Danu merasa hidupnya benar-benar di kutuk oleh Lila gadis kecil yang dulu dia rawat, empat kali sudah dia gagal memiliki pasangan hidup hingga dia di juluki Perjaka Tua di kampus di mana dia mengajar.
"Siang Pak Dosen" Suara itu benar-benar Danu hafal, siapa lagi kalau bukan Lila si Pengutuk kecil.
"Ada apa?"
"Pak saya ada masalah, mohon bantuan"
"Bantuan apa? apa ada materi yang sulit di fahami?" Danu mencoba bersikap professional.
"Ada pak"
"Materi apa?"
"Materi tentang bagaimana cara menjadi istri Pak Danu Pramana"
'Uhuk uhuk'
Danu sampai tersedak mendengar Lila kembali berulah.
"Lila ....."
Lila langsung berlari keluar setelah menaruh buku tugasnya di meja kerja Danu.
Akankah Lila berhasil mendapatkan cinta sang Dosen? yuk kepoin cerita serunya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibah Ibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14
"Terima kasih"
Lila masih berdiri di ambang pintu sambil menatap Danu, dia bahkan tersenyum-senyum sendiri seperti orang gila. Untung saja cantik.
"Ngapain masih di situ? Saya mau Istirahat"
Bukannya pergi, Lila justru masih cengar-cengir sendiri sambil menatap nya, Danu jadi merinding di buatnya.
Danu jadi ingat kejadian di ruang guru beberapa waktu yang lalu. Saat pertama kali Lila jadi salah satu mahasiswi di kampusnya mengajar.
"Siang Pak Dosen" Suara itu benar-benar Danu hafal, siapa lagi kalau bukan Lila si Pengutuk kecil Lila.
"Ada apa?"
"Pak saya ada masalah, mohon bantuan"
"Bantuan apa? apa ada materi yang sulit di fahami?" Danu mencoba bersikap professional.
"Ada pak"
"Materi apa?"
"Materi tentang bagaimana cara menjadi istri Pak Danu Pramana"
'Uhuk uhuk'
Danu sampai tersedak mendengar Lila kembali berulah.
"Lila ....."
Lila langsung berlari keluar setelah menaruh buku tugasnya di meja kerja Danu.
Anak ini benar-benar susah di tebak.Lila kembali menatap Lila yang masih tersenyum melihatnya.
"Kamu kenapa?" Tanya Danu lagi.
"Eeee....Mas nggak mau kita khilaf lagi seperti kemarin?"
'Astaghfirullah, Allahu Akbar'
Bicara apa Lila woy! Apa dia tidak tahu kalau dia sedang memancing Anaconda yang tengah tidur?
"Bicara apa kamu? cepat keluar! Saya mau istirahat Lila"
"Istirahat sama Lila aja" Goda Lila lagi.Lila bahkan sudah mengikis jarak di antara mereka.
Om Danu nya ini sangat menggemaskan, baru di panas-panasi dikit sikap over protective nya langsung kelihatan, Lila seng sekali melihat kelakuan Danu tadi sebelum dia pergi dengan Ryan. Lila tahu Mas Danu pasti cemburu melihat nya di bonceng lelaki lain. Lila jadi makin semangat menggoda Danu. Benar kata Pak Yuda. Mas Danu itu Munafik, di mulut bilang tidak tapi sikapnya menunjukkan sebaliknya.
"Lila jangan buat saya tegang!"
Lila terkikik dalam hati, memang itu yang dia inginkan.
"Apanya Mas? Mas nervous Lila dekati begini? Mas suka ya sama Lila?"
"Tidak Mas tidak suka"
"Kenapa? Lila cantik kan?"
"Mas tidak suka kamu dekat-dekat begini"
Lila menjauh sedikit, dia kembali bertanya dengan nada sensual.
"Kalau sekarang gimana? Sudah suka?"
"Tetap tidak"
"Kenapa?"
"Karena kamu masih kecil, Mas sudah dewasa, Mas itu nyari yang siap nikah, siap punya anak, bukan bocil seperti kamu"
"Bocil begini Lila juga bisa buat bocil lho mas"
Danu melengos saat Lila memegang kerahnya. Dia makin bingung dengan perdebatan ini.
"Kenapa mas Diam? Mas Danu mau bukti? Lila beneran bisa buatin mas Bocil"
Astaga! Kenapa ruangan ini mendadak panas?Wajah Danu bahkan sudah semerah tomat.
"Mau buktikan sekarang?"
Lila sengaja membuka satu kancing baju Danu.
Dih Gustiiiiii! Apa yang di lakukan anak ini. Dia bisa benar-benar kehilangan kendali lagi. Danu sebisa mungkin menahan diri, agar tidak melakukan khilaf yang ke tiga kalinya.
"Lila jangan mancing"
Tapi sudah terlanjur, Lila terlanjur mencium bibir Danu meski hanya beberapa detik.
