Season 1 dan Season 2 sudah TAMAT
*****
Melanie atau yang biasa di panggil Lani anak dari pasangan Cindy dan Adrian (Novel Mencari Gadisku) sudah mulai memasuki dunia Kuliah bersama sahabat nya Bunga disana dia bertemu dan bertengkar dengan mantan senior bernama Gilang.
Lama kelamaan hubungan itu mulai berubah dari benci jadi cinta dan mereka pun jadian. Sampai pada hari itu mamanya merencanakan perjodohan untuknya. Pucuk dicinta ulam pun tiba keluarga Lani dan Gilang berteman dan saling menjodohkan anak mereka.
Beberapa tahun kemudian mereka menikah, kemudian setelah menanti lama Lani pun hamil. Ujian pun kembali datang menghampiri rumah tangganya, seorang wanita yang ternyata cinta pertama Gilang tiba-tiba muncul...
Setelah sebelumnya banyak kejadian yang mereka alami, Lani masih sanggup menghalau. Tapi kali ini... ditambah dirinya yang ternyata... harus mengikhlaskan suaminya...
******
Nah lohh gimana tuh jadi nya..?
Seperti apa kelanjutan nya, baca terus ya. Jangan lupa like, komen, share, dan yang penting Vote ya 🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Murniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Selamat
Gilang yang begitu mendengar langsung berlari mencari tanpa membawa senter, hanya bertumpu pada cahaya bulan yang lumayan terang malam itu.
"Lani Lo dimana,,?" gumam Gilang
Gilang sudah melewati papan larangan dari sisi yang lain, dia lama menatap papan itu yang seperti nya menghadap kearah yang salah.
"kenapa nih papan ko aneh ya,, perasaan harusnya gak gini kan ngadep nya..?" gumam Gilang
Gilang mengeluarkan Hp nya "ah, sial gue kan belum save nomor Hp nya Lani,!" batin Gilang
"Lani,,,!!!" teriak Gilang memanggil
"Laniii,,,,!!" panggil Gilang lagi
Lani yang samar mendengar namanya dipanggil membuka mata, "aku disini,,!" jawab nya dengan suara lemah
"aku dibawah sini,,!" katanya lagi pelan sekali hampir tak terdengar.
Lani ingat dia sudah merekam suaranya, Lani mencari pena nya dan menyalakan nya, hingga terdengar suara yang membahana dari dalam lubang tepat tak jauh dari Gilang berdiri, sementara Lani sendiri sudah pingsan.
Gilang menengok, dan menerangi nya dengan senter Hp nya nampak sebuah gundukan daun dan ranting, lagi-lagi terdengar suara dari dalam sana. "jangan-jangan Lani ada didalam lubang,,!" batin Gilang
"Lani,,!!" Gilang teriak dari atas dengan tangannya menyingkirkan daun dan ranting kayu. Setelah beberapa menit lubang kayu terbuka terlihat dengan senter Lani meringkuk dibawah sana.
Gilang seketika loncat kedalam membangunkan tubuh Lani yang lemas.
"Lani bangun sadar,,!!" ucap Gilang
Lani langsung memeluk Gilang, mereka duduk berdampingan berdua dengan kepala Lani bersandar di dada Gilang dan Gilang memeluk bahu Lani. Dengan tangan satunya Gilang mengeluarkan Hp tapi sayangnya tak ada signal.
"Lani lo meluk gue,,,!" ledek Gilang
"iya gue tau, udah gak usah bawel, gue kedinginan tau..!" jawab Lani
"Lo laper gak,, nih gue ada roti makan aja,,!" Gilang mengulurkan tangannya memberikan roti ke Lani
Lani menatap roti lalu menatap wajah Gilang, "cuma satu,,!" ucap Lani
"iya lah, cuma satu tadi baru aja mau gue makan eh denger kalau Lo dan temen Lo belum kembali jadi gue kantongin dan langsung nyari Lo,!" jawab Gilang
"ooohh pantesan udah kebuka plastiknya,, nih !" Lani membelah roti nya menjadi dua dan menyerahkan separuh ke Gilang
"gak usah, Lo makan aja abisin, gue masih ada di tenda,,!" jawab Gilang
"itu kan di tenda, disini kita cuma punya makanan ini. percuma dong kalau gue kenyang terus gantian Lo yang pingsan,,!" balas Lani dan memasukan roti ke mulut Gilang
"emang Lo pikir kalau gue kuat gendong Lo yang pingsan ke tenda,?!" ucap Lani
"ya tapi pelan-pelan dong,, kalau keselek gimana kan gak ada minum!"
"telen ludah aja,,!" jawab Lani santai
"emang dasar jorok Lo,!" balas Gilang
"yeeee gue nyuruh telen ludah sendiri, bukan ludah orang lain tau..!"
"oiya gimana ceritanya ko bisa masuk ke lubang sih,,?" tanya Gilang penasaran
Lani menceritakan semua kejadian saat dia menemukan lubang ini tanpa ada nya tanda papan larangan.
