: alesya gadis yatim piatu yang tinggal dengan tante dan omnya, dia memiliki sepupu kembar yang selalu memperlakukannya dengan tidak baik, namun walaupun begitu alesya selalu memaafkan perbuatan mereka dan tetap memilih tinggal dirumah bak neraka baginya.
Suatu hari, keadaan keluarga burke sedang dalam masalah besar, pasalnya perusahaan yang mereka Kelola selama ini mengalami kerugian besar mengakibatkan mereka dililit utang untuk menutupi kerugian mereka, untuk menutupi utang tersebut, tante dan om alesya berenca menjual dirinya kepada teman bisnis omnya dengan harga yang sangat tinggi, tapi saat mereka sampai disebuah club malam tempat yang sudah dijanjikan oleh teman omnya untuk menjemput dirinya, tiba-tiba alesya berniat untuk kabur dari sana, ia tidak ingin dinikahi oleh pria hidung belang.
Saat dirinya ingin keluar tiba-tiba bertabrakan dengan laki-laki asing, dan saat itu juga om dan tantenya melihat dirinya
“alesya mau kabur kamana kau gadis sial!!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fida lia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13,tisak usah menungguku
Ini yang sebenarnya paling sulit untuk aku ubah, ini
seolah sesuatu yang sudah mandarah danging untukku, berubah? Itu sesuatu yang
selalu ingin aku lakukan
~Aland Chevalier
Garvin menatap asya dengan wajah berseri dan tersenyum
manis, membuat sang empunya mau tidak mau tersenyum kebali dan melihat garvin
dengan tatapan seolah mengatakan kalau dirinya baik-baik saja, dari wajah asya
tergambar bagaimana ia tersenyum tulus kepada garvin, sebenarnya asya punya
rasa untuk mencintai garvin, namun ia harus menelan bagaimana mereka sangat
jauh berbeda
“pulanglah gar,aku baik-baik saja disini” kata asya sambil
menoleh kearah garvin dengan senyuman mengembang
“ tidak sya, selama jemputanmu belum datang aku akan tetap
disini menemanimu” kata garvin dan turun dari motornya dan menghampiri asya
yang masih berdiri ditempatnya
“gar tidak apa-apa, aku baik-baik saja disini tidak aka nada
yang datang lalu menggangguku” kata asya agar garvin mau pulang dan tidak
melihat vin menjemput dirinya
“tidak sya, aku tetap akan disini” kata garvin dengan senyum
tanpa dosa, sementara asya hanya menatap pasrah kearah garvin, karna bagaimana
pun ia mencegah gavin pria itu tetap ngeyel untuk menemaninya
Sampai setengah jam mereka disana, dan akhirnya orang yang
ditunggu-tunggu datang juga, dengan cepat vin membuka pintu mobilnya dan
beralih kepada asya yang duduk disamping garvin
“siapa pria ini!?” tanya delvin dengan tatapan penuh selidik
kearah asya, ia memang salah sudah terlambat menjemput asya gara-gara gadis
bodoh yang ia temui dijalan membuat wakytunya terulur dan lama menjemput asya
“dia temanmu om, dia menungguku agar akua da teman disini”
kata asya dengan jujur dan melihat garvin tepat berada dibellakangnya
“gar,, aku pulang dulu ya. Kamu hati-hati dijalan” kata asya
dan melambaikan tangannya, ia takut melihat tatapan garvin yang seolah
mengibarkan bendera perang pada garvin
“baik sya, hati-hati dijalan, besok jangan lupa sekolah”
kata garvin tersenyum kearah asya, sedangkan vin sudah menatapnya dengan
tatapan membunuh
Ada apa dengan pria ini, mengapa menatapku seperti itu’
batin garvin dalam hatinya Ketika matanya beralih kearah vin yang menatapnya
tajam
Siapa pria ini, mengapa terlhat dekat dengan asya” batin
vin dan segera berlalu dari sana, ia melajukan mobilnya tanpa ada sapaan ramah terhadap garvin
Didalam mobil tidak ada yang berani utnuk bersuara, asya
maupun vin sama-sama diam dalam pikiran mereka, tidak ada yang beraani untuk
bersuara, terlebih lagi asya, ia tidak berani bersuara apalagi berbicara pada
vin yang raut wajahnya saja sudah datar entah apa yang dipikirkannya
Mereka langusng pulang keaprtemen aland, sesuai dengan
perintah tunannya, vin mengantar asya sampai keapartemen
“jangan kemana-mana, diam disini dan jangan pernah berpikir
untuk kabur” kata vin dan diangguki oleh asya, dia keluar dan Kembali menuju
kantor, karna pekerjaannya sudah menunggunya disana
Asya masuk kedalam dan dan mengganti bajunya, ia ingin
membersihkan kamar yang tadinya ia pakai, walaupun banyak barang-barang bekas
disana, setidaknya ia dan aland tidak tidur bersama lagi.
