Awas bisa menyebabkan kram pipi dan perut!
Kisah Cherry gadis putih Abu-Abu yang tak menyangka kaget menikah dengan seorang pria mapan bernama Lucas yang sering mengejeknya cabe-cabean.
Seperti apa ceritanya keseruannya langsung saja cus...
Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alya Lii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part. 12. Sakit tak berdarah
Part. 12. Sakit tak berdarah
Happy Reading....
"Darimana aja lu?" suara Lucas sedikit sewot saat Brandon tiba di apartemennya.
"Lu ngapain sih tengah malam gini nyuruh gue kesini? awas kalau ga penting," bukannya menjawab Brandon malah balik bertanya.
"Ini penting banget,"
"Apa ga bisa dibahas besok di kantor?"
"Justru ini harus kita bahas sebelum Neva berada di kantor?"
"Ngapain tuh anak ke kantor? mau geser posisi elu?"
"Geser.. geser.. emangnya pintu main geser-geseran,"
"La terus ngapain dia ke kantor?"
"Dia minta dicariin kerjaan buat temannya"
"Apa! ga salah denger gue? anak baru sekolah mau kerja kantoran? mana bisa Lucas?"
"Makanya gue pingin bahas malam ini juga,"
"Ga kakak ga adek kerjaannya nyusahin gue melulu" gerutu Brandon lirih.
"Ngomong apa lu!" sentak Lucas sedikit mendengar suara Brandon menggerutu.
"Kagak, lagi mikirin penghangatan yang belum kelar" elaknya agar tak kena semprot Lucas.
"Brandon, terus gimana nih? gue pusing banget,"
Brandon ikut berpikir serius.
"Dia teman Neva satu kelas?" Lucas tak menjawab hanya menganggukkan kepalanya.
"Kalau boleh tau kenapa anak sekolah harus bekerja?"
"Untuk biaya pengobatan emaknya yang sakit" jawab Lucas.
"Sholeha banget tuh anak mikirin emaknya sakit, kalau gue mah boro-boro..," ucap Brandon sedikit tersentil, karena selama ini dirinya tak pernah memikirkan Mamanya sama sekali.
Lucas hanya mendengus mendengar ocehan Brandon.
"Makanya emak cuma satu di awetin, kalau udah expayed elu sendiri yang bingung,"
"Expayed, elu kata emak gue makanan kaleng Lucas"
Lucas hanya terkekeh.
"Emang elu udah lihat anaknya?" tanya Brandon lagi.
Lucas menggelengkan kepalanya.
"Terus gue menempatkan merekanya gimana?"
"Terserah elu aja mau di tempatkan dibagian mana, gue udah pusing banget" sembari memijat keningnya, terlihat Lucas sangat lelah.
"Reta gimana? bukannya kalian harusnya bersenang-senang..," tanya Brandon curiga sesuatu buruk telah terjadi pada sahabatnya itu.
"Senang-senang pala elu.., dia tuh malah berduaan sama temannya yang ikut dikirim ke pedalaman,"
"Ini namanya sakit tak berdarah," ucap Brandon serius.
"Bukannya seharusnya dia mentingin elu daripada temannya. Atau jangan jangan mereka ada hubungan spesial"
"Kebanyakan nonton sinetron lu..," sahut Lucas.
"Elu itu peka ga sih, coba elu pikir harusnya Reta tuh lebih mentingin elu daripada lainnya. Kenapa jadi sebaliknya? secara kalian itu lama tak bertemu"
Lucas sedikit berpikir apa yang diucapkan Brandon ada benarnya.
"Menurut gue, pikirkan lagi hubungan elu sama Reta" saran Brandon.
**Keesokan pagi
"Ma.. Cherry pamit berangkat sekolah dulu. Mama cepat sadar ya..," pamit Cherry.
Awalnya Cherry ragu akan meninggalkan Mamanya sendiri. Tetapi untungnya Dokter Ammar sangat perhatian dengannya, Cherry diminta untuk tetap melaksanakan sekolah.
Cherry kemudian meninggalkan Ibunya menuju ke sekolah. Hari ini dia harus berjalan kaki menuju sekolahnya, karena Lucas belum memberinya kabar mengenai sepeda motornya yang dia perbaiki di bengkel. Cherry sendiri bingung bagaimana caranya harus menghubungi Lucas karena saat kejadian dia tak meminta kontak atau sekedar mengetahui nama Lucas.
"Cherry.. kalau gini gimana elu cari pria tua itu," ucap Cherry bermonolog pada dirinya sendiri.
Tin.. tin.. tin...
Cherry kaget dengan suara bel kendaraan yang mengarah kepadanya. Cherry berhenti dan memicingkan matanya.
"Cherr..," panggil Neva setelah membuka setengah jendelanya.
"Neva,"
"Masuk Cherr..," perintah Neva.
"Cherry kemudian mendekati mobil Neva dan segera membuka pintu mobilnya.
" Terimakasih ya Nev," Neva tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya.
"Gimana kondisi tante?" tanya Neva.
"Masih sama seperti kemarin Nev," jawab Cherry sedih.
"Kau tenang ya, aku yakin tante pasti baik-baik saja," sembari merangkul sahabatnya.
"Cherry, sepulang sekolah nanti aku mau mengajakmu ke kantor kakakku. Apa kau mau bekerja disana?" tawar Cherry.
"Neva, kau sudah banyak membantuku. Terimakasih untuk semuanya, tapi__"
"Kemarin kau menolak bantuanku dan Steve, untuk itu aku dan Steve berinisiatif mencarikanmu pekerjaan. Aku harap kali ini kau tak menolaknya," Neva sengaja menyahut ucapan Cherry, memberitahukan maksudnya.
Tak ada kata yang terucap dari bibirnya, mata berkaca-kacanya sudah mewakilkan perasaannya saat ini. Cherry sangat bersyukur memiliki sahabat yang baik seperti Neva dan Steve. Cherry memeluk Neva dengan erat kemudian mengendurkan pelukannya.
"Terimakasih Neva.., aku tak tahu harus membalas kebaikan kalian bagaimana" ucap Cherry.
Bersambung....
btw, cherry kelas brapa sih?
ahirnya cherry dan lukas bersatu😍
ahirnya cherry dan lukas bersatu😍