NovelToon NovelToon
RAHIM UNTUK ISTRINYA

RAHIM UNTUK ISTRINYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Ibu Pengganti / Mafia / Nikah Kontrak
Popularitas:29.4k
Nilai: 5
Nama Author: Wiw1tt

Aku hanya diminta untuk mengandung anaknya.
Tidak untuk dicintai, tidak untuk dipertahankan.
Setelah melahirkan, aku harus pergi… membawa hati yang hancur, dan meninggalkan bayi yang kukandung dengan air mata.

Namaku Naira.
Aku bukan siapa-siapa — hanya wanita yang dijodohkan demi rahimku, agar keluarga besar Arga punya pewaris.
Pernikahan ini semu, cinta ini tidak pernah diminta.
Tapi di setiap detik aku merasakan kehidupan tumbuh di dalam perutku, aku juga mulai merasakan sesuatu yang tak seharusnya: aku jatuh cinta pada suamiku sendiri.

Namun di rumah itu, ada satu nama yang tak pernah bisa kulewati — Raisa, istri pertamanya.
Wanita sempurna yang tak bisa mengandung, tapi memiliki seluruh hatinya.

Aku hanyalah bayangan, tapi bagaimana jika bayangan ini mulai memiliki cahaya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wiw1tt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CANGGUNG

Arga Memarkirkan mobilnya tepat di halaman rumah. Aku yang sangat lelah memilih untuk tertidur selama perjalanan. Bahkan Arga sama sekali tak membangunkan ku.

Saat aku membuka mata, disampingku sudah kosong, tidak ada orang. Bangunan bernuansa putih dengan struktur mewah membuatku tersadar akan mimpi yang menjadi kenyataan

.

Nafasku berhembus lirih, berkali-kali aku berbicara pada diri sendiri agar bisa mengontrol emosional yang mendominasi.

"Tenang Naira, ini hanya sementara" Bisik ku pada diri sendiri sambil menepuk dada pelan.

Saat aku melangkahkan kaki keluar dari mobil, Ada dua orang laki-laki berumur sekitar 50 an menghampiri ku.

"Nona sudah bangun, Mari saya antar ke dalam" Ucap salah satu orang tersebut sambil menundukkan kepalanya.

"O-oh iya" Jawabku terbata.

Mereka mengantarkan aku ke dalam rumah, membukakan pintu yang begitu megah seperti aku seorang Ratu.

Udara di rumah keluarga Arga terasa dingin — bukan karena cuacanya, tapi karena tatapan-tatapan yang menusuk dari setiap sudut ruangan. Aku tidak menemukan Arga disini, mungkin dia sudah masuk ke dalam kamarnya.

Dadaku bergemuruh hebat, tanganku bergetar. Tidak punya hak untuk menolak dan inilah nasibku sekarang. Aku harus berani berdamai dengan keadaan.

Hari pertama aku menjejakkan kaki di rumah itu, langkahku terasa seperti kesalahan besar.

Rumah besar dengan pilar putih dan taman indah di halamannya, tapi sepi.

Tak ada sapaan hangat, tak ada senyum selamat datang.

Hanya bisik-bisik pelayan yang menunduk dan pandangan kasihan yang mereka sembunyikan setengah hati.

"Mari saya antar ke kamar, Nyonya Naira" Ucap salah satu pelayan yang paling tua disana. Pelayan itu tersenyum tulus. Kalau Ibuku masih ada mungkin sekarang Sudah seusia ibu ini.

Aku hanya menganggukkan kepala, Dua orang pelayan berjalan ke belakang dengan mengangkat gaun ku. Aku sangat terbantu dengan itu.

Bukan tangga, Tapi aku memasuki lift. Apakah kamarku ada paling atas?

Aku berdiri di depan pintu kamar yang ditunjukkan oleh kepala pelayan itu.

"Ini kamar Nyonya Naira. Di sebelah kanan kamar Tuan Arga dan Nyonya Raisa."

Aku menatap pintu itu cukup lama sebelum menjawab, "Terima kasih."

