NovelToon NovelToon
TERJEBAK DI ANTARA DUA CERITA

TERJEBAK DI ANTARA DUA CERITA

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Transmigrasi
Popularitas:333
Nilai: 5
Nama Author: Rhin Pasker

Dua penulis rival.
Dua dunia cerita.
Dua takdir yang seharusnya tidak pernah bertemu.
Namun sebuah kecelakaan mengubah segalanya mereka terlempar ke dalam dunia novel yang mereka ciptakan sendiri.
Mo Chen, pangeran ketiga yang dianggap lemah namun menyimpan kekuatan tersembunyi.
Gu Yanran, putri panglima perang yang difitnah dan ditakdirkan mati demi politik kekaisaran.
Masalahnya… mereka tidak masuk ke dunia mereka sendiri.
Mereka masuk ke dunia satu sama lain.
Dan ketika dua cerita yang berbeda mulai menyatu, alur yang seharusnya sudah ditentukan mulai retak.
Kini tidak ada lagi naskah yang pasti.
Hanya satu pertanyaan yang tersisa:
Apakah mereka bisa mengubah akhir… sebelum cerita mengubah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhin Pasker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERASAAN YANG TIDAK BISA DI JELASKAN

Keesokan paginya, langit ibu kota masih diselimuti kabut tipis ketika sebuah kereta berhenti di depan kediaman Pangeran Ketiga. Udara pagi terasa sejuk, namun suasana di sekitar kediaman itu tetap dipenuhi penjagaan ketat. Para pengawal berdiri tegak di setiap sudut, seolah tidak ada satu pun gerakan yang bisa lolos dari pengawasan mereka.

Dari dalam kereta turun seorang wanita bergaun merah muda pucat dengan sulaman bunga plum di ujung lengan bajunya. Wajahnya cantik dan lembut, tetapi sorot matanya menyimpan kegelisahan yang sulit disembunyikan.

Murong Meiying.

Ia menarik napas perlahan sebelum melangkah masuk tanpa banyak bicara. Para pelayan mengenalnya sebagai teman masa kecil Pangeran Ketiga, sehingga tidak ada yang berani menghentikannya.

Di sisi lain Mo Chen masih teringat kata-kata Gu Yanran yang semalam.

“Besok pagi Murong Meiying pasti akan datang.”

Saat itu Yanran mengatakannya dengan nada santai, karena ia sudah mengetahui alur cerita yang akan terjadi. Dan kini, semuanya benar-benar terjadi persis seperti yang ia katakan.

Meiying berjalan melewati koridor panjang menuju halaman dalam kediaman. Langkahnya ringan, tetapi hatinya dipenuhi emosi rumit. Ia sudah ingin bertemu Mo Chen secara langsung tanpa gangguan siapa pun.

Di sisi lain kediaman, Mo Chen sedang berada di ruang mandinya.

Uap hangat memenuhi ruangan luas itu. Air mengalir perlahan dari pancuran batu giok, sementara aroma kayu cendana memenuhi udara. Mata Mo Chen terpejam, tetapi kepekaannya terhadap keberadaan orang lain selalu berada di tingkat tertinggi.

Tiba-tiba—

Langkah kaki kecil terdengar mendekat.

Mata Mo Chen langsung terbuka.

WHOOSH!

Tanpa ragu, ia meraih sebilah pisau pendek di sampingnya lalu melemparkannya ke arah pintu.

DUK!

Pisau itu menancap tepat di sisi dinding, hanya beberapa senti dari wajah Murong Meiying.

Wanita itu langsung terdiam ketakutan.

“Jangan mendekat.”

Suara Mo Chen terdengar dingin dari balik tirai mandi.

Pisau itu memang tidak berniat melukainya. Namun cukup untuk memberi peringatan.

Meiying menggenggam dadanya pelan, berusaha menenangkan napasnya yang sempat kacau.

“Pangeran Ketiga...” ucapnya lirih.

Mo Chen tidak segera menjawab. Suaranya kembali terdengar tenang, tetapi penuh kewaspadaan.

“Pagi-pagi begini masuk ke kediaman laki-laki yang sedang mandi. Apa tujuanmu?”

Murong Meiying menggigit bibir bawahnya pelan.

“Sejak kapan kau menjadi sedingin ini?”

Hening sesaat memenuhi ruangan.