Dikantor aland, ia sedang sibuk mengurus semua keperrluan
untuk meeting yang akan diadakan satu jam kedepan, sungguh rasanya aland malas
untuk ikut meeting tersebut, tapi bagaimana tidak, ia harus ikut karna sebagai
pemilik perusahaan.
“vin, apa semua sudah beres?” tanya aland Ketika mereka
sudah selesai dengan meetingnya dan jam juga sudah menunjukkan pukul lima lewat
tiga pulu menit, dan itu artinya sudah waktunya pulang,
“sudah tuan, semua sudah saya selesaikan, besok tuan tinggal
menanda tanganinya” jawab vin sambil memberikan laporan yang ada di ipadnya
untuk dilihat oleh tuannya itu
“bagus, good job vin” kata aland tanpa ekspresi dan
mengembalikan ipad milik asistennya dan melangkah keluar dari ruangannya
“ kau boleh pulang vin, ingat besok tugasmu mengantar gadis
itu” kata aland dan langsung masuk kedalam mobil tanpa menjdengar jawaban vin
“dasar tuan sesuka hatinya menyuruh dan memerintah, jika
sajja satu hari aku jadi tuan, aku akan menyuruhmu ini dan itu, agar bisa
mersakan apa yang kurasakan setiap hari” omel vin dan melajukan mobilnya untuk
pulang kerumahnya
Aland yang niatnya pulang ke apartemen namun lagi-lagi ia
teringat dengan gadis lugu yang selallu membuat alibinya naik Ketika melihat
lekuk tubuh gadis lugu itu
“arrrghhh” racau aland ditengah dirinya membawa mobil,
otaknya sudah kemana-mana memikirkan gadis polos dan lufgu itu dibawah
kungkungannya yang sama seperti Wanita yang selalu menmaninya setiap kali ia
ingin
Aland memarkirkan mobilnya dan melangkah masuk kedalam
apartemen, hal yang pertama kali ia lihat adalah kekosongan ruangan
apartemennya, dalam benak aland ia bertanya-tanya kemana gadis lugu itu
Dengan Langkah yang cepat, aland menelusuri setiap ruangan
dan langkahnya terhenti disebuah pintu kamar yang mana itu adalah ruangan
tempat barang-barang yang sudah tidak terpakai, dengan Gerakan pelan, ia
membuka pintu tersebut dan melihat penampakan seseorang yang ia cari tertidur
diatas karpet
Aland mendekati asya yang tertidur dan melihat kamar
tersebut sudah rapi dan bersih, dan terlihat beberapa barang gadis itu sudah
tertata rapi diatas meja kamar tersebut, seketika aland tau mengapa gadis itu
ada disini dan tertidur pila
“heii bangun, apa kerjaanmu setiap hari hanya tidur saja!,
pantasa saja kau dijual oleh keluargamu!” kata aland dengan nada dingin membuat
asya bangun dari tidurnya dan mendapati aland yang menendang-nendang kakinya
“ma…maaf om, saya ketiduran” kata asya bangun dan langsung bangun
dari tempatnya, ia langsung berdiri dengan kepala tertunduk, ia tau
kesalahannya sudah dua kali seperti ini, tapi bukan berarti ini salah asya
sepenuhnya, nyatanya jika ia sendiri diapartemen dan tidak ada pekerjaan yang
hars ia lakukan, lantas apa yang bisa ia kerjakan selain tidur, juga tadi dia
kelelahan membersihkan kamar itu
“saya akan keluar
mala mini, tidak usah menunggu kepulanganku, kalau kau mau makan atau tidur
silahkan asal jangan kabur dari sini” kata aland dan dijawab ia oleh asya, ia
tidak tau kemana aland akan pergi, tapi di pikiran asya aland pasti sibuk
bekerja
“baik om, maaf sudah membuat om marah” kata asya dan melihat
wajah aland yang datar dan tampan, tidak ada Wanita yang tidak tertarik dengan
ketampanan yang dimiliki aland, namun karena sikapnya yang dingin membuat semua
anita mundur dan rela hanya sebagai pemuas nafsu aland
“aku pergi!” kata aland dan melangkah keluar dari kamar itu,
dia tidak memberikan komentar apapun tentang kamar tersebut, dan itu artinya
asya bisa menggunakan kamar itu untuk dirinya, diikuti oleh asya dari belakang,
aland berjalan keluar pintu apartemen tanpa mengganti bajunya terlebih dahulu,
namun tiba-tiba ia berhenti membuat asya yang dibelakangnya ikut berhenti dan
menabrak punggung aland
“aou” rintih asya dan memegang hidngnya yang terasa sakit
“kalau jalan pake mata!” kata aland dan melirik tajam kearah
asya, ia terlihat ingin mengatakan
sesuatu
next
Berikan komentarmu untuk mereka ya readerss”>
yg bener mana?
