NovelToon NovelToon
Alunar Baya: Garis Batas Jantung

Alunar Baya: Garis Batas Jantung

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Cichio23

Bagi dr. Alunar Abya Manggala (23 tahun), bertugas di pedalaman Kalimantan adalah pembuktian lepas dari nama besar ayahnya, Komjen Pol. Faza Idam Manggala. Namun, idealisme dokternya diuji saat ia nekat ingin menerobos jalur merah perbatasan demi menyelamatkan warga yang kritis.

Bagi Kapten Infanteri Sagara Danendra (28 tahun), aturan lapangan adalah harga mati. Mengemban tanggung jawab berat sebagai Danki Satgas sekaligus Danposkotis di Nunukan.

"Tugas saya menyelamatkan nyawa, Kapten!" protes Alunar sengit.

"Dan tugas saya memastikan Anda tetap hidup untuk melakukan tugas itu, Dokter Alunar! Di sini, Anda ikuti aturan main saya,” balas Sagara tidak kalah sengit.

Ketegangan makin memuncak ketika jalur perbatasan memanas oleh jaringan kriminal internasional yang sedang diburu lembaga yang dipimpin ayah sang gadis, yang tidak lain sosok laki-laki paling dibenci Sagara. Laki-laki yang menyebabkan ayah Sagara meninggal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cichio23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1 Garis Batas Jantung

Tok… tok!

“Masuk!” 

Krieeet…

Begitu pintu terbuka, langsung tercium bau minyak senjata bercampur dengan udara khas Kalimantan. Serta papan nama bertulis  KAPTEN INF SAGARA DANENDRA, S.TR.HAN. 

“Lapor, Ndan. dokter umum baru yang bertugas sedang menuju ke dermaga sungai Sembakung. Kepala desa meminta  untuk melakukan pengawalan.” 

“Turunkan dua orang anggota untuk melakukan pengawalan,” perintah tegas laki-laki bertubuh tegap dengan wajah tampan yang masih fokus dengan peta topografi Kalimantan.

“Siap laksanakan, Ndan.” 

“Semoga dokter yang bertugas sekarang memiliki integritas tinggi dan tidak merepotkan anggotaku,” ucap Sagara penuh harap. Lalu tangannya meraih baret hijau di atas mejanya. 

Sebagai seorang Danki Satgas sekaligus bertindak sebagai Danposkotis. Jelas Sagara bertanggung jawab terhadap dokter baru yang akan segera tiba. 

“Kita berangkat sekarang!”

“Siap, Laksanakan, Ndan.” 

Dengan menggunakan mobil taktis. Sagara dengan bawahannya menuju ke kantor kepala desa. Tempat yang akan digunakan penyambutan. 

***

Udara hutan yang terasa segar, serta kain jilbab yang menjuntai hingga mengenai wajah. Sama sekali tidak mengganggu kesenangan sosok perempuan cantik yang saat ini menikmati perjalanannya. 

“Sebentar lagi kita sampai, dokter Alunar Abya Manggala.” 

Panggilan lengkap yang diberikan oleh petugas dinas kesehatan membuat sosok dokter cantik itu tersenyum lebar. 

“Tolong panggil saya Aluna saja, Pak.” 

“Oh, siap dokter Aluna.” 

Dua jam perjalanan menyusuri sungai Sembakung akhirnya sampai juga di dermaga. Dari kejauhan tampak dua laki-laki berseragam loreng lengkap bersenjata sedang menunggu. 

“Kita sudah dijemput, dokter Aluna,” ucap petugas dinas kesehatan.  

Akhirnya speedboat yang ditumpangi Alunar berlabuh di dermaga. Sesuai dengan penuturan dari petugas dinas kesehatan. Dua sosok laki-laki berseragam loreng berjalan mendekat. 

“Siang, Pak. Kami ditugaskan untuk melakukan pengawalan terhadap dokter baru yang bertugas di desa.” 

“Siap, terima kasih banyak sudah menjemput.” 

