NovelToon NovelToon
Nayara

Nayara

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: andi mutmainna

gak pandai bikin deskripsi, langsung baca aja yah :)
semoga suka, jangan lupa untuk kasih like di setiap chapternya :)

Gavin Nikola Wijaya (17 tahun)
Nayara Samira Abyasa (17 tahun)

ig : a.mtmna

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andi mutmainna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

•14•

Sesuai perkataan Gavin tadi selesai sholat Ashar bersama, dia dan Naya pergi jalan-jalan.

Meskipun belum tahu ingin pergi kemana, tapi saat ini Gavin sudah merangkul bahu Naya seraya berjalan menuju ke parkiran apartement, lebih tepatnya ke parkiran khusus mobil karena Gavin tidak mungkin membawa Naya dengan motornya. Maklum Naya pake gamis.

"Kita pergi kemana?" tanya Naya yang baru saja menduduknya tubuhnya di kursi mobil. Gavin terlihat berpikir sebentar, dan kemudian menoleh pada Naya kembali.

"Lo maunya kemana?" dan ternyata Gavin malah balik bertanya.

"Mmm" Naya terlihat berpikir keras, karena ini pertama kalinya dia jalan-jalan di sekitaran jakarta, dan dia menjadi sedikit bingung.

"Toko buku?" tanya Naya pada Gavin dengan ekspresi polosnya.

Mendengar tawaran Naya, seketika Gavin langsung memasang wajah suramnya, yang benar saja dia dan Naya pergi ke toko buku.

Tadinya Gavin berekspektasi kalau dia dengan Naya akan pergi ke suatu tempat yang akan membawa banyak kenangan, karena bisa dibilang ini kencan pertama mereka.

"Kamu ga suka yah?" tanya Naya melemah karena Gavin tak kunjung merespon pertanyaan.

Gavin tak kuasa melihat ekspresi kecewa Naya, dia langsung mengusap pipi gadisnya itu dengan lembut lalu tersenyum tenang. "Yaudah kita ke toko buku dulu" balas Gavin dan kemudian menyalakan mesin mobil dan berlaju ke toko buku terdekat.

°°

Sampai di toko buku Gavin hanya mengekor di belakang Naya yang sedang sibuk memilih buku.

Bayangan Gavin tadinya Naya akan mencari buku novel yang pastinya berbau romance yang banyak di gilai kaum remaja, tapi ternyata itu semua salah besar. Nyatanya istrinya itu tengah bergelut dengan pikirannya yang sibuk menentukan buku IPA yang mana yang akan dia beli.

Gavin masih setia mengikuti langkah Naya yang sekarang sudah beralih di kumpulan buku Matematika, Gavin mengambil alih buku-buku yang berada di tangan Naya, yang tentu saja akan dibelinya.

Tiba saat Naya memegang dua buku di masing-masing tangannya lalu menoleh ke Gavin.

"Aku beli yang mana yah?" tanya Naya seraya memperlihatkan dua buku bertuliskan Matematika itu pada Gavin.

"Beli dua-duanya aja" jawab Gavin santai.

"Ih ga bisa Gavin" rengek Naya.

"Lah kok ga bisa?"

"Ini itu bukunya sama, cuma covernya aja yang beda. Aku jadi bingung milih yang biru atau coklat" jelas Naya.

"Jadi lo nanya gue cuma karna persoalan warna cover bukunya?" tanya Gavin dengan ekspresi kagetnya. Dan Naya langsung menganguk polos mendengar pertanyaan Gavin.

"Yaudah, ambil yang biru aja. Kan lo cewek jadi lebih cocok sama warna biru" finish Gavin dan langsung mengambil buku tersebut dari tangan Naya, sedangkan buku satunya lagi di letakkan kembali oleh Naya di rak buku.

Langkah Naya masih terus berlanjut menyisiri jejeran buku-buku di hadapannya itu, Gavin hanya bisa memutar bola matanya malas, entah berapa lama lagi dia berada di tempat yang dia kunjungi satu tahun sekali ini.

"Nay.."

"Hm?" balas Naya tanpa menoleh ke sumber suara.

"Lo suka banget yah sama buku?!" tanya Gavin mencari pembahasan karena bosan diam sedaritadi.

"Lebih tepatnya aku cinta sama buku, khususnya buku-buku sekolah" balas Naya datar.

"Kok bisa sesuka itu? Sampe bilang cinta lagi, gue aja ga pernah denger lo bilang cinta ke gue" ucap Gavin makin nyeleneh.

