NovelToon NovelToon
Gadis SMA Milik Sang Duda

Gadis SMA Milik Sang Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Vava olive

Seorang gadis sma yang berpura-pura sudah kuliah dan mengajar les kini terjebak dalam sebuah hubungan yang membuat hidupnya berubah menjadi nyonya besar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vava olive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Hari hari berlalu,kini Nadia berjalan seorang diri memasuki gerbang sekolah,

Ia melirik jam ditangannya yang menunjukkan ia masih punya waktu bersantai untuk sampai kedalam kelasnya.

Namun dari kejauhan ia melihat mikayla tengah di turunkan dari mobil oleh ayahnya.

Dirinya dan mikayla belum menemukan titik temu dari topik yang waktu itu ia bahas dengannya.

Yang awal mula ia ingin berjalan santai,karna menghindari mikayla ia pun mempercepat langkahnya.

"Nad.."

"Buru-buru banget"

"Eh vin"

"Hahaha iyaa nih,lagi pengen ke kantin"

"Tumben jalan kaki..ga bawa motor?"

"Engga,tadi bareng kaka,karna pakai mobil jadinya aku turun di depan.."

"Dan motorku pun lagi di bengkel" jelas nadia.

"Pulangnya?"

"Mmm..belum tau"

"Sama aku aja yaa.." ajak vino yang langsung diberi anggukan oleh nadia.

Keduanya pun berjalan bersamaan menuju kantin sekolah,

Sementara itu mikayla yang awalnya ingin memanggil nadia pun mengurungkan niatnya,ia sudah merasa bahwa nadia tengah menghindar darinya.

Mikayla sendiri merasa sangat bersalah atas apa yang menimpa dirinya dan disaksikan oleh sahabatnya itu,

"Kamu ga akan tau apa yang selama ini aku alami nad.."

"Mungkin emang lebih baik kita jaga jarak saja.." bathin mikayla.

Setelah berjam-jam lamanya akhirnya bel pulang sekolah pun berbunyi.

Dengan motor besarnya itu,

Terlihat vino kini sudah menunggu nadia di parkiran motor,

Vino bahkan mengabaikan teman-temannya yang mengajaknya berkumpul seperti biasanya.

"Nanti dululah..hari ini aku mau anter nadia.." ucao vino kepada teman-temannya.

"Huuu pantesan.."

"Mau nonton ya? Rapi banget"

"Hahaha ga taulah.."

"Eh tuh nadia.." tunjuk salah satu temannya yang menyadari bahwa nadis ternyata sudah duduk menunggu vino.

Melihat nadia dari kejauhan,Vino pun segera menyalakan mesin motornya dan berhenti tepat di depan nadia yang tengah duduk di bangku taman sekolah.

"Sudah siap?"

"Gapapa ya aku masih pakai baju ini.."

"Tadi abis extra nari jadi masih pake leging sama ini tinggal pake jaket!" Ucap nadia.

"Gapapa kok.."

"Makan dulu aja yaa.." ajak vino.

Nadia pun mengenakan jaket jiensnya lalu naik keatas motor vino,

Di sepanjang jalan mereka tidak hanya diam,

Obrolan ga jelas vino lakukan agar dirinya merasa nyaman dengan vino.

Bahkan ia sesekali melingkarkan tangannya ke pinggang vino.

"Kok ke arah sini vin?" Tanya nadia ketika motor mereka harus berhenti karna lampu lalu lintas yang berwarna merah.

"Iyaa kita makan di mall aja yaa.." ajak vino.

Sedangkan dari kejauhan nadia tidak menyadari bahwa ada sepasang mata tengah menyaksikan dirinya berboncengan dengan pria lain.

Ntah kebetulan atau memang sudah takdirnya,

Vino yang tiba-tiba merubah rute hingga melewati jalanan menuju perusahaan saga.

Tiiinnn....

"Apa sih nih mobil.." gerutu nadia ketika ia merasa beberapa kali kendaraan di belakangnya membunyikan klakson kepada mereka.

"Udah biarin aja,mungkin dia ga keliatan kalau lampu masih merah.." ucap vino.

"Aneh banget,bikin sebel.."

Sesampainya di mall saga dan nadia pun berjalan-jalan sebentar.

