Seorang wanita yang hidup hanya berdua dengan adik laki-lakinya, namun sang adik selalu saja membuat masalah sampai membuat sang kakak harus membereskan masalah yang di buatnya, dari masalah yang datang kepadanya di situlah dia di pertemukan dengan seorang pria yang akan masuk di kehidupan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurmay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hanya istri pura-pura
Mobil Zidan menuju parkiran di sebuah basement Mall di daerah kelapa gading, tanpa mengucapkan apapun, Zidan turun dari mobil dan berputar bukan untuk membukakan pintu untuk untuk Syafa melainkan hanya mengetuk kaca mobil dan menyuruh Syafa keluar mobil.
'' Pak kita mau apa kesini?'' tanya Syafa.
'' Ikut saja, jangan banyak tanya,'' jawab Zidan yang sudah berjalan mendahului Syafa yang mau tidak mau hanya membuntut tanpa bertanya lagi.
Zidan terus berjalan menuju lantai dimana ada beberapa stan yang memamerkan beberapa jenis ponsel keluaran terbaru.
'' Oh pak Zidan mau beli ponsel, tapi ngapain juga aku di ajak kesini,'' gumam Syafa.
'' Berikan saya ponsel yang tidak perlu mewah yang terpenting kualitas nya bagus,'' ucap Zidan pada karyawan disana.
Selagi Zidan sedang melihat ponsel yang ingin di belinya, Syafa berkeliling stand hanya untuk melihat-lihat saja.
Tapi saat tangan Syafa ingin menyentuh sebuah ponsel yang di pajang ada sebuah tangan menepisnya dengan kasar.
'' Awwww,'' rintih Syafa.
'' Tolong kondisikan tangan anda, ini barang mahal, jika rusak apa anda bisa menggantinya,'' ucap seseorang itu dengan sombongnya.
'' Ma-maaf,'' lirih Syafa.
'' Ada apa ini?'' tanya Zidan yang sudah memegang sebuah bingkisan yang di dalamnya ada sebuah ponsel.
'' Maaf pak, ini ada orang yang lancang ingin menyentuh barang dagangan kami,'' jawab karyawan itu.
Zidan melirik Syafa yang tertunduk malu karena teguran karyawan itu.
'' Mungkin dia ingin membelinya,'' ucap Zidan.
'' Ini ponsel mahal pak, tidak mungkin dia bisa membelinya, dari penampilan nya saja dia hanya seorang karyawan pabrik,'' ucap karyawan counter itu.
Zidan menghela nafasnya dengan kasar dan beralih berdiri ke samping Syafa. '' Pegang ini,'' ucap Zidan dengan lembut pada Syafa.
'' Apa kamu tahu siapa yang kamu sebut hanya karyawan pabrik ini, dia adalah calon istri saya, jadi saya harap anda jangan pernah menilai seseorang dari penampilan luarnya saja.'' Ucap Zidan dengan tegas.
'' Ma-maaf Pak, kami tidak bermaksud,''
'' Sudahlah, ayo Sya kita pergi dari sini,'' ajak Zidan dan Syafa hanya menurut dan membuntut dari belakang.
Sepanjang perjalanan Syafa hanya berdiam diri saja tanpa ingin memulai pembicaraan seperti biasanya.
'' Kenapa kamu diam aja dari tadi?'' tanya Zidan dengan cuek.
'' Enggak apa-apa, ih ya pak ini ponselnya,'' ucap Syafa yang memberikan paper bag yang tadi Zidan serahkan padanya.
'' Itu untuk mu, tapi jangan kepedean dulu kamu, saya membelikan nya hanya semata-mata agar gampang menghubungi mu,'' ucap Zidan dengan cepat.
'' Iya pak, saya paham kok, tapi tidak perlu pak, saya tidak memerlukan nya,''
'' Kalau begitu kau buang saja keluar jendela, siapa tau ada yang memungut nya,'' celetuk Zidan yang masih fokus dengan menyetir nya.
'' Di buang? isshh mending buat saya,''
'' Ya sudah pegang,''
'' Terima kasih pak,''
Zidan hanya berdehem saja sebagai jawaban nya. Namun perhatian Zidan teralihkan saat Syafa melakukan sesuatu yang membuat nya oleng seketika.
Ya Syafa ingin membuka baju yang dia pakai dan membuat Zidan langsung menghentikan mobilnya. '' Heii mau apa kamu!!'' bentak Zidan.
'' Mau buka baju,'' jawab Syafa dengan polosnya.
'' Astaga, kamu ini wanita macam apa sih, masa mau membuka baju di hadapan lawan jenis mu,'' omel Zidan pada Syafa yang menatapnya dengan tatapan yang hanya Syafa saja lah yang bisa mengartikan nya.
Syafa melanjutkan apa yang ingin di lakukan nya dan otomatis membuat Zidan langsung menutup matanya dengan telapak tangannya.
'' Dasar gila!!'' maki Zidan.
'' Bapak kenapa sih, aku hanya membuka baju luaran ku saja, katanya Oma ingin bertemu dengan ku, tidak mungkin kan aku menggunakan seragam pabrik,'' ucapan Syafa membuat Zidan perlahan membuka matanya.
Saat Zidan membuka matanya dia melihat Syafa yang masih menggunakan pakaian.
'' Pak ini seragam hanya baju luaran saja, aku masih menggunakan baju bagian luar, memang nya bapak pikir saya wanita macam apa?'' ucap Syafa.
'' Lagipula saya hanya mau memperlihatkan tubuh saya pada suami saya nanti,'' ucap Syafa dengan frontal dan membuat Zidan salah tingkah.
'' Ma-maksudnya suami?'' tanya Zidan dengan wajah yang memerah.
Mata Syafa terbelalak menyadari Ucapan nya sendiri. '' Astaghfirullah, bukan itu maksud saya, maksud saya suami sungguhan saya, kalau bapak kan hanya suami pura-pura saja,'' ucap Syafa mengkoreksi ucapannya.
'' Ya dan kau hanya istri pura-pura saja, ya sudah lupakan saja,'' ucap Zidan dengan ketus dan melajukan kembali mobilnya.
Bersambung..
suksez
semngt
mksh