NovelToon NovelToon
Daddy, I Love You!

Daddy, I Love You!

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Duda / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Wida Dwi Oktafiani

'Seharusnya kamu sadar Fahisa bahwa dia menikahi kamu bukan untuk menjadi istri yang dicintai, tapi hanya untuk menjadi ibu pengganti'

Fahisa Diandra Aditama, gadis berusia 20 Tahun yang bekerja di salah satu Taman Kanak-Kanak yang terletak di kawasan perumahan elite membawanya kepada suatu kejadian tak terduga yang merubah hidupnya.

Pertemuan Fahisa dengan putri seorang CEO yang merupakan seorang duda membawanya kepada sebuah ikatan sakral bernama pernikahan.

Tapi, Fahisa harus menelan kenyataan pahit bahwa lelaki yang dinikahinya masih sangat mencintai istrinya yang sudah meninggal dan kenyataan itu membuat Fahisa berniat untuk membebaskan diri ketika rasa cinta mulai datang menghampiri.

Dia tidak mau perasaan itu semakin jauh.

Tapi, bagaimana jika perlahan Daffa mulai terbiasa dengan kehadiran Fahisa?

Akankah dia mempertahankan Fahisa disisinya dan juga putrinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wida Dwi Oktafiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebelas

Pagi ini cuaca cukup cerah dengan penuh semangat Sahara sudah siap dengan seragamnya untuk berangkat sekolah, senyumnya terlihat begitu lebar dia tidak sabar untuk segera berangkat kesekolah bersama Fahisa. Sedangkan itu di dapur Fahisa baru saja selesai membuat sarapan dan juga segelas susu untuk Sahara dia juga sudah menata meja makan seperti biasanya.

Di sisi lain ada Daffa yang masih bersiap di kamarnya dia akan berangkat kerja lebih awal karena memang ada pertemuan penting hari ini. Senyum Daffa mengembang ketika melihat Sahara dan Fahisa yang sudah duduk di ruang makan bahkan anaknya sudah makan lebih dulu.

"Kenapa Ara tidak menunggu Daddy hmm?" Tanya Daffa membuat anak itu mendongak dan tersenyum polos

"Ara sudah lapar Daddy terlalu lama." Jawab Sahara

Saat Daffa sudah duduk Fahisa langsung menyiapkan sarapan untuk suaminya lalu bersama-sama mulai menyantap sarapan masing-masing. Setelah selesai Fahisa meletakkan piring kotornya di dapur yang nantinya akan dicuci oleh Bi Santi salah satu pekerja Daffa.

"Daddy kenapa kita tidak bareng saja berangkatnya?" Tanya Sahara dengan bibir mengerucut

"Daddy harus cepat sayang nanti Daddy bakal jemput Ara sama Mommy juga, gimana?" Tawar Daffa supaya anaknya itu tidak merajuk

Dia tidak bohong kantornya dan sekolah Sahara memang berlawanan arah akan memakan waktu cukup lama, tapi jika tidak ada pertemuan penting hari ini Daffa pasti akan mengantarkan anaknya terlebih dahulu.

Sahara mengangguk singkat, "Janji dulu sama Ara!"

Sambil menjulurkan jari kelingkingnya Sahara menatap Daffa dengan senyuman manisnya membuat pria itu ikut tersenyum dan menautkan jari kelingkingnya dengan jari Sahara.

"Janji tuan putri." Kata Daffa

Sebelum suaminya itu berangkat Fahisa mencium punggung tangan Daffa.

"Hati-hati ya." Kata Fahisa sambil tersenyum manis hingga menampilkan lesung pipitnya

Daffa mengangguk singkat lalu langsung menaiki mobilnya dan berlalu dari sana. Sedangkan Fahisa masih menunggu Sahara yang sedang memakai sepatunya.

"Mommy sudah." Kata Sahara

Fahisa tersenyum lalu mengulurkan tangannya kepada Sahara yang langsung anak itu genggam dengan cukup erat. Kemudian bersama-sama mereka pergi ke sekolah Sahara dan juga ketempat dimana Fahisa pernah bekerja dulu.

Atau

Bolehkah jika Fahisa menyebutnya sebagai tempat dimana dia berhasil menemukan kebahagiaannya?

¤¤¤¤

Saat sampai di Taman Kanak-Kanak tempatnya mengajar dulu ada banyak temannya yang datang menghampiri lalu mengucapkan selamat atas pernikahan Fahisa yang hanya dibalas wanita itu dengan ucapan terima kasih dan senyuman manisnya. Sedangkan Sahara setelah mencium kedua pipi Fahisa anak itu langsung berlari kedalam untuk menghampiri teman-temannya yang sedang bermain.

"Mommy Ara berangkat dulu yaa." Kata Sahara sambil mencium kedua pipi Fahisa lalu berlari untuk menghampiri teman-temannya

Selepas Sahara pergi seorang wanita yang seumuran dengannya menghampiri Fahisa dengan senyuman lebarnya dan saat melihat siapa orang itu senyum Fahisa ikut mengembang.

