"Belum ketemu juga!? Kalian akan mati jika tidak menemukannya!" Bentak Rafanda Airen, mengacaukan acara pertunangannya sendiri.
"Rafa, semua orang---" Kalimat Titania disela.
"Aiyue menghilang. Jadi jangan menggangguku dengan acara konyol ini." Pemuda yang melangkah hendak meninggalkan area ballroom.
"Dia hanya sekretaris! Asisten! Pembantu! Aku calon istri yang setara denganmu!" Teriak Titania, memegang jemari tangan Rafanda, bersamaan dengan beberapa pengawal yang menghalanginya pergi.
"Bukan! Aku yang memberinya nama Aiyue, sedangkan namaku Airen." Rafa tertawa dalam tangisannya mengeluarkan senjata api dari dalam jasnya.
Dor!
*
Bagaimana tentang seorang anak berusia 7 tahun, yang tersenyum dengan sengaja memilih bayi mungil untuk menemani hidupnya. Memberinya nama Giovani Aiyue, serupa dengan namanya Rafanda Airen.
Mengendalikan hidupnya bagaikan boneka, Aiyue adalah boneka kecil dalam kendalinya. Boneka yang pada akhirnya retak meninggalkannya,karena telah memiliki hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11. Pedang Dan Perisai
Pemotongan gaji, surat peringatan, pemecatan, rekomendasi kenaikan jabatan, serta kenaikan gaji. Segalanya diurus dalam setengah hari, mengapa ini harus dilakukan olehnya? Untuk mempertahankan karyawan yang royal. Dan memberhentikan beberapa lintah.
Ada beberapa kesalahan besar seperti absen berhari-hari tanpa alasan, korupsi, kegagalan dalam pengambilan proyek, segalanya ditinjau dalam evaluasi bulanan yang mengerikan. Berkeliling bersama manager HRD, dari satu departemen ke departemen lainnnya. Tidak semua perusahaan melakukan demikian. Namun berbeda halnya dengan Rafa, sumber daya manusia harus benar-benar dapat diandalkan bukan?
Hingga tepat pada pukul 11 siang. Departemen terakhir yang akan mereka masuki. Suara kasak-kusuk terdengar, beberapa orang diantaranya memandang Rafa dengan tatapan berbeda. Tatapan yang benar-benar aneh, bagaikan melihat Superman yang memakai celana d*lam di luar celana panjang.
"Novanda, surat peringatan pertama." Ucap manager HRD.
Karyawan itu maju, mengambil surat peringatan. Sedikit melirik ke arah Rafa.
"Aku sendiri kali ini! Imelda! Pemecatan secara tidak hormat! Tuntutan ganti rugi dan pengembalian dana perusahaan karena melakukan penyimpangan anggaran. Jumlah totalnya 456. 734. 000!" Tegas Rafa, berjalan menuju karyawannya yang melakukan korupsi.
"Ma...maaf pak! Tolong jangan ---" Tapi kata-katanya terhenti. Kala Rafa mengambil handphone wanita itu yang masih menyala, di atas meja.
Men-scroll ke bawah, bukan hanya media sosial tapi sudah tersebar di group what's up kantornya. Rafa memejamkan matanya sejenak, menghela napas berkali-kali, kembali meletakkan I-phone tersebut.
Melangkah mendekati Aiyue dan sang manager HRD.
"Kamu lanjutkan evaluasi bulanannya sesuai keputusan yang kita diskusikan," perintahnya pada manager HRD.
"Baik pak!"
Sedangkan dirinya kemudian berjalan mendekati Aiyue."Ada masalah, buka group Facebook kantor!"
Aiyue melakukan perintah majikannya. Wanita yang membulatkan matanya. Ini gila! Bosnya seberapa pun pelitnya tidak mungkin mau menjadi benalu dalam hidup wanita.
Status dari Titania penyebabnya. Akun media sosial wanita itu yang memiliki jutaan followers mengunggah status lengkap dengan lagu menyayat hati, serta gambar dirinya yang menatap jendela sembari menangis.
