NovelToon NovelToon
When The Extra Writes The Rules

When The Extra Writes The Rules

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Transmigrasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Skyline Scribe

When the Extra Writes the Rules/ Ketika karakter tambahan menulis aturan.

Kisah seorang pekerja kantoran modern Kirana yang masuk ke tubuh Evelyn Rosenberg, karakter figuran kaya raya namun berpenyakit kronis dalam novel fantasi favoritnya.

Karena tahu takdir karakter pendukung dan dunia novel tersebut akan berujung bad ending, Evelyn bertekad mengubah alur dengan memanfaatkan pengetahuan ceritanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Skyline Scribe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Berkas-Berkas Kuno

Aroma minyak kayu putih bercampur wangi gilingan daun sage segar menusuk hidung saat pintu ruang arsip medis di bagian paling bawah Kediaman Rosenberg terdorong pelan.

Ruangan bawah tanah ini beratap melengkung dari susunan batu bata tua, dipenuhi deretan lemari kayu raksasa tempat ribuan gulungan kertas dan buku-buku resep kuno tersusun rapi.

Dokter Tristan sedang sibuk membolak-balik lembaran perpustakaan medis tua dengan jemari yang gemetar.

Klek. Ssst.

Suara gesekan gaun menembus keheningan ruangan. Dokter Tristan mendongak cepat dari balik kacamatanya, agak tersentak kaget saat melihat sosok Evelyn berdiri di sana.

Gadis berambut perak itu dibalut gaun malam tebal berwarna biru dongker dengan selimut bulu rubah putih melingkar di bahunya.

Meski langkah kakinya masih dipandu oleh Julian yang sigap memegang pergelangan tangannya dari samping, pandangan mata ungu Evelyn tampak begitu fokus.

"Nona... Nona Evelyn? Lord Julian?" Dokter Tristan buru-buru berdiri.

"Kenapa Nona turun ke ruangan bawah tanah yang dingin ini? Udara di sini lembap, sangat tidak bagus buat kondisi Anda!"

"Dokter tenang saja," bisik Evelyn seraya mengulas senyum tipis yang menenangkan.

Ia melangkah perlahan mendekati meja kerja kayu tempat tumpukan buku tua terhampar.

"Evelyn ke sini justru karena ada hal penting yang cuma bisa didiskusikan di ruangan ini."

Julian menggeser sebuah kursi ke dekat meja, membantu adiknya duduk, ia sendiri berdiri tegap di belakang Evelyn.

Dokter Tristan menghela napas panjang, mengusap dahinya yang berkerut. Ia melepas kacamatanya, lalu menatap Evelyn dengan perpaduan antara rasa takjub dan cemas yang mendalam.

"Soal kejadian di conservatory kemarin..." desah Dokter Tristan pelan, memajukan badannya. "Saya sudah memeriksa sampel pewarna herbal yang Lord Julian bawa secara rahasia kemarin malam. Nona Evelyn... tindakan Anda memalsukan batuk darah itu sungguh luar biasa nekat. Tapi... cara itu memang berhasil memotong bersih niat licik asisten obat itu tanpa membuat keluarga Rosenberg terseret ke pengadilan."

"Rosalia sudah resmi dikeluarkan dan diusir dari ibu kota tadi pagi, Dokter," potong Julian tegas. "Tapi sekarang bukan itu yang mau kita bahas."

Evelyn memajukan dadanya sedikit, tangannya menopang dagu di atas meja.

"Dokter Tristan... selama bertahun-tahun, Dokter selalu bilang kalau kondisi fisik Evelyn ini adalah kelainan bawaan lahir yang nggak ada obatnya. Paru-paru tipis, alur mana yang tersumbat, dan tubuh yang terus-menerus menolak racikan energi sihir."

Dokter Tristan menundukkan kepalanya, raut wajahnya berubah agak muram. "Benar, Nona. Catatan medis keluarga Rosenberg selama tiga generasi mencatat bahwa kelemahan alur mana ini adalah efek kutukan darah dingin yang sangat langka. Saya sudah mencoba ratusan racikan herbal dari wilayah Selatan dan Barat, tapi sifatnya hanya menahan gempuran rasa sakitnya, bukan menyembuhkan."

"Bagaimana kalau saya bilang... penyakit ini sebenarnya bisa disembuhkan sampai ke akar-akarnya?" bisik Evelyn pelan.

