Arthur adalah seorang anak yang terlahir dengan Mana atau energi sihir yang cacat.
ia lahir di dunia sihir dimana dunia tersebut sihir sangat dibutuhkan. ia memiliki cita cita untuk menjadi Penyihir terhebat di kerajaan dan juga mencari tahu tentang ingatan-ingatan samar yang sering ia lihat dalam mimpinya.
Akankah ia mampu menjadi penyihir terhebat dan menguak semua pertanyaan mengenai ingatan tersebut?
Note:
Main character tidak dibuat langsung overpower. akan ada developement character atau pembangunan karakter agar lebih menarik oleh karena itu Alur akan berjalan sedikit lambat.
ini adalah karya pertama saya. bila ada kesalahan atau kurang seru tolong di maklumi yaa.
agar author semangat lanjutin jangan lupa like dan komen.
mohon dukungannya yaa terimakasih🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pandu Diwanata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apa yang terjadi padaku?!
Mereka berjalan menuju asrama sekolah. asrama pria dan wanita berjarak tidak cukup jauh. Keduanya hanya berjarak kurang lebih 500 meter.
Asrama sekolah sendiri terletak diluar lingkungan sekolah dan bisa dibilang tidak memiliki penjagaan yang ketat bahkan tidak ada staf sekolah sehingga memungkinkan siswa laki untuk bermain ke asrama wanita dan sebaliknya dikarenakan usia mereka telah 18 tahun. Oleh karena itu hampir setiap tahun ajaran baru ada banyak siswa pria segera mencari pasangan tentunya untuk saling bersenang-senang. Dan tidak sedikit juga siswa perempuan disana yang kesulitan uang menjual dirinya kepada senior.
Setelah menyelesaikan registrasi, Arthur pun mendapat kunci kamar bernomor 13 di lantai pertama. Ia langsung bergegas menuju kamarnya.
Setelah masuk, ia langsung melompat ke kasur dan menghela nafasnya. Ia melihat sekeliling. Menurutnya kamar ini tidak terlalu buruk.
Kamar itu dilengkapi dengan satu kasur, satu kursi serta meja, rak buku, dan kamar mandi dalam. Kamarnya pun terlihat sangat terawat. Ia mengingat bahwa ia memiliki banyak uang. Tentunya ia tak boleh menghabiskannya dengan sia-sia. Ia berpikir bagaimana uang itu dapat dihabiskan dengan sangat bermanfaat.
Seketika terlintas di benaknya tentang pasar senjata sihir.
"Oh iya benar, dengan uang sebanyak ini tentu saja aku bisa mendapatkan barang yang sangat bagus disana" gumam Arthur sambil tersenyum sendirian memikirkan barang seperti apa yang akan didapatkan nantinya.
Disisi lain Elina juga sedang merapikan kamarnya. Setelah dirasa cukup bersih, Ia kemudian melepaskan pakaiannya. Sejak kecil ia memang terbiasa tertidur tanpa pakaian sedikitpun dan tak bisa tidur jika tidak memeluk guling.
Ia pun kemudian berbaring di kasur sambil merentangkan kedua tangannya. Sejenak ia merenungkan apa yang baru saja terjadi dengan dirinya dan adiknya itu.
"Apa yang terjadi padaku?apa yang sudah kulakukan? Mengapa aku menamparnya? Bukankah pelukan adalah hal yang wajar bagi saudara kandung?" gumam Elina sambil menutup kedua mata dengan tangan kanannya.
".....hidup bersama…" tiba-tiba saja kata-kata itu kembali muncul di benaknya dan kembali membuat wajahnya merona. Ia pun telungkup dan menutupi wajahnya dengan guling.
"Hentikan, kumohon hentikan Elina, jangan berpikiran aneh terus, dia itu adalah adik kandungmu" ucapnya sambil memeluk guling dan menendang nendang kasurnya.
Fantasi liar Elina muncul. Ia berusaha keras untuk tidak mengikuti hatinya. Belakangan ini memang ia heran dengan sikapnya sendiri kepada Arthur.
Semenjak mereka dewasa Elina merasakan hal yang berbeda. Ia melihat Arthur sebagai pria dewasa padahal ia adalah adik kandungnya sendiri.
Menurutnya hal ini terjadi karena ia terlalu membaca kisah romantis. Padahal nyatanya tidak. Hati takkan pernah bisa dibohongi. Elina bersikap seperti itu adalah hal yang wajar karena Arthur sendiri sendiri sebenarnya bukan saudara kandungnya. Namun ia tak mengetahui hal itu. Jonathan dan Nora tak pernah memberitahunya.
.
.
.
.