"Aku kangen banget sama kamu Sa." Kata Hana sambil memeluk Fahisa erat

Mereka berdua memang cukup dekat mengingat umur mereka yang terpaut sama, sedangkan guru-guru lainnya rata-rata mereka sudah berkepala tiga. Ya, meskipun masih ada beberapa lainnya yang masih berusia dua puluhan, tapi tetap saja Hana lah yang paling dekat dengan Fahisa.

"Aku juga Han nanti kita hangout bareng ya?" Ajak Fahisa

"Ide bagus, ayok nemuin Bu Dian dia nanyaiin kamu terus sama aku." Kata Hana sambil merangkul temannya itu dan membawanya ke kantor guru

Memasuki kantor Fahisa kembali tersenyum ketika beberapa orang memberi ucapan selamat kepadanya. Saat menghampiri Dian wanita paruh baya itu tersenyum senang, dia bangkit dari tempat duduknya lalu memeluk Fahisa dengan erat.

"Ya ampun Hisa Ibu kangen banget sama kamu." Kata Dian membuat Fahisa terkekeh pelan

Dia sudah menganggap wanita itu seperti Ibunya sendiri karena saat pertama kali bekerja disini Dian lah yang mendampinginya dan mengajari banyak hal bahkan tidak jarang dia juga membantu Fahisa ketika sedang mengalami kesulitan.

"Hisa juga kangen banget sama Ibu." Kata Fahisa sambil membalas pelukannya

"Sa aku keluar ya," Bisik Hana yang langsung diangguki olehnya

"Bu saya keluar dulu ya." Kata Hana kepada Dian

Setelah Hana pergi Dian dengan segera memperisilahkan Fahisa untuk duduk dan keduanya mulai berbincang.

"Ibu senang Sa akhirnya kamu menemukan pasangan hidup kamu dan Ibu lebih senang lagi saat melihat kebahagiaan di wajah anak Ibu." Kata Dian sambil tersenyum tulus

Dian tau kehidupan Fahisa saat baru pertama kali bekerja disini, anak itu mengalami banyak kesulitan yang membuatnya bersimpati kepada Fahisa. Tapi, ternyata rasa simpati itu berubah menjadi rasa sayang kepada seorang anak. Iya, Dian menganggap Fahisa seperti anaknya sendiri.

Fahisa tersenyum, "Terima kasih Bu dan maaf karena tidak bisa bekerja disini lagi, sebenarnya Hisa masih mau, tapi Mas Daffa gak izinin."

"Gak masalah Nak, asalkan kamu sering-sering main kesini." Kata Dian

Mereka kemudian kembali membicarakan tentang beberapa hal sampai sepuluh menit kedepan sebelum akhirnya suara bel membuat Dian tersadar bahwa kelas akan segera dimulai.

"Kamu mau pulang?" Tanya Dian yang langsung diangguki oleh Fahisa

"Hmm nanti aku kesini lagi untuk jemput Sahara." Kata Fahisa

Dian mengangguk mengerti lalu tangannya mengusap pelan rambut Fahisa.

"Hati-hati ya Nak." Kata Dian sambil tersenyum.

Mereka berdua berjalan bersama keluar kantor, tapi bedanya Fahisa menuju gerbang depan sedangkan Dian pergi ke kelas untuk mengajar anak-anak.

Memasuki mobil Hadi supir yang sudah bekerja dengan Daffa selama lima tahun terakhir langsung melajukan mobilnya kembali ke rumah. Ada perasaan aneh ketika Fahisa harus di antar dengan supir seperti ini karena biasanya gadis itu selalu menggunakan bus atau ojek kalau mau pergi kemana-mana.

Tapi, dia harus terbiasa kan?

¤¤¤¤

Selesai menghadiri pertemuan penting Daffa kembali dibuat pusing dengan kehadiran kedua teman baiknya yang entah ada keperluan apa sampai tiba-tiba ketika dia memasuki ruangannya mereka berdua sudah duduk manis di sofa dengan dua cangkir kopi di meja. Kehadiran kedua orang itu sebenarnya sudah sering terjadi, tapi Daffa benar-benar merasa kesal kalau keduanya itu membuat keributan di ruangannya.

"Ngapain kesini?!" Kata Daffa kesal

Wajahnya terlihat sangat lelah dia baru saja melakukan pertemuan yang memakan waktu dua jam setengah dan ketika ingin sedikit bersantai diruangannya Daffa diganggu dengan kehadiran dua orang ini.

"Gangguin lo." Jawab Wira dengan santai

"Serius Wir! Gue panggilin satpam nanti lo berdua!" Ancam Daffa

Fahendra berdecak kesal, "Ck. Emosian banget dah lo Daf, kita ada perlu untuk sampein sesuatu"

"Apa?!" Tanya Daffa tidak sabaran

Terkekeh pelan Wira menghampiri Daffa yang sedang duduk di kursi kebesarannya dengan mata yang sibuk menatap ke laptop. Mereka, Wira dan Fahendra memang tidak sesibuk Daffa keduanya sama-sama memiliki usaha dibidang makanan dan kesibukan mereka tidak terjadi setiap hari.