Dokter Tristan tersentak hebat. Matanya membelalak lebar. "A-apa?! Disembuhkan?! Nona... jangan bercanda soal hal semacam ini! Saya sudah mendalami ilmu medis selama empat puluh tahun, Nggak ada satupun resep di kerajaan ini yang—"

"Bukan resep di kerajaan ini, Dokter," sela Evelyn cepat. Ia meraih sebuah buku tebal yang berada di sudut meja—sebuah buku catatan geologi dan flora kuno wilayah Utara yang sengaja ia Minta Julian ambil dari perpustakaan rahasia kemarin.

Jemari Evelyn membuka lembaran demi lembaran kertas, hingga berhenti di sebuah halaman yang memuat lukisan tinta emas berbentuk tangkai bunga yang unik.

Bunga itu punya lima kelopak tipis bagai kristal es transparan, dengan benang sari berwarna merah menyala bagaikan kobar api di tengah salju.

"Bunga Frost-Blooded Amaryllis," sebut Evelyn lancar, menunjuk gambar tersebut.

Dokter Tristan menunduk, memandangi lukisan kuno itu dengan dahi terlipat.

Tangannya menyentuh permukaan kertas tersebut, mencoba mengingat-ingat memori medis lamanya.

"Bunga ini... bunga mitos dari pegunungan abadi wilayah Obsidian?" gumam Dokter Tristan, suaranya bergetar antara ragu dan terkejut.

"Saya pernah membaca catatannya sewaktu masih muda di akademi. Bunga yang hanya bisa tumbuh di atas urat batu kristal Luminite tingkat tinggi, mekar sekali dalam sepuluh tahun, dan butuh suhu dingin ekstrem untuk mempertahankan nutrisinya."

"Bunga itu bukan mitos, Dokter," tegas Evelyn. "Setiap bagian dari kelopak bunga ini menyerap energi panas mana murni dari tanah Utara. Kalau diekstrak dengan teknik pemanasan lambat bersama racikan akar valerian... intisari bunga ini bisa membakar seluruh endapan racun sihir dingin yang menyumbat alur mana di paru-paru saya. Tubuh saya nggak cuma bakal sembuh, tapi alur mana saya bakal terbuka."

Dokter Tristan terdiam. Otak medisnya bekerja secepat kilat, mencocokkan teori yang baru saja diucapkan Evelyn dengan rumus-rumus struktur racun sihir kuno.

Makin lama pria tua itu meneliti skema di dalam buku, makin lebar matanya terbuka. Formula itu... secara logis dan struktur sihir... bekerja seratus persen sempurna!

"Tung-tunggu sebentar..." Dokter Tristan mendongak menatap Evelyn dengan pandangan tidak percaya. "Bagaimana mungkin resep sepenting dan serapi ini nggak pernah tercatat di buku medis kerajaan?!"

Evelyn menyunggingkan senyum tipis.

Tentu saja nggak tercatat di buku medis biasa, batin Kirana. Ini kan 'plot pemulihan rahasia' yang baru terbongkar di bab pertengahan novel saat tokoh utama mencoba menyelamatkan dirinya sendiri!

"Istana sengaja menghapus keberadaan resep ini dari literatur umum puluhan tahun lalu, Dokter," dalih Evelyn lancar.

"Mereka nggak mau para bangsawan tahu kalau tanaman ajaib penyembuh kelainan mana hanya ada di wilayah kekuasaan Duke Cassian di Utara. Istana takut kalau bangsawan bakal makin tergantung sama pengaruh Utara."

Julian yang sejak tadi mendengarkan di belakang mendadak memajukan badannya. Wajah ksatria muda itu dipenuhi rasa gembira yang membuncah luar biasa, matanya berbinar-binar sampai memegang bahu Evelyn dengan erat.

"Lyn! Ini beneran?!" seru Julian. "Kamu Nggak bohong kan?! Kamu benar-benar bisa sembuh total dan nggak perlu pingsan-pingsan lagi?!"

"Kakak, pelan-pelan, bahu Evelyn sakit nih," kekeh Evelyn sambil menepuk tangan kakaknya. "Iya, Evelyn serius. Tapi ada satu masalah besar."

Binar gembira di wajah Julian seketika berganti jadi raut serius. "Masalah apa? Soal cari bunganya? Biar Kakak pimpin Pasukan Shadow ke pegunungan es Utara sekarang juga! Mau ada monster es atau badai salju, Kakak bakal tebas semuanya demi bawa bunga itu ke sini!"

Evelyn menggelengkan kepalanya pelan. "Bunga itu nggak bisa dicari sembarangan di hutan es, Kak. Tanaman itu super langka, dan saat ini... hanya ada satu tangkai bunga Frost-Blooded Amaryllis yang disimpan di dalam rumah kaca sihir pribadi milik Duke Cassian von Obsidian."