Nadia membeli parfum dan body lotion karna memang sudah mau habis.

"Udah lumayan laper..yuk makan.."

Karna keduanya memang sudah merasakan lapar akhirnya mereka pun masuk kerestoran jepang.

"Hmm aromanya.." puji nadia Begitu makanan tersaji di depan mereka.

"Pelan-pelan.." ucap vino yang mencoba memberikan perhatian untuk nadia.

Nadia melahap beberapa sushi yang tersaji di piringnya lalu dengan sedikit menggelengkan kepalanya ia berkata.

"Waahh ini enak banget.."

"Makasih ya vin,udah ngajakin jalan"

"Kamu suka?"

"Emang ada ya orang yang ga suka sama sushi?" Tanya nadia dengan nada heran.

"Pasti ada.."

"Aku juga awalnya ga suka,tapi karna makannya sama kamu jadinya suka aja deh"

"Haahh..bukannya bilang dari tadi vin.."

"Yaampun.."

"Gapapa,aman kok..lagian kan ada yang versi matengnya.." ucap saga melahap satu sushi yang membuat mulutnya langsung penuh seketika.

Ting..

Ting..

Ting..

"Kayanya ponsel kamu bunyi deh dari tadi.."

"Ah masa.."

"Biarin aja,paling orang iseng.." ucap nadia.

"Tuhkan bunyi lagi.." ucap vino setelah mendengar nada panggilan di ponsel nadia yang di letakkan di samping piringnya.

Nadia pun meletakkan sumpitnya lalu meraih ponselnya.

"Uhuk uhuk uhuk.."

"Minum-minum-minum.." vino menyodorkan segelas lemon tea untuk nadia.

Nadia pun segera meraih gelas tersebut dan meminumnya pelan-pelan.

Hal yang membuatnya tersedak adalah membaca nama yang tertera di panggilan telfon miliknya.

"Saga.." bathin nadia.

Nadia pun menyandarkan tangannya lalu menekan keningnya perlahan.

"Tunggu bentar ya vin.."

Nadia pun membalas pesan yang dikirim oleh saga.

Hari mulai gelap,mood nadia pun seketika berubah.

"Mau pulang saja?" Tawar vino.

"Mmm aku mau mampir sebentar ke kantor om ku.."

"Aku disuruh pulang bareng dia.."

"Mau aku antar kesana?"

"Mmm boleh.."

Nadia mengingat ucapan saga beberapa hari lalu dan bahkan salah satu pesan yang dikirim oleh saga pun berisi peringatan yang sama.

Mau tidak mau dia harus menuruti ucapan saga.

Termasuk kini dia disuruh untuk datang ke kantornya.

"Nadia.."

"Ada apa kemari.." tanya mira yang tengah bersiap-siap untuk pulang.

"Ah ini kak,pak saga memintaku datang kemari karna hari ini jadwal lesnya aldo." Nadia memberikan alasan yang langsung di terima oleh mira.

"Gapapa kan kak aku nunggu disini?"

"Gapapa,duduk di sofa itu aja?"

"Tinggal beberapa ob yang belum pulang kok.."

Nadia pun mengiyakan usulan mira,

Ia pun duduk di sofa lalu mengirim pesan kepada saga bahwa ia telah sampai.

"dimana dia?"

"Kayanya udah sepi.." bathin nadia sembari clingak clinguk kedalam ruangan pegawai.

Klek..

Pintu pun terbuka,

Saga keluar dari ruangan dengan memakai setelan lengkap,berkemeja putih dan dasi yang menjuntai,serta sepatu pantofel berbahan kulit asli.

Saga menatap sinis kearah nadia,rahangnya masih mengeras,ia masih menyimpan amarah akibat nadia yang mengabaikan pesan dan panggilan telfonnya.

"Cepat sekali sampainya?" Tanya saga.

"Tadi kebetulan sedang di mall.."

"Iyaa saya tau,gausah di jelaskan!"

"Ikut saya.." saga menarik tangan nadia memasuki lift eksekutif yang terhubung sampai ke besmen 1 di mana tempat para atasan memarkirkan mobilnya.

"Matilah aku.." bathin nadia begitu ia memasuki mobil saga.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!