NovelToon NovelToon
PEMBALASAN DARAH NONA MUDA

PEMBALASAN DARAH NONA MUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Vvhiiiiivhy

Jika ada kehidupan kedua, aku bersumpah akan menyeret kalian ke neraka yang paling dalam!"
Di kehidupan pertamanya, Elena adalah Nona Muda yang naif. Ia menyerahkan seluruh harta dan pengaruh keluarganya demi membantu Gavin, sang suami, naik takhta menjadi Kaisar. Namun setelah tujuan tercapai, Gavin justru mengkhianatinya. Pria itu berselingkuh dengan adik tiri Elena, merebut takhtanya, membantai putranya yang masih kecil, dan membakar Elena hidup-hidup di sel penjara bawah tanah.
Namun, takdir berkata lain. Alih-alih pergi ke akhirat, Elena terbangun dan mendapati dirinya kembali ke masa lalu—tepat tiga tahun sebelum pernikahan terkutuk itu terjadi.
Berbekal ingatan dari masa depan, Elena bersumpah tidak akan lagi menjadi domba yang penurut. Ia akan menghancurkan satu per satu orang yang telah menginjak-injak harga dirinya.
Demi melancarkan aksi balas dendamnya, Elena mendekati Duke Killian—sang tirani berdarah dingin yang paling ditakuti di kekaisaran—dan menawarkan sebuah aliansi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vvhiiiiivhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Perjamuan Berdarah Dingin

Lampu kristal di aula utama kediaman Duke Killian memantulkan cahaya yang temaram namun berkilau mewah. Di atas meja panjang berbahan kayu mahoni tua, tersaji hidangan makan malam yang sempurna. Namun bagi Elena, atmosfer di ruangan itu jauh lebih dingin daripada salju yang mulai turun di luar jendela kastel.

Di ujung meja, Duke Killian duduk dengan keanggunan seorang predator. Jubah hitam bersulam benang perak miliknya tampak kontras dengan rambut hitam legam dan sepasang mata merah kelam yang selalu memancarkan aura mengintimidasi. Sang tirani berdarah dingin yang paling ditakuti di seluruh kekaisaran itu sedang mengiris daging panggangnya dengan gerakan yang begitu presisi, seolah-olah sedang memotong urat nadi musuhnya.

"Kau tidak menyentuh makananmu, Nona Elena," suara Killian memecah keheningan, berat dan bergema rendah. "Apakah kau takut aku menaruh racun di dalamnya?"

Elena tersenyum tipis, menjaga agar ekspresi wajahnya tetap tenang dan anggun. Di kehidupan pertamanya, dia pasti sudah gemetar ketakutan menghadapi tatapan seperti itu. Tapi sekarang, setelah merasakan dinginnya sel penjara bawah tanah dan panasnya api yang membakar tubuhnya, tidak ada lagi yang bisa membuat Elena takut.

"Tentu saja tidak, Yang Mulia Duke," jawab Elena tenang, sembari mengangkat garpunya. "Jika Anda ingin membunuhku, Anda tidak perlu repot-repot membuang racun mahal. Cukup dengan satu jentikan jari, pasukan bayangan Anda akan melenyapkan saya tanpa jejak. Lagipula, bukankah kita adalah sekutu?"

Killian menghentikan gerakan tangannya. Ia meletakkan pisau dan garpu ke atas piring perak dengan dentingan halus yang sanggup membuat pelayan di sudut ruangan menahan napas. Sepasang mata merahnya menatap Elena intens, mencoba mencari celah ketakutan di balik mata wanita muda di hadapannya. Namun, yang ia temukan hanyalah sepasang manik mata yang dipenuhi oleh kabut kebencian yang mendalam.

"Sekutu," Killian mengulang kata itu dengan nada sarkasme yang samar. "Sebuah kata yang berani untuk seseorang yang datang ke kediamanku tanpa membawa apa-apa selain sebuah ramalan masa depan dan dendam pribadi terhadap suaminya."

"Calon suami," koreksi Elena dengan nada dingin yang menyayat. "Dan saya membawa lebih dari sekadar ramalan, Yang Mulia. Saya membawa kunci untuk menghancurkan jalur logistik rahasia yang selama ini digunakan oleh faksi Gavin untuk mengumpulkan dana militer ilegal."

