Novel ini berkisah tentang pertemuan seorang pemuda tampan dengan gadis kecil yang masih duduk di bangku menengah atas mereka di pertemukan di waktu yang tidak tepat dan dipertemukan kembali dikenyataan dimana takdir selalu mempertemukan mereka..
" Rinjani Cantika Gunawan" gadis cantik yang tidak sengaja bertemu dengan seorang pemuda tampan disebuah club malam saat dirinya menghadiri pesta ulang tahun temannya..
" Revan Geraldy " pemuda tampan bak malaikat tak bersayap kehidupannya kacau setelah ketemu dengan gadis cantik yang menjadi muridnya..
gimana ceritanya pantengin terus yah ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my Kyung Soo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
Setelah beres dengan hukumannya Rinjani dan Maul kembali ke kelasnya mereka merasakan kalo badan mereka sangat lengket dengan keringat dan juga merasa kalo baju mereka sangat bau di dalam kelas sudah ada guru yang sedang memberikan penjelasan kepada teman-temannya mereka pun memberanikan diri untuk mengetuk pintu..
tok..tok..tok..
" maaf bu kami telat " ucap Rinjani
" kalian darimana saja habis pacaran " ucap bu Mela
" eh enggak bu kami tadi habis di hukum sama pak Revan " ucap Rinjani
" kenapa bisa kalian di hukum " tanya bu Mela
" kami tadi membuat kesalahan bu " ucap Rinjani
saat mereka masuk ke dalam tiba-tiba bu Mela berteriak..
" kalian gak boleh masuk kenapa kalian bau sekali " teriak bu Mela
" ya gimana gak bau bu kita dihukum di suruh bersihkan toilet " ucap Maul santai
" Rinjani Cantika Gunawan dan Radja Maulana Hermawan kalian keluar " teriak bu Mela
Rinjani dan Maul pun keluar terpaksa dari dalam kelas..
" rese banget deh tuh guru " ucap Maul kesal
" UL emangnya kita bau ya " tanya Rinjani polos
" menurut lu " ucap Maul kesal
" ya bau lah " ucap Rinjani santai
" dasar cantik-cantik tapi oon " ucap Maul
" sialan lu " ucap Rinjani
mereka pun akhirnya duduk di kursi depan kelas mereka sesekali mereka mengobrol tentang kekonyolan mereka saat masih sekolah disini..
" habis lulus mau kuliah dimana Jan " tanya Maul
" belum tau " ucap Rinjani cuek
" kalo lu " tanya Rinjani balik
" gue pengen kuliah di luar negri " ucap Maul
" gaya-gayaan lu UL mau kuliah di luar negri lulus dari sini ajh lu belum tentu kerjaan lu keluar masuk mulu ruang BK " ledek Rinjani
" sialan lu gue serius ini " ucap Maul
" iya gue tau tapi yang jadi pertanyaannya lu bisa bahasa inggris kagak kalo cuma tau Yes No Yes No doang mah mending pikirin lagi ajh dari pada malu di sono " ucap Rinjani meledek kembali
" sialan lu bisanya ngeledek gue " ucap Maul kesal
Rinjani sudah tertawa terbahak-bahak sedangkan Maul memasang wajah kesal karena dari tadi dia di ledek terus sama Rinjani mereka tidak tau kalo percakapan mereka di dengar oleh seseorang yang tak lain adalah Revan..
" emang tuh ya cewe kerjaannya ngeledek temannya tapi dia lucu juga kalo lagi ketawa " ucap Revan sambil tersenyum..
Revan pun pura-pura berjalan ke arah mereka..
" kalian kenapa duduk di luar " tanya Revan datar
" itu anu pak gak boleh masuk " ucap Maul
" kenapa " tanya Revan sambil mengerenyitkan dahinya dan tangan yang dimasukan ke dalam saku celana..
" karena kita bau " ucap Rinjani santai
" iya sih kalian bau " ucap Revan lalu dia pergi meninggalkan Maul dan Rinjani..
" iihh dasar tuh ya guru ngeselin ini juga kan gara-gara dia kita jadi bau " ucap Rinjani kesal
mereka pun duduk kembali dan tak lama jam sekolah pun berakhir guru yang mengajar di kelas mereka akhirnya keluar..
" Aahhhh sial banget gue hari ini " teriak Rinjani
" lu kenapa bisa di hukum sih " tanya Renata
" gue gak sengaja jailin si Maul di perpus " ucap Rinjani
" jail lu ya gak liat sitkon " ucap Renata
Rinjani hanya diam mendengar omelan sahabatnya..
" Van anterin gue ke rumah ya lu kan bawa motor " ucap Rinjani
" tapi Jan mobil lu " ucap Vanya
" tenang ajh nanti supir rumah suruh ambil " ucap Rinjani
" ya udah " ucap Vanya
" tumben mau pulang " tanya Renata
" iya kan rumah jaraknya lumayan dekat dari sini gue mau cepat-cepat mandi " ucap Rinjani
" lu mau ikut Re " tanya Vanya
" gak deh ada acara di rumah " ucap Renata
" ya udah kita berangkat sekarang " ucap Rinjani
merekapun keluar dari kelas dan berjalan menuju parkiran..
" Jan inget lu jangan mepet-mepet gue lu bau " ucap Vanya sambil tertawa
" rese lu " ucap Rinjani
mereka pun keluar dari sekolah Vanya hanya membawa motor metic nya dia tidak seperti kedua sahabatnya yang membawa mobil mewah malahan cuma mereka yang punya mobil keluaran terbaru..
lima belas menit pun mereka sampai di rumah mewah milik orangtua Rinjani..
