NovelToon NovelToon
Sampai Bertemu Malam Ini

Sampai Bertemu Malam Ini

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Komedi / Romantis
Popularitas:464.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Lukman Kalbuadi

Mengisahkan tentang seorang remaja bernama Galang. Remaja yang bisa di bilang introvert kala di SMP. Ia bahkan sulit untuk menghapal nama teman-temannya.

Kini ia telah memasuki jenjang SMA. Ibunya kini memberi saran kepadanya untuk bisa lebih terbuka dan mendapatkan beberapa teman di SMA. Setelah mendengar nasehat ibunya, Ia pun bertekad untuk bisa mendapatkan beberapa teman.

Dengan berjalan waktu, ia pun nantinya akan mengenal yang nama cinta. Perasaan yang ia belum pernah rasakan saat masih di SMP. Akan tetapi, ia sulit menyadari bahwa ia sebenarnya sedang merasakan cinta. Ia selalu bertanya-tanya perasaan apakah yang sedang ia rasakan itu.

Namun seiring berjalannya waktu, ia pun perlahan-lahan akan mengerti perasaanya itu.

Selain itu di cerita ini juga akan ada kisah persahabatan, kompetisi, dan hal-hal seru masa SMA lainnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukman Kalbuadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12 : Toko Buku

Akhirnya bel istirahat pertama setelah 2 jam pelajaran olahraga dan 1 jam matematika berbunyi. Waktu istirahat pertama di sini adalah 15 menit. Seperti biasa, tidak banyak yang aku lakukan ketika istirahat pertama. Aku hanya duduk melamun sambil menunggu waktu istirahat habis dengan sesekali mengamati kelas untuk menghafal nama-nama mereka. Setidaknya kini aku sudah mengetahui nama yang duduk di samping kanan kursiku adalah Cindy, dan yang berada di belakangnya adalah Ruben.

Sebenarnya, aku ingin pergi mengunjungi 10-6 untuk bertemu Sofia. Akan tetapi, sepertinya aku belum bisa melakukan hal itu. Aku masih terlalu gugup untuk masuk ke kelas lain.

"Kamu gak ke kantin?" tanya Ema yang duduk di depanku.

"Engga, tadi habis olahraga aku udah ke kantin, jadi masih kenyang," jawabku pelan.

Setelah itu kami tidak meneruskan percakapan. Kali ini, pandanganku tertuju pada Ahsan dan Ruben yang baru saja memasuki kelas. Sepertinya mereka telah menjadi teman baik. Mereka selalu terlihat berdua kemanapun mereka pergi.

***

Akhirnya jam pelajaran hari ini selesai. Hari ini adalah jadwalku piket, jadi aku harus bersih-bersih kelas dulu sebelum pulang. Karena jumlah siswa kelas kami adalah 24 maka setiap kelompok piket beranggotakan lima orang kecuali hari Jumat yang cuma 4 orang.

Kelompok piket Hari Senin adalah aku, Cindy, Aji, Ema, dan Agatha. Aku dan Aji membersihkan papan tulis dan merapihkan meja dan kursi, sementara Cindy, Ema, dan Agatha yang menyapu dan membersihkan debu yang menempel di dinding, meja, dan lainnya.

"Kau udah putuskan mau ikut ekstrakulikuler apa Lang?" tanya Aji tiba-tiba sambil menggeser kursi.

"Belum nih," jawabku

"Kau itu orangnya pendiam yah Lang? Sepertinya kamu jarang berinteraksi dengan kami," tanyanya lagi.

"Ya mungkin seperti itu, aku jarang ngobrol dengan siswa lain. "

"Kenapa emangnya?"

"Entahlah, aku hanya merasa tidak nyaman. Maksudku, apakah aku benar-benar akan diterima mereka jika aku ikut berinteraksi?"

"Kau coba saja sendiri. Mungkin kau hanya berpikir terlalu berlebihan haha," Aji tertawa kecil.