Keesokan harinya mereka berdua bersiap-siap untuk pergi sekolah. Hari ini adalah hari pertama mereka sekolah.
Seperti biasa Arthur selalu bangun pagi dan berolahraga ringan sebelum beraktivitas. Ia pun segera menggunakan seragamnya dan langsung menuju pintu keluar asrama. Setelah keluar ia kaget melihat Elina telah menunggunya di bawah pohon depan asrama. Ia pun segera menghampirinya.
"Wah tumben sekali kau menungguku seperti ini" ucap Arthur yang terlalu percaya diri.
"Hah?! Menunggumu? untuk apa aku menunggumu? Koin emas milikku kurang 100, kemarin aku salah hitung" ucapnya dengan wajahnya sedikit jutek.
Keduanya pun menjadi pusat perhatian. Mereka mengira bahwa keduanya merupakan sepasang kekasih. Para murid laki-laki juga terpana melihat kecantikan Elina yang dibalut oleh seragam sekolah.
"Oi,itu kan anak yang tidak bisa menggunakan sihir, bisa-bisanya dia langsung punya perempuan secantik itu" bisik seorang pria berambut kuning kepada teman di sebelahnya. Mereka memperhatikan Arthur dan Elina sambil berjalan.
Tak ingin menjadi pusat perhatian, Arthur langsung merogoh saku nya dan memberikan koin emas yang kurang.
"A-apa!? Dia membayar wanita itu? Kurang ajar padahal masih hari pertama tapi dia telah meniduri seorang perempuan" bisik yang lainnya.
Karena tak kuat dibicarakan oleh orang-orang itu, Elina dan arthur langsung pergi menuju ke kelasnya masing-masing.
Suasana di sekolah jauh lebih ramai dibandingkan saat pendaftaran. Lorong lobby menuju kelas pun sesak karena dipenuhi siswa.
Kelas Arthur dan Elina saling bersebelahan. Letaknya tepat berada di lantai ketiga.
Setelah sampai di depan kelas mereka pun berpisah. Arthur segera mencari tempat duduknya. Namun, ada beberapa siswa yang duduk di meja dan berdiri menghalangi Arthur. Mereka tentu mengenal Arthur. Mereka pun membuka jalan untuknya. Disaat Arthur melaluinya tiba tiba ada kaki yang mengait kaki Arthur sehingga ia terjatuh. Mereka pun menertawakannya..
"Ada apa sobat? apakah kamu kesulitan" ucap seseorang dengan nada meledek sambil mengulurkan tangannya.
Arthur tak menghiraukannya. Ia kembali berdiri dan lanjut mencari kursi yang kosong. Ia pun memilih untuk duduk di paling belakang tepatnya bagian pojok kanan.
Ia segera duduk dan membersihkan mejanya. Saat ia menoleh ke samping kiri, matanya terbelalak melihat orang duduk di sampingnya adalah Damian.
"Kau?!" sambil menunjuk Damian.
Damian hanya meliriknya dengan dingin
"Masih hidup?" tanya Damian singkat.
"Pertanyaan macam apa itu? aku adalah Arthur yang akan menjadi komandan wizard selanjutnya, tentu saja aku tidak akan mati semudah itu" Ucap Arthur yang menunjuk dadanya dengan jempol.
Damian hanya tersenyum sambil menutup kedua matanya.
.
.
.
.
Tak lama datang seorang pria berambut hitam panjang dengan jubah hitam dan topi runcing khas penyihir.
Para siswa pun langsung menempati tempat duduknya masing-masing. Dia adalah guru untuk kelas B selama 6 bulan kedepan. Namanya adalah Gustav.
Pria itu berdiri di depan kelas dan berkata:
"Halo anak-anak, aku adalah orang yang akan membimbing kalian selama 6 bulan kedepan. Aku harap kita semua bisa bekerjasama dengan baik" sapa gustav sambil tersenyum.
finally
semangat terus thor 💪
semangat terus Thor 💪
thank's. up nya cerita ini makin menarik
👍👍👍👍👍
tunggu kelanjutan kisah ini .......!!!
buat author semangat terus 💪
maaf. ya Thor. 🙏🙏🙏 komentar aku julid ....
semangat Thor 💪
Arthur adalah seorang dewa kematian karena itu aku mengingatkan pada author tentang kekuatan Arthur.
seorang dewa kematian haruslah kuat dan tak tertandingi kekuatannya tapi disini kekuatan Arthur masih lemah .
next Arthur harus kuat
jangan bikin pembaca jadi malas baca alias bosan karna MC nya lemah.
apa lagi MC disini adalah dewa kematian yaitu dewa yg paling ditakutkan bahkan oleh para dewa .
oke Thor semangat terus ya...💪😘😘💖💖👍👍