Hai hai hai ini karya kedua Author ya.
Menceritakan seorang perempuan yang sangat dingin dan datar jika dengan orang yang baru di kenalnya, tetapi jika dengan keluarga dan orang terdekat nya dia ramah dan juga jail.
Ada suatu kejadian sehingga membuat dia menjadi gadis yang sangat dingin dan datar.
Kejadian di mana saat seseorang yang sudah di anggap first love olehnya pergi tanpa pamit dengannya sehingga membuat dia menjadi gadis yang tidak pernah ingin berhubungan dengan laki laki manapun selain Daddy dan Abangnya.
Namun dia dan Sahabatnya memiliki sifat yang bar bar dan juga tomboi, suka tawuran sehingga membuat mereka berkali kali di keluarkan dari sekolah, namun tidak membuat mereka jera.
Mereka bertiga memiliki hobi yang sama, yaitu Tawuran, Berantem dan juga Balapan, bukan karena apa, tapi semua itu hanya sekedar untuk permainan mereka saat mereka bosan.
Apakah Adiba Shakilla Atmarini Rahardian di pertemukan dengan seseorang yang sudah di anggap firs love nya itu ??
Bagaimana cerita selanjutnya ? Yuk kita ikuti ceritanya ❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maulida_ap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BG_Eps 11
Maaf kalo selama ini gw egois, gw janji akan menjadi Killa sahabat kalian yang dulu " ucap Killa menatap kedua mata Kiya.
" Apa yang lu katakan benar ?" tanya Kiya berbinar.
" Hm " jawab Killa mengangguk.
" Terimakasih banyak Killa " ucap Kiya senang dan memeluk Killa erat.
" Sama sama, justru seharusnya gw yang berterimakasih dengan kalian berdua karena kalian berdua sahabat sekaligus saudara gw yang selalu bersama dengan gw, dan selalu ada buat gw " jawab Killa tulus dan membalas pelukan Kiya dengan tak kalah erat.
" Ehem, kalian berdua pelukan engga ngajak ngajak Gita, Gita ngambek nih " canda Gita berpura pura cemberut.
" Eh " kaget Killa dan Kiya.
" Sejak kapan lu di sana Gita ?" tanya Kiya
" Sejak dari tadi " jawab Gita cemberut.
" Ulululu Gita gw sayang sini sini peluk " ucap Killa merentangkan kedua tangannya kepada Gita.
Gita yang melihat Killa merentangkan kedua tangannya tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk memeluk Killa juga, Gita berlari kecil ke arah Killa dan Kiya dan langsung memeluk mereka berdua, jadilah mereka berpelukan bertiga.
" Sudah sudah, lebih baik kita nyemil dulu, nanti malahan engga dingin lagi air nya " ucap Kiya di angguki mereka berdua.
Mereka bertiga akhirnya memakan cemilan yang di beli Gita sambil bercerita dan sesekali tertawa bersama sama.
Sedangkan dari kejauhan ada tiga pasang mata yang memperhatikan mereka sedari awal sampai akhir, mereka awalnya ingin berkenalan dengan Killa, Kiya dan Gita, namun di urungkan mereka karena melihat situasi keadaan mereka bertiga.
" Jadi mereka bertiga lahir di tanggal, bulan dan tahun yang sama " kaget Rian.
" Cuman beda jam " jawab Erik
" Luar biasa banget mereka bertiga ya ? walaupun mereka tidak satu rahim, tetapi mereka bertiga sudah bersama sama sejak masih di dalam perut, apa jangan jangan orang tua mereka sahabat ya ?" ucap Erik menebak.
" Kemungkinan begitu, seperti orang tua kita bertiga, kan mereka sahabatan dari kecil " jawab Rian yang setuju dengan tebakan Erik.
" Tetapi kita tidak seperti mereka tuh " ucap Erik.
" Ya bedalah Erik, kemungkinan mereka bertiga hanya kebetulan " jawab Rian.
" Mungkin kali ya ?" ucap Erik lagi.
" Bagaimana, apakah kalian masih ingin berkenalan dengan mereka ?" tanya Rendi dingin.
" Ya masihlah " jawab Rian dan Erik bersemangat.
" Huft " helaan nafas Rendi.
" Ayo kita samperin mereka bertiga " ucap Erik bersemangat.
" Ayo ayo " jawab Rian yang tak kalah bersemangat.
Sedangkan Rendi hanya mengikuti kedua sahabatnya saja, dia bingung dengan kedua sahabatnya yang sangat bersemangat untuk berkenalan dengan ketiga anak baru itu.
Rendi, Rian dan Erik berjalan beriringan menuju bangku yang di duduki Killa, Kiya dan Gita.
Sesampainya mereka di hadapan Killa, Kiya dan Gita mereka bertiga menyapa Killa dkk.
" Hai, boleh kami duduk bareng kalian ?" tanya Rian tersenyum manis.
Kiya melihat sekeliling kantin, namun masih banyak bangku yang kosong.
" Kenapa tidak di bangku lain saja ? masih banyak tuh bangku kosong " jawab Kiya dingin.
" Kiya engga boleh gitu " peringat Gita.
" Hm " jawab Kiya cuek.
" Jadi gimana, apa kita boleh duduk bareng kalian bertiga ?" tanya Rian sekali lagi dan masih dengan senyuman manisnya.
" Boleh kok, silahkan, engga ada yang ngelarang " jawab Gita tersenyum manis.
( Senyuman nya manis banget ) batin Erik.
" Ah terimakasih " jawab Rian di balas anggukan oleh Gita.
" Kalian sudah pesan makanan ?" tanya Gita lagi.
" Sudah kok " jawab Erik tersenyum tipis.
" Kalian engga pesan makanan juga ?" tanya Rian
" Kami hanya nyemil, karena kami masih kenyang " jawab Gita lagi.
Sedangkan Killa dan Kiya hanya diam memasang wajah datarnya.
( Bersambung )
Tp kok penculiknya ingat saja wajah Killa kan sekarang udah gede,apa motif jya menculik Killa lagi setelah sekian lama🤔🤔🤔🤔