Akira Yoshikawa, pengurung diri yang menghabiskan waktunya selama 4 tahun untuk menamatkan sebuah game yang hanya dimainkan oleh satu orang, dan orang itu adalah dirinya. Namun, setelah ia menamatkan game itu, hal mustahil mulai terjadi, Benua, Monster dan Raja Iblis yang ada di game semuanya menjadi nyata, bahkan beberapa orang dipilih menjadi Pahlawan untuk melawan para Monster, termasuk Akira, dan mereka yang dipilih sebagai pahlawan akan mendapatkan sebuah sistem.
Berbeda dengan Pahlawan yang lain, Akira ditakdirkan sebagai seseorang yang dapat menyelamatkan manusia dengan persentase tertinggi, walau dia tau, terkadang dia tidak menyadari, betapa kuat dirinya di hadapan orang lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laten Kishi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pahlawan Planet Lain
Akira yang sedang duduk di tepi kasur merasa pasrah karena statusnya sangat lemah, dia pun langsung berbaring di kasur sambil membentangkan tangannya, ia menatap panel hologram di depannya dengan wajah datar.
“Mungkin aku akan jadi korban pertama para monster,” gumamnya.
Ding...
[Hadiah yang tertunda akan diberikan]
"Hadiah?" pikirnya.
[Memberikan hadiah…]
GRUDUK!
Getaran kuat terasa di apartemennya hingga menggoyangkan monitor komputer di atas meja.
Akira yang sedang terbaring di kasur hanya mengamati sekitar dengan tetap tenang dan tidak panik.
Tak lama getaran kuat yang ia rasakan perlahan menghilang.
Ding...
[Pemberian Hadiah Berhasil]
[Pemberian Hadiah berupa sebuah 2 Retakan Portal]
[Quest pertama kebangkitan sang Raja Pahlawan selesai diproses]
[Quest Pertama:Pergi ke Retakan Portal Dan bertemu dengan Pahlawan Planet Lain yang melayani sang Raja Pahlawan]
[Hadiah Quest:Pahlawan Rank F]
[Anda bisa melihat rute ke Retakan Portal lewat peta yang diberikan Sistem]
[*Menunjukan Peta*]
Akira menatap peta yang ditunjukan sistem membuatnya sedikit terkejut karena mengingatkannya pada sesuatu.
”I-ini kan…”
Pukul 08:30 Malam Hari.
Akira berada di sebuah jalan yang disinari lampu-lampu, di hadapannya saat ini adalah gedung sekolah yang besar, dan terlihat sebuah lapangan sekolah yang ditengah- tengahnya terdapat sebuah Retakan Portal besar berwarna biru terang.
“Malas sekali aku harus kesini, mana jauh lagi, tapi, mau tidak mau aku harus tetap kesini buat selesain Quest,” gumamnya.
Akira pun langsung menyusup ke dalam sekolah lewat gerbang depan, setelah itu ia segera bergegas ke lapangan, namun saat ia baru menginjakan kaki di lapangan, sebuah cahaya senter menyinarinya dari arah belakang.
”Siapa Kau!? Sedang apa di sekolah malam malam begini!?”
Suara lelaki berteriak keras terdengar di belakangnya.
"Gawat, bagaimana ini," pikirnya
Akira pun hanya bisa terdiam membelakangi orang itu, walau panik ia tetap berusaha tenang, perlahan dia mencoba berbalik badan dan berharap tidak terjadi hal buruk padanya.
[Skill Bifurcation (5%):Aktif]
[Bifurcation (5%):Skill yang memiliki kehendak sendiri untuk aktif, jika skill ini aktif, Individu akan mewujudkan sebagian wujud dirinya yang lain kepada orang yang ditargetkan Skill ini]
“Hei! jawab pertanyaanku! kalau tidak—”
Belum sempat mengakhiri ucapannya, tiba tiba orang itu terdiam setelah melihat wajah Akira.
Di bawah langit yang gelap, disinari oleh sinar bulan, dia melihat garis garis hitam menutupi wajah Akira, disekitarnya ruang terlihat terdistorsi disertai dengan suara bising yang menusuk telinga.
Orang itu langsung gemetaran hingga senter yang dipegangnya tidak stabil, wajahnya berkeringat dingin, matanya membulat karena melihat sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan.
Dia mencoba membuka mulutnya namun tidak bisa, nafasnya justru terasa sesak, pijakan kakinya mulai tak stabil, tak lama kemudian matanya memutih dan jatuh pingsan di tempat.
[Skill Bifurcation:Nonaktif]
Akira menatap orang itu yang ternyata merupakan seorang polisi, dan ia sendiri tidak tau kenapa Polisi itu pingsan.
”Aku tidak tau apa yang terjadi, tapi aku ada urusan, mohon maaf aku pergi dulu.”
Akira bergegas lari ke arah retakan portal, hingga akhirnya ia berada tepat di depan Retakan Portal dengan lebar dan tinggi sekitar 3 meter.