Bertuliskan.
'Memiliki calon tunangan kaya pewaris JH Corporation, belum tentu membuat bahagia. Dia selalu menjadi benalu dalam hidupku. Membentakku hanya karena dia tidak sempat memakan sarapannya. Melakukan kekerasan padaku, bahkan mengancam nyawaku.'
Ribuan komentar bertambah setiap detiknya, diunggah ulang oleh orang-orang.
"Aku akan mengatasinya." Ucap Aiyue penuh senyuman.
Sedangkan Rafa tiba-tiba menerima panggilan dari ayah Titania. Pria paruh baya yang ingin bertemu dengannya.
"Aiyue! Atur ulang jadwalku! Geser semua pertemuan, alihkan pada sore atau malam hari. Jika tidak segera diatasi, nilai saham perusahaan dapat turun beberapa poin." Ucap Rafa melangkah menuju ruangannya.
Berlawanan arah dengan Aiyue yang melangkah menuju tempat lain. Sekretaris profesional? Itulah dirinya, jika difikirkan lagi dimana lagi orang gila itu mendapatkan wanita seperti ini. Wanita penurut yang dapat melakukan apapun.
"Wanita sialan ini!" Geram Aiyue berusaha tersenyum. Menatap ribuan komentar yang terus bertambah setiap detiknya.
'Titania yang malang, tidak disangka begitu tampan. Tapi nyatanya prilakunya begitu buruk.'
'Sabar! Masih banyak bintang di langit. Tinggalkan dia, tuntut, agar dia menyesal dan membusuk di penjara.'
'Ini benar-benar kasus kekerasan dari pacar benalu. Aku juga pria, tapi cara orang ini memperlakukan wanita benar-benar sampah! Titania kami mendukungmu!'
Dirinya membuka berbagai media sosial milik wanita itu, dan semakin banyak lagi dukungan untuk Titania serta hujatan untuk Rafa.
Hal pertama yang harus dilakukannya adalah menghubungi hacker ilegal. Serta menyewa orang-orang disewa khusus untuk membuat komentar positif. Entah apa istilahnya, namun kelompok pencitraan media sosial memang ada, asalkan bayaran sesuai. Maka mereka akan menyerang haters.
"Akan aku transfer setengahnya lagi jika pekerjaan kalian memuaskan. Entah sebut dia setan, wanita bayaran, buat banyak meme aneh yang menyindir Titania dan gosip panas yang tidak melibatkan Rafa! Akan ada bonus jika hasilnya di luar ekspektasiku. Satu lagi, ingat proyek amal tahunan JH Corporation? Unggah semua foto sebagai kebaikan yang tidak diumbar. Bandingkan dengan Titania yang menjadikan amal sebagai ajang mencari followers." Perintahnya menutup sambungan telepon pertama.
Wanita yang kembali melangkah, menuju meja kerja salah seorang karyawan. Memakai komputer orang sembarangan. Kali ini yang dihubunginya adalah pengacara."Siang, saya Aiyue, sekretaris CEO JH Corporation, tolong buatkan surat gugatan tentang pencemaran nama baik. Buat tuntutan dalam jumlah besar, kami ingin uang akibat nilai saham yang turun kembali."
"Tunggu dulu, apa ada tindak kekerasan atau pelecehan? Sebaiknya jujur, agar saya dapat mengatur strategi untuk keluar dari situasi ini." Ucap sang pengacara di seberang sana, mungkin berita tersebut telah terdengar olehnya.
"Tidak ada, Rafa tidak memukul orang kecuali pria yang menggangguku. Pelecehan juga tidak! Bagian lehernya bersih dari cakaran dan noda keunguan, badannya tidak berbau parfum wanita, dia juga terlihat cukup tidur, kecil kemungkinan dia melakukan pelecehan. Karena aku yang paling mengerti kondisi fisiknya." Jawab Aiyue, sembari membuat beberapa surat pengajuan penawaran wawancara untuk wartawan. Mengingat Titania merupakan selebgram, sekaligus wakil CEO perusahaan milik ayahnya.