Kata ‘Nyonya’ terasa aneh di telingaku.

Aku tidak pantas disebut nyonya di rumah ini. Aku hanyalah tamu -- atau mungkin lebih buruk, bayangan di antara dua hati yang saling mencintai tapi kehilangan harapan.

"Panggil aku Naira, Terimakasih sekali lagi sudah mau mengantarkan aku Bu" Ucap ku sopan. Aku tidak mau dipanggil Nyonya, Nona atau apapun itu.

Kepala pelayan itu tersenyum hangat.

"Baik Naira, Panggil saya Bi ira, saya hanya pelayan disini" Ucap kepala Pelayan itu.

Aku hanya tersenyum dan langsung membuka kamar yang sekarang katanya adalah kamarku. Ternyata koper pink kecil ku sudah ada di dalam. Kamar dengan warna abu-abu itu membuat suasana menjadi gelap. Berbanding terbalik sekali dengan kamarku yang dulu penuh dengan warna.

Sebelum aku mulai menata barang-barangku, alangkah baiknya aku membersihkan diri lebih dulu. Aku mulai membuka gaun ku dan menghapus riasan yang sangat tebal.

Aku rasa mandi air hangat akan membuatku lebih rileks.

 

Malam itu, saat aku sedang menata koper kecilku, pintu kamarku tiba-tiba diketuk.

Ketukan lembut, tapi cukup untuk membuatku gugup. Dengan langkah tergesa aku langsung membuka pintu itu perlahan.

Di depan sana berdiri Raisa.

Ia mengenakan dress maroon sederhana, wajahnya pucat tapi tenang. Badan dan mukanya memang terlihat tegas dan dewasa. Kalau dilihat dari umur aku terlihat sangat kecil disini. Raisa berumur 25 tahun, Arga berumur 27 tahun sedangkan aku? Aku masih berumur 21 tahun.

"Kita perlu bicara" katanya pelan.

Aku menunduk hormat. "Silakan, Mbak Raisa"

Dia masuk tanpa suara, menatap sekeliling kamar yang masih kosong. Aku mengikuti nya dari belakang seperti adik yang mengikuti kakaknya.

"Aku tidak ingin rumah ini berubah menjadi medan perang, Naira. Aku tahu... kau tidak salah dalam hal ini." Ucap Raisa langsung.

Aku tertegun. Aku kira ia akan marah, menuduhku perebut, tapi tidak.

"Pernikahan ini... keputusan Ibu dan Arga", lanjutnya lirih.

"Aku tak bisa memberi keturunan, Sedangkan Arga adalah anak satu-satunya dan mereka pikir... ini jalan keluarnya".

Aku tidak bisa menjawab apapun, aku bingung harus merespon seperti apa.

Raisa menatapku dengan tangan yang disilangkan di depan dada. "Kau akan tinggal di sini selama mengandung. Setelah melahirkan, kau boleh pergi. Tapi, satu hal yang harus kau ingat… jangan jatuh cinta pada Arga".

Kata-katanya menamparku lebih keras dari yang kukira.

Aku menggigit bibir, menahan perih di dada. "Aku tidak akan, Mbak. Aku tahu tempatku".

Dia tersenyum samar. "Bagus. Aku tidak ingin ada yang terluka lebih jauh dari ini. Arga tidak akan mencintaimu, jadi anggap ini sebagai bayaran hutang dari keluargamu untuk keluarga Arga"

Sebelum ia berbalik pergi, ia menatap perutku yang masih datar dan berkata pelan,

"Semoga anak itu lahir sehat… karena hanya dialah alasan semua ini terjadi."

Hatiku mencelos mendengar perkataan Raisa. Disisi lain memang itulah yang menjadi alasan mengapa aku dan Arga menikah.

Belum lima menit Raisa meninggalkan kamar, Pintu kamarku di ketuk kembali, aku langsung bergegas membuka pintu itu. Ternyata Bi ira lah yang tengah berdiri di sana dengan senyuman nya.