"emang Lo gak baca adanya papan larangan,,?"
"papan larangan apaan,, gak ada tulisan apa-apa ko,,!"
"pasti ada yang sengaja menghilangkan papan itu,, terus lanjut ceritanya..!"
Lani terus melanjutkan ceritanya, sampai saat Putri yang muncul dan juga mengeluarkan pena yang ada rekaman suara dirinya dan Putri.
"ternyata Lo cerdas juga ya, gue kirain bar-bar doang,,!" ledek Gilang
"gue emang cerdas, bahkan lebih cerdas dari Lo."
"ooohhh udah makan roti ya, jadi bisa balas. tadi apa kabar yang meringkuk,,,!" ledek Gilang
"oke rekaman itu bisa jadi bukti kejahatan nya.! apa gue boleh liat pena Lo, kaya nya bagus..!"
"kenapa,, jangan bilang Lo juga pengen punya pena kaya gini, gak boleh.!" Lani langsung menyimpan nya kesaku nya
Gilang menatap Lani yang begitu menyayangi pena nya, "aduh kenapa masih gak ada signal sih,,?" sesal Gilang yang kembali melihat Hp nya
"sampai kapan kita disini,, kenapa Lo juga malah ikutan masuk kedalam sini sih,,!" sesal Lani
"sampe ada pahlawan bertopeng yang datang menyelamatkan kita,,!" jawab Gilang asal efek kesal tak di kasih liat pena Lani
"idih Lo seneng nonton kartun Sailor moon ya,, ko tahu pahlawan bertopeng sih,,!" balas Lani
"kenapa sih kesan nya Lo menyesal gitu, gue kesini buat bantu Lo,,!"
"tapi kenyataan nya apa,,?"
"tapi kan gue bantu Lo sedikit mengurangi rasa lapar Lo he-he-he,,,!"
"haduhhh iya deh iya,, makasih.!"
"Lo bilang apa,,?"
"Lo gak denger ya,,?"
"gak coba ulangi,,!"
"makasih,,!"
"nah gitu kan manis,,!" balas Gilang yang langsung sukses membuat rona di pipi Lani
"untung malem, jadi gak keliatan deh,,!" pikir Lani
"apa sekarang kita bisa berteman,,?" tanya Gilang
"kaya nya gak bisa deh, Lo tau kan gue kejebak disini karena siapa,,?"
"ya tau,, tapi apa hubungannya dengan gue yang pengen berteman sama Lo,,?!"
"Putri yang tau nya gue benci sama Lo aja gue berhasil masuk kedalam lubang,, gimana kalau dia tau kita berteman, haduh masuk kemana lagi gue nanti..!" jawab Lani
"kenapa jadi mikirin Putri, bentar lagi dia dan dua cewek yang selalu ngikutin dia itu akan gue bikin kapok bahkan kalau perlu tidur dan penjara.!"
"widih serem amat,, gak perlu lah sampai penjara, dia kan gak bunuh gue. cukup kasih hukuman skorsing aja kali,,!"
"ya terserah Lo deh, yang penting kita berteman ya,,!"
"ko Lo maksa sih,,!"
"biarin oke,,!" Gilang mengulurkan tangannya.
"gue akan jawab kalau kita udah berhasil keluar dari lubang ini.!"
"oke,, Lo bisa gak naik gue angkat keatas,,!" tanya Gilang
"bisa ayook,,!" Lani bersemangat
Gilang berjongkok "Lo injek pundak gue ya,, pegang atas nanti gue dorong naik..!"
Lani mengikuti perintah Gilang, dia naik ke pundak Gilang mencari pinggiran lubang menahan badan nya dan Gilang mendorong bokong nya naik.
"heh,,, kurang ajar siapa suruh Lo pegang pantat gue,,,!!!" teriak Lani
"gak usah bawel cepet naik,,!"
Lani berhasil naik "udah ya dah,,,!!" teriak Lani pergi
"woiii,,, Lani wah sialan dia ninggalin gue..!!" teriak Gilang marah
"he-he-he tapi bohong,,, ha-ha-ha,,!!" Lani tertawa dan melongok diatas lubang
"dasar awas Lo ya,,!" Gilang bersiap naik dengan ancang-ancang.
Huppp !! berhasil meraih pinggiran lubang dan ditarik oleh Lani keluar hingga mereka jatuh bersama dengan Gilang diatas Lani. Sedetik kemudian mereka diam dan saling tatap.
"woiii berat tau bangun,,,!!" ucap Lani
"oh sori, abis enak sih he-he-he,,!" ledek Gilang
"Lo sengaja ya,,? cari kesempatan dalam kesempitan..!"
"Kita impas ya he-he-he,,!" Gilang bangun dengan tangan terulur membantu Lani berdiri.
Judulnya: NERAKA DALAM,RUMAH TANGGAKU
boleh kasih kritik dan saran
agar aku bisa kaya AUTHOR yang lain.
makasih 😘
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa