Aditya adalah seorang pewaris tunggal dari perusahaan terkenal dan terbesar di Indonesia, suatu hari Aditya di pinta kedua orang tuanya untuk menikah karena usianya sudah mendekati kepala tiga, Aditya terus di desak agar cepat menikah oleh kedua orang tuanya. sampai akhirnya Aditya menjalankan penyamarannya dan bertemu dengan seorang gadis sederhana dan cantik yang menolongnya memberikan makanan dan minuman pada saat masa penyamarannya mencari pendamping hidup yang benar-benar mencintai dan menerima dia apa adanya tidak hanya memandang kemewahan dan kekayaan.
Apakah gadis cantik tersebut adalah pilihan Aditya? atau Aditya lebih memilih gadis cantik yang lain?
yuk kepo-in novel saya yang kedua...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sischa cintara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ACS 13
Di kantor Aditya ...
Tepat jam 12.00 siang Aditya menyudahi pekerjaannya yang masih belum selesai,karena merasa perutnya meronta minta untuk diisi.
Kemudian Dia merapikan mejanya dan dia mengambil kunci kontak mobilnya, dia keluar dari ruangannya dan mendekati Rara yang baru keluar dari ruangannya.
"Rara kamu enggak makan siang?" Tanya Aditya.
"Ini mau makan siang" ucapnya.
"gimana kalau ikut aku, makan siang bersama"
"boleh tuh, mumpung tanggal tua,itung itung irit gitu, kapan lagi di traktir bos, "kekeh nya.
Aditya tersenyum mendengar ucapan Rara.
"ya udah jangan terlalu banyak bacot, kalau mau ikut ya ikut, Kalau nggak ya makan aja di kantin "ucap Aditya sambil menuju lift.
"ya ikut dong " ucapnya sambil mengikuti Aditya memasuki lift.
"Di mana kita makan?" tanya Rara pada Aditya, sesampainya di Lobby.
"ya terserah aku dong mau makan dimana aku yang ngajak, kamu yang gratisan diem aja " ucapnya lagi sambil tersenyum.
"ini Bos lama-lama aku patah kan juga lehernya, dia yang banyak bacot kok" gerutu Rara sambil memasuki mobil Aditya.
Mendengar gerutuan Rara Aditya hanya bisa tertawa.
" Udah jangan ngegerutu" ucap Aditya.
Mulai saat ini Aditya membawa mobilnya sendiri, Aditya tidak menggunakan sopir pribadi lagi.
Karena sampai saat ini dia belum menemukan sosok wanita yang pernah ditemuinya di taman kota waktu itu.
Saat dia berolahraga.
Tapi sebelum dia berangkat dia mengchat Yoga agar segera ke rumah makan Favorit nya di restoran X yang terkenal di kotanya.
Kemudian mobil meninggalkan kantor Aditya menuju ke restoran X favoritnya.
Aditya tidak tahu kalau restauran favorite tersebut tempat Suci bekerja.
Sesampainya di halaman restoran Aditya memarkirkan mobilnya dan mereka berdua turun memasuki restoran, mengambil tempat yang dekat jendela di mana terlihat pemandangan yang indah di
Samping restoran tersebut.
Kemudian Wati datang menghampiri mereka dan mencatat pesanan mereka,setelah itu Wati berjalan menuju ke arah dapur.
Tidak seberapa lama Yoga datang dan matanya mencari-cari dimana Aditya duduk akhirnya dia menemukan Aditya dan Rara. Yoga tersenyum melihat Rara yang di ajak oleh Aditya makan siang bersama.
"Mimpi apa aku tadi malam ketemu dengam sang idaman, Aditya memang sahabat yang hebat, merasa bahagia aku karena si pujaan hati diajak nya makan siang bersama" gumamnya sambil tersenyum mendekati kedua orang tersebut yang sedang duduk terlebih dahulu.
"hay...selamat siang " sapanya tersenyum.
"widih gayamu pakai acara ucap hay segala" ucap Aditya.
"ya.. biar kelihatan akrab gitu" ujar Yoga sambil duduk di hadapan Rara disamping Aditya.
"hay..Rara" sapanya pada Rara.
"hay juga pak" ucap Rara dag dig dug jantungny melihat kehadiran Yoga di hadapannya.
"nggak usah panggil bapak panggil nama aja aku, anggaplah kita sudah berteman lama gitu" kekehnya.
Rara cuma menganggukkan kepalanya dan tersenyum karena dia tidak mau terlalu banyak berbicara, karena Yoga belum dikenalnya lebih dekat, sebab Yoga adalah temannya sang Bos.
walaupun bosnya adalah teman dia waktu SMA tapi yang dihadapannya ini juga seorang bos yang teman Bosnya juga, jadi bos dan bos berteman.
