NovelToon NovelToon
KUJUAL PERAWANKU DEMI NENEK

KUJUAL PERAWANKU DEMI NENEK

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Perjodohan / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 4.6
Nama Author: akos

Kisah seorang cucu yang relah mengorbankan mahkotanya demi menyelamatkan nyawa sang nenek.

Rindu nama gadis itu, dia harus bertemu dengan seorang pria yang sangat kejam dan juga di takuti di kota itu.

Apa yang akan terjadi berikutnya yuk mari ikuti kisah selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon akos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. HAMIL

"Apa.......?," Fathur berlari kecil dan menghampiri mereka.

"Astaga kenapa dia bisa pingsan seperti ini. Apa kata-kataku tadi sangat kasar padanya ataukah dia Frustasi karena Aku memecatnya. Kalian bertiga, cepat panggil Dokter Herman kemari dan suruh dia segera datang keruanganku," Fathur mengangkat tubuh Rindu dan membawanya masuk kedalam ruang kerjanya.

"Baik Tuan," Ketiganya pun pergi meninggalkan tempat itu menuju ke ruangan Dokter Herman.

Setelah tiba di dalam ruang kerjanya, Fathur meletakkan tubuh Rindu diatas sofa dan duduk disampingnya.

"Kenapa badanya panas sekali, Apa dia sakit?," Fathur memegangi dahi Rindu dengan telapak tanganya.

Fathur kemudian bangkit dari tempat duduknya dan berjalan kearah kamar mandi.

Tidak lama kemudian, Fathur keluar dari dalam kamar mandi sambil membawa handuk kecil yang sudah dia basahi terlebih dulu dan dia peras airnya.

Fathur meletakkan handuk kecil tersebut di kening Rindu.

"Bocah ini terlihat manis bila dia sedang tertidur. Tapi kalau dia bangun, dia seperti serigala yang tidak ada takut-takutnya sama sekali denganku. Beda dengan perempuan di luar sana, sekali Aku bentak pasti mereka sudah menangis atau gemetar," Fathur terus menatapi wajah Rindu sembari mengelus pipinya.

Lama Fathur melakukan hal itu hingga tiga buah ketukan terdengar dari arah daun pintu ruangan tersebut.

Fathur bergegas berdiri sebelum orang tersebut memergokinya sedang menatap dan membelai wajah cantik milik Rindu.

"Masuk!," Fathur yang kala itu sudah duduk di kursi kerjanya kembali seakan-akan kalau sudah sudah sedari tadi duduk disana.

Pelan-pelan Daun pintupun terbuka dan tampak seorang pria parubaya berpakaian putih sedang menenteng tas hitam dengan Stetoskop bergantun di lehernya.

"Selamat siang Tuan, Kata Bu Mety, Anda memanggil Saya," ucap Dokter Herman sembari menundukkan kepalanya.

"Iya, Aku menyuruhnya memanggilmu karena seorang karyawan perusahaan sedang pingsan," Jawab Fathur rada-rada cuek seperti biasa sambil membuka file yang ada di hadapanya.

"Kalau boleh tahu dimana dia sekarang?" tanya Dokter Herman lagi.

Fathur tidak menjawab, dia hanya menunjuk kearah sofa dengan tatapan mata masih seperti tadi kearah berkas yang ada di depanya.

Dokter Herman melangkah menuju kearah sofa dan mendapati Rindu sedang tergeletak tak sadarkan diri diatas sana.

Dokter Herman sedikit mengernyitkan dahinya ketika melihat ada handuk yang menempel di dahi milik Rindu.

"Siapa yang sudah mengompres gadis ini?, Apa Tuan Fathur yang melakukanya?," Dokter Herman mengangkat Handuk kecil itu sembari menatap kearah Fathur.

"Apa lihat-lihat. Tadi itu sekertarisku yang melakukanya sebelum dia pergi keruanganya, Lagian mana mungkin Aku mau melakukan hal sebodoh itu," Fathur segera berkilah agar Dokter Herman tidak berpikir macam-macam tentangnya.

"Maaf Tuan, Saya tidak pernah berkata seperti itu. Apa lagi sampai menuduh Anda yang melakukanya," balas Dokter Herman gelabatan.

"Kalau begitu, cepat lakukan tugasmu," bentak Fathur lagi agar Dokter Herman tidak semakin curiga padanya.

Dokter Herman sudah tidak menjawab lagi, dia segera melakukan tugasnya seperti yang di perintahkan Fathur.

Tidak butuh waktu lama, Dokter Herman pun memasukkan semua peralatan medisnya kedalam tas, kemudian menulis sesuatu di sebuah buku kecil sebagai resep buat Rindu saat dia tersadar nanti dari pingsannya.

"Bagaimana keadaanya?, dan mengapa sampai dia pingsang seperti itu?," tanya Fathur mendekat kearah Dokter Herman.

"Keduanya dalam keadaan baik-baik saja, mungkin faktor kelelahan sehingga dia sampai Pinsang seperti ini. Tuan tolong berikan ini padanya nanti bila dia sudah sadarkan diri" Dokter Herman memberikan catatan kecil pada Fathur.

"Tunggu dulu, tadi kamu bilang kalau keduanya dalam keadaan baik-baik saja.Apa maksud dari ucapan mu itu," tanya Fathur sambil meraih catatan kecil dari tangan Dokter Herman.

"Perempuan ini sedang mengandung Tuan. umur kandungannya kira-kira satu bulanan lebih. Tapi untuk lebih jelasnya Tuan bisa menyuruhnya nanti untuk mengecek di dokter spesialis kandungan karena Aku yakin dia pasti belum menyadari kalau dirinya lagi mengandung. Kalau begitu Saya permisi dulu Tuan," Dokter Herman menunduk kemudian berputar arah dan melangkah menuju ke pintu keluar.

