perkenalan
namanya Roman maulana satria usia dua puluh empat tahun pendidikan sarjana hukum lulusan amerika.hidup sebagai preman jalanan walau merupakan putra konglomerat pewaris tunggal satria corp. kisah cintanya tak direstui ibunya. yok kita lihat perjuangan hidupnya untuk mengungkap kasus kematian kekasihnya yang dibunuh dengan menularkan virus covid 19 yang lagi viral dan menghilang dari kedua orang tuanya. mari kita masuk dalam kisah pertama pulang ke Idonesia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisnu Arca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menculik Morrin.
Toni tak bisa menahan amarahnya dia menyerang Nadira dengan membabi buta. Mendapat serangan seperti ini Nadira tersenyum sendiri.
Nadira sudah tahu kemampuan bela diri Toni. Maka diapun dengan mudahnya mematah serangan toni, hingga pada suatu kesempatan, Nadira tidak pikir panjang langsung menangkap tangan Toni dan mematahkannya. Ditambah lagi satu hantaman tangan kanan dan sebuah tendangan kaki kirinya mengenai lambung Toni yang sebelah kanan.
Tampa ampun lagi Toni terjerembab dan tak bisa bangun.
Yayan yang melihat Toni tergeletak tak bisa bangun langsung berlari nyamperin.
"Aduh, Ton...kok bisa dibuat seperti ini ton!" Yayan ngawur kata katanya karena tak bisa berbuat apa apa membantu Toni.
"Aduh...!" ringis Toni kesakitan.
"Ayo Ton bangun, aku bantu berdiri!" Yayan mengangkat Toni berdiri.
Setelah berdiri sambil meringis kesakitan Toni menunjuk Nadira
"Tunggu pembalasanku!" Toni mengancam Nadira sambil jalan tertatih tatih, dipapah oleh Yayan masuk kedalam mobilnya.
"Dasar mulut besar...pengecut, paling paling bisanya sewa orang!" ejek Nadira.
Mampus kau ucap Nadira dalam hati.
Ini yang dinamakan melempar kepala orang dengan sebuah bola yang kena kepala sendiri.
Bermaksud menyindir hati orang. Yang kena dirinya sendiri.
Pada malam harinya, didua tempat yang berbeda. kira kira pukul 02:15 pagi waktu Indonesia barat, pas tengah malam. disaat semua orang istirahat, ditempat mana semua orang yang terkena covid 19. Yakni di wisma atlet, bergerak segerombolan manusia bercadar mengendap endap tampaknya sedang menunggu seseorang.
Mereka semua mengenakan pakaian anti virus covid 19. Gerombolan ini dipimpin oleh laki laki tinggi besar yang tiada lain adalah Ghazan.
Dan benar empat orang berlari lari menuju tempat Ghazan dan kawan kawan menunggu.
"Ayo Bisri ajak langsung istrimu dan yang lainnya masuk kedalam mobil yang sudah kita tentukan!" perintah Ghazan pada Bisri.
"Siap bos!" timbal Bisri bergerak cepat.
Tampaknya apa yang dibincangkan Winda dan Ghazan adalah membawa kabur tiga pasien covid 19, yang masih terpapar.mereka semuanya perempuan.
Ini adalah sebuah rencana yang sangat jahat yang dilakukan dua mahluk yang dinamakan manusia, demi untuk mencapai keinginannya.
Sedang ditempat yang berbeda, dalam waktu yang bersamaan, gerombolan Winda bergerak menuju rumah kediaman Morrin. Dua mobil yang dipimpin Winda juga tidak menemukan kesulitan.
Seorang perempuan meronta ronta keluar dari rumah Morrin, berusaha menyelamatkan diri. Namun, dia tidak mempunyai kekuatan apa apa.padahal disekitaran rumah Morrin masih terlihat ramai.
Kedua mobil itupun berhasil menculik Morrin dengan mulut dilakban.
Malam ini Roman tidak bisa tidur hatinya diselimuti kegelisahan. Dadanya berdebar keras.
Entah kenapa malam ini bayang wajah Morrin senantiasa menyelimuti pikirannya seperti ada sesuatu yang terjadi pada diri Morrin.
Roman mencoba menghubungi Morrin berkali kali. Tapi, hand phonenya mati tidak bisa dihubungi.
Kembali Roman mencoba untuk memejamkan matanya tapi lagi lagi tak bisa.
Dirumah semua keluarga tidak ada yang tahu, kalau Morrin diculik dikamarnya. Mereka semua tidur dengan nyenyak dan tenang.
Disebuah apartemen, tiga wanita yang kabur dari wisma atlet langsung dimasukan dalam sebuah kamar yang lumayan besar.
Ghazan menemui mereka tetap dengan jarak dan pakaian anti virus covid 19.
"Kalian sekarang telah bebas,tidak terkurung lagi seperti orang yang di penjara. Untuk itu aku mohon kepada kalian semua istirahat disini tidak usah kemana mana!" kata Ghazan pada tiga perempuan yang terpapar covid 19 ini.
