Ari atau yang sering di panggil sama teman kuliahnya dengan nama sam Ari di tengah ke frustasiannya dia mendapatkan berkah sebuah sistem yang membantu Ari menjadi arsitek terkenal bareng dua temannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chimoarikashiki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
dapat saham dari hadiah misi
Sesampai di Bekasi aku langsung di anter ke rumah sama ayah. Di rumah adek langsung nanya namun sebelum aku menjawab aku melihat art di rumah.
"bi buatin aku kopi juga ya"kata aku ke art sambil lihat art
"manis atau sedang den"kata art ke aku sambil lihat aku
"hmm sedang aja bi"kata aku ke art sambil lihat art
setelahnya aku nengok ke adekku, dan mulutnya terbuka.
"kenapa dek?"tanya aku ke adekku sambil lihat adekku
"kakak ngopi memang tadi di bus udah tidur?"tanya balik adekku ke aku sambil lihat aku
Bunda pun juga melirik aku, aku pun menjawab dengan santainya "udah dek tadi dari bus berangkat sampai rumah makan kakak tidur"jawab aku ke adekku sambil lihat adekku
"tenang kakakmu tadi naik sleeper jadi pasti dia tidur dari berangkat"kata ayah ke adekku sambil lihat adekku
"kayaknya anak bunda ini lagi mode serius ya yaudah kalau gitu makan dulu entar sambil nunggu ngopi yang di buat bibi"kata bunda ke aku sambil lihat aku
art pun datang bawa kopi aku yang lagi makan pun reflek nanya ke art.
"bibi udah makan?"tanya aku ke art sambil lihat art
"belum den entar aja"jawab art ke aku sambil lihat aku
"bibi makan dulu sini bareng kami entar baru lanjut"kata aku ke art sambil lihat beliau
"iya benar bi kalau gak ada kakak bibi boleh nolak tapi ada kakak bibi harus nurutin kakak"kata adekku ke art sambil lihat beliau
"baik Aden dan tuan muda"kata art ke kami berdua sambil lihat kami berdua
setelah selesai makan barulah ayah nanya soal itu yang tentunya di tengahi oleh bunda dan adek. Aku pun memberitahu kalau aku pun sudah menang karena pas di jalan aku sudah lihat di websitenya.
Ayah pun ngecek di website dan benar aku yang menang bahkan di tender juga sudah ada petunjuk siapa yang menang karena penasaran aku pun lihat di website.
"lah kok sudah ada pengumuman siapa pemenang tender"kata aku ke ayah sambil lihat ayah
"nah itu ayah juga kaget karena kemarin setahu ayah baru sayembara doang yang sudah di umumkan"kata ayah ke aku sambil lihat aku
"coba ayah tanya ke bosnya ayah"kata ayah ke aku sambil lihat aku
ayah pun nanya ke bosnya dan benar aja seperti pengumuman tersebut. Ternyata bosnya ayah sudah di beritahu oleh panitia tender bahwa mereka menang di sayembara dan tender, aku yang mendengar itu hanya tersenyum kecut.
Proyek pun dimulai dan aku disini jadi orang yang paling serius, bosnya ayah pun memilihkan tangan kanan yang sangat perfect karena laporannya selalu sesuai. Gak terasa menjelang 1 bulan sebelum target ternyata proyek sudah masuk finishing.
'sistem apa misi waktu juga ada'kata aku dalam hati ke sistem arsitek
'sebenarnya mah gak ada tuan tapi kalau mau tuan munculkan mah sistem gak masalah'kata sistem arsitek di otakku
'jangan dah sistem lebih baik gini aja aman jangan ada misi waktu'kata aku dalam hati ke sistem arsitek
finishing gak sampai tanggal yang di targetkan lebih tepatnya selesai lebih dahulu sebelum tenggat waktu aku hanya tersenyum tipis.
Aku terhenyak ketika membaca ulang hadiah misi yang baru saja aku kerjakan setengahnya.
'hmm sistem ini gak salah aku dapat saham dari perusahaan yang menjadi naungan ayahku itu'kata aku dalam hati ke sistem arsitek
'ting gak salah tuan bahkan sangat benar apalagi kalau tuan mode serius sistem akan memberikan sekretaris dan asisten pribadi yang paling keras bahkan keputusan dia keputusan tuan juga'kata sistem arsitek di otakku
'hmm wow menarik ini gas dah aku akan dapat hadiah tambahan itu'kata aku dalam hati ke sistem arsitek
'mantap semangat tuan sistem gak kaget tapi hadiah tambahan ketika tuan diijinkan buat perusahaan baru'kata sistem arsitek di otakku
'oh gitu oke dah sistem'kata aku dalam hati ke sistem arsitek
'dan ini juga hadiah tuan ikut sayembara kemarin'kata sistem arsitek di otakku
setelah mendapatkan hadiah misi aku pun menanyakan ke sistem tentang orang yang di pilih oleh bosnya ayahku.
'sistem menurut anda gimana orang yang di pilih oleh bos ayahku itu'kata aku dalam hati ke sistem arsitek
'ting mereka orang yang tulus bisa menjadi tangan kanan anda tuan di lapangan namun untuk di kantor sepertinya mereka belum cocok'kata sistem arsitek di otakku
'apa karena mereka bisa menghandle proyek dan membuat para tukang semangat'kata aku dalam hati ke sistem arsitek
'ya benar apa yang tuan tanyakan'kata sistem arsitek di otakku
'oke dah sistem tapi untuk tangan kanan di kantor apa anda sudah punya calonnya'kata aku dalam hati ke sistem arsitek
'ada tuan mereka adalah orang yang menjadi sahabat tuan dari tuan sekolah dasar dimana tuan dalam posisi keluarga tuan ada masalah ya walau sekarang kelar gara gara tuan bisa menyelesaikan ketika kkn'kata sistem arsitek di otakku
'hmm menarik tapi apa itu juga gue akan tahu siapa yang menjadi dalang ya'kata aku dalam hati ke sistem arsitek
'ya tuan dia adalah Omanya tuan yang haus akan kekayaan dan pas waktu itu pakde tuan dan ayah tuan berada di atas'kata sistem arsitek di otakku
'hmm begitu ya menarik juga apa gue boleh pakai mode alter ego sistem di keluarga besar ayahku'kata aku dalam hati ke sistem arsitek
'boleh aja tuan kapan tuan akan melakukan dua sisi itu'kata sistem arsitek di otakku
'entar aja sistem di saat yang sangat tepat mungkin lebaran ini atau malah lebaran tahun depan'kata aku dalam hati ke sistem arsitek
'yaudah mau dengerin obrolan mereka sepertinya serius banget'kata aku dalam hati ke sistem arsitek
'oke tuan'kata sistem arsitek di otakku
aku mendengarkan obrolan mereka dan langsung memahami satu hal aku terdiam sebentar ada satu orang yang menyerahkan sahamnya ke bosnya ayah dan saham itu alihkan ke aku.
"tole saham ini bapak serahkan ke kamu mau di ganti nama silahkan karyawan mau di PHK atau gimana?"tanya bosnya ayah ke aku sambil lihat aku
"jangan pak mau saya pilih dulu mana yang masih mau kerja mana yang gak"jawab aku ke bosnya ayah sambil lihat beliau
"emang kamu udah ada tangan kananmu tole?"tanya bos nya ayah ke aku sambil lihat aku
"ada pak aman itu"jawab aku ke bosnya ayah sambil lihat beliau