NovelToon NovelToon
Musuh Bebuyutan Kok Pacaran?

Musuh Bebuyutan Kok Pacaran?

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis / Komedi
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

Dafa Mahendra itu kapten basket paling keren se-antero sekolah, tapi otaknya suka agak lemot kalau urusan cinta. Niatnya mau nembak Kinar Kirana (kapten basket putri) pakai cara super romantis di koridor yang gelap, Dafa malah salah sasaran! Akibat salah narik tangan karena panik, dia justru menyatakan cinta ke Lilis Nurmala—kapten cheerleader sekaligus musuh bebuyutannya yang super galak dan hobi adu mulut dengannya.

Sialnya, momen salah tembak itu viral! Demi menjaga gengsi dan menghindari hukuman dari guru karena bikin keributan, mereka terpaksa pura-pura pacaran. Di sisi lain, Kinar yang aslinya naksir Dafa mulai panik dan mencoba merebut Dafa kembali. Belum lagi Azril, kapten futsal yang protektif banget sama Lilis, siap menghajar Dafa kapan saja. Tapi, siapa sangka? Dari yang tadinya hobi bertengkar, saling mengejek, dan pasang jebakan jail tiap hari di kelas, Dafa dan Lilis justru pelan-pelan malah saling bikin baper beneran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah Tembak! 02.

Sentuhan kulit di pergelangan tangan itu terasa berbeda. Sedikit lebih kokoh, tidak serapuh Kinar yang biasanya langsung menarik diri saat didekati. Namun, ego Daffa yang sudah kepalang membumbung tinggi mengabaikan sinyal kecil dari indra perabanya.

Dalam remang koridor yang hanya disorot bias lampu taman, Daffa merasa malam ini adalah miliknya.

Detik berikutnya, Rian mengeksekusi tugasnya dengan sempurna. Alunan petikan gitar akustik yang mendayu lembut mulai mengalun dari pengeras suara portabel, menggema di sepanjang koridor sepi.

Niko di lantai dua menahan napas, memastikan fokus kameranya mengunci siluet dua manusia di bawah sana.

Cewek di depan Daffa membeku. Tubuhnya menegang kaku saat jemari Daffa menggenggam pergelangan tangannya, menariknya selangkah lebih dekat ke tengah koridor.

"Gue tahu lu pasti kaget," bisik Daffa, merendahkan suaranya agar terdengar sedalam mungkin seperti aktor-aktor di film romantis. "Tapi tolong, jangan potong omongan gue dulu kali ini."

Cewek itu tidak bersuara. Dia hanya berdiri mematung, kepalanya yang tertutup tudung jaket maroon oversize itu sedikit mendongak.

Dalam kegelapan, Daffa hanya bisa melihat siluet rahang dan binar matanya yang berkilat aneh. Daffa mengira itu adalah binar haru.

"Dari awal kita ketemu di ruang osis, gue tahu lu beda," Daffa memulai bait pertamanya dengan nada yang sengaja didramatisir. Jantungnya berpacu, tetapi adrenalin membuatnya merasa di atas angin. "Lu kayak bintang yang sengaja jatuh di antara tumpukan tugas-tugas sekolah gue yang ngebosenin."

Di lantai dua, Niko hampir saja menyemburkan tawa, tetapi ditahannya demi estetika video. Puisi itu murni bikinan Bams yang hobi membaca novel tahun sembilan puluhan.

Daffa menarik napas dalam, mempererat genggamannya yang mulai terasa agak berkeringat—entah keringatnya atau keringat cewek di depannya. "Setiap kali lu marah, setiap kali lu natap gue dengan mata galak lu itu, jantung gue rasanya kayak lagi ikutan ujian nasional. Deg-degan, takut, tapi bikin nagih."

Cewek itu perlahan menurunkan tas yang dipegangnya ke lantai. Gerakannya sangat pelan, seolah-olah dia sedang mengumpulkan energi yang luar biasa besar untuk menghadapi apa yang ada di depannya. Daffa yang telanjur mabuk suasana mengira respons diam itu adalah bentuk kepasrahan yang romantis.

"Kinar..." Daffa melangkah satu tapak lagi, memangkas jarak hingga dia bisa mencium aroma parfum yang menyengat.

Tunggu. Wanginya agak akrab, tapi bukan wangi vanila lembut yang biasa menguar dari rambut Kinar. Ini wangi stroberi tajam bercampur minyak angin yang sangat khas. Aroma yang biasanya membuat Daffa mendengkus sebal di koridor kelas.

Namun, otak Daffa yang sudah disabotase oleh rasa gugup menolak memproses kejanggalan itu. Dia terus melaju ke bagian inti penembakan.

"Gue gak butuh dunia yang sempurna," lanjut Daffa, matanya menatap lurus ke dalam manik mata siluet di depannya. "Gue cuma butuh lu yang jadi pelengkap ketidaksempurnaan gue. Jadi... lu mau gak, jalan bareng gue? Bukan sebagai temen sekelas, tapi sebagai pacar?"

Hening.

Instrumen gitar akustik dari ponsel Rian mencapai bagian chorus yang mendayu-dayu.

