NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Maharani Agung Ingin Turun Takhta

Transmigrasi: Maharani Agung Ingin Turun Takhta

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Transmigrasi / Slice of Life
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Twinxle_Stars

Desi seorang budak korporat yang hidupnya hanya untuk bekerja tanpa sengaja menerima ajakan Dewa ketika dirinya mabuk untuk melakukan Transmigrasi.

Kini Desi harus menjadi seorang Maharani yang memimpin kekaisaran yang hampir jatuh bernama Maharani Da Xie. Sayangnya, menjadi Maharani berarti Desi harus bekerja mengurus kekaisaran.

Desi yang berada ditubuh Da Xie akhirnya muak terus bekerja, ia melakukan hal nekat dengan menjadi pemimpin yang buruk sehingga rakyat-rakyatnya menurunkannya dari takhta.

Desi melakukan investasi bodong, mengadakan peperangan dengan kekaisaran tentangga, dan membuat lahan sawit dimana-mana.

Namun anehnya, rakyat malah bahagia karena apa yang Desi lakukan bukannya merugikan Kekaisaran melainkan malah membuat kekaisaran menjadi semakin berkembang.

"Arghh!!! Aku hanya ingin turun takhta agar tak perlu mengurusi dokumen membosankan ini!!" -Maharani Agung Da Xie.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Twinxle_Stars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13 Medan Perang

Da Xie membaca surat dihadapannya sembari melotot. Dia mencerna setiap kata-katanya berharap tulisan di surat itu berubah menjadi seperti apa yang diinginkannya.

Tetapi apalah daya, surat itu sudah ditulis menggunakan tinta permanen dan tidak bisa diganti lagi. Kalau kalian penasaran, itu adalah surat balasan dari Han Li Ya mengenai surat permintaan maaf yang Da Xie kirimkan.

Isi surat Da Xie:

Halo tuan putri yang baik. Saya Maharani Agung kerajaan Zhang meminta maaf atas ucapan saya yang tidak bertanggungjawab kemarin. Semoga anda mau memaafkan dan mari kita minum teh sebagai bentuk permohonan maaf.

Namun balasannya tidak sesuai dengan apa yang Da Xie inginkan:

Aku akan minum teh bersama setelah menaklukkan kekaisaran bodoh-mu itu!

Kini Da Xie hanya bisa merenung diruang kerjanya dengan wajah pasrah dan menyesal. "Huwaaa!! Aku jadi tak ingin kekaisaran ini kalah perang..."

...****************...

Didaerah ujung timur kekaisaran Zhang, tepatnya pada perbatasan anatar wilayah Zhang dan wilayah Han yang dipisahkan oleh banyak pepohonan. Tempat yang seharusnya diisi oleh hijaunya tumbuhan dan segarnya udara hutan, kini telah menjadi medan perang panjang yang berkelanjutan.

Banyak sekali mayat tergeletak disana-sini. Darah terciprat pada setiap tanah yang basah. Langit terlihat gelap menambah suasana suram yang ada di medan perang tersebut.

Panglima Sun menatap itu semua dari atas kuda cokelatnya dengan tatapan sendu. Sudah banyak pasukan prajuritnya yang tumbang demi membela kekaisaran tercinta mereka.

Setelah lima hari perjalanan yang panjang dari istana kekaisaran sampai ke perbatasan timur, hal inilah yang dia dapat. Panglima Sun hanya bisa menghela nafas, dirinya mengira kalau tak akan terjadi perang lagi setelah naiknya Da Xie menjadi Maharani Agung karena ia mengira Da Xie tidak punya minat untuk berperang. Tetapi spekulasi nya ternyata salah.

"Panglima. Tujuh prajurit kita tumbang lagi." Salah satu prajurit yang datang dari gari depan medan perang mendekati Panglima Sun sembari membungkuk memberi hormat.

"Sialan. Berarti pasukan kita yang tersisa tinggal 300 orang yang ada disini, dan 80 orang yang sedang bertempur digaris depan, berarti semuanya tinggal 380–"

"381 Panglima." Salah satu prajurit yang berada dibelakang Panglima Sun menyela.

Panglima Sun kebingungan, sebelum akhirnya Prajurit tersebut menunjuk kearah Ni Xao yang sedari tadi berdiri diam menunggu perintah.