"Ndra bawa sini Ndra." Kata Wira sambil menoleh ke arah Fahendra yang sedang meminum kopinya

Menghampiri Wira dia mengeluarkan flashdisk dari saku celananya dan memberikan benda itu kepada teman baiknya. Menduduki dirinya di meja kerja milik Daffa dia mengabaikan tatapan tajam temannya itu dan malah meletakkan flashdisk yang diberikan Fahendra tadi di dekat laptop Daffa.

"Ini Daf udah kita cariin." Kata Fahendra membuat Daffa mengerutkan dahinya bingung

"Cariin apa? Memang gue minta cariin apa sama lo berdua?" Tanya Daffa bingung

"Film, lo kan mau bulan madu kan? Nah sebelum pergi lo nonton itu dulu." Kata Wira dengan santainya

Sudah mulai mengerti kemana arah pembicaraan mereka Daffa rasanya benar-benar ingin menghabisi kedua orang itu sekarang juga.

"Ada banyak itu Daf kita udah pilih yang paling mantap dah pokoknya." Tambah Fahendra

"Lo orang bener-bener mau gue panggilin satpam ya?!" Ketus Daffa

"Apaan dah? Bukannya makasih malah marah-marah." Ujar Fahendra membuat Daffa semakin kesal dibuatnya

"Untuk apa sih? Gak butuh gue yang ginian gue udah berpengalaman." Kata Daffa membuat kedua temannya itu terkekeh pelan

Daffa menggelengkan kepalanya tidak mengerti lagi dengan kelakuan dua orang ini, kenapa mereka gak sadar-sadar sih? Masih aja coba ini film kayak gini ditonton mana nawarin segala.

Kan sayang.

"Ini bintangnya hot Daf lo harus liat." Kata Wira

"Lagian kan lo udah lama gak nonton begituan terakhir pas...."

Belum sempat Fahendra menyelasaikan perkataannya Daffa sudah lebih dulu melempar tumpukan kertas yang ada dimejanya ke muka pria itu tidak perdulu kertas-kertas itu penting atau tidak dia akan memikirkannya nanti. Bukannya takut mereka berdua malah tertawa, tapi beneran itu satu flashdisk isinya film semua terniat emang.

"Nyari mati ya lo berdua?!"

1
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒆𝒓𝒆𝒏𝒏𝒏𝒏𝒏𝒏𝒏𝒏 𝒄𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂𝒏𝒚𝒂 👍👍👍👏👏👏😘😘😘
Dwi Wardani
😭😭😭😭😭😭
Fatmawati Alican
baru baca ampe bab7 sih..rasanya cerirtanya aman2 aja..blm ada konflik..secara tulisan cakep bgt ..katawnya mengalir dgn cantik tanpa typo shngg serasa ammmaaan aja..
arfan
up
Saras Dewi
👍👍👍
Siti Nurjanah
ceritanya lama amat terlau medetail....di persingkat gitu hamilnya udah 9buln gitu
Siti Nurjanah
tepat dugaanku...kmu ja yg bidoh dafa
Siti Nurjanah
aneh deh masa sih di rumah orang kaya gaada cctv....bodoh nya si daffa dia ga peka sama gelagat dan pirasat....masa kmu ga punya anak buah buat cari tuh si pelaku...ktny orang kaya...ga greget bngt sih
Siti Nurjanah
coba panggilannya ke istrinya di ganti...jngn panggil nama trs ga asyik kayanya
Siti Nurjanah
ceritanya datar terlalu mendetail sampe pagi siang mlm beruntun ceritanya.....aga di percepat gitu
Rhenii RA
Kek bocah😒
Liannawaty suparman
aq salah baca thor he he he...hrsnya baca yg ini dlu trs baca kisah sahara ma arjuna trs baca devano ma devina baru dah baca istri manja Zico wkwkkwkwk...aq ulang dah nanti baca lagi kisah Zico ma devina...lucu soalnya..semangat thor 😋😉
Imroatul Mufidah
minta 1 yg seperti daffa bisa ???
Imroatul Mufidah
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Imroatul Mufidah
alurnya pelan ...
Kim Seok Jin
ko ia
naviah
mampir thor
Nadia Laili
hamil anak pertama bawaannya tiap pagi sampai menjelang siang harus mendengarkan Linkin Park keras 2 hahaha,metal kali calon anakku, hamil anak kedua,pingin baca koran Kompas harus Kompas gak mau yg lain,jd selama kehamilan langganan Kompas hahaha
Dewi Ruli
yeeeiii...selamat yaaaa....semoga sehat & selamat sampai si kembar lahir....pasti seruuu deeeh....thor...jng di bikin keguguran lagi yaaa....linu....sedih bacanya....👍❤😘😍
maylinda
kaya Vano yg lagi ngomong y 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!