Di cintai dengan tulus oleh pasangan merupakan impian bagi seseorang yang menjalin hubungan.
Mengisahkan perjuangan cinta anak sekolah antara Nasya dan Aditya. Aditya beberapa kali menyatakan perasaannya, namun di buat menunggu oleh keputusan Nasya untuk tidak menjalin hubungan dekat sampai mereka lulus SMA. Walau begitu, Aditya setia menunggu jawaban Nasya setelah nantinya lulus SMA.
Mereka berdua menjalin persahabatan sejak pertama kali mereka bertemu. Selama bersekolah mereka sangat bahagia dan nyaman satu sama lain sebelum datang wanita yang mengaku kekasih Aditya yang selalu berusaha untuk memisahkan mereka berdua.
Bagaimana kisahnya? Apakah hubungan mereka berjalan dengan mulus atau tidak?
Selamat Membaca 💫
Dukung karya ini dengan ➡️ Like, Subscribe, vote, dan komentar terbaikmu. Terima kasih.
Salam hangat dari Author💫
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vincar:), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 12 Menyatakan Perasaan 1
Aditya menoleh dan melihat Nasya dengan serius dan senyuman kecil, membuat Nasya terkejut dan malu. Dan refleks Nasya pun segera masuk ke dalam kamar.
Waktu sudah menunjukkan pukul 21:30 WIB. Nasya pun kembali membaringkan tubuhnya ke kasur.
"Ting ... ting ... ting ...." Terdengar suara notifikasi dari ponselnya Nasya.
Nasya pun mengambil ponselnya dan melihat pesan dari notifikasi tersebut. Ternyata notifikasi tersebut merupakan pesan WhatsApp dari Aditya.
"Cya, kamu gak apa apa?" Isi pesan dari Aditya.
Entah kenapa jantung Nasya berdebar kencang saat membaca WhatsApp dari Aditya. Perasaannya sama halnya seperti mendengar pengumuman hasil ujian akhir semester. Nasya pun memberanikan diri untuk membalas pesan WhatsApp dari Aditya.
"Gak apa-apa. Ada perlu apa Adi?" tanya Nasya yang masih fokus mengetik di layar ponselnya.
Tiba-tiba terdengar suara langkah teman-temannya dari luar kamar yang hendak masuk ke kamar.
"Ting ... Ting ... Ting ...." Terdengar suara pesan dari ponselnya, namun Nasya tidak sempat melihat pesan WhatsApp tersebut karena teman-temannya sudah masuk ke dalam kamar.
Lalu Nasya pun menyimpan ponselnya di kantong jaketnya. Nasya bisa saja membaca pesan WhatsApp yang di kirim oleh Aditya, namun teman-temannya pasti akan lebih kepo sama siapa Nasya bertukar pesan. Jadi, Nasya mengurungkan niat untuk membaca pesan tersebut.
"Cya sendiri aja, keluar yuk," ajak Mira.
"Gak bis-" belum selesai Nasya menjawab, tangannya di tarik oleh teman-temannya untuk keluar. Mereka pun langsung menuju ke taman.
Nasya masih memikirkan apa jawaban pesan dari Aditya. "Ada apa perlu yah Aditya ngirim pesan padahal kan bisa ketemu saja! Ah sudahlah gak usah di pikirkan mungkin cuma nanya kabar aja."
.
.
.
Taman.
Nasya dan teman-temannya pun duduk bersama di bangku taman dekat air mancur. Hari ini merupakan hari yang menyenangkan sekaligus menyebalkan bagi seorang Nasya.
Di tengah pembicaraan Nasya dan teman-temannya, tiba-tiba Rafael datang menghampiri Nasya yang sedang duduk asik di samping Priskila.
"Cya, temanmu siapa namanya?" tanya Rafael yang menghampiri Nasya yang sedang duduk bersebelahan dengan Priskila.
"Yang mana, Rafael?" tanya Nasya.
"Itu loh, di sampingmu!" bisik Rafael di telinga Nasya.
"Oh ... namanya Priskila," jawab Nasya.
"Priskila, kenalkan teman saya Rafael."
"Oh ... namanya Priskila," gumam Rafael dalam hati.
"Hai, Rafael nama saya Priskila," ucap Priskila seraya mengangkat tangannya.
"Nama yang bagus. Nama saya Rafael, salam kenal yah ... " jawab Rafael dengan suara malu-malu.
"Ehem ... ehem ... ehem ...." Ledek Nasya kepada Rafael.
"Apaan sih, Cya! Aku kan cuma ingin kenalan aja. Iyakan Pris?" tanya Rafael tersipu malu seraya melirik Priskila.
"Oh, gitu."
"Ngomong-ngomong kok kamu sendirian Rafael, di mana teman-temanmu yang lain?" tanya Nasya pada Rafael.
"Oh, yang lain di kamar," sahut Rafael.
"Pasti Aditya sedang menunggu balasan pesan dari saya," gumam Nasya dalam hati.
Lalu mereka pun berbincang di bawah sinar rembulan dan bintang-bintang yang menghiasi langit malam.
****
Pukul sudah menunjukkan 11 malam. Nasya dan teman-temannya pun beranjak dari tempat duduknya dan segera pergi ke kamar.
