NovelToon NovelToon
Tejerat Cinta Mafia Posesif

Tejerat Cinta Mafia Posesif

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / CEO / Roman-Angst Mafia
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Selena Maheswari, adalah sosok gadis mandiri dan pekerja keras, dia tidak sengaja menyaksikan sendiri seseorang bertangan dingin yang dengan gampangnya mengeksekusi rekannya yang berkhianat, tanpa rasa bersalah ataupun menyesal.

Di dalam kejadian itu ternyata ada anak buah dari mafia tersebut yang mengintai Selena hingga pada akhirnya Selena terjerat ke dalam lingkaran sang Mafia.

Mampukah Selena keluar dari jerat sang Mafia atau malah sebaliknya?? Nantikan kisah selengkapnya hanya di Manga Toon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai Diikuti

Setelah kejadian itu, hidup Selena merasa seperti ada yang mengawasi, awalnya ia berpikir kalau semua ini hanya halusinasinya saja, akan tetapi lama kelamaan rasa itu semakin nyata, apalagi ketika dirinya berada di dalam pekerjaannya.

Selena masih membawa nampan mengantar pesanan di meja nomor 07 langkahnya begitu pelan sambil menelisik ke arah samping meja yang akan dia tuju, senyum ramah mulai nampak dari wajah gadis itu, namun di balik senyum itu, dirinya sedikit melirik, wajah seseorang yang tertutup dengan buku majalah.

  'Perasaan sedari tadi orang itu duduk terus di meja ini,' ucapnya di dalam hati.

Selena segera kembali ke belakang melanjutkan pekerjaannya kembali, gadis itu begitu cekatan dan giat, tidak pernah pilih-pilih meskipun terkadang itu bukan bagiannya, jiwa rangkul merangkul sudah tertanam di benaknya sejak ia kecil, dan tak jarang para rekan kerja ataupun atasan banyak yang menyukai dengan cara kerja Selena.

"Selen, tolong antar ke meja nomor 08 ya," pinta seorang teman.

 Selena berpikir sejenak, bukannya meja nomor 08 merupakan tempat pria misterius tadi, entah kenapa mendengar nomor itu disebut tubuh Selena merasa bergidik ketakutan, hal ini mengingatkannya pada kejadian malam itu.

  "Selen ... kau dengar kan ucapanku?" tanya temannya itu yang memang sedang sibuk dengan urusan yang lain.

  "I ...iya aku dengar," sahut Selena dengan nada sedikit gugup.

  Mau tidak mau akhirnya Selena mencoba untuk memberanikan diri, melangkah ke meja tersebut sambil membawa nampan yang sudah berisi minuman diatasnya.

  Langkah Selena sudah sampai ke tujuan, gadis itu langsung meletakkan gelas diatas meja, sambil mencoba senyum ramah seperti ke pengunjung kafe lainnya.

  "Silahkan diminum Pak ...," ucapnya terdengar sedikit gemetar meskipun wajahnya tersenyum.

  Pria di balik majalah itu langsung mengangguk, tanpa keluar satu kata pun, Selena mulai mundur lalu kembali ke belakang lagi.

☘️☘️☘️☘️

Malam sudah mulai larut tidak terasa pengunjung kafe satu persatu mulai meninggalkan tempat, begitu juga dengan meja nomor 08 yang terlihat sudah kosong, Selena segera jalan cepat untuk meninggalkan kafe tempatnya bekerja.

  Di tengah jalan, tiba-tiba saja Selena merasakan hal aneh, meskipun suasana malam di pusat kota masih nampak ramai, entah kenapa hatinya merasakan dingin di tengah-tengah keramaian kota. Tidak ada yang aneh semuanya nampak seperti biasanya, akan tetapi di saat dirinya menengok ke belakang dia melihat seseorang memakai jaket kulit yang seperti sedang mengawasi dirinya, dan berpura-pura menunduk sambil memainkan handphone di saat Selena mulai menengok ke belakang.

  "Dari segi pakaian sepertinya di... dia pria misterius di meja 08 tadi ...," gumamnya sedikit tercekat.

