NovelToon NovelToon
Penantian Cinta Ustadz Riza

Penantian Cinta Ustadz Riza

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ist

"Aku suamimu. Aku akan buat kamu jatuh cinta padaku." Kata Riza membuat Sang Istri menghentikan langkahnya.

Gadis itu membalikkan badan menatap Riza dengan wajah datar. "Jangan terlalu berharap banyak dalam pernikahan ini. Aku tidak mencintaimu." Kata Jihan penuh penekanan dan segera pergi.

"Ku mohon cintailah aku." Lirihnya menatap sendu kepergian Sang Istri. Cintanya tak terbalas. Namun Ia akan selalu berusaha untuk mendapatkan hati gadis yang dicintainya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ist, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Memaksakan

Riza sudah berada di ruangan Jihan menunggu gadis itu selesai dengan pekerjaannya. Beberapa hari ini Ia selalu berangkat dan pulang bersama Sang Istri. Bukan bermaksud berbohong karena mobil yang sebenarnya baik baik saja. Namun Riza hanya ingin semakin dekat dengan Istrinya.

Pintu ruangan terbuka membuat Riza menegapkan tubuhnya. Ia tersenyum lembut menyambut kedatangan Sang Istri. "Baru selesai ya?" Tanya Laki laki itu berdiri mendekat kemudian mengecup kening Jihan pelan. "Hm...Ayo pulang." Ajaknya bergegas keluar setelah mengambil jaket yang tergantung di kursi.

Di Rumah Jihan.

Riza yang baru keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk sebatas pinggang. Pria itu tersenyum melihat Istrinya yang sudah tertidur pulas. Ia kemudian berjalan menuju ruang ganti dan segera mengenakan pakaian santainya.

Dengan gerakan pelan dan begitu telaten Riza melepaskan sepatu istrinya dan membenarkan posisi tidur Jihan agar nyaman. Pria itu menaiki ranjang dan berbaring di samping sang Istri sembari mengamati wajah cantik itu dari jarak yang begitu dekat. Ia mengecup bibir mungil manis istrinya dengan lembut. Perlahan tapi pasti tangan Riza bergerak liar. Bibirnya pun tak mau diam menyusuri kulit mulus bak porselen yang begitu Ia dambakan. Suara cecapan keluar namun Gadis itu masih tidak sadar karena tidurnya hanyut sampai ke alam paling bawah dalam kesadarannya.

Riza mengunggu istrinya yang sedang memandikan Chester. "Dek. Malam ini aku mengisi acara pengajian. Temani ya." Kata Riza bernada ajakan sekaligus permintaan. "Nggak bisa." Jawab Jihan. "Aku tidak pernah datang ke acara seperti itu. Lagipula aku tidak mau membuat kamu malu." Lanjutnya. "Malu kenapa? Masa punya istri cantik begini malu." Riza mulai menggoda. "Apa yang orang bilang. Istrinya ustadz ternyata urakan. Memangnya kamu siap mental?" Tanya Jihan menantang. "Kenapa memang. Aku nggak malu sama sekali. Mau kamu seperti apa pun aku tidak akan malu." Jawabnya dengan yakin.

Jihan membuka mobilnya dan mengeluarkan beberapa paper bag yang ada di jok belakang karena mobil akan dipakai oleh Sang Suami. "Sudah. Berangkat sana." Ucap Jihan setelah selesai. "Ingat. Jangan sampai tergores." lanjutnya memberi pesan. "Iya. Aku berangkat dulu ya Dek Sayang. Assalamualaikum." Ucapnya mengecup kening Jihan lalu bergegas memasuki mobil sebelum mendapat omelan.

Jihan memandangi tubuhnya di depan cermin besar di kamar mandi. "Kenapa beberapa hari ada bercak merah begini." Gumamnya memperhatikan bagian perut dan dadanya. Ia merasa heran. Tidak mungkin alergi. Ia juga makan seperti biasa. Gadis itu tak ambil pusing kemudian segera memakai bajunya.

Jihan memutuskan untuk mengajak Chester jalan jalan. Keduanya sedang menyusuri jalanan malam yang masih ramai orang berlalu lalang. Bau makanan tercium dari pedagang yang sedang berjualan di sekitar trotoar. Jihan memutuskan membeli beberapa untuk di bawa pulang. "Itu buas nggak neng?" Tanya seorang penjual sate yang sedang di belinya. "Nggak pak. Jinak kok. Chester....kemari." Ucap Jihan hingga serigala itu mendekat. "Tuh. Jinak kan?" Tanyanya di jawab anggukan. "Jinak. Kan neng yang punya." Pria paruh baya itu terkekeh kemudian melanjutkan obrolannya.

"Assalamualaikum." Ucap Riza baru sampai rumah. Laki laki itu langsung menghampiri istrinya di ruang keluarga karena mendengar suar TV yang menyala. "Astaga. Kamu beli apa banyak banget. Padahal aku juga beli makanan loh. Tadi aku telpon kamu mau tanya minta apa nggak kamu angkat." Celotehnya sambil duduk di samping sang istri. "Tadi keluar jalan jalan sama Chester nggak bawa HP." Jawab Jihan. "Mau makan nggak. Kalau mau aku sekalian ambilin piring." Riza menggeleng sambil tersenyum. "Makan sepiring berdua aja." Pria itu tersenyum pada sang istri.