“Kita teman masa kecil,” lanjutnya pelan. “Dulu kita selalu bermain bersama. Sebelum kau mengenal Gu Yanran... kau selalu memperhatikanku.”

Tatapannya perlahan berubah sendu.

“Aku sangat cemburu padanya.”

Ucapan itu membuat suasana semakin sunyi.

Mo Chen akhirnya tertawa kecil.

Namun senyum itu bukan senyum hangat.

Melainkan senyum tipis yang terasa dingin dan sinis.

“Siapa yang menyuruhmu datang kemari?” tanyanya tiba-tiba.

Murong Meiying sedikit terkejut.

“Apa maksudmu?”

Mo Chen membuka matanya perlahan. Tatapannya berubah tajam.

“Baginda Kaisar?”

“Atau Pangeran Pertama?”

Jantung Meiying langsung berdegup kencang.

Untuk beberapa saat, ia tidak mampu menjawab.

Tatapan Mo Chen terlalu tajam, seolah bisa menembus semua kebohongan di hadapannya.

“Apa maksud mu?”

“Aku hanya ingin menemuimu,” jawab Meiying akhirnya.

“kenapa kau bertanya balik!”

Nada suara Mo Chen terdengar datar.

“Sepertinya aku tidak perlu mengulang pertanyaanku.”

Suasana langsung menjadi tegang.

Murong Meiying mengepalkan tangannya pelan. Ia tidak menyangka Mo Chen akan bersikap sedingin ini kepadanya.

Dulu, pria itu memang pendiam.

Namun tidak pernah setajam sekarang.

Belum sempat Meiying menjawab, seorang pelayan tiba-tiba masuk sambil menundukkan kepala.

“Lapor, Yang Mulia. Nona Gu sedang menunggu di halaman depan.”

Mendengar nama itu, ekspresi Mo Chen langsung berubah sedikit.

Bibirnya terangkat tipis, seperti sedang menahan senyum.

Perubahan kecil itu tidak luput dari pandangan Murong Meiying.

Dan itu membuat iya semakin kesal.

“Kau pulanglah,” ucap Mo Chen santai.

“Kali ini ku maafkan, Lain kali jangan masuk sembarangan.”

Nada suaranya terdengar ringan, tetapi jelas mengusir.

Murong Meiying menggigit bibirnya kuat-kuat sebelum membungkuk singkat.

“Baik, Yang Mulia.”

Ia segera pergi dari sana dengan wajah dingin.

Namun langkahnya terasa berat.

Sepanjang jalan iya bergumam.

“beraninya pangeran tidak berguna seperti nya mengusir ku seperti ini”

Saat keluar menuju halaman depan, ia langsung berpapasan dengan Gu Yanran.

Yanran berdiri tenang di bawah pohon plum, mengenakan pakaian biru muda sederhana. Wajahnya tetap tenang seperti biasanya.

Namun mata mereka bertemu sesaat.

Murong Meiying langsung pura-pura merapikan rambut dan pakaiannya, seolah ingin menunjukkan sesuatu.

Tanpa menyapa sedikit pun, ia berjalan melewati Yanran.

Tatapan Yanran mengikuti punggung wanita itu beberapa detik.

Wajahnya tetap tenang.

Tetapi di dalam hati, pikirannya mulai kacau.

“Sebenarnya apa yang mereka lakukan?”

“Bukankah aku sudah memperingatkannya semalam?”

Yanran menghela napas pelan.

Ia tahu alur cerita novel ini.

Ia tahu Murong Meiying memang akan datang mendekati Mo Chen.

Namun mengetahui sesuatu dan melihatnya langsung ternyata memberikan rasa yang berbeda.

Dadanya terasa aneh.

Tidak nyaman.

Beberapa saat kemudian, langkah kaki terdengar mendekat.

Mo Chen akhirnya muncul di halaman depan.

Hari itu ia mengenakan jubah hitam dengan sulaman emas di bagian lengan. Rambut panjangnya diikat sederhana, membuat wajah tampannya terlihat semakin tegas.

Tatapannya langsung tertuju pada Gu Yanran.

Dan tanpa sadar, suasana dingin di sekitarnya terasa sedikit melunak.

“Sepertinya Nona Gu tidak bisa tidur semalam,” ucapnya santai.

“Sampai pagi-pagi begini sudah datang mencariku.”