“Mari, silahkan ikut kami.” 

Dengan dikawal dua orang tentara. Alunar bersama seorang petugas dinas kesehatan menuju mobil taktis yang akan mengantar ke kantor kepala desa. 

“Bagaimana perjalannya, dok? Apakah seru?” tanya seorang tentara yang duduk di samping kemudi. 

“Seru dan menyenangkan,” jawab Alunar jujur. 

Terlalu lama tinggal dan besar di ibu kota. Pemandangan kali ini jelas membuat Alunar merasa nyaman. 

“Wah, benarkah? Sepertinya dokter akan betah bertugas di desa ini,” seloroh Maruli.

“Aamiin, terima kasih banyak bapak Bambang,” ucap Alunar sambil membaca nama di baju PDL laki-laki di sampingnya. 

“Apakah tempatnya masih jauh, Pak?” tanya Alunar penasaran sambil mengawasi sekitar. 

“Sudah dekat, dok. Sebentar lagi sampai.” 

Kata dekat yang dimaksud oleh Bambang ternyata memakan waktu 2 jam perjalanan. Hingga akhirnya telinga Alunar menangkap alunan musik bambu penduduk sekitar yang sedang melakukan penyambutan. 

“Kita disambut, Pak?” tanya Alunar bingung dengan pemandangan meriah di hadapannya. 

“Benar, dok. Ayo kita masuk!” ajak petugas dinas kesehatan. 

Bingung? 

Jelas hal itu pertama kali dirasakan oleh Alunar. Langkah kakinya terhenti tempat di gerbang desa. 

Seutas rotan tebal membentang, menghalangi jalurnya. Di belakang rotan itu, puluhan warga desa menatapnya dengan penuh harap.

“Selamat siang, Pak. Saya dokter Aluna. Dokter umum yang akan bertugas di desa ini,” ucap laki-laki paruh baya sambil membawa mandau. 

“Siang, dok. Saya Asang kepala desa di tempat ini,” balas Pak Asang sambil memberikan mandau ke Alunar. 

“Saya Aluna, dokter yang bertugas di desa ini.” 

"Dokter Aluna, potonglah rotan ini. Putuskan rintangan membentang agar langkah Anda di tanah kami membawa kesembuhan dan berkah," ucap Pak Asang berwibawa.

Alunar menelan ludah. Tangannya yang biasa memegang stetoskop kini harus menggenggam mandau yang berat dan dingin. Ia sempat melirik ke arah sekitar. 

Hingga tatapannya terkunci pada sosok laki-laki tampan dan gagah berseragam loreng, berpangkat Kapten dengan nama “Sagara”. Sosok laki-laki sedang bersedekap di dada sambil menatap dirinya menilai. 

“Pemandangan yang sangat membuatku kurang nyaman,” batin Alunar. 

Alunar menggelengkan kepalanya untuk kembali fokus ke rotan di hadapannya. Tangan kanan yang sebelumnya menggenggam mandau. Kini berpindah ke tangan kiri karena dirinya bertangan kidal. Dalam satu ayunan Alunar berhasil menebas rotan di hadapannya. 

“Tebas!” 

Teriak meriah para penduduk saat rotan putus dalam satu tebasan. Pak Asah langsung menyemprotkan wewangian, lalu mengalungkan rompi manik-manik ke pundak Alunar. 

Saat menengok ke belakang. Betapa kagetnya Alunar mendapati Sagara berada tepat di belakangnya sambil menaikkan satu alisnya. 

“Dia benar-benar seperti lelembut. Kapan datangnya? Tiba-tiba berdiri di belakangku,” batin Alunar tentang sosok Sagara. 

“Lumayan,” gumam Sagara terdengar jelas di telinga Alunar. Membuat kening Alunar mengkerut kurang nyaman dengan arah ucapan laki-laki yang kini ada di sampingnya. 

“Silahkan duduk dokter Aluna dan Kapten Sagara!” 

“Baik, Pak. Terima kasih banyak atas penyambutannya.” 