Kami pun melanjutkan pekerjaan kami hingga selesai. Setelah selesai, mereka langsung pergi meninggalkan kelas. Aku adalah orang terakhir yang meninggalkan kelas. Aku tidak langsung pulang, kali ini aku ingin melihat 10-6 terlebih dahulu dan berharap masih bisa bertemu dengan Sofia. Namun sepertinya mustahil, semua siswa kelas 10 sepertinya sudah pulang kecuali mereka yang mendapat jatah piket hari ini.

Aku mulai berjalan di samping kelas 10-6. Aku melihat ke dalam kelas melalui pintu yang masih terbuka. Seperti dugaanku sebelumnya, tidak ada seorangpun di kelas.

Aku pun langsung pulang setelah itu. Lagi-lagi, aku tidak melihat Sofia hari ini.

***

Dalam perjalanan pulang, aku mampir di sebuah toko buku. Aku berencana untuk membeli satu atau dua novel. Aku sering membeli buku di tempat ini, mungkin sudah sejak dari SD. Aku masih ingat, dulu yang pertama kali mengajakku ke sini adalah ayah. Ayah juga sangat suka sekali membaca buku.

Toko buku di sini tidaklah terlalu besar. Pengunjungnya juga tidak terlalu ramai. Itulah yang membuatku nyaman ketika belanja buku di sini. Yang menjaga toko ini pun masih sama dari sejak aku pertama kali ke sini. Seorang wanita berkacamata yang rambutnya kini sudah mulai memutih. Mungkin umurnya sekarang sudah sekitar 60an tahun. Di toko ini tidak memiliki karyawan sepertinya. Aku selalu melihatnya menjaga toko ini sendirian saja.

Ketika aku masuk, aku langsung melihat nenek penjaga toko yang selalu terlihat sedang membaca sebuah buku yang sangat tebal. Tak ketinggalan juga, botol minum yang selalu berada di mejanya.

Aku pun mulai berkeliling untuk memilih novel mana yang akan aku beli. Alangkah terkejutnya aku ketika aku tahu bahwa Cindy juga berada di sini. Aku melihatnya sedang membaca sinopsis novel yang sedang dipegangnya.

Aku tidak tahu aku harus berbuat apa pada situasi seperti ini. Apakah aku harus menyapanya? Ataukah aku pura-pura tidak lihat saja? Aku sungguh bingung saat ini. Lagi pula aku juga sepertinya belum pernah berbicara padanya waktu di kelas.

Ditengah kebingungan itu, tiba-tiba ia menoleh ke arahku. "Eh Galang, mau cari buku juga?" ucapnya sambil tersenyum.

"I-iya a-aku mau beli buku," jawabku yang masih terkejut.

"Oh begitu, mau cari buku apa?" tanyanya lagi.

"Mau cari novel i-ini."

"Oh kamu suka baca novel juga ya?"

"Ya begitulah. Aku banyak menghabiskan waktuku untuk membaca novel."

"Oh begitu, baguslah. Yasudah, aku duluan yah. Aku mau pulang dulu," ucapnya sambil membawa novel yang barusan iya pegang ke kasir. Setelah selesai membayar, ia kemudian pergi meninggalkan toko.

Aku mulai memilih novel mana yang mau aku beli. Aku membaca sinopsis dari novel satu ke novel yang lain.

Akhirnya setelah cukup lama memilih, aku memutuskan untuk membeli satu novel saja kali ini. Aku membeli novel berjudul "Hujan Di Bulan". Novel yang berlatar dunia fiksi, petualangan, dan sedikit romance. Aku pun langsung membawa novel itu ke kasir.

***

Sambil menunggu gelap, aku duduk di balkon samping kamarku sambil memandangi langit yang sudah bewarna oranye itu. Tak ketinggalan secangkir cokelat hangat yang menemaniku.

Sejak masuk SMA, mungkin aku sudah lumayan banyak berubah. Sedikit demi sedikit, aku mulai bisa mengingat nama teman sekelasku. Mungkin sudah sekitar setengahnya yang sudah ku hapal.