Nada bicaranya terdengar seperti candaan biasa.

Biasanya Yanran akan membalas dengan tenang.

Namun hari itu berbeda.

Yanran yang sejak tadi menahan emosinya langsung tersenyum tipis.

“Kalau begitu kedatanganku tidak diinginkan.”

Nada suaranya tetap lembut.

Tetapi terasa dingin.

“Aku permisi dulu.”

Mo Chen langsung terdiam.

Ia sedikit terkejut.

Biasanya Yanran tidak pernah terpancing oleh candaan seperti itu.

Namun kali ini, wanita itu benar-benar berbalik dan pergi tanpa menoleh sedikit pun.

“Nona Gu, tunggu.”

Mo Chen segera melangkah mengejarnya.

“Aku hanya bercanda.”

“Kenapa kau terlihat seperti orang marah?”

Namun Yanran sama sekali tidak berhenti.

Ia langsung menaiki kudanya dengan gerakan cepat.

CLAP!

Tali kendali ditarik kuat.

Kuda putih itu langsung berlari meninggalkan kediaman.

Mo Chen berdiri beberapa detik dengan ekspresi bingung.

“Apa aku mengatakan sesuatu yang salah?”

Untuk pertama kalinya dalam waktu lama, Pangeran Ketiga benar-benar tidak memahami isi hati seseorang.

Dan itu membuatnya gelisah.

“Siapkan kuda!” perintahnya cepat.

“Cepat!”

Para pengawal langsung bergerak.

Tak lama kemudian Mo Chen melompat naik ke atas kudanya lalu segera menyusul Yanran.

Di sisi lain, Yanran terus melaju di jalanan luar kota.

Angin pagi menerpa wajahnya.

Namun pikirannya justru semakin kacau.

Tangannya perlahan memegang dada.

“Kenapa aku jadi seperti ini?”

“Kenapa aku marah?”

Ia benar-benar bingung.

Dalam kehidupan sebelumnya, ia hanya menulis kisah cinta orang lain.

Namun sekarang, untuk pertama kalinya, ia merasakan emosi itu sendiri.

Dan perasaan itu membuatnya tidak tenang.

Yanran menggigit bibirnya pelan.

“Jangan-jangan…”

Ia langsung menggeleng keras.

“Tidak mungkin.”

Di belakangnya, suara derap kuda mulai terdengar mendekat.

“Yanran!”

Suara Mo Chen terdengar dari kejauhan.

“Tunggu sebentar!”

Namun Yanran justru semakin mempercepat kudanya.

Mo Chen mengerutkan kening.

“Apa dia benar-benar marah?”

Ia segera memacu kudanya lebih cepat.

Dua sosok itu terus melaju melewati jalan hutan yang panjang. Daun-daun bambu bergoyang tertiup angin pagi, sementara sinar matahari mulai menembus sela pepohonan.

“Yanran!”

“Aku hanya bercanda!”

“Apa perlu sampai kabur seperti ini?”

Yanran tetap tidak menjawab.

Tetapi semakin lama, jantungnya justru berdegup semakin cepat.

Bukan karena takut.

Melainkan karena suara pria itu terus mengejarnya tanpa menyerah.

Tak terasa, mereka akhirnya tiba di sebuah desa kecil di tengah hutan.

Desa itu terlihat tenang dan sederhana. Asap tipis mengepul dari rumah-rumah kayu, sementara beberapa penduduk mulai beraktivitas di pagi hari.

Yanran akhirnya memperlambat kudanya.

Napasnya sedikit tidak teratur.

Mo Chen pun berhenti tak jauh di belakangnya.

Untuk beberapa saat, keduanya hanya diam.

Angin pagi berhembus pelan di antara mereka.

Mo Chen turun dari kudanya lebih dulu.

Tatapannya tetap tenang seperti biasa, tetapi kali ini ada sedikit kekhawatiran di matanya.

“Apa kau benar-benar marah padaku?”

Yanran tidak langsung menjawab.

Ia menatap ke arah desa kecil di depan mereka.

Lalu berkata pelan,

“Aku juga tidak tahu.”

Jawaban itu membuat Mo Chen sedikit terdiam.

Untuk pertama kalinya, ia melihat Gu Yanran kehilangan ketenangannya.

Dan entah kenapa...

Melihat sisi itu justru membuat hatinya bergerak semakin dalam.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!