"Memangnya pria buta ini dihitung sebagai pasukan." Panglima Sun berkata sarkas.

"Dia bilang dirinya berada diranah kultivasi ke-7 Panglima."

"Kau ini, bisa-bisanya percaya omongan orang buta itu. Aku saja baru mencapai ranah kultivasi ke-5. Sudahlah, kita tidak punya waktu untuk bercanda dikondisi seperti ini."

Ni Xao terlihat sedih mendengar ucapan Panglima Sun. Semua orang tak mempercayai ucapan Ni Xao, hanya Maharani Agung saja yang percaya. Andaikata orang-orang ini tahu siapa dirinya sebelumnya.

Ni Xao mengencangkan kain penutup mata (kain lap) nya. Ia sudah diberi kepercayaan oleh Da Xie (yang sebenarnya juga tidak terlalu mempercayai ucapan Ni Xao), kini ia harus terus berjuang demi membalasnya.

Kuda Panglima Sun kemudian maju lebih dalam ke area pertempuran. Namun ada sesuatu yang aneh, seharusnya ini adalah perang dengan dentingan suara pedang dan teriakan dimana-mana. Tetapi, kenapa sekarang terasa sunyi sekali. Bahkan pasukan kekaisaran Zhang yang seharusnya masih melayangkan pedang mereka kini tak ada dimana-mana.

"Ada apa ini?"

Panglima Sun merasa janggal. Dimana musuh dan pasukan nya berada?

"Tiarap!!!"

Ni Xao tiba-tiba berteriak kencang sekali, beberapa prajurit terlihat kebingungan, namun ada juga yang refleks tiarap ketika mendengar teriakan Ni Xao.

Dari atas kudanya Panglima Sun menoleh bingung kearah Ni Xao, tetapi secara tiba-tiba–

Wushh!!!

Rentetan anak panah terbang kearah mereka bagaikan seekor burung pelatuk. Panglima Sun menggunakan Qi miliknya untuk memperkuat tubuhnya agar tak terluka ketika terkena anak panah tersebut.

"Aaaakkk!!"

Tetapi pasukan prajuritnya yang tak sempat untuk tiarap hanya bisa merasakan sakit ketika anak panah menembus kulit mereka.

Tak seperti Panglima Sun yang sudah mencapai ranah kultivasi Ke-5 dan dapat dengan mudah melindungi tubuhnya menggunakan Qi. Mereka hanyalah orang biasa yang masih berada ditahap kultivasi 1, 2 , 3 dan 4. Qi mereka belum cukup kuat untuk menjaga diri mereka sendiri.

21 prajurit mengalami luka ringan, 12 mengalami luka berat, dan 3 diantara mereka mati karena panah menusuk tepat pada jantung mereka.

"Serangg!!"

Tak sampai disana, penyerangan terus berlanjut. Pasukan kekaisaran Han mulai menunjukkan diri mereka satu persatu dari balik pepohonan yang mereka gunakan untuk bersembunyi tadi.

Dengan pedang pada tangan mereka, semuanya menerjang secara serempak. Formasi mereka tampak terencana dengan sempurna.

"Ck..." Panglima Sun meludah kearah samping. Ia lalu turun dari kudanya.

"Kita juga harus menyerang balik mereka. Maju!!" Panglima Sun mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, memberikan instruksi kepada pasukannya untuk membalas serangan musuh.

Dengan gerakan cepat, semua pasukan kekaisaran Zhang ikut maju menyambar. Siap membalas serangan panah beruntun pasukan Kekaisaran Han.

Dikala itu, Ni Xao yang juga hendak ikut maju segera ditahan oleh Panglima Sun. "Hey, kau mau kemana?"

"Ya? Saya juga ingin ikut berperang dan membantu, Panglima."

Panglima Sun mengangkat alisnya, ia lalu menggelengkan kepalanya seolah tidak percaya dengan apa yang ia dengar.

"Sebaiknya kau disini saja."

"Tetapi Panglima, pasukan kita terpojok. Dan saya yakin kalau saya bisa membalikkan keadaan."

Memang benar apa yang dikatakan Ni Xao. Pasukan kekaisaran Zhang benar-benar terpojok dalam peperangan kali ini. Selain karena jumlahnya yang berat sebelah, tetapi pasukan Zhang juga tak sempat mengatur strategi dalam bertempur, membuat formasinya acak tak karuan.

