NovelToon NovelToon
Terapi Hati Psikiater Gemulai

Terapi Hati Psikiater Gemulai

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyelamat / Dokter Genius
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Sebuah trauma kelam di usia dua belas tahun mengubah hidup Lova sepenuhnya. Sejak kejadian mengerikan itu, ia menderita fobia akut yang membuatnya ketakutan setengah mati, bahkan hanya untuk sekadar berdekatan atau disentuh oleh seorang pria. Baginya, semua pria adalah ancaman.

Sampai akhirnya, takdir mempertemukannya dengan Arnold, seorang psikiater genius dengan reputasi mentereng. Berbeda dengan pria lain, pembawaan Arnold yang sedikit gemulai justru memberikan rasa aman yang tak pernah Lova rasakan sebelumnya. Arnold menjadi satu-satunya pria di dunia ini yang bisa menyentuh kulit Lova tanpa memicu kepanikannya.

Demi menyembuhkan trauma Lova secara total dan sah di mata hukum, Arnold mendesak sebuah keputusan nekat: *Pernikahan Medis*.
Sebuah pernikahan yang menutupi alasan sebenarnya, menikahi wanita penuh trauma bahkan tak dicintai.

Bagaimana kedok psikiater pecinta lagu India ini? Apakah ia berhasil menyembuhkan Lova? Atau ia sendiri terjebak dalam rencana yang ditutup rapa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Memburu Sang Dokter

Keesokan paginya, atmosfer di koridor sayap poliklinik Klinik Jiwa itu terasa begitu tenang. Aroma khas antiseptik, berbaur dengan sapuan angin dari pendingin ruangan. Beberapa perawat berlalu-lalang dengan senyum ramah, membawa berkas rekam medis pasien.

Di beberapa bagian, tampak pasien dalam perawatan gangguan jiwa berlalu lalang sembari berbicara sendiri ataupun tengah menghirup udara segar di taman. Suasana yang selalu sama di setiap harinya di klinik ini.

Di ujung koridor, sebuah pintu dengan cat putih metalik, menampakkan papan nama kuningan yang berkilat: dr. Arnoldy Darmawan, MD, Psychiatrist.

Di dalam ruang praktiknya, Arnold sedang duduk di balik meja kerja besarnya. Ia mengenakan kemeja putih bersih yang dipadukan dengan jas dokter yang setiap hari dikenakannya.

Kacamata berbingkai tipis bertengger di hidung mancungnya, memberikan visual praktisi medis yang sangat berwibawa, cerdas, dan dingin. Sisi androgini dan centilnya yang semalam ia pamerkan di depan Dev sedang mode terkunci rapat di balik profesionalisme jas dokternya.

*Brak!*

Pintu ruangan itu mendadak terbuka dengan sentakan kasar, menghantam dinding hingga menimbulkan dentum keras yang menggema.

Asisten perawat yang berjaga di depan pintu tampak terengah-engah dengan wajah pucat. "Ma-maaf, Dokter Arnold! Pria ini memaksa masuk, saya sudah melarangnya karena tidak memiliki janji bertemu—"

"Tidak apa-apa, Suster. Kamu bisa keluar dan tutup pintunya," sela Arnold tenang. Suara berat, dalam, dan penuh karismanya keluar dengan begitu mulus.

Arnold tidak sedikit pun terkejut menyadari kehadiran seseorang itu. Ia perlahan melepas kacamatanya, meletakkannya di atas meja, lalu menatap pria yang kini berdiri di tengah ruangannya dengan napas memburu dan tangan mengepal erat.

Meskipun ia belum pernah bertemu secara langsung, lewat gestur dan raut wajah yang sarat amarah, Arnold dengan mudah menebak, siapa pria ini.

Dia adalah Teddy. Pria itu berdiri dengan mata memerah, berusaha menekan gejolak amarah, persis seperti tebakan Arnold semalam.

"Jadi, Anda yang bernama Dokter Arnold?" geram Teddy, melangkah maju hingga kedua telapak tangannya menggebrak permukaan meja kerja Arnold.

"Apa-apaan maksud pesan Anda semalam?! Menikah medis?! Emangnya ada? Anda ini sebenarnya seorang penipu! Anda hanya ingin memanfaatkan penyakit pasiennya!"

Arnold tidak bergeming. Ia bahkan tidak berkedip saat meja kerjanya digebrak. Pria berkemeja putih itu justru menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi kulit, menopang dagunya dengan sepuluh jemari yang saling bertautan.

Matanya menganalisis Teddy dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan pandangan seorang ahli kejiwaan dengan dingin. Ia seakan sedang memeriksa seorang pasien yang sedang mengalami gejala histeria akut.