"Jika begitu ini akan lebih mudah. Satu jam lagi saya akan menemui anda di kantor JH Corporation." Ucap sang pengacara mematikan panggilan.
"Wanita yang merepotkan..." Gumam Aiyue, menghubungi hacker. Sedangkan jemari tangannya masih bergerak di atas keyboard.
"Cari informasi tentang Titania, kelemahan atau apapun yang salah, tentang wanita penghibur satu ini! Satu lagi, retas semua akun media sosialnya. Pastikan akun media sosialnya lumpuh selama 24 jam. Biarkan dia kebingungan menghadapi kegilaan ini..." Senyuman menyungging di wajah penjahat yang sok polos ini, setelah hacker menyetujui permintaannya.
Membuat kehidupan seseorang menjadi lebih buruk daripada kematian? Hal yang biasa dilakukan olehnya. Ingat! Dirinya bukan sektretaris biasa! Dirinya sektretaris Rafanda Airen yang paling polos dan baik hati. Bahkan ada staf senior yang menyamakannya dengan asisten pemilik JH Corporation, generasi sebelumnya.
Wanita yang selalu tersenyum. Menyembunyikan pisau tajam di belakang punggungnya.
*
Sedangkan Rafa lebih pada menghubungi beberapa partner bisnisnya. Meyakinkan tidak ada yang salah, dan kerjasama masih akan tetap berjalan. Aiyue yang menyerang sedangkan dirinya yang bertahan. Itulah posisi mereka kala menghadapi masalah.
Hingga tepat pukul 3 sore. Seseorang berjalan memasuki ruangan tanpa ada yang mencegah. Tentu saja ini karena Aiyue masih berada di luar kantor.
"Kamu apakan putriku!?" Ucap Aldiano, menarik kerah kemejanya. Kemudian dengan cepat Rafa menepisnya.
"Tunjukkan bukti visum jika aku melukainya?" Rafa menadahkan tangannya.
Pria paruh baya itu terdiam mengepalkan tangannya. Matanya menatap nyalang pada orang ini."Kamu menguras uang putriku selama ini?"
"Tuan Aldiano! Aku baru bertemu dengannya satu hari. Atas dasar perusahaan kita yang akan menciptakan keuntungan besar jika aliansi pernikahan terjadi. Dia tinggal di apartemenku, membeli berbagai hal tidak berguna di supermarket seperti orang gila! Lalu ingin berhubungan di luar nikah denganku." Rafa terdiam sejenak kemudian tersenyum.
"Aku menolaknya, sebelum kami menikah. Dia kemudian keluar tanpa memakai pakaian dalam. Hanya mengenakan dress saja. Paginya putrimu mengambil roti bakar yang aku buat. Aku pergi ke kantor tanpa sarapan. Ada aku menghajarnya? Dia tidak terluka sama sekali." Ucap Rafa menjelaskan pelan.
"Tapi...dia mengirim foto kulitnya yang memar---" Kalimat pria itu dipotong.
"Di bagian mana?" Tanya Rafa sinis. Mengetahui mungkin tidak akan ada jawaban dari pria ini.
masa tamat begitu aja🙄😭😭😭
but
aku puas banget,Rafa ketulah sama omongannya sendiri ya ttg bapaknya
nice ending
beautiful story'
love full buat othorrrrr
aku makin padamu
malah jadi takut kita
aku suka keributan ini
kuaci udah abis Ama othor,CK
bentar lagi farell Dateng
makin serruuuu
tapi kalau mang dr sana nya kau setia
ada 1001 alesan buat kau setia
hidup itu pilihan bukan,sekali lagi?
biasa pada celap celup sama bini orang apa
kok kyk gitu di normalisasi kan