Nafasnya terengah-engah karena berlari, dia sedang menunduk dengan kedua tangan di lutut lalu mengelap keringat yang bercucuran di muka dengan bajunya.
“Hah… hah… sudah lama aku tidak bergerak banyak.”
Dia kembali berdiri lalu menatap retakan portal di depannya, saat itu ia merasakan hawa dingin yang menusuk keluar dari portal itu, rasanya hawa dingin yang dikeluarkan membuatnya sedikit merinding.
“Dilihat dari dekat rasanya sangat berbeda, apa akan baik baik saja kalau aku masuk…” Akira menelan ludah mencoba tenang walau takut.
Untuk memastikan keamanan, dia hanya memasukan satu tanganya ke dalam portal yang kemudian memicu sistem muncul di hadapannya.
Ding...
[Retakan Portal:Pahlawan Planet Lain]
[Syarat masuk:Hanya yang memiliki Otoritas Raja Pahlawan yang diizinkan masuk]
[Pemilik Retakan Portal mengidentifikasi pendatang…]
[...]
[Identifikasi selesai]
[Diizinkan]
Portal itu tiba tiba seperti menyerap Akira kedalamnya disertai sebuah kilau cahaya yang terang hingga membuatnya menutup mata.
Saat ia membuka kembali matanya, ia menyadari bahwa dirinya sudah duduk di sebuah singgasana berwarna hitam bercampur emas, kedua tangannya berada di kanan dan kiri singgasana.
Di hadapannya terpampang pilar pilar tinggi di kanan dan kiri dengan sedikit sinar cahaya dari lentera yang terdapat di setiap pilar, di tengah-tengah antara pilar-pilar itu, terdapat jalan yang dilapisi karpet merah gelap.
Dan dihadapannya ada seorang Perempuan yang sedang bertekuk lutut dengan sedikit menundukan kepalanya, dia mengenakan pakaian ala bangsawan kerajaan yang membuatnya terlihat anggun, Perempuan itu memiliki rambut yang panjang berwarna kuning cerah, serta di samping pinggangnya terdapat sebuah pedang yang tersarung dengan indah.
”Selamat datang Tuan, saya Lumina siap membantu anda,” ucap perempuan itu.
Ding...
[Pernyataan Pahlawan diterima]
[Pahlawan Rank F Lumina berada di bawah Otoritas anda]
[Sistem sedang mengatur ulang Status dan Sistem Lumina]
[Mohon tunggu...]
Akira terkejut dengan apa yang dilihatnya, disaat bersamaan dia juga kebingungan dengan apa yang terjadi namun dia tetap bersikap tenang karena ada seseorang dihadapannya.
Da pun berpikir sambil melihat Perempuan bernama Lumina yang masih bertekuk lutut.
”Lumina? Bukankah dia pahlawan yang ada di game, tak kusangka dia benar-benar jadi nyata, namun... keadaan ini, rasanya aku merasa tidak enak."
Akira melihat dirinya yang sedang duduk di singgasana sementara Lumina bertekuk lutut sambil menundukan kepala di hadapannya.
“Aku harus tetap tenang, sebaiknya kusuruh dia agar lebih santai saja,” pikir Akira, sambil menarik nafas secara diam diam.
“Angkat kepalamu dan bersikap santai saja," ucap Akira dengan muka datar berusaha terlihat berwibawa dan tenang di hadapan Lumina.
Lumina pun segera mengangkat kepalanya, memperlihatkan wajah mudanya dengan mata berwarna kuning, menunjukan ekspresi yang tegas dan polos.
"Hmm, kalau dilihat dari kondisi sekarang sepertinya aku dianggap sebagai Raja, sepertinya aku harus bertanya sesuatu," pikirnya.
“Apa kamu tau sesuatu apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Akira.
Lumina dengan senang hati menjawab dan menjelaskan berbagai hal hingga membuat Akira yang mendengarnya terkejut.
Dalam penjelasan Lumina, Raja Iblis Zarvath melakukan penyerangan ke bumi untuk membunuh tubuh asli sang Raja Pahlawan, yang dimana Tubuh Asli sang Raja Pahlawan adalah Akira itu sendiri.
"Apa-apaan ini! awalnya game yang kumainkan jadi nyata, tapi ternyata game itu sendiri memang nyata, pantas saja aku dibilang sosok penting oleh sistem, dan lagi aku diincar, bagaimana ini..." pikir Akira dengan panik.
Ding...
[Pengaturan ulang Status Dan Sistem Lumina selesai]
"Hmm? apa ini?" Akira melihat panel sistem didepannya dengan bingung walau tidak menunjukkan ekspresinya.
[Berikut Status Pahlawan Rank F Lumina]
[Nama:Lumina
Umur:19 Tahun
Level:1
Class:Knight
Rank Pahlawan:F
ATK:40
DEF:38
DEX:30
INT:6
Skill:
[Heavy Slash]]