"Saudara Teddy, silakan duduk terlebih dahulu. Kemarahan tidak akan menyelesaikan kecemasan di dalam dada Anda," ucap Arnold, dengan nada datar tanpa riak.

"Saya tak butuh duduk di sini! Saya hanya butuh penjelasan!" bentak Teddy lagi, wajahnya kian menegang.

"Saya sudah menemui Lova semalam. Dia menangis! Dia tertekan! Anda memaksanya, kan?! Saya sudah sangat lama mengenal Lova. Berusaha menjaganya dengan segenap jiwa raga. Dan, tiba-tiba, Anda yang katanya dokter yang harus menangani kasus kesehatan mentalnya, malah ingin menikahinya? Ini sungguh konyol!"

Arnold menarik napas pendek. Ia menegakkan tubuhnya, lalu mengambil map rekam medis atas nama Zarisha Allova yang sengaja ia letakkan di sisi meja.

"Bertahun-tahun, ya?" Arnold mengulang kalimat Teddy dengan nada mengejek yang sangat halus, hampir tak kentara.

Ia membuka lembaran berkas itu dengan gerakan santai. "Benar. Berdasarkan data klinis yang saya dapatkan, Anda adalah salah satu faktor Nona Zarisha Allova ingin menyembuhkan traumatis yang ia idap. Telah mengenalnya semenjak masa SMA." Ucapannya terhenti dan kembali menatap Teddy dengan lurus.

"Tapi, izinkan saya bertanya satu hal dari sudut pandang medis, Saudara Teddy."

Arnold menjeda kalimatnya, menatap lurus ke dalam manik mata Teddy yang berkilat amarah.

"Selama belasan tahun itu, apakah Anda mendampinginya dengan 'segenap jiwa'? Apakah Zarisha pernah bisa menatap mata Anda tanpa gemetar? Apakah dia pernah bisa berdiri dalam jarak kurang dari satu meter tanpa memicu serangan panik di hadapan Anda?"

Pertanyaan Arnold meluncur laksana anak panah yang langsung menancap telak di ulu hati Teddy. Teddy mendadak bungkam, mulutnya terbuka sedikit namun tak ada kata yang mampu keluar.

"Fakta klinisnya adalah: tidak," lanjut Arnold kejam, suaranya terdengar layaknya vonis hakim.

"Tubuh dan alam bawah sadar Nona Zarisha menolak kehadiran Anda sebagai pria. Ketulusan Anda, bagi traumanya, justru menjadi beban psikologis yang menumpuk. Anda bukannya akan menyembuhkannya, tetapi hanya akan mengurungnya dalam rasa bersalah."

"Kau ..." Buku-buku jari Teddy memutih, ia gemetar hebat tak mampu menolak segala kebenaran yang terlontar. Semua hal pahit yang diucapkan Arnold adalah nyata. Kejadian semalam di teras rumah Lova, di mana Lova bahkan tidak bisa mendongak menatapnya, adalah bukti paling sahih.

"Sedangkan dengan saya," Arnold bangkit dari kursinya, berjalan memutari meja kerja hingga kini berdiri tepat di hadapan Teddy. Postur tubuhnya yang tegap tertutupi jas dokter membuat Arnold tampak begitu superior.

"Beberapa waktu di klinik ini, dan kemarin di dapurnya ... Nona Zarisha bisa duduk tenang, makan bersamaku, bahkan menurunkan benteng waspadanya tanpa satu pun serangan histeria. Alam bawah sadarnya memilih saya sebagai zona aman."

Arnold menepuk bahu Teddy dengan pelan, seolah tampak memberi suport tetapi kenyataannya merupakan sebuah pukulan skakmat terakhir.

"Pernikahan medis ini adalah metode terapi lingkungan ekstrem untuk menyelamatkan masa depannya. Ibunya pun sudah merestuinya demi kesembuhan Lova. Jadi, sekarang saya tanya kembali kepada Anda, Saudara Teddy ..."

Arnold menyipitkan matanya, menyunggingkan senyum tipis yang teramat dingin. "Siapa sebenarnya yang egois di sini? Saya yang ingin menyembuhkannya, atau Anda yang memaksakan keinginan egois Anda untuk terus berada di sisinya meski tahu kehadiranmu justru membuatnya menderita?"

Ruangan itu seketika hening mencekam. Teddy melangkah mundur satu tapak, tangannya perlahan terlepas dari meja kerja Arnold. Bahunya merosot turun. Kalimat Arnold tidak hanya memukul mundur amarahnya, tetapi menghancurkan seluruh benteng harapan selama belasan tahun ini.