Mendengar nama Gavin disebut, kilatan ketertarikan melintas di mata Killian. Gavin adalah pangeran yang ambisius, dan Killian tahu betul bahwa pria itu diam-diam sedang membangun kekuatan untuk merebut takhta. Hanya saja, pergerakan Gavin sangat rapi hingga Killian pun kesulitan menemukan bukti fisiknya.

"Jalur logistik?" Killian menopang dagunya dengan tangan yang terbalut sarung tangan hitam. "Katakan lebih spesifik."

Elena memajukan tubuhnya sedikit, merendahkan volume suaranya. "Dua minggu dari sekarang, sebuah kapal dagang dari Kekaisaran Barat akan berlabuh di pelabuhan selatan. Di atas kertas, kapal itu membawa kain sutra dan rempah-rempah. Namun di balik dinding ganda lambung kapal, terdapat ratusan balok emas murni yang diselundupkan dari tambang ilegal di perbatasan."

Elena menjeda kalimatnya, membiarkan informasi itu meresap ke dalam benak Killian. "Emas itu adalah kontribusi dari keluarga tiri saya—melalui adik tiri saya, Misha—untuk mendanai pasukan bayaran Gavin. Di kehidupan... maksud saya, menurut informasi mata-mata saya, emas inilah yang akan melesatkan posisi Gavin di dewan kekaisaran."

Killian menyipitkan matanya. "Bagaimana seorang Nona Muda yang naif seperti dirimu bisa mengetahui rahasia sekotor itu?"

"Orang yang sedang jatuh cinta sering kali menjadi buta dan tuli, Yang Mulia. Namun, ketika mereka dikhianati hingga ke titik kematian, mata mereka akan terbuka lebih lebar dari siapapun," jawab Elena. Nada suaranya datar, namun ada kepedihan mendalam yang sengaja ia kubur hidup-hidup.

Killian terdiam sejenak. Pria tirani itu memiliki intuisi yang sangat tajam. Ia bisa merasakan bahwa Elena tidak sedang menggertak. Ada sesuatu dalam diri wanita ini—sebuah tekad yang begitu hitam dan pekat, mirip dengan kegelapan yang ia miliki sendiri.

"Jika informasi ini benar," kata Killian perlahan, "aku bisa menyita kapal itu atas nama hukum kekaisaran. Itu akan memotong kaki Gavin sebelum dia sempat melangkah menuju takhta."

"Bukan hanya memotong kakinya, Yang Mulia. Itu akan menghancurkan reputasinya di hadapan Kaisar saat ini. Dan sebagai imbalannya, saya ingin Anda memastikan bahwa penyelidikan kasus penyelundupan ini juga menyeret nama adik tiri saya, Misha."

Killian terkekeh rendah. Suara tawanya terdengar berbahaya namun memikat. "Kau benar-benar kejam terhadap keluargamu sendiri, Nona Elena."

"Mereka bukan keluarga saya," desis Elena, tangannya mengepal kuat di bawah meja hingga kuku-kukunya memutih. "Mereka hanyalah parasit yang hidup dari menginjak-injak harga diri saya dan mendiang ibu saya. Mereka pantas menerima neraka yang telah mereka persiapkan untuk saya."

"Baiklah," Killian berdiri dari kursinya, berjalan perlahan mengitari meja panjang dan berhenti tepat di samping kursi Elena. Ia menundukkan kepalanya, mendekatkan wajahnya hingga Elena bisa mencium aroma kayu cendana dan besi yang samar dari tubuh sang Duke. "Aku menerima tawaran aliansi ini sepenuhnya. Aku akan mengirim pasukan pribadiku untuk mencegat kapal itu di pelabuhan selatan."

Killian mengulurkan tangannya yang besar. "Mari kita lihat, seberapa jauh kau bisa menyeret calon suamimu itu ke dalam jurang kehancuran."

Elena menatap tangan yang terulur itu. Ini adalah poin balik dalam hidupnya. Di masa lalu, dia menyerahkan segalanya untuk Gavin dan berakhir mati mengenaskan di sel bawah tanah yang terbakar. Kali ini, dia menggandeng tangan sang iblis sendiri demi sebuah pembalasan dendam. Tanpa ragu, Elena menyambut uluran tangan Killian.

