NovelToon NovelToon
Tetaplah Bersamaku

Tetaplah Bersamaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:540.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Jingga Lestari

BACA PAS DI SEASON 2 YA GENGS. DI PART 116 TENTANG KISAH AMORA DAN RICHARD.


HAPPY READING, TERIMAKASIH SUDAH MENDUKUNG AUTHOR SELAMA INI
















Kisah ini dimulai dari seorang gadis kecil bernama Jihan. Jatuh cinta baginya adalah hal terindah, itu dulu, sebelum semuanya menjadi rasa trauma. Membuat dirinya terjebak bertahun-tahun oleh penyesalan dan rasa bersalah.

Cerita ini terjalin perlahan, mengalir begitu saja seiring kehadiran Viona yang menjadi sahabat baiknya. Juga seorang lelaki bernama Dama yang dinamainya Balada Cinta Bubur Ayam.

Lalu kesemua orang itu saling berhubungan, menciptakan sebuah temali kisah yang sulit ditebak. Bagaimana kesemuanya saling berhubungan? Yuk baca yuk! Tetaplah Bersamaku, karena tanpamu kuhanyalah bagian dari kisah yang tak ada artinya. Hehe.




#FIKSIREMAJA #HappytTeens

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jingga Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 13

Siapa yang membawa bunga lagi ke sini?

Bathin Jihan bertanya-tanya setelah dia tiba di makam Andrea dan di sana teronggok bunga yang keliatannya masih segar.

Apa benar orang tua Andrea ada di Makassar? Tapi kenapa tidak menghubungi aku ataupun Mama?

Jihan masih bertanya dalam hatinya. Setelah itu dia memulai kebiasaannya setiap kali datang ke sana. Berbicara pada Andrea seolah dia ada di depannya. Terkadang saking seriusnya dengan setiap percakapan itu, dia sama sekali tidak peduli dengan sekelilingnya. Termasuk dia tidak pernah tahu kalau ada yang tengah memperhatikan dia dari jauh.

"Aku tidak sabar deh menantikan momen naik gunung. Andrea apa kamu senang? Aku tahu kau pasti senang, tenang saja aku pasti mengingatmu begitu sampai di puncak. Bukankah kamu ingin aku meneriakkan namamu di sana?"

"Andrea, aku sebenarnya penasaran akhir-akhir ini. Siapa yang sudah membawakan bunga-bunga ini ke sini. Tolong beri aku petunjuk. Karena sepertinya orang yang bawa bunga ini ke sini bukanlah orang tuamu."

"Hei... sudah siang nih. Aku pulang dulu. Semoga kau tenang di sana."

Jihan mengakhiri obrolan tunggalnya yang sengaja ditujukan pada Andrea. Dia mengusap nisan Andrea dengan lembut. Terlihat jelas bahwa dia begitu merindukan sosok Andrea setiap saat.

Aku setiap hari ke makam ini, tapi setiap kali datang ke sini rindu itu bukannya berkurang tapi malah bertambah. Aku yang begitu bodoh, terlambat menyadari perasaanmu. Hingga akhirnya kau pergi membawa perasaan itu tanpa menyisakan sedikitpun untukku.

Flashback.

"Andrea please! Jangan pergi seperti ini?"

Jihan menangis memegangi kepala Andrea. Tatapannya sayu dan luka di perutnya terus mengalirkan cairan berwarna merah.

Benda tajam itu menghantam perut bagian kiri Andrea. Tusukannya terlalu dalam hingga darah cukup banyak mengalir keluar. Jihan meratap sejadi-jadinya.

"Kumohon jangan seperti ini. Bangun Re, bangun!!!"

"Han, kumohon jangan pernah membenci Rio. Dia memang cowok brengsek tapi sebenarnya dia adalah orang baik."

Andrea masih sempat berbicara pada Jihan sebelum akhirnya ucapannya menjadi terbata dan terdengar lirih.

"Han, wak--tu-ku **-ak ba-nyak..."

"Aa--akku cuma ma-u bi-lang, Ak--ku cin--ta pa-daa-mu..."

Setelah mengatakan itu Andrea terkulai di pangkuan Jihan.

Jihan histeris yang menyusul kemudian dia ikut terjatuh karena kesadarannya mulai hilang. Dia menangis terlalu banyak, dada Jihan sesak dan pandangannya menjadi gelap.

.

.

.

Jika mengingat kembali semua itu, rasanya Jihan hanya ingin terus meminta maaf pada Andrea. Tidak peduli seberapa banyak dia harus minta maaf yang penting Andrea tetap hidup dan ada di sisinya.

Dia hanya ingin mendengar lagi Andrea mengucapkan cinta itu lagi dan lagi. Sesuatu yang menusuk hatinya begitu dalam, sesuatu yang membuatnya harus membayar semua itu dengan membunuh perasaannya terhadap siapapun.

Walaupun Andrea memintanya untuk tidak membenci Rio, tapi tetap saja rasa benci itu tak mau pergi. Dia tidak hanya terluka tapi juga hancur begitu tahu kenyataan bahwa Rio hanya menjadikannya bahan taruhan.

Memikirkan itu semua, Jihan ingin sekali berteriak. Setelah kejadian memilukan itu, dia tidak pernah lagi bertemu Rio. Itu berarti bagus baginya, karena dia tidak akan pernah mau lagi bertemu dengan cowok brengsek seperti Rio.

Dia jatuh cinta begitu saja pada Rio yang dia sangka Rio juga menaruh perhatian padanya. Tidak disangka, Jihan hanyalah cewek polos yang merasa bangga telah dipacari oleh cowok beken satu sekolahan kala itu.

Yah, aku memang bodoh. Tidak bisa membedakan mana perasaan tulus dan mana yang hanya untuk bermain-main. Aku begitu terpesona dan lupa bahwa aku hanyalah makanan bagi sekawanan burung lapar. Bagaimanapun seumur hidup aku tidak akan pernah memaafkan Rio. Walau aku juga tidak pernah menyalahkan waktu bahwa aku pernah sangat menggilainya.

.

.

.

1
Fatiyah rrgfyrterrtfretuyy
karya y bagus skli
Siti Fatimah
lanjut lagi thor
Siti Fatimah
lanjut thor
Putrii Canzcerr
kok yesek banget siii😌😌
Arinaqeela
dama
Hartati Yaaoouu Part II
kayaknya dama agal letoii y thorr
Nabila Syarif
boom like utk novelmu kk
Fitry Resky 03
next
Mutia bee🐝
Jihan harus Kuat mnfhadapinya
Mutia bee🐝
sabar lah jaln trbaik utk mngahadapi masalh
Fitry Resky 03
suka
Daeng
like
Maulida greg Ma
suka
Fadila Bakri
sehatki selalu Mak Ji
GeGe Fani@🦩⃝ᶠ͢ᵌ™
semua karya2mu author the best lah
GeGe Fani@🦩⃝ᶠ͢ᵌ™
mak ji adli mkassarki??(
Fadila Bakri
katanya kk author asli makassar??
Fadila Bakri
boom like urk mu kk authot
GeGe Fani@🦩⃝ᶠ͢ᵌ™
ceritanya bagus
Little Vins
akhirnya.. setelah sekian purnama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!