  Selena mempercepat langkahnya, namun semakin dia mempercepat, langkah di belakangnya pun semakin gencar mengikuti dirinya, hingga pada akhirnya dia memutuskan untuk berbalik badan. Lagi-lagi nampak seperti biasa saja, namun mata Selena mulai menangkap seseorang bersembunyi di balik pohon besar itu hingga membuat langkahnya tertantang untuk mendekati pria itu.

  Satu persatu langkah sudah ia lewati, hingga pada akhirnya Selena berada tepat di depan pohon besar itu.

  "Anda siapa?" ucap Selena mencoba untuk bertanya.

  Pria itu masih belum ada respon, dia masih bersembunyi di balik pohon besar itu, sementara Selena, langsung mengambil handphone dari tasnya tangannya segera terulur untuk memencet nomor darurat tapi ... sebelum dirinya sempat menghubungi nomor tersebut, tiba-tiba saja silau cahaya dari mobil datang dan berhenti tepat di hadapannya.

Seseorang berpakaian rapih, rambut hitam klimis disisir ke belakang, tengah turun dari mobil dengan tatapan tajam mengarah ke arahnya, Selena mulai mengambil langkah ke belakang dengan hati-hati namun langkahnya mulai terhenti ketika suara itu mulai terdengar.

"Jangan mencoba lari," ucapnya terdengar sebagai peringatan.

Langkah Selena terhenti seketika, di saat suara dingin itu mulai berucap. "A ... aku tidak kemana-mana," sahutnya ketika langkah tegap itu mulai menghampirinya.

"Aku sudah bilang jangan pernah mencoba untuk menghubungi siapapun," bisiknya terdengar sebagai belati yang menusuk di dadanya.

"A ... aku tidak bicara dengan ... Siapapun," sahutnya sambil memejamkan matanya.

"Bagus ... Kalau begitu," ucapnya pelan.

Selena terdiam, sejenak gadis cantik itu mulai membuka mata, dan melihat pria bermata elang itu mulai masuk ke dalam mobil dengan pintu yang masih terbuka, sorot matanya mulai melirik ke arah Selena dengan isyarat bukan main.

Pria itu langsung melirik ke arah kursi penumpang membuat jantung Selena semakin tidak aman.

"Untuk apa ....," ucap Selena tercekat.

“Nona…” suaranya kali ini lebih dalam, seperti bilah tipis yang siap menebas, “aku tidak menyarankanmu membuatku mengulang perintah," ucapnya sekali lagi.

Suasana hening seketika, sebelum akhirnya Selena memegang gagang pintu mobil, dengan hati yang berdebar tak kendali, saat dia duduk di kursi belakang aroma maskulin langsung menyergap hidungnya membuatnya mengingat kejadian malam itu di gang kecil.

Mobil melaju perlahan, malam ini Selena sadar kalau dirinya mulai melangkah jauh ke dalam kehidupan yang membuatnya susah untuk keluar dari jerat pria di hadapannya itu.

"Jangan menunduk." lagi-lagi suara itu mulai menggetarkan hatinya.

Gadis itu hanya terdiam meremas ujung roknya, dengan tangan yang sedikit bergetar. "To ... tolong jangan bawa a..ku," ucapnya sudah mulai tercekat.

Pria itu tersenyum menyeringai. "Kamu pikir setelah kejadian itu, aku akan membiarkanmu begitu saja? Heeeemb ...berpikirmu terlalu mudah gadis lugu."

Selena hanya bisa menelan ludahnya sendiri, dalam hati dirinya menjerit kenapa harus dia yang dipilih Tuhan untuk menyaksikan semua kejadian itu kenapa tidak orang lain saja, hidupnya sudah susah dan penuh perjuangan tapi kenapa takdir malah mempertemukannya dengan orang kejam seperti pria di hadapannya itu.

'Tuhan ... jika boleh memilih lebih baik jangan Engkau temukan aku dengan pria kejam ini,' batinnya penuh dengan ketakutan.

Ketika Selena berusaha untuk tenang di saat satu mobil dengan pria yang menguji mentalnya itu, tiba-tiba saja handphonenya berdering memecahkan keheningan di dalam mobil.