"Saya jamin, Yang Mulia, Anda tidak akan kecewa," ucap Elena tegas.

Setelah makan malam yang menegangkan itu selesai, Elena berjalan menyusuri koridor kastel Duke menuju kereta kudanya. Angin malam bertiup kencang melalui celah jendela, menerbangkan beberapa helai rambut pirang madunya.

Saat ia hendak melangkah keluar dari pintu gerbang utama kastel, sebuah suara yang sangat ia kenal—dan sangat ia benci—terdengar dari arah halaman.

"Elena? Apa yang kau lakukan di kediaman Duke Killian?!"

Elena menghentikan langkahnya. Jantungnya sempat berdesir tajam, bukan karena cinta, melainkan karena gelombang kemarahan yang membakar dadanya. Ia berbalik perlahan dan mendapati Gavin berdiri di sana, mengenakan jubah formal bernuansa biru muda khas bangsawan tinggi. Wajah pria itu tampak terkejut sekaligus tidak suka melihat Elena keluar dari wilayah kekuasaan musuh politiknya.

Di samping Gavin, berdiri seorang wanita muda dengan gaun merah muda yang tampak polos dan rapuh. Itu adalah Misha, adik tirinya. Di kehidupan pertama, Misha selalu memasang wajah bak malaikat tanpa dosa ini saat diam-diam merayu Gavin di belakangnya.

"Ah, Kak Elena..." Misha melangkah maju, memegang lengan Gavin dengan manja sebelum dengan cepat melepaskannya, berpura-pura panik. "Kenapa Kakak bisa ada di sini? Bukankah tempat ini sangat berbahaya? Duke Killian adalah pria yang kejam..."

Elena memandang keduanya dengan tatapan dingin yang tak terbaca. Sungguh pemandangan yang memuakkan. Di masa lalu, dia akan langsung merasa bersalah dan buru-buru menjelaskan agar Gavin tidak salah paham. Tapi sekarang, sandiwara mereka tampak begitu murahan di matanya.

"Gavin, Misha," sapa Elena dengan nada suara yang sangat tenang, bahkan terlalu tenang. "Sungguh kebetulan yang menarik. Apa yang membuat seorang Pangeran dan Nona Muda dari kediaman Count datang ke kastel Duke di malam sedingin ini?"

Gavin berjalan mendekat, mencengkeram pergelangan tangan Elena dengan agak kasar. "Aku yang seharusnya bertanya padamu, Elena! Kau adalah tunanganku. Kenapa kau menemui Killian secara privat? Apakah kau tahu bahwa tindakanmu ini bisa merusak reputasi keluarga kita?!"

Elena menatap tangan Gavin yang mencengkeram pergelangan tangannya. Kilasan ingatan saat Gavin memerintahkan pengawal untuk membantai putranya yang masih kecil tiba-tiba berputar di kepalanya. Rasa benci yang amat sangat membuat Elena langsung menghempaskan tangan Gavin dengan sentakan kuat.

Gavin tertegun. Elena yang ia kenal adalah wanita yang lemah lembut, penurut, dan selalu memuja setiap perkataannya. Elena yang sekarang menatapnya seolah-olah dia adalah seonggok sampah yang menjijikkan.

1
Pelangi Jingga
ceritanya di ulang trus
jenny
pelayan setianya ganti kak? bukannya namanya Yana?
jenny
Misha atau Dara
Nycthophile
banyak bener nih adik tiri punya nama😌
jenny: ha ha hs
total 1 replies
Nycthophile
Thor mohon maaf nih sebelum nya minta tolong kalo ada pergantian nama karakter kasih tau Thor soal nya nama adik tiri nya Elena ganti ganti terus 🙏😔
jenny: saya pikir bukan cuma saya yang bingung cz banyak nama di setiap chapter... 🤭 atau mungkin adik tirinya lebih dari satu dan semuanya tergila-gila dengan Gavin 😄
total 1 replies
Nycthophile
nama adik tiri nya yang benar Mya atau Misha Thor😔
Nycthophile
lagi perasaan tiga bab udah di ulang terus😔
Nycthophile
nama adiknya ganti ya terus Thor awalnya Dara abis itu Misha sekarang Mya😔
Siskasuryaningsih
namanya semua di ganti2, eh bambang lu ye, buat kepala ane pening tau, 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!