"Tidak perlu. Nyawamu tak boleh disia-siakan. Kau disini saja menjaga kudaku."

Ni Xao hanya bisa mengangguk pelan. Setelah itu, Panglima Sun segera berlari menuju medan tempur membantu pasukannya.

Sringg!! Klangg!! Tangg!!

Suara pedang beradu pedang terdengar. Panglima Sun menyerang setiap musuh yang ada dalam jangkauannya dengan serangan yang cepat dan efektif. Sebisa mungkin, Panglima Sun akan membunuh musuhnya dengan cepat agar sisa energinya tersisa banyak. Ia tahu kalau kekaisaran Han mempunyai lebih banyak pasukan daripada ini, sedangkan kekaisaran Zhang hanya tersisa sedikit pasukan.

"Semuanya!! Jangan lengah!!"

Panglima Sun berteriak memberikan semangat. Walaupun dirinya tidak tahu apakah suaranya akan terdengar oleh mereka karena masing-masing pasukannya juga sibuk dengan lawan mereka masing-masing.

Peperangan yang awalnya berat sebelah oleh kekaisaran Han kini berbalik berkat masuknya Panglima Sun ke medan tempur. Saru persatu musuh tumbang membuat formasi pasukan Han menjadi berantakan.

Dikala prajurit kekaisaran Zhang bersorak akan hebatnya Panglima yang memimpin mereka, tiba-tiba suara tapak kaki kuda terdengar mendekat dari kejauhan.

"I–Itu pasukan bantuan dari kerajaan Han!!"

Pasukan kekaisaran Zhang berdiri dengan waspada sedangkan Pasukan kekaisaran Han berteriak gembira.

"Tuan Putri telah datang!! Kekaisaran Han kita pasti menang!!"

Ketika jarak antara pasukan bantuan kekaisaran Han sudah cukup dekat, orang yang paling depan mengibaskan tangannya menyuruh pasukan bantuan untuk berhenti. Dia lalu turun dari kudanya.

"Han Li Ya!" Panglima Sun mengeratkan pegangannya pada pedang ditangannya.

"Wah... Wah... Apakah kekaisaran Zhang sudah sangat terdesak sampai menurunkan Panglima nya ke medan perang?"

1
Schauven
Permaisuri ngawurr
Schauven
Fitnahhh wkwkwkwk
Schauven
Dia ini relate banget sama kita kita wkwkwk
Schauven
Wkwkwkwkwk
Schauven
Ih apa sih buuu wkkwkwkwkwk
Momen'to
koplak 😭
Momen'to
kok covernya ganti thor, padahal cover sebelumnya udah bagus banget loh /Frown/
Momen'to: protesss, jangan mau ganti 😭
total 2 replies
Berliana Febbyola
lanjutkan ceritanyaaaa😍
Schauven
Kenapa siii😭
Schauven
Pake diingetin wkwkwk
Schauven
Wkwkwkkwkw
Schauven
Betul, ini impian semua budak korporat
cila_aa
Ya ampun, giginya aman nggak tuh? 😭, next thor lanjut semngat yaa buat authornyaa✨️
Momen'to
masih up ternyata, meski ga kubaca sih setelah chap 6 😭🙏
NonaMudaDesi: aku masih up terus walau kadang radak malass kak😭
total 1 replies
cila_aa
next chapterr berikutnya kak, btw semangat nulisnya yaaa✨️
NonaMudaDesi: Makasihhhh🤭
total 1 replies
cila_aa
widihh akhirnya menang juga kakk suka dehh🤍
cila_aa
semoga kekaisaran zhang menang
Key Kastara
😍🔥
cila_aa
emg biasanya kalau kagak niat malah lebih hasil😭
NonaMudaDesi: Wkwk iya nihh
total 1 replies
Momen'to
sebenarnya aku masih mikir², di zaman dulu, budak laki-laki jadi pemuas majikan perempuan itu hal tabu ga sih? karena bisa mengacaukan garis keturunan, beda dengan budak perempuan yang jadi pemuas majikan laki-laki yg mana jika perempuan hamil maka otomatis jadi orang merdeka jika anaknya sudah lahir
NonaMudaDesi: Hah? iyakah? Baru tau aku, soalnya dulu aku pernah baca cerita tentang budak laki-laki, jadinya aku terinspirasi dehh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!