Seketika pria yang duduk di kemudi depan mulai melirik ke arah belakang, dengan tatapan yang tajam. "Ada masalah ya di gendang telinga mu, sehingga kau mendadak tuli," ucapnya selalu penuh sindiran yang menakutkan.

"E ... enggak," sahut Selena.

"Angkat!" perintahnya dengan tatapan yang mengintimidasi.

Selena mencoba meraih handphone dari tasnya, matanya begitu membelalak ketika nama yang muncul di layar merupakan nama ibunya, dan hal ini mengingatkan Selena kepada biaya SPP sang adik yang sampai sekarang belum ia bayar.

"Hidupkan spiker," suruh pria itu ketika Selena hendak menekan tombol hijau.

Selena mulai menyalakan spiker di ponselnya lalu disusul dengan ucapan dari sang ibu yang mendesaknya untuk segera mengirim uang.

"Nak ... kenapa belum di kirim uangnya, ayahmu sakit sudah seminggu, sementara adikmu merengek terus karena belum bayar SPP, Ibu bingung Nak, sudah usaha ke sana kemari tapi belum ada yang meminjami," suara ibu Selena yang terdengar langsung oleh Don Valen.

Bersambung ...

Siang kakak ... Soga suka ya .. Tipis dulu ya biasa untuk pemanasan.

1
Lanjar Lestari
kan jebakan Ribin buat Surya muncul berhasil ,Selena masih aman dan yg tertembak Ayah Surya apa Selena dan Valen bs menyelamatkan Ayah Surya dan bs menumbangkan Robin.
partini
lah ketembak
Afriyeni Official
dikuasai karena utang /Sleep/
Afriyeni Official
tuh Don dengerin, kasihan Selena jangan jahat sama orang baik itu namanya zolim /Grin/
Afriyeni Official
oma mampir ya ayu, semangat nulisnya 💪
partini
ayo sel libas abis mereka ,,buat mereka bertekuk lutut di kakimu
my queen
Lanjar Lestari
semoga Robin yg terjebak dg caranya sendiri King dan Queen selamat Selena berhasil selamatkan Ibu dan Adiknya Informan akan tunduk pd King dan Queen atau malah meregang nyawa.
ros
/Good/
partini
semangat Thor,, step by step sel kalau sudah baru tunjukan kesadisan mu
queen mafia pantang mundur,dan satu tidak ada kata maaf
ros
ceritanya menarik 👍
Lanjar Lestari
keren Sel tepat sasaran Queen kok dilarang ya salah lah Robin,anak buah King Don Valen g akan belok lah nurut dhmg cerita murahan.
Yasmin Natasya
semangat thor semoga bisa retensi... amiin
Ayi
Keren Selena
Ayi
makin seru kayaknya
Ayi
Semoga saja kalianbtetap bersatu
partini
permainan baru di mulai , tapi kamu ga tau sedang bermain dengan siapa Robin queen bukan sembarang queen dia drak queen mafia,,ayo sel tunjukkan Taringmu
Lanjar Lestari
semoga ajak rencana Robin bs diketahui oleh King Don Valen jd bs bergerak cepat serta g bs kasih celah sekecil apa pun dg anak buah si mata" Robin yg asa di seluruh Bar King dan pelayan setia semua semoga.
Lanjar Lestari
jika sdh waktunya tiba pasti rahasia itu akan terbongkar,Ayah Surya masih sembunyi dan hanya orang kepercayaan Ayah Surya yg th istri dan anaknya g ada yg th,semoga blm bertemu Mantan bos ya Tuan Surya.
partini
sepahit apapun nanti rahasia yg terkuak itu tidak akan berpengaruhi hubungan kalian berdua ,,ada saat nya down tapi cuma sementara kerena kalian saling terhubung dan benang merah sudah di ikat tidak mudah di lepas
Ayumarhumah: benar kak👍👍👍
total 1 replies
Lanjar Lestari
habis tegang malah nangis Thor , Don jd ingat masa Lalu saat ibunya pergi meninggalkan dia dan Ayahnya dg selingkuhannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!