"Guys, ke kamar yuk. Udah ngantuk banget nih," ajak Nasya pada teman-temannya.
"Iya, Cya ... saya juga ngantuk," sahut Agnes.
Lalu mereka pun segera masuk ke dalam penginapan. Sesampainya di kamar, mereka langsung merapikan tempat tidur mereka.
" Guys, saya tidur duluan ya," ucap Nasya kepada teman-temannya dan kemudian langsung berbaring dan memejamkan matanya.
Suasana di kamar sangatlah dingin, jadi Nasya menyelimutinya dengan selimut tebal.
Tiba-tiba Nasya teringat pesan WhatsApp dari Aditya. Dan segera pun Nasya membuka ponselnya di bawah selimut tebal yang menyelimuti nya.
Isi pesan :
"*Maaf yah Cya, sudah membuat cemburu melihatku berdua dengan Intan. Aku sama Intan gak ada hubungan apa-apa.
Oh yah Cya, sejak pertama kita bertemu aku mulai suka kepadamu. Sebelumnya Aku minta maaf karena telah lancang mengatakan ini kepadamu*."
Setelah membaca pesan dari Aditya, hati Nasya seketika berbunga-bunga dan senyum-senyum sendiri. Nasya mengingat saat dia menabrak Aditya dengan sepedanya di jalan yang menjadi awal pertemuan mereka.
.
.
.
Keesokan paginya.
Matahari mulai menampakkan cahaya, sinar dari matahari mulai memasuki ruang penginapan Nasya dan teman-temannya.
Nasya pun bangun dari tempat tidurnya seraya duduk di depan cermin untuk menyisir rambutnya.
Sesaat Nasya teringat pesan dari Aditya waktu malam. Dia pun mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada Aditya.
"Pagi Adi, sebelumnya aku berterima kasih atas kebaikanmu. Semoga kedepannya kita bisa menjadi teman yang baik." Pesan Nasya kepada Aditya.
Nasya tidak tahu harus berkata apa pada Aditya, karena hubungannya dengan Aditya hanya sekedar teman dan tidak lebih dari itu.
Waktu sudah menunjukkan pukul 08:00 pagi. Seluruh siswa pun berkemas untuk segera bertolak dari penginapan menuju Jakarta.
"Cya ... sisir mana? Saya pinjam dulu." Teriak Agnes yang sedang bersiap-siap.
"Itu Nes, dekat cermin," sahut Nasya yang juga sedang berkemas.
Setelah bersiap-siap dan berkemas, Nasya dan teman-temannya segera ke ruang makan untuk sarapan.
Seluruh siswa pun keluar dan berkumpul di area parkir. Nasya dan Agnes pergi bersama seraya bergandengan tangan.
Terlihat siswa sangat antusias untuk segera naik ke dalam bus. Para guru pun mengabsen setiap siswa sebelum masuk ke dalam bus.
Semua siswa pun masuk ke dalam Bus. Lalu Nasya dan Agnes segera duduk di bangku mereka.
Nasya menoleh ke belakang, ternyata bangku Aditya di isi oleh orang lain. Lantas Nasya menoleh ke segala sudut bus dan masih tidak menemukan Aditya.
"Mungkin Aditya duduk di bus lain," gumam Nasya dalam hati.
Bus pun mulai berjalan, dan seluruh siswa bersorak gembira di sertai dengan nyanyian yang mengiringi perjalanan mereka.
Di dalam bus Nasya terlihat pusing dan sesekali membuka jendela bus, sepertinya Nasya sangat kelelahan.
"Cya, kamu kenapa? kamu sakit yah?" tanya Agnes yang khawatir.
"Gak kok, Nes. Cuma pusing doang," ungkap Nasya.
Rombongan sekolah pun sampai di sekolah. Nasya dan Agnes pun turun bersamaan. Seperti biasa, seluruh siswa berkumpul di area parkir dan mendengarkan beberapa pengumuman dari Kepala sekolah.
Setelah selesai pengumuman yang di sampaikan oleh kepala sekolah, siswa di perbolehkan untuk pulang ke rumah masing-masing.
Lalu Nasya pulang mengajak Agnes untuk pulang bersama menggunakan motornya.
"Nes, bareng yuk," ajak Nasya.
"Iya, Cya," jawab Agnes.
Dalam perjalanan, Nasya ingin menceritakan pada Agnes tentang pernyataan perasaan Aditya kepadanya. Tetapi Nasya takut bahwa Agnes akan menceritakan kepada teman-teman lainnya.
"Kasih tahu gak sih sama Agnes," gerutu Nasya dalam hati. Niat untuk menceritakan pun di urungkan oleh Nasya.
Lalu Nasya memberhentikan motornya di depan rumah Agnes.
"Makasih ya, Cya," ucap Agnes sambil tersenyum manis.
"Iya, Cya. Sampai ketemu besok," sahut Nasya dan langsung pergi.
Bersambung.
Semoga harimu menyenangkan💫
Aku masih pegang Adit Nasya nih. Tapi kalau Arman lebih gentle keknya bisa kali 😏😏😏
Coba Rafa jadi alim dikit
Berasa nyewa di sini