jelek banget karakter pria" disini..jadi semakin malas buat baca tapi untung aku banyak lompat" selain karena tata bahasa dan kalimatnya yang gak nyambung juga para pemainnya semakin ndk karuan .
belum lagi awal" lu nulis berantakan banget dari segi mengetik tapi gw apresiasi dengan alur cerita lu cuman bikin gw down lu gak ada pendirian. plin plan. kalau lupa sama kalimat sebelumnya. dibuat list dicatatan.
yg bilang Al tdk normal siapa?
lagian kalau semua suami mengatakan dya normal dan mudah bergairah dengan wanita lain bukan kah dya pria tdk setia? lalu apa gunanya menikah?😌
bocah nih pasti😑hapus aja, malu, geli gw bacanya.
bodoh banget kalimatnya🤧
umur Lo berapa sih? masih bocah?
kalo iya wajarlah gak tau cinta..atau masih labil, makanya diubah" mulu tentang perasaan.
kalau gak tau, jangan terlalu diumbar kata" cinta atau perasaan cinta kepada seseorang. kan gak nyaman bacanya.
jangan diubah" lagi kalimatnya.
jangan plin paln, gak mood gw bacanya...haduewww
bukannya wanita malam sdh menjadi nafsunya.
itu wanita" club favoritnya.
ini othornya bikin jengkel deh .sat set aja tanpa kejelasan. gak nyambung...njirrr
sebelumnya mengatakan Aland ke club untuk menghibur dirinya dengan wanita" yg selalu menaminya..gak ada tuh Aland menolak wanita manapun. karena dya tipe mudah terangsang..gak masuk akal tiba" ada satu wanita yg selalu ditolak.
padahal ceritanya Aland selalu ditemani wanita" club untuk memuaskan nafsunya.
mending dicatat deh, gimana karakter prianya trus statusnya dan masa lalunya dengan bener..nanti kalau lupa kalimat awalnya bisa keingat dicatayn sebelumnya.
kalau gini kan pembaca bingung". ini Aland emng suka nidurin wanita apa hanya sekedar menemani minum. jangan kek chapter sebelumnya. si aland kan bercinta dengan wanita saat itu eh malah pulang dengan Vin dlm keadaan mabuk. kirain ada flashbacnya ternyata gak ada.
katanya gak sebrengsek itu.
ini othornya plin plan deh kasih kalimat.
CEO kok gitu..gak punya pendirian.
dan juga ngapain dya nutupin siapa dirinya. dan juga masa Freya gak tau siapa Aland, atau gak usah tau tapikan dari Aland memniayai Freya bisa ketahuan kalau Aland itu kaya.
gw jadi bingung sendiri dengan othornya. dichapter sebelumnya bilangnya Aland yg membiayai Freya tapi alasan Freya meninggalkannya karena gak punya apa"
plin plan banget.
itu yg dibilang CEO?🤭
siapa yg merasa senang dan merasa sangat dicintai karena perbuatannya itulah , pria atau mantannya dulu berubah hanya karena wanita.....
tentu saja si mantan kekasih yg merasa sangat biasa.
bodohkan pria itu, apalagi predikatnya sebagai CEO sungguh tdk cocok status seperti itu disematkan.
itulah mengapa gw selalu erasa langsung down membaca sikap karakter pemain di novel hanya karena mantan, bukannya membuat wanita masa lalunya menyesal dengan memperlihatkan bahwa setelah ditinggalkan pria itu justru bahagia dengan wanita lain malah sebaliknya.....🤦
skip😪
yg bener aja Thor ..CEO ko bodoh