Bahkan aku bisa mengingat nama dari kelas lain yaitu Sofia, meskipun kami hanya kebetulan bertemu waktu itu dan setelahnya kami belum pernah bertemu lagi.

Aku meminum cokelat hangat yang sudah mulai mendingin itu sedikit demi sedikit. Rasanya sangat damai meminum cokelat hangat di balkon saat senja seperti ini. Di tambah angin yang bergantian menerpa wajahku ini.

Aku penasaran apakah semua orang di kelasku sudah mengingat nama ku atau belum ya? Tapi, sejauh yang telah berbicara kepadaku, mereka semua sudah tahu namaku. Apakah aku terlalu 'memagari' diriku sehingga aku sulit untuk mengingat nama-nama orang?

Entahlah, sepertinya aku hanya harus terus berusaha keras sekarang. Sepertinya, aku sudah menemukan alasan kenapa aku harus berteman dengan mereka. Sepertinya, akan ada banyak hal yang belum pernah aku rasakan yang akan aku rasakan bila bersama orang lain. Entah itu teman, keluarga, atau bahkan orang yang baru kamu temui di jalan.

Sekarang, lampu-lampu jalanan mulai dinyalakan. Matahari sudah semakin tenggelam. Udara juga sudah mulai menjadi lebih dingin. Cangkir cokelat yang tadi penuh, kini juga sudah habis aku minum.

Kira-kira masa depan seperti apa yang akan aku alami yah? Apakah akan menyenangkan? Ataukah hal-hal tak terduga yang akan terjadi?

Kini matahari sudah benar-benar tenggelam. Bulan yang berbentuk sabit itu kini muncul menggantikan matahari. Aku senang, bisa melihat pemandangan kota saat malam dari balkon rumahku. Karena, aku merasa seperti sedang duduk bersama ayahku di sampingku.

***

Bersambung

1
Kang Nyimak
ngk punya adik nyimak
Munibah Munibah
masih blm jelas alur cerita nya
Munibah Munibah
hadir
senja
hiatus?
HeeeM
konsep cerita yang unik tor saya suka
Aiko_cchi
Ruben Ahsan emang yg paling lucu
Aiko_cchi
Yahh.... Galang gk disebut ya....😞
Beby Na21
Terus semangat berkarya kakak😄

salam dari ....

#Rindu With Me

#Suamiku kakak sahabatku
Radin Zakiyah Musbich
aq mampir ❤️❤️❤️

jgn lupa mampir di novelku juga berjudul:

"My Annoying Wife" 🍃🍃🍃

kisah cewe bar bar yang jatuh cinta sama cowok polos 🍊🍊🍊

ku tunggu like and comment nya ya 🙏🙏☺️
Aiko_cchi
Wah....pasti seru tuh, main ke pantai bareng temen² terus liat sunset
oktabebee
lanjut lagi kak
Aerik_chan
Semangat berkarya kak...

"Pengantin Pengganti"
Aiko_cchi
Bener kata Hana, Ruben sama Ahsan emang lucu banget
Aiko_cchi
Cindy cemburu ya....
Aiko_cchi
Kok Risal gk dpt juara sih....
Aiko_cchi
17 September, sama kyk ulang tahun sekolah SMP gw
Aiko_cchi
Ahsan sama Ruben selalu bikin ketawa
Aiko_cchi
Es jeruk tanpa gula
Aiko_cchi
Gara² baca ini gw jadi kangen waktu gw masih sering main bola dulu, walaupun gw cewek gw itu suka banget main bola, dulu biasanya gw ikutan anak² cowok main di lapangan deket sekolah gw, anak cewek yg ikut juga bukan gw doang, ada beberapa temen gw juga yg ikut, tapi cewek² jarang main sampe selesai, paling² cuma setengah permainan doang, kecuali gw pastinya, gw selalu ikut sampe selesai, waktu SMP juga nilai olahraga gw pas materi sepakbola lumayan bagus, seimbang sama cowok²
Aiko_cchi
Puisinya bagus banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!