Keduanya makan bersama dengan satu piring. Jihan membiarkan laki laki itu makan dengan tangan kosong. Bukannya apa apa. Jika di tegur pun Riza akan selalu punya jawaban. "Besok libur. Kamu ada acara?" Tanya Riza setelah menelan makanannya. "Ada." Jawab Jihan singkat. "Apa?" Tanyanya tak puas dengan jawaban sang istri. "Banyak." Ucap Jihan tanpa menjelaskan. "Nggak ada waktu luang ya. Aku mau ajak kamu jalan jalan." Lirih Riza membuat Jihan menggeleng. "Memangnya kamu nggak malu jalan sama aku?" Tanya Jihan menyadari perbedaan antara dia dan suaminya. "Enggak. Kenapa harus malu. Kamu kan istri aku." Riza menjawab dengan cepat. " Jangan berpura pura menyukai satu hal yang sebenarnya membuat kamu tak nyaman dan malu. Aku tau wanita seperti apa yang disukai laki laki sepertimu. So, Jangan memaksakan." Kata Jihan bergegas pergi. Ia tau seperti apa wanita Idaman suaminya yang tak lain tak bukan tipe seperti kakaknya itu yang tertutup dan lemah lembut.

1
Nur Hasanah
Sehebat apapun yg menggoda istri km, klo istri km ga bangga punya, knp harus pusing sich
Ratna Rahayu
/Sob//Sob//Sob/
Ratna Rahayu
Lumayan bagus
Nur Hasanah
ya iyalah, dia yg syg dn jagain jihan
Nur Hasanah
dulu diserahkan ke neneknya tuk diasuh, skrg dipaksa dinikahkan biar ada yg mendidik.. haduhhh
Nur Hasanah
knp baru skrg, mengkhawatirkan jihan
Nur Hasanah
makanya di didik pak, jgn dititipin ke orang lain, wlopun neneknya sendiri
karyaku
hi kak mendadak menjadi istri ustadz jangan lupa mampir y kk
Qaisaa Nazarudin
Selalu kata2 itu yg keluar dari awal pernikahan sampe sekarang,Udah muak aku mendengarnya,Udah basi..🙄🙄
karyaku: hi kak mendadak menjadi istri ustadz jangan lupa mampir y kk
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Harusnya othor bikin komplik Jihan di kejar2 pria lain,Biar Riza ketar ketir sendiri,Jangan selalu Jihan yg mengalah mulu..
Qaisaa Nazarudin
Terus kamu pengen MENJADAKAN istri mu demi JANDA lain,Katanya ustad tapi kok bisa keluar berdua yg bukan muhrim,Munafik semuanya,gak keluarga Jihan gak Riza,Semuanya bulshit..EGOIS..BERTOPENGKAN AGAMA,MEMALUKAN SEKALI..Jihan juga bodoh,gampang banget memaafkan,Makanya setiap kali bikin kesalahan minta maaf dgn air mata buayanya,ogeb si Jihan..
Qaisaa Nazarudin
Udah tau kan dari dulu kan Jihan kek hitu,Bulannya belajar dari pengalaman lalu,Tapi masih aja diulang2,Apa lagi keadaan Jihan saat ini lagi hamil,pasti mood nya buruk,di tambah lg dituduh gitu,Siapa juga yg gak marah,
Qaisaa Nazarudin
Aku setuju dgn kata-kata Jihan 10000%👍👍👍
Qaisaa Nazarudin
Heran aku kok Reza jadi berubah gitu..Dulu saat Jihan ingin pisah dia yg hak mau..tapi sekarang dia yg berulah..gila aja..😡😡
Qaisaa Nazarudin
Ini nih alesan yg ku bilang gak masuk akal,Dimana2 novel alurnya semua sama,Disakiti dan di lukai gimana pun,Pasti hujung2 nya alesannya kek gini,Heran deh aku,..
Qaisaa Nazarudin
Kasian banget Jihan,,Kenapa harus dia yg mendapatkan penderitaan yg bertubi-tubi sih,Tega banget outhor nya,Huuuaaaa😭😭😭😭
Qaisaa Nazarudin
Pasti ini cuman mimpi Riza doang kan?? gak mungkin peran utamanya meninggoi..
Qaisaa Nazarudin
Duuhh Riza bikin ulah lagi nih,Udah tau isteri nya gak suka,Kenapa Riza ngenyel banget sih..🤦🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Sesuai banget thor,Visualnya Riza aja yg gak cocok,Kayak bukan ustad,gak keurus gitu penampilannya,Harusnya seorang ustazd itu mukanya bersih,Tapi maaf ini mukanya kayak Mafia giti..🙏🙏😄😄
Qaisaa Nazarudin
Cantik bangeett..Pantesan Riza.klepek-klepek..😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!