"Apa dia hamil?, Terus siapa Ayah dari anak perempuan malang ini," Fathur kembali menatap wajah Rindu dengan perasaan ibah.

Lama Fathur menatapi Rindu disana hingga, Rindu mulai terlihat melakukan gerakan-gerakan kecil.

"Hum......"gumam Rindu sembari menatapi seisi ruangan yang masih terlihat asing baginya.

"Dimana Aku ini?," ucapnya sambil memijit-mijiti kepalanya yang masih terasa sakit.

"Kamu ada di ruanganku sekarang," jawab Fathur mendekat kearah Rindu.

Rindu menatap kearah Fathur dengan wajah yang masih terlihat pucat.

"Kenapa Aku bisa ada disini?, bukankah tadi Aku sudah keluar saat kamu mengusirku!," Rindu mencoba mengingat kembali peristiwa sebelum dirinya pingsan.

"Kamu tadi pingsan, makanya Aku membawamu kemari karena Aku tidak mau kalau sampai para karyawanku menganggap Aku manusia yang tidak punya hati. Jadi, mau tidak mau terpaksa Aku membawamu kemari. Nih ambilah," Fathur menyodorkan catatan kecil yang baru saja berikan oleh Dokter Herman.

"Apa ini?," Rindu mengambil dan menatapi catatan itu.

"Itu adalah resep Dokter, kamu harus segera menebusnya soalnya kamu dan bayimu harus segera mendapatkan penanganan khusus dari dokter spesialis kandungan," balas Fathur.

Bagai disambar petir yang bertubi-tubi, Rindu segera bangkit dari tempat duduknya setelah mendengar perkataan Fathur.

"Apa, Bayiku?, Tuan jangan mengada- ngada. Pasti ini hanya karangan Tuan saja bukan supaya Tuan bisa terus menyakitiku," Rindu menatap Fathur dengan wajah yang mulai memerah.

"Apa untungnya Aku mengada-ngada kalau masalah Anak. Aku juga memiliki anak jadi Aku tahu bagaimana rasanya menjadi orang Tua. Bedanya disini Anakku anak Halal sedangkan kamu Aku tak tahu itu Halal apa haram. Mungkin kamu sendiri tidak tahu siapa Ayah dari bayimu itu bukan?," kembali Fathur menatap sinis kearah Rindu sembari melipat tanganya di depan dada.

"Kamu pasti bohong, tak mungkin Aku mengandung. Kamu pasti bohong, Hiks....hiks ..hiks," Rindu mulai menangis dan mendudukkan kembali tubuhnya diatas sofa.

Rindu menutup wajahnya dengan kedua telapak tanganya.

"Ya Tuhanku kenapa cobaan demi cobaan terus Engkau berikan pada hambaMu ini. Kenapa tidak sekalian saja Engkau mencabut Nyawaku. Ini terlalu berat bagiku Tuhan," Rindu terus saja menangis hingga Fathur mulai ibah dibuatnya.

"Sudalah!, Kamu jangan menangis kasihan calon bayimu. Dia pasti ikut sedih bila melihatmu seperti ini." Fathur memegangi pundak Rindu dan mengelusnya dengan sangat lembut tapi Rindu segera menepisnya.

"Jangan sentuh Aku, Aku tidak butuh Rasa kasihan pada manusia sepertimu," Rindu bangkit dari tempat duduknya dan berjalan sempoyongan menuju kearah pintu keluar.

Hatinya hancur jiwanya remuk.

👉Terus beri like, coment, vote agar Author lebih bersemangat untuk nulis...terima kasih.

1
Nurjana Bakir
lanjut
ollyooliver
gak masuk akal, jelas" rindu masih perawan tapi dibilang jalang,perempuan hina lah..trus nih pesona rindu sebagai pemeean utama gak kuat. bahkan setelah kejadian itu fathur tdk memikirkan rindu maksudnya ada daya tarik dari rindu untuk membuat fathur terus mengingat rindu..

gak cocoklah jadi pemeran utama wanita
ollyooliver
bukannya perjodohan mereka batal? trus knp tingkah rany seperti ini seolah fathur menerima kehadiran rany yg jelas tdk disukanya begitupun akos
siska@ggrei85
athor.. kok gak ada cerita rindu yang ke makan anak cowok nya sih.. penasaran deh di makam kan dmn..
RatuElla11: halo kak, mampir juga yuk kekaryaku, "Istri Simpanan Pemuas Tuan Eden."
total 1 replies
Ratna Ningsih
aaah jadi rindu serindu rindunyakaaaaaaan...sampek sampek mggak sabar mau nengok dedek bayi🤣🤣🤣
Ratna Ningsih
is abang abangan...hilamh sudah tuuuh gelar presidennya
Ratna Ningsih
🤣🤣🤣🤣🤣
Ratna Ningsih
/Facepalm/sakit perutku gigiku kering..gara gara fatur..lagaian bunga juga tidak minta di.bantu..
Heny
Rindu jng lebay km punya anak
Heny
Alhamdulillah smg mrk bahagia
Heny
Klau sdh mengakui halal kan biar sah
Heny
Rindu pergilah yg jauh biar Fathur menyesal
Heny
Akos anak siapa thor
Heny
Panti asuhan F dan R Fathur dan Rindu
Heny
Duh tuan Fathur jng galak2 ntar bucin
Heny
Cerita nya bagus thor
Heny
Akos ngomong nya jng cadel
Heny
Akos sdh tk knp ngomong msh pelat
Heny
Thor buat Rindu pergi yg jauh kasian selalu dihina
Heny
Rindu pergilah menjauh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!