NovelToon NovelToon
Membawa Bayi Kembar Sang CEO

Membawa Bayi Kembar Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / Single Mom
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Pena cantik

Hidup Anaya tidak pernah beruntung, sejak kecil ia selalu di jauhi teman-temannya, dirundung, di abaikan keluarganya. kekacauan hidup itu malah disempurnakan saat dia di jual kepada seorang CEO dingin dan dinyatakan hamil setelah melakukan malam panas bersama sang CEO.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hancur berkeping-keping

Saat Jackson hendak mencium bibir nya cepat-cepat Farah memalingkan wajahnya.

Tangan Jackson terulur menyentuh wajah farah. "Kenapa? Apa bayaran yang ku berikan masih kurang? Tenang saja aku akan memberimu lebih kalau kau bisa memuaskan ku malam ini."

plak!

Dengan kesadaran penuh Farah menampar Jackson.

"Aku tidak butuh uangmu itu! aku bukan wanita seperti itu." Ucap Farah dengan suara naik dua oktaf.

Jackson tersenyum miring lalu mencengkram erat dagu Farah. "Kau kelinci kecil yang nakal, sepertinya aku terlalu lembut padamu ya, hm..."

Tubuh Farah di lempar keatas tempat tidur, Farah menyeret tubuhnya saat Jackson merangkak ke arahnya.

"A-apa yang kau lakukan?" Tanya Farah ketakutan.

"Mengambil hak ku."

Jackson menarik kaki Farah lalu mengunci tubuhnya hingga gadis itu tak mampu bergerak.

Farah menggelengkan kepalanya, "Tidak! Jangan lakukan itu ku moh—."

Belum sempat Farah menyelesaikan ucapannya, Jackson mendaratkan ciuman di bibir Farah lalu mengigit nya.

Farah mendesis menahan sakit, airmatanya mengalir deras. Jackson melepaskan ciumannya lalu mendorong tubuh Farah kembali jatuh diatas tempat tidur.

Terlihat bibir ranum itu mengeluarkan darah.

Farah merangkak mundur, ia benar-benar takut melihat sosok pria dihadapannya saat ini.

"Tolong lepaskan aku, aku mohon..." pinta Farah disela-sela tangisnya.

"Aku sudah menghabiskan banyak uang untuk mendapatkan mu, jadi.... Jangan bermimpi untuk aku lepaskan."

Jackson kembali mengungkung tubuh Farah. Nafas Farah berpacu, ketakutan menjalar hebat memenuhi nadi nya.

Dengan sekejap mata pakaian yang dikenakan Farah sudah hilang dari tempatnya.

Melihat kemolekan tubuh Farah membuat Jackson kehilangan akal. Kabut gairah sudah menyelimuti matanya, Farah terlihat seperti makanan yang siap di santap.

"Tolong lepaskan saya, jangan sentuh saya Mohon." jerit nya sekuat tenaga.

Namun tidak ada siapapun yang mendengar permohonannya itu. Kamar luas nan mewah itu pun menjadi saksi bisu hilang nya harta berharga yang dimiliki Farah.

~

Farah duduk di bawah jendela. Ia memeluk tubuhnya sendiri. Jackson pergi meninggalkannya begitu saja setelah menuntaskan hasratnya.

Farah terdiam, matanya menatap kosong ke arah langit. Bulan dan bintang bersinar terang namun tidak dengan kehidupan Farah. Kini hidupnya sudah seratus persen gelap. Tidak ada lagi cahaya didalamnya.

Isak tangisan memecah keheningan malam itu. Tubuhnya bergetar seiring terasa sesak yang memenuhi dada.

"Ma, Farah capek. Farah pengen ikut mama," Gumamnya pelan.

ia benar-benar capek sama dunia, sejak dia dilahirkan hidupnya tidak pernah beruntung. Ia sudah hancur sejak awal ibunya dinyatakan meninggal dunia saat melahirkan dirinya.

Kebahagiaan nya sudah lama pergi sebelum ia mengenal dunia ini.

Ayah yang seharusnya menjadi cinta pertama dan pelindung bagi putrinya malah menjadi bagian dalam kehancuran hidupnya.

"Kenapa papa lakukan ini sama ku? Kenapa papa tega menjual ku? Apa salah Farah pa?" ia memeluk erat tubuhnya sendiri.

"Kalau boleh minta, Farah ngak mau terlahir ke dunia ini. Lebih baik tidak terlahir daripada harus hidup seperti ini." Tangisannya pecah.

Sepanjang malam gadis itu menangis meratapi hidup nya yang penuh dengan derita. Hingga lelah dan kantuk mulai menyerang.

Sementara di salah salah satu ruangan, Jackson duduk sambil menghisap sebatang rokok ditangannya.

"Dia masih perawan." Gumamnya.

Sebelum pergi tadi ia melihat bercak darah di seprei.