"Tak ... Tak mungkin ..."

1
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
SoVay: makasi ya kaka sayang, selalu menemaniku
total 1 replies
mimief
sudah lah nold
kalau memang kamu udah ga bisa sembuhin lova
lepas aja lah🥹
Eva Karmita
jangan buat dokter Arnold lolos bikin Shok terapi buat pak dokter sadar hubungan pernikahan bukan untuk main"
SoVay: 🙈🙈 ampuunin akuu ciiin, aq ga bersalah sama kamu? kenapa kamu buli.aku 🤧😭
total 2 replies
Eva Karmita
kopi meluncur... lanjut otor semangat 🔥💪🥰
SoVay: makasi ya kak 🙈
total 1 replies
mimief
🥹🥹🥹🥹🥹
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
mimief: aku jugaaaa...
bakalan ada
total 3 replies
Eva Karmita
kenak sudah kamu pak dokter makanya kalau ada masalah tu jangan lari ke club harusnya mendekatkan diri kepada Tuhan... pengen lihat setelah Lova dikirimi video tadi reaksinya kayak apa pengen lihat pak dokter nangis di pojokan kamar menyesali diri 🤣🤣🤣 kirim Ted biar tau rasa Arnold ditinggalkan istrinya kayak apa ....sebel jadi orang kok seenaknya ngk mikirin perasaan orang lain
Eva Karmita: wkwkwk 🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Eva Karmita
rekam aja setelah itu hasil rekaman nya kasih ke Lova ya Ted....!!? biar tu dokter kebongkar kedoknya 😤 senang banget nyakitin perasaan Lova 😩 mentang" hak waris sudah dlm genggaman tangannya..,, jahat kamu pak dokter 😏😤 pengen nonjok mulutnya cungkil matanya sama cabut ginjal Arnold 😩😏😤🤣🤣🤣🤣
Eva Karmita: wkwkwk hahaha 🤣🤣🤣😏
total 2 replies
mimief
jangan Thor
judulnya terapi cantik ku yg rupawan
itu aja Thor
gemulai mah... terlalu klise😍😍
mimief: iy...sayang bet ya
padahal temanya seger bgt KL kataku
total 4 replies
mimief
jiaaahhh...
jadi bayangin
aduuh ternoda dah pikiran aye cyiiin🤣🤣🫣
SoVay: mikirnya wwf smackdown ni kayaknya 🙈
total 1 replies
mimief
yakin bang...bisa pergi
lova si udah mulai sembuh
ga terlalu perlu lu juga si...
tapi gimana yaaa???
Eva Karmita
Oke lanjut otor semangat 🔥💪🥰
SoVay: makasi y kak say
total 1 replies
Eva Karmita
aku dukung kamu Teddy biar pak dokter sadar dia cinta atau cuma manfaatkan di Lova ...biar pak dokter mencerna perasaan nya
hana roichati roichati
judulnya terapi hati psikriati gemulai lebih keren👍👍 lanjut kak
SoVay: moga beruntung ya kak 🙈
total 1 replies
Eva Karmita
ya ampun lagi dan lagi rasanya pengen cabut ginjal Arnold 😩 ngk apa setelah pengobatan ini selesai Lova pasti pergi kok dan siap"aja y pak dokter kamu yg bakal hidup merana karena terkurung di rumah mewah mu sendiri 😏
SoVay: kita liat gaya dia kalau ditinggal kayak mana 🤣
total 1 replies
mimief
dasar dokter jiwa yg sakit jiwa
keplak kali palanya biar balik normal🤣🤣
SoVay: ampuuuun 🙈
total 1 replies
Eva Karmita
pengen ngetok palanya pak dokter dah tadi Lova di bawa terbang tinggi tapi setelah itu di jatuhkan ke dasar 😤😏 ...ingat ya pak dokter jangan lupa Lova itu istrimu bukan boneka yg sesuka hati dapat kamu mainkan kamu buang kamu pungut dia manusia punya hati dan perasaan... ya Tuhan bikin emosi aja ini dokter satu 😩😤😏
SoVay: dipotong dl 🙈
total 3 replies
mimief
nanya mah nanya aja ka
cyiin nya diilangin🫣🤣🤣
geplak lagi ninpake anduk
vote otw ka😍
mimief
wkwkwkkw
kyk korban pelecehan
🫣🤣🤣🤣
Eva Karmita
kalau ketahuan ya terima nasib aja pak dokter dan biar kamu sadar Lova berarti atau tidak di hidup mu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!