung tangan.

'Selesai.' Ia melirik kubah di sudut ruangan, dan Lan Shuang masih tertidur dengan napas yang sama. Ia baru hendak berbalik mengambil pedangnya ketika jemari Lu Heng berkedut.

Pecahan Qi perak yang berhamburan di lantai tidak lenyap. Serpihan itu berputar, merayap naik ke tubuh Lu Heng, dan meresap ke kulitnya satu per satu. Udara di ruangan itu menekan dadanya lagi, jauh lebih berat daripada sebelumnya. Lu Heng bangkit perlahan dengan mata hitamnya yang telah kembali, kini dikelilingi lingkaran perak tipis.

'Pecahan Qi si tua bangka. Dantiannya hancur, tetapi sebagian pecahannya terserap bocah ini. Jiwa Baru.' Keringat dingin mengalir di punggung Yu Tian. 'Sial.'

Ia berlari ke dinding dan mencengkeram gagang pedangnya yang tertancap. Telapak tangannya licin oleh keringat dan darah, dan jarinya hampir terlepas ketika menarik. Lu Heng sudah berdiri di belakangnya tanpa suara langkah.

Chessshh!

Tepi telapak tangan kosong itu melintas di leher Yu Tian. Darah menyembur ke langit-langit, panas dan deras, dan kepalanya terlepas dari bahu. Pandangannya berputar: dinding perak, langit-langit, lantai, sepasang sepatu yang berhenti di depan wajahnya. Kepala itu berguling dua kali dan berhenti miring, dan dari sudut itu ia melihat Lu Heng melangkah melewatinya tanpa menunduk, menuju kubah emas tempat Lan Shuang tertidur.

Yu Tian sama sekali tidak berpikir ini akhirnya. 'Belum.'

Tubuhnya yang tanpa kepala tidak jatuh. Kedua kakinya menapak mantap di lantai, tangan kirinya meraih rambut yang berlumur darah, mengangkat kepala itu dari lantai, dan menekannya ke leher yang masih menyemburkan darah.

Cahaya emas membanjir dari tubuhnya, menyambungkan daging dan tulang dengan bunyi basah yang kasar. Ia terbatuk, memuntahkan darah ke lantai, dan menggerakkan rahangnya sekali untuk memastikan ia masih bisa bicara.

"Tubuh ini cuma wadah." Suaranya serak dan parau, tetapi senyum angkuh itu kembali di wajahnya, dengan garis merah melingkari lehernya. "Kepalaku terpisah pun, aku tetap hidup."

Lu Heng berhenti tepat di depan kubah itu dan berbalik dengan wajah yang menegang oleh amarah. "Yu Tian!"

1
🌸athy🌸
semangat nulisnya author....
🌸athy🌸
Gaya bahasanya ringan tapi sangat mengalir. Sekali buka halaman pertama, langsung susah buat berhenti baca sampai tamat
🌸athy🌸
Ketegangannya dibangun dengan sangat konsisten. Bikin penasaran di setiap akhir bab dan sukses bikin begadang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!