" Jan kayanya bokap lu ada di rumah " ucap Vanya
" iya tumben banget ayo masuk " ucap Rinjani
Rinjani dan Vanya pun masuk ke dalam memang bukan yang pertama kali Vanya masuk kerumah Rinjani tapi rasa tidak percaya diri di dalam diri Vanya yang selalu sungkan..
" assalamualaikum " ucap Rinjani
" walaikumsalam " ucap seseorang bukan Daddy nya yang menjawab tapi malah om nya yang menjawab..
" loh om ko dah pulang ajh gak ke kantor " tanya Rinjani karena melihat om nya yang memakai pakaian casual..
" om baru pulang dari luar kota " ucap Richie
" oh terus Daddy mana " tanya Rinjani
" kaka di kantor lah " ucap Richie datar
" iihh dasar kulkas dingin amat jawabnya " ucap Rinjani
sedangkan Vanya hanya melihat interaksi antara sahabatnya dan omnya..
" Van lu mau ikut ke atas " tanya Rinjani
" gue langsung balik ajh deh " ucap Vanya
" eh ko balik ntaran ajh disini dulu temenin gue " ucap Rinjani
" tapi Jan.. " ucap Vanya yang terpotong oleh Rinjani
" udah nanti ajh tunngu bokap gue balik nanti kita balik bareng " ucap Rinjani
mau tidak mau Vanya pun mengiyakan keinginan Rinjani dirinya merasa tidak enak harus lama-lama tinggal dirumah sahabatnya kecanggungan Vanya perlihatkan saat dirinya masuk ke dalam rumah mewah ini..
Vanya pun mengikuti langkah Rinjani untuk masuk ke dalam kamar milik Rinjani kamar yang sangat besar terlihat banyak sekali foto-foto keluarga Rinjani dan juga Rinjani sendiri..
" gue mandi dulu lu santai ajh anggep rumah sendiri " ucap Rinjani
" kalo anggep rumah sendiri bisa dong gue numpang makan " ucap Vanya bercanda
" beres itu mah gampang abis gue mandi kita langsung makan " ucap Rinjani yang di tanggapi dengan di beri jempol oleh Vanya..
Rinjani pun masuk ke dalam kamar mandi dan menjalani rutinitas mandinya tak butuh lama Rinjani pun sudah selesai dan keluar dari kamar mandi menuju ruang ganti..
" Van nyokap lu dah dikabarin kalo lu pulang telat " ucap Rinjani
" udah ko tadi gue udah ngabarin " ucap Vanya
" bagus deh gue gak mau kalo nanti nyokap lu khawatir karena lu belum balik " ucap Rinjani
" tenang ajh lu dah beres belum sih gue dah laper ini " ucap Vanya
" iya ini dah beres gue keringin dulu rambut setelah itu kita cuss ke bawah " ucap Rinjani
setelah beres dengan aktivitasnya mereka pun keluar dari kamar dan berjalan menuju lantai utama di sana masih ada om nya dan Daddy dari Rinjani..
" Dad ko dah pulang " tanya Rinjani
" iya sayang Daddy ingin cepat pulang karena tau kalo anak Daddy pulang " ucap Rey
" iihhh Daddy bisa ajh " ucap Rinjani
Rey pun melirik ke arah Vanya..
" siang om saya Vanya " ucap Vanya gugup
" siang juga kamu anaknya pak Erwin ya " tanya Rey
" iya om " ucap Vanya
" ko Daddy tau sama papanya Vanya " tanya Rinjani
" oh itu papanya Vanya kan kerja di perusahaan Daddy dibagian marketing " ucap Rey yang ditanggapi oh ria sama Rinjani..
sedangkan Vanya hanya diam dia baru tau kalo papanya kerja di perusahaan milik ayahnya Rinjani dia menjadi semakin tak enak kalo lama-lama tinggal disana..
" emm Jan gue balik ya " ucap Vanya
" loh ko balik kita kan belum makan " ucap Rinjani
" gak usah nyokap barusan chat suruh balik " ucap Vanya berbohong
" loh ko dadakan banget " ucap Rinjani
" iya gue juga gak tau " ucap Vanya
" kamu makan dulu disini bareng kita " ucap Rey
" eh gak usah om mama suruh aku pulang ada yang penting katanya " ucap Vanya
" ya udah hati-hati ya di jalan dan thanks dah anterin gue " ucap Rinjani
" iya sama-sama om aku pamit " ucap Vanya sambil mencium tangan Rey..
" Ka aku pamit " ucap Vanya ke Richie sedangkan Richie hanya berdehem mengiyakan..
" assalamualaikum " ucap Vanya
" walaikumsalam " ucap mereka serempak..
Vanya pun keluar dari rumah Rinjani dan melajukan motornya menuju rumahnya..
" temen kamu sopan banget ya " ucap Rey
" iya Dad dia anaknya gak enakan " ucap Rinjani
" kenapa begitu " tanya Rey heran
" gak tau dia sering banget di katain sama anak-anak sekolah kalo dia berteman sama aku dan Renata hanya ingin famous doang Vanya kan dari orang yang sederhana apalagi tadi Daddy bilang kalo papanya kerja di perusahaan Daddy dia jadi merasa gak enak sama kita padahal Rinjani tuh seneng berteman sama dia " ucap Rinjani panjang lebar..
" iya Daddy juga merasa kalo dia anaknya baik " ucap Rey
mereka pun akhirnya makan bersama dengan bahagia walaupun hanya bertiga..
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😇😇
happy reading guys 😇😇