Suasana seharusnya mengharukan. Namun, keheningan di antara mereka berdua mendadak terasa mencekam.

Cewek di depannya tidak bergerak, tidak memeluknya, bahkan tidak mengeluarkan suara isakan haru.

Di ujung koridor, dekat sakelar utama, Bams yang sudah tidak sabar melihat hasil akhir mulai merasa waktunya sudah pas.

Sesuai skenario, saat Daffa selesai mengucapkan kalimat sakralnya, lampu harus dinyalakan agar Niko bisa menangkap ekspresi wajah merona Kinar secara aesthetic.

"Sekarang, Bams! Nyalain!" kode Rian lewat bisikan lewat walkie-talkie mainan mereka.

Cklek!

Sakelar utama ditekan. Lampu neon panjang di langit-langit koridor berkedip dua kali sebelum akhirnya menyala terang benderang, mengusir semua remang dan romantisasi instan yang dibangun Daffa sejak tadi.

Mata Daffa menyipit, menyesuaikan diri dengan cahaya yang tiba-tiba menusuk retinanya.

Fokus pandangannya turun ke wajah cewek yang tangannya masih ia genggam erat.

Detik itu juga, dunia Daffa rasanya runtuh.

Bukan Kinar Kirana dengan wajah anggun dan senyum tipisnya yang ada di sana.

Sosok yang berdiri di depannya adalah Lilis. Lilis Nurmala. Kapten cheerleader yang tiga jam lalu baru saja meneriakinya "cowok minim otak" karena Daffa tidak sengaja menumpahkan es teh di rok seragamnya.

Lilis yang rambutnya dikucir kuda ke atas karena dia sedang mencari ikat rambutnya yang hilang di koridor pasca-latihan.

Lilis yang kebetulan meminjam jaket maroon milik Kinar karena kedinginan setelah mandi di ruang bilas.

Mata Lilis melotot sempurna. Rahangnya mengeras, dan wajahnya sudah merah padam—bukan karena baper, melainkan karena menahan amarah luar biasa mendengar puisi super norak yang baru saja mampir di telinganya.

Daffa membeku. Tangannya yang memegang pergelangan tangan Lilis mendadak lemas seperti jeli.

"Lu..." suara Daffa tercekat di tenggorokan.

"DAFFAAAAAA!!! LU APA-APAAN, BAJINGAN?!" jerit Lilis histeris, suaranya melengking tinggi memantul di dinding-dinding koridor lantai satu. Dia langsung menyentakkan tangannya dengan kasar hingga pegangan Daffa terlepas.

"ANJIR! LILIS?!" Daffa ikut berteriak gila, melangkah mundur tiga langkah sampai punggungnya membentur loker besi dengan bunyi dentang yang keras.

Wajah cowok itu mendadak pucat pasi seperti mayat. "Kenapa jadi lu yang di sini?!"

"LU YANG TIBA-TIBA MATIIN LAMPU TERUS NEMBAK GUE PAKE PUISI LEBAY BEGITU, JINGAN!" Lilis berteriak sambil memungut tasnya, matanya menyala penuh murka. "Najis banget gue dibilang bintang jatuh! Lu bener-bener udah gila ya?!"

Dari lantai dua, kamera di tangan Niko bergetar hebat karena cowok itu langsung lemas menahan tawa yang meledak.

Rian di dekat speaker langsung mematikan lagu akustik yang mendadak terasa sangat ironis. Sementara Bams yang berdiri di dekat sakelar hanya bisa melongo dengan mulut terbuka lebar, menyadari bahwa proyek makcomblang sahabatnya baru saja berubah menjadi bencana nasional sekolah.

......................

...****************...

Tbc,

1
Gege Mas
yaaah pikir plotnya lilis hilang ingatkan..trus jadi berpuluh puluh episode buat kembali ingat dafa..🤣
Gege Mas
apik Dan epic
Gege Mas
perasaan di bab berapa sudah di perjelas..disini di putar balik lage.. othor memainkam durasi ini..🤣🤭
Rofiwan: satu bab doang /Sob/🤣
total 1 replies
falea sezi
makanya jangan bego dava.. ayo lis putusin hubungan pura2 kalian
falea sezi
makanya jd cowok jangan serakah suka lilis malah nemenin mantan gebetan🤣🤣 plin plan elu🤣
falea sezi
abis ne bodoh amat m dava donk lis jual. mahal putusin hubungan pura2🤣 berjuang apanya pret si dava
mars-venus
ceritanya gak bosenin asliii
mars-venus
jujur ini gimana caranya berenti baca novel.. berasa males kerja pen baca sampe akhir😫
falea sezi
lanjut
falea sezi
jual mahal lis ngapain ngejar cowok duluan🤣 ogah amat mending di cintai Dripada mencintai
falea sezi
biarin aja lis dava ma Kinar 🤣 nanti jg dia nyesel tp uda telatt🤣
falea sezi
lanjut q kirm hadiah
Gege Mas
luncurkan 10k kata Thor...gasskeun
Nita Nita
wekwekwekwek 😄
Queen Aisyah
woy, sampe keselek siomay saya baca ginian/Sob//Curse/
Nita Nita
😄😄😄😄😄🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!