Delon memejamkan matanya. "Kenapa aku terus memikirkan nya? Bukankah Memang seharusnya dia masih perawan."

Seharusnya dia tidak terkejut karna permintaan nya adalah gadis yang masih perawan. Dia membayar mahal untuk itu.

Tangannya yang kekar meraih ponselnya untuk menghubungi asistennya.

"Berikan sisa bayaran kepada pria tua itu sesuai perjanjian yang kau sepakati." ucapnya.

"Baik bos,"

Jackson kembali meletakkan ponselnya lalu memijat pelipisnya yang berdenyut.

bayangan tubuh gadis itu terlintas di pikiran nya. Yang paling menyita perhatian nya luka yang ada di tubuhnya. Bahkan luka itu terlihat masih sangat baru.

"kenapa di badannya terdapat banyak bekas luka dan lebam? Kehidupan seperti apa yang telah dia lalui?" gumamnya.

Mengingat luka itu menimbulkan rasa bersalah dalam hati nya. Apa lagi melihat wajah polosnya membuat hati mungil nya tersentuh.

Namun segera ia tersadar dan bangkit menuju kamar mandi. Jackson berendam di air hangat untuk menenangkan pikirannya.

 

Pagi-pagi sekali Farah bangun dari tidurnya. wajahnya pucat rambutnya berantakan. Matanya pun sembab karna menangis sepanjang malam. Mata sembab dan sayu itu memancarkan luka yang begitu dalam.

ia berjalan tertatih, Dibawah sana terasa begitu sakit dan perih. namun, luka itu tidak seberapa dibanding dengan luka hatinya.

Farah mengabaikan rasa sakit itu dan terus berjalan keluar dari kamar. Satu-satunya yang ia ingin hanyalah menjauh dari tempat ini dan berharap tidak akan bertemu lelaki itu lagi walaupun hanya dalam mimpi.

Sepanjang perjalanan darah terus menangis, air matanya seolah enggan berhenti. Ia mengabaikan tatapan orang-orang padanya. ia terus berjalan tanpa tahu arah tujuannya kemana.

ia sudah tidak memiliki siapa-siapa dalam hidup ini. Ia benar-benar sebatang kara sekarang.

Sementara di apartemen...

Jackson baru bangun dari tidurnya, Ia memijat pelipisnya yang berdenyut.

"Aku ketiduran disini," Gumamnya saat menyadari ia tidur diruang kerjanya.

Jackson bangun tak lupa memakai baju tidurnya. Ia teringat akan gadis tadi malam dan segera melihatnya.

Namun setelah ia sampai kamar itu sudah kosong, tidak ada siapapun didalamnya.

"Kemana dia?"

Jackson segera menghubungi asistennya.

"Cari gadis itu," Ucapnya tanpa basa-basi.

Jackson meremas ponselnya, "Siapa yang mengizinkan dia pergi? Berani sekali." desisnya.

Entah mengapa ia seolah enggan melepaskan gadis itu. Matanya tak sengaja menangkap bercak darah yang mulai mengering di seprei.

"Sial!" umpatnya mengacak rambutnya prustasi.

Ia pergi dari kamar itu dengan perasaan campur aduk. Entah apa yang ia pikirkan saat ini.

~

Farah berada di salah satu stasiun bas. Setelah semua luka itu Farah memutuskan untuk tinggal di kampung ibunya yang berada di salah satu desa terpencil.

Ia ingin menghilang dari hiruk pikuk kehidupan yang melelahkan ini. Ia berharap bisa memulai kehidupan baru disana.

Farah hanya membawa uang senilai 300 ribu. uang yang dia dapat dari gaji terakhirnya bekerja.

Farah menatap kota itu untuk yang terakhir kalinya. Ketahuilah, sebelum memutuskan meninggalkan kota ini ia sempat memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

Namun percuma saja sebeb semua sudah terjadi. Mengakhiri hidupnya pun tidak akan bisa mengembalikan kehormatan yang telah direnggut paksa.

"Wahai luka, aku belajar darimu, dan suatu hari nanti aku akan menjadi lebih kuat karena mu,"

Baginya, kota ini begitu banyak menyimpan kenangan buruk dalam hidupnya. Ia berharap tidak pernah kembali lagi ke kota ini.

"Seseorang tidak dapat mengetahui kapan dia akan disembuhkan, jadi jangan mencoba untuk menetapkan batas waktu yang tepat. bukan waktu, yang akan menentukan kapan penyembuhan akan dilakukan."

1
Ma Em
Mungkin itu emang cicit ibu .
Ma Em
Angkasa anak baik dan berjanji akan melindungi ibu dan adiknya .
Ma Em
Semoga Farah selalu bahagia bersama sikembar dan usaha kue nya semakin sukses , Jackson sdh tiga tahun tdk bisa menemukan anak2 nya biar saja Jackson merasakan penyesalannya .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!