"Kami semua masih positip virus covid, kami tidak tahu apa tujuan bapak membawa kabur kami!" tanya Nayla perempuan ini tampaknya masih gadis.
"Berapa umurmu dik?" tanya Ghazan lembut.
"Sembilan belas pak!" jawab Nayla.
"Baik,menurut impormasi yang ku dengar ada dua diantara kalian bertiga adalah narapidana, siapa kira kira!" tanya Ghazan kembali mulai memainkan akal busuknya.
"Saya dan ibu tyla!" jawab Nayla terus terang.
"Siapa ibu tyla!" tanya Ghazan kembali.
"Yang itu pak!" tunjuk ibu maryam istri Bisri.
"Sekarang kalian kuberi pekerjaan dengan gaji yang menggiurkan!" tawar Ghazan langsung tanpa menunggu waktu lama lama lagi.
"Apa pekerjaannya pak!" tanya Nayla penasaran.
"Pekerjaannya tidak berat, hanya sebagai asisten seseorang saja seperti memasak mencuci pokoknya melayani keperluan seseorang!" jawab Ghazan terus terang.
"Benar ni pak!" tanya tyla ragu.
"Okey...agar kalian yakin dan percaya gaji kalian yang setiap bulan dibayar dulu baru bekerja. Bagaimana?!!" tawar Ghazan meyakin Tyla,Nayla dan Maryam.
"Kalau pekerjaannya seperti itu kita sih senang aja?!!" kata Nayla senang.
Ghazan terus memberi janji dan harapan, pada ketiga pasien covid 19 yang dibawa kabur dari wisma atlet.
Setelah semuanya okey dengan ketiga pasien covid 19 itu, Ghazanpun lalu mengatur tugas mereka.
Tidak lama kemudian, Winda datang bersama rombonganya, dengan Morrin yang mereka culik. Morrinpun kemudian dimasukan kedalam mobil yang sudah mereka tentukan jauh jauh sebelumnya.
Menjelang subuh, Sri mamanya Morrin. Bangun dari tempat pembaringan tidurnya. Lalu menggeliat sebentar dan memandang suaminya yang masih terlelap.
"Pak...pak ! sudah ngaji dimasjid!" Sri membangunkan pak Imran suami, dengan menggoyangkan tubuhnya perlahan.
Pak Imran juga menggeliat karena badannya terasa pegal pegal, lalu terbangun dari pembaringannya.
Keluar dari kamar tidurnya, pak Imran langsung menuju kamar mandi. Sedang Sri menuju kamar Morrin, untuk memastikan saja apakah Morrin sudah bangun atau tidak. Karena seperti biasanya Morrin sudah bangun terlebih dahulu lalu membangunkan mereka.
Tapi,
Malam ini Morrin tidak membangunkan mereka.
Baru saja bu Sri mau mengetuk pintu Morrin, bu Sri mengurungkan niatnya. Karena pintu kamar Morrin terlihat sudah terbuka sedikit.
"Morrin..." panggil bu Sri mendorong pintu kamar Morrin perlahan.
Tak ada jawaban dari Morrin. Bu Sri masuk kedalam kamar Morrin, didalam tampak gelap. Bu Sri menyalakan lampu.
Ternyata,
Didalam kamar Morrin tidak ada, yang ada kamar Morrin sedikit acak acakan. Bu Sri belum menaruh curiga apa apa, diapun keluar menuju dapur untuk menyiapkan sarapan pagi keluarga.
"Ma...aku sudah selesai!" beri tahu pak Imran pada bu Sri istrinya.
Bu Sri melepaskan pekerjaannya segera menuju kamar mandi.
"Morrin sudah bangun ma!" tanya pak Imran pada istrinya yang sedang berjalan menuju kamar mandi.
"Morrin tidak ada dikamarnya pak... kamarnya sedikit acak acakan!" lapur istrinya menghentikan langkahnya.
"Apa dia ada janji enggak dengan Roman, atau dia keluar joging sendirian!" tanya pak Imran.
"Biasanya sih dia beri tahu saya kalau mau jalan sama Roman!" jawab bu Sri.
"Iya ya sama aku juga pasti dia minta ijin dulu!" guman pak Imran. Mereka sedikitpun tak ada merasa curiga tentang putri mereka yang sudah diculik.
"Mungkin dia joging sendirian pak!" akhirnya bu Sri menduga putrinya sedang joging sendirian.
Sangat sempurna sekali penculikan yang dilakukan oleh kelompok Winda. Bagaikan orang yang sudah terlatih dan berpengalaman, sampai seisi rumah dirumahnya Morrin tidak tahu ada penculikan.
Nah,gays bagaimana kisah Morrin yang diculik apakah akan terbongkar?
Untuk mengetahuinya ikuti terus kisah selanjutnya. Jangan lupa like dan share.
Trimakasih....