NovelToon NovelToon
Milik Wanita Lain

Milik Wanita Lain

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:5.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Tika Liesmana

Dalam tahap revisi!

Semua manusia memiliki masa kelamnya sendiri. Semua manusia pernah mengalami perang dengan batinnya sendiri. Tidak semuanya sesempurna dan seindah apa yang kalian pikirkan. Karena kesempurnaan hanya milik para pencipta-Nya.

Jika menurut kalian sebuah pernikahan adalah jalan keluar bagi kegalauan hidup. Maka kalian salah. Justru pernikahan adalah awal dari kehidupan yang sebenarnya.

©Copyright 2019/2020
Point of View 1 All-knowing
@bossytika

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tika Liesmana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 2

Still Tika POV.

“Done?” tanyaku saat Jefri membuka pintu mobilnya.

“Yaps,” sahutnya sambil duduk di kursi kemudi.

“Anak-anak pada nyariin gak?” tanya Jefri yang kemudian mulai menjalankan mobilnya perlahan.

“Gak ada ngechat aku sih, cuman dari tadi hp kamu bunyi mulu, rame banget,” sahutku sambil memutar bola mata.

Dia tertawa, “Itu pasti grup. Kami 'kan punya grup sendiri, setiap hari bunyi terus, ada aja yang di bahas. Dari bagi info, ngirim video lucu sampe ngeledekin temen sendiri, pokoknya rame,” jelas Jefri semangat.

Tak berapa lama berselang, ponsel Jefri berdering.

🎶

Can't we just talk?

Talk about where we're goin'

Before we get lost

Let me out first

Can't get what we want without knowin'

I've never felt like this before

I apologize if I'm movin' too far

🎶

Jefri mengerutkan keningnya, masih fokus dengan setir mobil lalu mengambil ponselnya. “Hallo? Iya udah deket kok, gue pesen ayam lalapan deh sama teh panas, kamu mau pesen apa?” tanyanya sambil menoleh kepadaku sesekali karena harus fokus dengan kemudi setirnya.

“Ada lalapan, nasi goreng, mie goreng, rawon, nasi pecel juga ada,” tambahnya.

“Aku nasi goreng aja setengah porsi sama teh panas tawar,” sahutku.

Dia kembali fokus dengan setir dan telepon di tangannya. “Pesenin Tika nasi goreng setengah porsi sama teh panas tawar. Iya iya, sedikit lagi kok. Ini udah deket. Iya bawel ah.” Kemudian Jefri memutuskan sambungan teleponnya dan kembali meletakkan ponsel itu di atas dashboard.

“Kaisar ya?” tanyaku.

“Bukan, si Alex, bawel banget emang, heran, udah kayak cewek aja,” protesnya. Aku hanya tertawa geli.

Aku memang mengenal Alex, karena dulu kami pernah satu tempat bimbingan belajar untuk sekolah menengah atas. Dan entah dari mana Alex dan Jefri saling kenal hingga mereka berteman akrab seperti sekarang. Padahal jika dibandingkan dengan umur, mereka berdua sangat jauh terpaut.

Sama sepertiku, usiaku dan Jefri juga terpaut sangat jauh. Berbeda enam tahun, bagiku itu sudah terlalu jauh.

Ya, aku ingat betul moment pertama pertemuan kami saat itu ...

Di saat istirahat makan siang dan aku memutuskan untuk pergi ke sebuah kedai makan yang jaraknya lumayan dekat dari kantorku. Dan di sanalah aku bertemu kembali dengan Alex dan juga Jefri. Entah mengapa, mereka ternyata juga mengenal akrab pemilik kedai tersebut. Mereka bercanda gurau saat itu, padahal sebelumnya aku tidak pernah melihat mereka di sana.

Awalnya saat memasuki kedai, aku langsung menuju etalase display makanan dan langsung memesan makananku, sampai tiba-tiba suara seorang lelaki membuatku terganggu, sebab lelaki itu menyebutkan ciri-ciri pakaian yang aku kenakan.

“Waduh-waduh ternyata anak orang kaya juga bisa makan di kedai begini ya?” seru seseorang dari gerombolan itu.

“Hei cewek cantik! Yang pake kemeja biru muda! Sombong amat!” tambahnya lagi.

Aku menoleh sambil melihat satu persatu wajah gerombolan itu, sampai akhirnya mataku menangkap wajah seseorang yang aku kenali, “Loh Alex, ngapain di sini?”

Belum sempat Alex menjawab pertanyaanku, tiba-tiba ada orang yang di belakangku menyahut, “Ya dia makanlah, masa belanja,” ucap seorang pria yang entah siapa. Dia melemparkan senyumannya padaku.