“Silahkan diminum dokter Aluna dan juga Kapten Sagara,” ucap Pak Asah sambil menghidangkan kopi luwak dan juga singkong rebus. 

“Beginilah kondisi desa kami di ujung batas negara. Sederhana, tapi kami sangat bersyukur Dokter Alunar Abya Manggala bersedia datang kemari," ujar Pak Asang menyebut nama lengkap Alunar. 

Deg!

Jantung Sagara berdetak tidak karuan saat mendengar nama lengkap Alunar. Sagara menatap tajam ke arah Alunar yang ternyata putri dari Komjen Faza Idam Manggala. Sosok laki-laki paling dirinya benci. 

"Terima kasih banyak atas penyambutannya yang luar biasa, Pak Asang.”

"Bagaimana, Bapak Danposkotis? Anggota baru kita ini masih sangat muda. Cantik lagi,” puji Pak Asang secara terang-terangan. 

“Kami titip dokter Aluna di pos kesehatan? Tolong dijaga betul-betul,” pinta Pak Asang sambil menaikkan alisnya hanya untuk menggoda Sagara. 

Sagara tidak langsung menanggapi ucapan Pak Asang. Matanya yang tajam kini kembali menatap ke arah Alunar. Menilai postur gadis 23 tahun itu yang tampak terlalu rapuh untuk medan sebuas Kalimantan. Sebelum akhirnya menatap Pak Asang dengan tegas.

"Siap, Pak Asang," jawab Sagara mantap meskipun detak jantungnya belum stabil tentang sosok dokter di sebelahnya. 

"Dokter Alunar satu kompleks sama Kotis. Jadi, untuk keselamatan, logistik, dan semuanya menjadi tanggung jawab saya 24 jam.” 

Uhuk… uhuk…! 

Alunar langsung terbatuk-batuk mendengar kalimat formal dari Sagara. Dirinya buru-buru meletakkan kopi yang terasa panas di tenggorokan karena tersedak. Lalu menatap tajam ke arah Sagara. 

“Maaf Kapten Sagara, saya ini seorang dokter yang dikirim untuk melayani masyarakat. Bukan tahanan yang harus dikawal setiap detik,” tutur Alunar mencoba menahan rasa kesal. 

“Maaf, bagi saya pengaman seperti itu terlalu berlebihan,” lanjut Alunar menatap tajam ke Sagara. 

Kesan pertama Alunar tentang Sagara benar-benar sangat hancur. Sosok laki-laki tampan, gagah, dan penuh wibawa itu. Ternyata tingkahnya sangat menyebalkan. 

Suasana ruang tengah rumah Kepala Desa mendadak senyap. Pak Asang hanya tersenyum simpul mendengar perdebatan antara Alunar dan Sagara. 

Kini, Sagara membalas tatapan Alunar tanpa berkedip. Tatapannya sangat dingin berselimut dendam. 

“Dokter Alunar Abya Manggala," ucap Sagara, menyebut nama lengkap Alunar penuh penekanan. 

"Anda berada di Nunukan. Garis batas ini bukan cuma soal hutan dan sungai yang indah yang baru Anda lewati. Melainkan juga jalur tikus penyelundupan kriminal lintas batas negara,” tutur Sagara. 

“Tugas saya adalah memastikan Anda tetap hidup untuk mengobati warga. Bukan untuk menjadi target sandera karena kelalaian prosedur. Jadi, Anda harus mengikuti aturan main saya selama berada di wilayah hukum Kotis ini,” lanjut Sagara sambil menatap tajam mata Alunar. 

Alunar tertegun menatap lawan bicaranya. Sifat keras kepala dan kecerdasannya sebagai lulusan akselerasi membuatnya ingin mendebat. 

Pak Asang segera menepuk bahu Sagara sambil tertawa kecil. Mencoba mencairkan ketegangan di ruangan tersebut. 