"Ayo turun dulu Nak, sudah waktunya makan malam" Ucap bi ira.

"Iya bi, Sebentar lagi Naira turun" Jawabku.

Setelah menutup koper, aku langsung beranjak turun ke bawah. Tidak menggunakan lift tapi menuruni tangga satu persatu. Bahkan untuk naik lift pun aku merasa kurang pantas disini.

"Sebelah sini Nak" Ucap bi ira menunjukkan meja makan yang hanya berisi Raisa. apakah rumah sebesar ini tidak ada orang. Aku kira semua keluarga Arga tinggal disini, termasuk ke dua orang tuanya.

Aku langsung mengambil duduk di depan Raisa. Setelah aku duduk Raisa langsung mengambil makan. Dengan hati-hati aku mengikuti apa yang Raisa lakukan. Kita hanya makan berdua, tidak ada Arga di sana. Entah dimana dia sekarang.

 

Selesai makan malam, aku langsung naik ke atas. Aku duduk sendirian di balkon kamar, menatap langit yang mulai berawan.

Arga belum pulang. Entah di mana ia berada, tapi aku tak punya hak untuk menanyakannya.

Hanya ada keheningan dan detak jam yang terdengar keras.

Aku mengusap perutku perlahan, seolah berbicara pada sesuatu yang belum ada.

"Jika nanti kau lahir, nak… jangan pernah merasa tidak diinginkan. Kau adalah alasan aku bertahan di tempat ini."

Satu tetes air mata jatuh di punggung tanganku.

1
Atifah Diani
lanjuttttt
Dewi Andika
kyknya author ny kehabisan ide🤭
Wiw1tt: LANJUTTTT
total 1 replies
Atifah Diani
lanjuttttt
Wiw1tt: LANJUT!!
total 1 replies
zoya
kapan lanjut nya thot
Wiw1tt: LANJUT!!
total 1 replies
Atifah Diani
lanjuttttt
Wiw1tt: LANJUT!!!
total 1 replies
anis abdullah
Reno bener gk sih
Wiw1tt: LANJUT!!
total 1 replies
zoya
blm up ka
Wiw1tt: LANJUT!!
total 1 replies
zoya
Lanjut ka
Wiw1tt: gass lanjuttt
total 1 replies
Atifah Diani
lanjuttttt
Wiw1tt: gass lanjuttt
total 1 replies
Dewi Andika
atau jgn2 raisa thor.. oh my god..
Wiw1tt: Mungkin aja si, kan raisa emang udah ngga suka sama Naira tuh 🤔
total 1 replies
anis abdullah
Kq aq curiga Raisa ya dalang dibalik semua ini
Wiw1tt: Tapi bisa jadi yang lain nihhh
total 1 replies
Atifah Diani
lanjut
Dewi Andika
duh.. curiga deh kalau reno tu sebenarnya ada hati ma naira🤭
Dewi Andika
syukaa👍
Wiw1tt: YUK LANJU!! UDAH UP LAGI NIH💪
total 1 replies
Datu Zahra
Raisa 👎
Wiw1tt: YUK LANJU!! UDAH UP LAGI NIH💪
total 1 replies
Datu Zahra
Bikin Naira kuat lah kak othor, lawan itu Raisa.
anis abdullah
Udah jatuh cinta tp egonya lbh tinggi
Wiw1tt: YUK LANJUT GUYSS!! 😍
total 1 replies
Dewi Andika
udah gk sabar liat kelanjutannya smpe naira melahirkan..
Wiw1tt: YUK LANJUT!! 😍
total 1 replies
Datu Zahra
Raisa ambisius, Arga bodoh. Pasangan cocok, memuakkan
Wiw1tt: UDAH UP LAGI NIHH, YUK LANJUT LAGI🤭
total 1 replies
Nada Afifah
jadi naira sakit, begitu juga jadi raisa dan arga, lanjut dong thor, sampai bawa mimpi, jujur aku suka gaya penyampaiannya , semangat 😍😍
Wiw1tt: UDAH UP NIHH, YUK LANJUT LAGII💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!