"Karna aku mau buktiin sama keluarga aku, kalau keputusan aku pengen sekolah ga pernah bawa sial" jawab Naya dengan nada yang sedikit bergetar.

Gavin tentu saja heran dengan ucapan Naya barusan, apa hubungan nya pengen sekolah dengan bawa sial.

"Kok ngomong gitu sih?" Tanya Gavin dan langsung mengusap lembut pucuk kepala Naya, karena terlihat jelas raut wajah istrinya itu sedang tidak baik-baik saja.

"Kamu mau tau penyebab aku si benci sama keluarga Abyasa?" Gavin langsung mengiyakan pertanyaan Naya.

"Karna waktu kecil aku minta di daftarin sekolah ketika baru sampai dari Singapura, dan dalam perjalanan ke sekolah itulah terjadi kecelakaan mobil yang di dalamnya ada aku sama ayah dan ibu. Aku selamat sedangkan ayah sama ibu nggak--"

"Saat itu semua terjadi, hampir semua keluarga Abyasa benci sama aku bahkan sampai sekarang. Kematian ayah sama ibu menjadi pukulan terberat dalam hidup aku saat kecil, dan itu ga bakal pernah aku lupain" jelas Naya dan beberapa detik kemudian air matanya sudah mengalir deras membuat Gavin langsung panik dan segera membawa Naya masuk ke dalam dekapannya.

"Kayanya tadi gue salah nanya deh" batin Gavin.

Gavin terus mengelus kepala Naya untuk menenangkan istrinya itu, dia sudah tidak peduli meskipun mendapat tatapan aneh dari sekitar, toh sah-sah saja jika dia memeluk istrinya sendiri.

Setelah merasa tenang Gavin dan Naya memilih untuk membayar buku yang telah di pilih oleh Naya, rasanya yang dibutuhkan Naya sekarang adalah ketenangan makanya dia tidak ingin melanjutkan aktivitasnya mencari buku.

°°

Dan akhirnya Naya dan Gavin sampai di sebuah cafe yang letaknya tak jauh dari toko buku yang mereka kunjungi tadi, Naya masih terlihat sedih dan melamun.

"Maafin gue yah Nay.."

"Buat apa?" tanya Naya yang menoleh pada Gavin.

"Karna tadi gue nanyain soal buku, jadinya lo jadi keingat masa lalu lo"

"Gapapa, akunya aja yang cengeng" balas Naya seraya tersenyum tipis.

"Gue janji, ga bakalan nanya soal sekolah lagi, dan kalau lo ada masalah dan pengen nangis bilang aja ke gue, bahu gue siap 24 jam jadi senderan saat lo sedih" ucap Gavin seraya menggenggam erat tangan Naya.

"Iyah, aku bakal cerita semuanya sama kamu"

"Yaudah gue pesen makanan dulu yah, lo lapar kan habis nangis hehe?!" Naya langsung mengangguk karena Perkataan Gavin memang benar.

Dan beranjaklah Gavin ke meja tempat memesan menu makanan, sedangkan Naya kembali menatap keluar cafe yang berdinding kaca itu.

•••

Selamat tahun baru semua :)

ini episode pertama di tahun ini, terima kasih yah sudah baca sampai sejauh ini.

Dan untuk mengawali tahun ini mari kita Crazy up :D

jangan lupa tetap kasih like dan komen yah ♡♡

1
Lina Aulia Hikmah
bagus bagusss
Lina Aulia Hikmah
penasaran siii
Lina Aulia Hikmah
Bagus bagus ceritanya, kak, aku mampir, jangan lupa mampir dikaryaku "3 serangkai" 🤗
Susanto santo
gregetan
Susanto santo
😍😍
nyg
bagus..sukses sll ditunggu karya selanjutnya😊
Reima Tenisia
keren
Desiana S. Pd
tamatnya ngegantung gak jelas🤦
Salma Alma
lanjut dong kak nayara2
Nia Kurniasih
mantul ceritanya ,lanjut k
Nia Kurniasih
masa puber
Nia Kurniasih
ceritanya menarik ,jadi pengen tahu lebih
Nia Kurniasih
bagus
Nia Kurniasih
lanut
Asrini Zafarani
nyesek
Yayu Rozana
makin seru
Yayu Rozana
makin seru deh
Yayu Rozana
lanjut thor
Yayu Rozana
mantap thor
Fa Rel
salah sndiri lu begok sih jadi kn trima nasib lu aja naya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!