Mengejar Cinta Lala
Seorang gadis yang berjuang melupakan masa lalu yang kelam akhirnya jatuh cinta pada seorang pria yang mampu mengembalikan senyumnya.
Namun siapa sangka ternyata pria itu berhubungan dengan masa lalunya dan juga adik dari kekasih yang sangat dia cintai.
Kamu Hanya Milikku
Perjalanan Cinta terkadang tidak semulus yang kita harapkan. Kebersamaan, pertikaian dan perpisahan menyadarkan cinta yang sesungguhnya.
Setiap pertemuan akan ada perpisahan, setiap penderitaan akan ada kebahagiaan. Meski sudah terpisah jarak dan waktu, percayalah! cinta sejati akan selalu menemukan jalannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seindah Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pemaksaan
"Hei itu namanya pemaksaan. Apa-apaan kau ini mana ada orang menyatakan cinta seperti itu" pekik Lala tiba-tiba
"Hahahah kau lucu sekali, lihat wajahmu itu benar-benar lucu Lala dan kau tidak tahan untuk terus berpura-pura tidur, Hahaha" tutur Julian sambil terus tertawa terbahak-bahak
"Kau ini tidak pernah serius, selalu saja meledekku" ucap Lala mencebik bibirnyaa dan memukul dada Julian.
"Aku suka meledekmu, melihat wajahmu kesal dan cemberut aku sangat suka. tapi aku serius dengan perkataanku. Aku ingin membuat.u tersenyum dan tertawa bersamaku Lala, menjalani hari-hari aku ingin kau selalu ada disampingku dan begitu juga denganku, aku akan selalu ada untukmu menghapus semua luka dan dukamu" Lala kembali meneteskan air mata nya yang sedari tadi ia bendung
"Sudah jangan menangis, aku tidak akan membiarkanmu menesteskan air mata lagi mulai hari ini dan seterusnya" ujar Julian sambil menyeka air mata Lala dengan ibu jarinya lantas Julian mengecup kening Lala, kedua matanya, beralih ke kedua pipinya, dagunya dan yang terakhir Julian mengecup lembut bibir Lala beberapa detik
"Tidurlah! aku akan menjagamu"
*****
Pagi itu Julian bangun lebih dulu. Dia tersenyum melihat pemandangan pagi yang ada di depan matanya
"wajahmu begitu menyejukkan. Aku ingin melihat pemandangan ini di setiap pagiku ketika aku membuka mata" ucapnya sembari mengelus pipi Lala yang masih pulas dalam tidurnya. Tak ada puas-puasnya memandangi wajah polos Lala, akan tetapi waktu terus saja berjalan.
Julian bergegas membersihkan diri kemudian mengenakan salah satu setelan jas yang ada di lemari kamar tersebut. Tak lama Julian duduk di kursi kebesarannya sibuk dengan pekerjaan yang tertunda untuk diselesaikan, terdengar suara ketukan pintu.
Tok tok tok
"Bos" ucap Rifki asistennya yang harus saja tiba. Julian segera bangkit membuka pintu.
"Masuklah Rif" titah Julian lalu kembali ke kursinya.
Rifki melangkah masuk ke dalam sambil melihat ke setiap sudut ruangan tersebut tapi tidak menemukan yang ia cari. Kemudian matanya tertuju pada pintu kamar yang ada di ruangan itu. Ia mematung menatap penuh selidik
"Ekhem" Julian berdehem, Rifki pun mengalihkan pandangannya pada tas yang dipegangnya.
"Eh bos m ini saya temukan tas Nona Arsyila terjatuh dekat meja kerjanya Bos"
"Hm taruh saja di sofa" ucapnya tanpa melihat ke arah si pembicara. Rifki langsung meletakkan tas itu
"Bos"
"Hem"
"Em mengapa tas Nona Arsyila bisa ketinggalan, em apa bos dan nona Arsyila bersama semalaman" tanya Rifki ragu-ragu akan tetapi rasa ingin tahunya lebih besar
"Turunlah ke bawah dan bawakan aku sarapan untuk dua orang" titah Julian tak menjawab pertanyaan Rifki lalu Rifkipun mengerti dan perintah Julian sudah menjawab pertanyaannya. Sebelum Rifki keluar tiba-tiba suara pintu berderit menampilkan sosok yang sedari tadi memenuhi pikirannya.
Lala, ya Lala melihat Rifki yang sedang melihat ke arahnya dengan cepat masuk kembali ke kamar itu dan menutup pintu, malu rasanya kepergok seperti itu.
'Pasti dia akan berpikir yang aneh-aneh' batin Lala
Lala hanya mendengar Julian memberi perintah
"Cepatlah!" Perintah Julian dengan nada agak keras.
Julian kemudia menelepon seseorang
"Bawakan aku setelan formal wanita dengan rok selutut sesuai ukuranmu. Tidak lebih dari 30 menit harus sudah sampai di kantorku" ucapnya tanpa basa basi kemudian menutup panggilannya.
Rifki tiba dengan membawa dua box makanan, Julian langsung memberi perintah agar Rifki menunggu paket pesanannya di luar ruangan. Julian masuk dan mengajak Lala untuk sarapan
Julian melihat Arsyila duduk termenung di tepi ranjang dan mendekatinya
"Ayo sarapan!"
Tak butuh waktu lama untuk menyelesaikan sarapan, mandi dan merapikan diri. Lala kembali dengan pekerjaannya seperti biasa. Mengatur jadwal sampai mempersiapkan keperluan meeting Julian.
*****
Sesampainya di rumah sakit, Julian dan Lala langsung menuju ruangan Dane di rawat. Ketika membuka pintu mata Lala langsung tertuju pada seorang bayi yang sedang menangis dalam dekapan Bima kakaknya. Lala berjalan mendekati Bima setelah menyapa mami dan papi.
"Halo baby tante Lala datang! kenapa menangis?"
"Dia rewel karena badannya agak panas" Sahut Bima
"Apa-apaan ini! Dia baru saja lahir tapi sudah merasakan sakit. Pasti kalian tidak menjaganya dengan baik" sewot Lala dengan wajah di tekuk
tbc