Aku kembali berpaling dan menatap Alex saat dia melontarkan sebuah pernyataannya padaku, “Kok bisa lu makan di sini?”

“Iya dong, tiap hari malah gue makan di sini, kalian aja yang baru keliatan. Eh sorry, boleh ya gabung makan di meja ini, daripada gue makan sendirian," izinku pada yang lainnya sambil menarik kursi di samping Alex.

Semua lelaki di gerombolan itu mempersilakan aku untuk bergabung dengan mereka sambil tersenyum.

“Gimana kabar Max? Bininya udah lahiran?” tanya Alex.

“Udah, bulan kemaren, anaknya cewe lagi.” Kemudian makananku datang, "Makasih, Dek," ucapku pada anak muda yang mengantarkan pesananku. Alex hanya menganggukkan kepalanya.

“Eh kenalin nih, ini Dodi, Jefri sama Kaisar,” ucap Alex sambil mengenalkan temannya satu per satu dengan jari telunjuknya.

“Hai, gue Tika,” sapaku sambil tersenyum dan dengan refleks tangan kananku melambai kecil ke arah mereka, bak lambaian tangan dari seorang puteri kerajaan kepada rakyat jelatanya.

Aku juga melihat di atas meja mereka ini nampak bersih, hanya ada beberapa gelas minum mereka yang berserakkan. “Kalian pada gak makan?” tanyaku penasaran.

“Kita udah kelar kok makannya, lu makan aja gih, n'tar keburu dingin ga enak loh,” tegur Alex yang mulai mengambil sebungkus rokoknya lalu menyulutnya.

“Ya udah, kalo gitu gua makan ya, semuanya,” izinku sambil perlahan menyuapkan makanan ke dalam mulutku.

Mereka hanya tersenyum lalu melanjutkan kembali obrolannya. Aku hanya fokus mengunyah pelan makanan dari sendokku sambil memerhatikan dan mendengarkan obrolan mereka.

Ada yang membahas masalah politik, ada yang membahas bumper mobil dan bengkel. Bahkan ada juga yang hanya menjadi pendengar setia sambil mengisap rokok ditangannya. Mereka semua tampak akur dan juga tampak santai dengan pakaian mereka yang juga nampak rapi dan elegan.

Bersambung ...

1
Gendhis Ayunindya
ka.. ko sy lebih suka yg versi pertama ya...🙏
jd baca yg ke sekian kalinya ini... sambil inget2 yg dl versi pertama 😍
Lina ciello
terbaik emang haikal... jangan2 haikal adalah dokternya dokter ini alias suhunya dokter 😍
Lina ciello
masyaalloh semakin cintaa sama haikal🥰
Lina ciello
haikal. sekalinya ngomong bikin 😭
Lina ciello
maxx haikall 🥰
Lina ciello
wahh jangan2jadii lohhh
Lina ciello
lohhh pie tohh iki crita ee 😒
Lina ciello
kok aq malah puseng bacane yaw .. pdhl awale bagus tadi 😣😣
Lina ciello
mantull sepertinya ini... kenapa aq baru tahu cerita ini saat tahun 2023 😯
Mmh Winda J
duh gemesnya y
sun 💥
kesal juga ya sama Tika,,,cinta ya cinta tapi ngk usah gitu juga .masak udah tau Jefri ada cewek nya masih aja mau..
Estika Merty Putri Wardanny
banyak part yang ilang yahhh
Estika Merty Putri Wardanny
banyak yang berubah setelah di revisi... agak membingungkan
untungnya ini yang kesekian kalinya aku baca
Yunis WM: Mampir ya di karya terbaruku "takut menikah"

mohon dukungannya 😊🙏
total 1 replies
Lovely
cemburu deh si Tika 😕
Yunis WM: Mampir ya di karya terbaruku "takut menikah"

mohon dukungannya 😊🙏
total 1 replies
Lovely
konyoll 😂
Lovely
baru part 1 udah bikin penasaran sama ceritanya, jd ga sabar baca part selanjutnya 😁
istri ke-2 tuan Saga 🥰♥️♥️
ikut senyum waktu si Jefri ngelarang Tika ngerokok 😂😂
Shen月呀: halo kak jangan lupa mampir juga di karyaku 🙃
total 1 replies
Nuraini Enung
tika kayaknya asik bngt orangnya
Linaa
👍
Rika Wijayanti
ini gimana ceritanya dari mula Tika mau ngopi bareng Jefri jadi malah nyeritain kisah Lisa dan max kakaknya Tika...belum konek atuh ga faham dengan kisah ini, antara cerita dan komentar berbeda yang diceritainnya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!