"Nah, dokter Aluna jangan kaget, ya. Pak Kapten kita ini memang terkenal paling disiplin se-perbatasan. Tapi percayalah, di bawah penjagaan anak buah Kapten Sagara, dokter Aluna akan jadi orang paling aman di seluruh Kalimantan,” tutur Pak Asang. 

Hurff…! 

Alunar hanya bisa menarik napas dalam-dalam. Lalu melirik kembali ke arah Sagara yang masih duduk sekeras batu.

“Tidak lama kamu berhubungan dengan dia, Alunar. Kamu harus bersabar. Hanya dua tahun kamu berurusan dengan dia,” gumam Alunar yang masih bisa didengar sangat jelas oleh Sagara. 

Kini, Sagara menatap Aluna tepat di matanya. Alunar juga tak ingin mengalah yang kini membalas tatapan Sagara. 

“Jangan berlagak seperti seseorang yang baru mendapatkan pengawalan, dokter. Bukankah keseharian Anda mendapatkan pengawalan ketat? Wahai putri tercinta Kabareskrim, Komjen Pol. H. Faza Idam Manggala, S.I.K., M.Si.” 

Deg…! 

Jantung Alunar terasa terhenti saat itu juga. Kini, deretan pertanyaan menyelimuti dirinya tentang sosok Sagara. 

“Siapa dia sebenarnya? Dia tahu semua tentang ayah. Tidak hanya sebatas tahu. Dia menyebut nama lengkap ayah beserta jabatan serta gelar pendidikan lengkap tanpa ada satupun kesalahan,” batin Alunar diliputi rasa penasaran. 

“Aku sudah menggunakan panggilan Aluna agar tidak dikenal. Kenapa dia masih tahu tentang identitasku?” batin Alunar sambil menatap tajam ke Sagara yang juga menatapnya tidak kalah tajam ke arahnya.

1
ika
dredeg aku....
syora
alhamdulillah alunan slamat
ya allah saga harga dr anda bnr" ya ckckcj
Danny Muliawati
jangan terlalu benci nanti cinta loh 😜
Danny Muliawati
pasti jodoh ini mah 😄
ika
who is?
musuh siapa ini?
ika
akhir nya update juga...
semangat ya Thor...
di tggu update selanjutnya...
Cichio23: siap kakak
total 1 replies
ika
hahaha....

kasian sekali kamu Sagara 🤭🤭🤭
ika
ga sabar nunggu mereka jadian 🤭🤭🤭
ika
jreng jreng jreng....

silahkan berusaha Sagara 😄🤣🤣
syora
benci bd tipis sm cinta
aplikasi klau smpai luna th ms lalu ayah saga yg jg bertindak kurang baik ke ayah faza dl
ingt saga ada tour tunai,jgn slh lngkh hnya krna ego yg blm tentu bar knyataannya
ika
wes ta lah ...
benci jadi cinta iku....
nikmati saja, buang dendam nya Sagara ...
alunar gadis baik, dari klrga baik jg...
syora: setujuuuuu pkai👍👍👍👍👍tar klau alunan bnr" bnci blik
habis dah saga
total 1 replies
ika
lanjut kan saja Sagara...
mpe kpn kamu seperti itu???
syora
setuju posisi blh kapten tp klau nggak bs profesional buat apa
Fatimah Zubaedah
duh Sagara...Awas nanti jatuh cinta,cinta kepada alunar
ika
ayahmu yg jahat Sagara, kamu ga tau kan cerita nya?
ak loch dah baca . ..
🤭🤭🤭
Cichio23: Masa sih, Kak? Othor loh belum tahu🤭😄
total 1 replies
syora
padahal kamu blm tahu almarhum ayah dl seperti apa
lanjut sj egomu gara
hingga penyesalan
bikin pingin ngetik kalau aja nih ank
ika
tegang cuy....
Fatimah Zubaedah
tahan nafas thorr bacanya😄
syora
aduhhh kapten saga jgn trlalu menuruti ego
lg pl ada crita knpa,ayah km dimutasi
ika
ngeri ya....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!