"Enggak usah terlalu formal Rara ini bukan ruang lingkup kantor" ucap Yoga tersenyum sambil menatap Rara.
"sebenarnya ganteng juga sih teman bosku ini tapi kayaknya dia udah punya istri deh, tidak boleh aku mengganggu laki-laki yang sudah punya istri ,sadar Rara dosa kamu mengganggu orang yang sudah berkeluarga " gumamnya.
Aditya memandang Rara dan Yoga saling pandang kemudian dia berdehem membuyarkan rasa kekaguman kedua kawannya yang asyik menikmati pandangan masing masing.
"Ini mau bertatapan mulu apa mau makan siang nih? " Tegur Aditya.
Rara dan Yoga tersipu malu karena ketahuan saling pandang mereka berdua saling mengagumi antara Yoga dan Rara.
Kemudian pesanan makan mereka datang diantar oleh Suci.
Aditya tidak menyangka kalau yang membawa makanan itu adalah Suci.
Aditya tidak memperhatikan Waitres yang menyediakan makanan tersebut, Aditya bersikap biasa saja, saat Suci menghidangkan makanan di atas meja.
" Lho kalian sudah pesan, aku belum pesan" protes Yoga.
" Udah aku pesan kan,udah diem jangan banyak bicara nikmati aja hidangan yang ada, " ucap Aditya tersenyum.
kemudian Suci selesai menghidangkan makanan tersebut, Saat Suci mau pergi, Aditya memanggilnya,,,,
" Maaf mbak," panggilnya.
Suci menoleh....
" iya mas ada apa ? Ada yang bisa saya bantu lagi?" Ujarnya.
Aditya terperangah setelah Suci menoleh menghadapnya, dia terkejut karena cewek yang selalu mengganggu hari-harinya sekarang ada di hadapannya.
"maaf mas ada apa ?" tegurnya,
Suci tidak mengenali Kalau laki-laki yang di hadapannya itu yang pernah bertemu di taman kota saat dia bersantai, namun Suci tidak menggubrisnya karena dia sudah melupakan peristiwa itu, dan dia tidak mengingat Aditya lagi.
Aditya hanya terdiam tidak bersuara dan dia tetap memandang Suci tak berkedip.
Yoga bingung kenapa Aditya seperti itu, kemudian dia berdiri dan membuyarkan lamunan Aditya.
" Lho..? kenapa kamu bengong dit? Aditya ada apa ?" Tanya Yoga
"Oh.. anu... ini.. ini.. aku..Aku.. itu.." ucap Aditya bingung mengucapkannya.
"anu..ini.. aku.. itu..apaan sih ?yang jelas dong ngomongnya, mau mesan apa? Tuh masih ditungguin sama mbaknya" ucap Yoga pada sahabatnya tersebut.
"gini loh aku mau mesan" ucapnya.
" iya pesannya apa?" sahut Yoga.
" Anu, itu...mbaknya cantik, ups..?!" Aditya langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya seraya mengusap wajahnya dengan kasar dan langsung duduk di kursinya semula.
"Aditya kamu apa-apaan sih, mau mesan kok bilang cantik" ucap Yoga tersenyum.
" Disini tuh restauran, bukan salon yang bisa membuat cantik" ucap Yoga.
Suci tersenyum malu malu, tapi Suci masih belum sadar kalau di depannya itu adalah lelaki yang pernah bertemu dengannya. Dan yang pernah dilabrak nya karena Aditya ketahuan mengikuti dia dari belakang.
"maaf Mbak kayaknya nggak jadi pesannya teman saya berubah pikun" ujar Yoga sambil terkekeh.
" Oh iya mas, nggak apa apa..ya udah saya permisi dulu ya mas, selamat menikmati hidangannya" ucap Suci langsung berlalu dari hadapan mereka.
"eh..anu.. mbak.." panggil Aditya lagi.
"iya mas ada apa ?tanya Suci langsung menghentikan langkahnya lagi.
"eh.. anu..mbak.. nggak jadi, maaf.." ucapnya lagi.
"Oh ya.. mas nggak apa-apa" jawab Suci seraya tersenyum manis.
kemudian Suci berjalan kembali kedalam dengan perasaan dongkol karena ulah Aditya.
"gila tuh orang ditanya anu.. anu.. ditanya ini..aku..anu..aku..apaan juga, dibilangnya aku cantik, ya iyalah aku memang cantik, jelas-jelas aku beda sama dia, dia cowok aku cewek, dasar laki-laki gila ...!"gumam Suci didalam hati yang dongkol gara-gara Aditya.
Aditya langsung duduk di tempatnya semula. Rara dan Yoga bingung melihat sikap Aditya