"Heheheh Ini tas kerja mas Danu, Lila kembalikan. Jangan lupa, besok di pakai ya bajunya?" Kekeh Lila yang berhasil membuat Danu salting.
Lila berniat langsung pergi, dia tadi hanya menggoda Danu saja, memastikan kalau Mas Danu benar-benar tertarik padanya. Lila cukup puas saat melihat wajah merah Mas Danu yang salting berat, ini sudah membuktikan kalau dia tidak bertepuk sebelah tangan.
"Dada Mas Danu..."
Lila ingin pergi, namun sayang sudah terlambat, Lila sudah memancing Anaconda di dalam celana Danu menggeliat ingin keluar mencari sarang. Danu mencekal tangan itu, dia tidak puas hanya di cium beberapa detik saja.
Danu memeluk Lila dengan posesif, menatap mata Lila dengan tatapan menuntut.
"Cepat cium Mas!"
Lila sempat tercengang mendengar itu, namun keduanya kembali berciuman panas di sing bolong.
Danu terus melumat bibir Lila tanpa jeda, Seperti biasa rasanya Lila kewalahan dengan keagresifan Danu. Tangan Danu mulai meraba kemana-mana, membuka paksa kancing Lila dengan kasar.
Lila melenguh kala tangan Danu meremas dadanya. Bibir Danu mulai memberi banyak tanda di sana.
'Astaga, Lila tidak tahan! Rasanya Lila ingin melakukan hal yang lebih dari ini. Tapi mereka belum sah. Mereka harus ke KUA dulu kan? Lila mencoba meminta Danu berhenti, namun Danu justru kembali melumat bibir Lila.
Lila ingin melambaikan tangan sebagai tanda menyerah. Tapi mas Danu seperti tidak mau melepas nya.
Ini memang salah kamu Lila, ngapain tadi mancing-mancing?
Lila pasrah, dia ikut menikmati suasana.
Hingga seseorang berteriak dari ambang pintu.
Seperti biasa mereka lupa mengunci pintu depan.
'Aaaaa'
Teriak Lula,Si janda kembang depan rumah.
Lula bisa masuk dengan mudah karena pintu tidak di tutup rapat. Niat hati ingin memberi kue yang baru saja dia buat untuk Danu.
Dia justru di buat terkejut dengan apa yang di lakukan Danu.
"Kalian sedang apa?"
Lila buru-buru merapikan bajunya, dia langsung bersembunyi di belakang Danu.
"Kamu lihat sendiri kan? Kenapa masih bertanya?"
"Bukankah kalian kakak adik?"
"Dia calon istri saya"
'Brak'
Kue di tangan Lula jatuh begitu saja, Lula membekap mulutnya dan langsung berlari ke luar.
Danu menatap ke arah kue yang jatuh, sayang sekali kue itu jadi kotor, padahal dia tahu kalau kue buatan Lula sangat enak.
Danu ingin membersihkan kue itu, namun tubuhnya di peluk Lila dari belakang.
"Jadi mas sudah setuju menikah dengan Lila?" Ucapnya begitu bahagia.
"Siapa yang bilang begitu?"
"La tadi?"
"Itu agar Bu Lula tidak berprasangka buruk sama kamu, jadi jangan menyimpulkan hal lain"
"Kog gitu?"
"Kenapa? Bukankah Mas sudah bilang, kita tidak bisa bersama"
Lila kembali cemberut, tidak apa Mas Danu bilang begitu, itu hanya di mulutnya saja kan?lihat saja nanti, Lila akan pastikan kalau Mas Danu akan segera menikahinya.
*****
"Kita ketemuan di rumah Pak Rektor saja"
Lila mengirim pesan untuk Ryan. Ryan ingin menjemput nya tapi Lila menolak.
Dia ingin satu mobil dengan Mas Danu, Lila sudah berdandan cantik, dia memakai baju berwarna biru toska, sama seperti kemeja yang Lila belikan untuk Mas Danu kemarin.
Lila berdandan minimalis, rambutnya dia cantik dan dia gerai, depan rambutnya dia buat bergelombang membuat parasnya makin terlihat cantik.
"Cantiknya aku, calon siapa dulu?" Kekeh Lila memuji dirinya sendiri di depan cermin.
'Tin Tin'
Bunyi klakson mobil Danu berbunyi begitu nyaring, itu tandanya Mas Danu sudah menunggu nya.
Lila segera membawa kado yang dia siapkan, tak lupa tas kecil berisi Ponsel dan dompet yang membuat dirinya makin terlihat cantik dan elegan.
"Lila cepat!" Teriak Danu.
" I'm coming Mas...."
Lila begitu bersemangat, namun saat membuka pintu mobil, wajahnya jadi canggung, bagaimana tidak? Mas Danu ternyata mengajak beberapa dosen di kampus nya. Salah satu dari mereka bahkan wali kelas Lila.
Lila menelan ludahnya dengan kasar, kalau begini bagaimana bisa dia mepet-mepet Mas Danu?