Keheningan mendadak melingkupi ruang bawah tanah itu lagi.

Nama Cassian von Obsidian bagaikan petaka. Pria yang dijuluki "Monster dari Utara", penguasa wilayah dingin yang paling ditakuti oleh seluruh bangsawan ibu kota, pria yang terkenal dingin, tak tersentuh, dan tidak pernah mau berurusan dengan urusan politik keluarga lain.

Julian mengepalkan tangannya, gigi gerahamnya menggeletuk halus. "Cassian... Pria itu terkenal kejam dan nggak punya rasa kasihan. Dia Nggak bakal menyerahkan bunga paling berharga di wilayahnya cuma-cuma buat orang luar."

"Makanya kita nggak minta secara cuma-cuma, Kak," sahut Evelyn tenang, jemarinya mengetuk-ketuk sampul buku tua itu. "Kita bakal melakukan transaksi dagang yang nggak bisa dia tolak."

Dokter Tristan menatap dua bersaudara itu dengan napas menahan. "Transaksi dagang apa yang sanggup meluluhkan hati seorang penguasa Utara, Nona?"

Evelyn menyandarkan punggungnya di kursi, mengulas senyum tipis.

"Cassian butuh pasokan energi hangat buat menyelamatkan ribuan rakyatnya dari badai musim dingin ekstrem yang bakal menghantam Utara dalam dua bulan ke depan," terang Evelyn. "Dan siapa yang memegang kendali atas hak guna tambang kristal Luminite terbesar di Lembah Frostpeak sekarang? Perusahaan Asteria. Milik kita."

Julian menarik napas dalam-dalam, matanya membelalak menyadari arah permainan adiknya.

"Kamu mau menukar pasokan kristal Luminite dengan bunga penyembuh itu?!"

"Bukan cuma menukar, Kak," tegas Evelyn, suaranya terdengar begitu mantap. "Kita bakal menawarkan aliansi ekonomi penuh. Kita kasih dia akses energi kristal harga murah buat wilayahnya, dan sebagai gantinya... dia harus memberikan bunga Frost-Blooded Amaryllis itu, ditambah perlindungan militer Utara buat keluarga Rosenberg kalau Istana mulai macam-macam."

Dokter Tristan mengelus dadanya yang naik turun, benar-benar takjub melihat bagaimana otak seorang gadis muda yang selama ini terkurung di kamar bisa merancang strategi yang begitu rapi.

"Ini... ini rencana yang sangat berani, Nona Evelyn," gumam Dokter Tristan dengan mata berbinar bangga. "Kalau ini berhasil... Nona nggak hanya sembuh dari sakit sakitan ini, tapi posisi keluarga Rosenberg di kerajaan ini bakal benar-benar tak terhentikan!"

"Tapi Lyn..." Julian menatap adiknya dengan cemas. "Transaksi sekelas ini nggak bisa cuma diurus lewat surat rahasia burung merpati. Cassian itu pria yang sangat curigaan. Dia pasti minta bertemu langsung sama pemilik sebenarnya dari Perusahaan Asteria sebelum mau menandatangani perjanjian penting ini."

Evelyn menegakkan punggungnya. "Kalau dia minta bertemu langsung... ya kita temui," sahut Evelyn mantap.

Julian melotot. "Kamu mau jalan ke Utara?! Ke wilayah dingin yang penuh salju itu dalam kondisimu yang begini?!"

"Tentu saja," balas Evelyn manis seraya tersenyum menggoda kakaknya. "Lagipula, angin es Utara nggak ada apa-apanya dibanding kesempatan buat sembuh, kan? Kirim pesan balasan ke burung merpati rahasia Cassian malam ini, Kak. Bilang... Perwakilan Utama Asteria siap bertemu dengan Duke Obsidian di benteng perbatasan minggu depan."

Julian menatap adiknya selama beberapa detik, mencoba mencari keraguan di wajah cantik itu, namun yang ia temukan hanyalah keberanian.

Ksatria muda itu akhirnya menghela napas panjang, lalu tersenyum bangga.

"Baiklah," jawab Julian mantap.

1
Fazira
Cassian 😍😍
Fazira
padahal Rosalia di dunia novel ini protagonis, kenapa sifatnya jadi kaya antagonis gini yaa/Doubt/
Fazira
udah Rosalia 🤭
Fazira
Evelyn Evelyn pinter akting yaa🤣🤣
Fazira
Wah Duke Utara 😍
Fazira
Evelyn Evelyn udah badan penyakitan kenapa akting sakit 🤭
Fazira
kehidupan novel dalam novel ya😄
Fazira
wow transmigrasi kak👍
semangat nulisnya 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!