NovelToon NovelToon
Terpaksa Menjadi Ibu Pengganti

Terpaksa Menjadi Ibu Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Nasib Kyarra, Kakanya yang meninggalkan suami dan juga putrinya. Kyarra harus menikah dengan kakak iparnya demi keserakahan ibunya.
Kyarra melakukannya demi keponakannya yang membutuhkan kasih sayang seorang ibu. Tetapi banyaknya pertentangan dalam pernikahan mereka, belum lagi Kakak iparnya menganggap bahwa dia menerima pernikahan itu semata-mata hanya ingin memeras.
Kyarra benar-benar terjebak dalam pernikahan yang seharusnya tidak terjadi dan apalagi kontrak yang pasti pengetahuannya antara ibunya dengan Kakak iparnya.
Lalu bagaimana Kyarra yang awalnya hanya menjalankan peran sebagai seorang tante yang menyayangi keponakannya dan saat ini harus menjadi istri dari mantan Kakak iparnya, di tengah banyaknya mimpi yang ingin dia tuju?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 1 Permintaan

Suasana ruang kuliah pagi itu dipenuhi suara lembar kertas yang dibalik dan ketukan pena di atas meja.

Di depan kelas, seorang dosen muda sekitar brisia 35 tahun berdiri tegak di hadapan papan tulis, menjelaskan materi dengan suara tenang namun tegas.

Wajahnya tampan, dengan sorot matah tajam dan pembawaan yang membuat hampir seluruh mahasiswa memperhatikannya.

Para mahasiswi tampak tersenyum, seolah-olah ada imajinasi yang mereka bayangkan dengan fokus pada dosen tersebut yang sejak tadi memberi penjelasan.

Namun, diantara puluhan mahasiswa yang duduk memenuhi ruangan, terlihat salah satu mahasiswa berhijab duduk tenang di sisi tengah ruangan.

Tidak memperlihatkan ekspresi berlebihan, tangannya sesekali mencatat beberapa poin penting, sementara wajahnya tetap menunjukkan ketenangan yang sulit ditebak.

Hanya fokus pada penjelasan sang dosen, tidak mencari perhatian seperti beberapa teman-teman di sekelilingnya yang sedikit-sedikit bertanya agar ditanggapi oleh dosen muda itu.

"Jadi bisa disimpulkan, dunia kreatif yang bertahan bukan yang paling pintar, tetapi paling ada tip dan berani mengambil resiko, kalian semua masih muda, kejar impian kalian dan terus berusaha!" ucapnya menarik penjelasan di akhir kesimpulannya.

Prok, prok, prok, prok.

Karena kata-kata dosen pria tersebut begitu bijaksana membuat para mahasiswa bertepuk tangan.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada kalian, sudah memberi saya kesempatan memberikan sedikit penjelasan untuk kalian, saya berharap kita bisa bertemu di lain waktu lagi!"

"Permisi!" ucap pria tersebut menundukkan kepala.

Dia tidak banyak bicara dan kemudian pergi begitu saja setelah berpamitan kepada mahasiswa yang sejak tadi lebih mengaguminya dibandingkan mendengarkan arahan yang diberikan.

"Ya ampun, aku tidak berhenti bernafas sejak tadi!"

"Dia benar-benar tampan?"

"Beruntung sekali siapapun yang menjadi istrinya!"

Beberapa mahasiswi sejak tadi tidak berhenti memberi pujian dengan imajinasi mereka masing-masing.

"Kyarra...."

Gadis berhijab yang terlihat anggun itu menoleh saat namanya dipanggil.

"Aku dengar-dengar, dosen tadi bernama Alvino Rakjaksa yang memiliki perusahaan production company," ucap wanita itu.

"Kenapa tanya aku?" tanya Kyarra kebingungan.

"Bukankah Kakak kamu seorang selebritis, sudah pasti dia mengenalnya bukan?" tanya yang satunya.

"Aku tidak tahu," jawabnya dengan santai tanpa ingin mengomentari.

Kyrrra menyusun alat tulis yang ada di mejanya dan memasukkan ke dalam tas, kemudian langsung meninggalkan kursinya karena kelas kuliah sudah berakhir.

Kyrrra berjalan di koridor kampus, terlihat begitu anggun, menggunakan rok berwarna putih yang dipadukan dengan blus berwarna biru, senada dengan hijabnya yang terjuntai lembut sebagai penutup auratnya.

Sejak tadi Kyarra harus mendengarkan bisik-bisik dari wanita-wanita yang dia lewati tak lain membicarakan dosen tamu pada universitas tersebut memberikan arahannya dalam seni.

Kyarra seketika memelankan langkah kakinya, ketika di depannya pria bernama Alvino yang baru saja memberi arahan di dalam kelasnya berjalan cepat ke arahnya.

Kyarra menundukkan kepala saat berpapasan dengan pria tersebut, Alvino tidak merespon tetap berjalan tegak, dengan karismatik dingin di wajahnya yang membuat orang-orang semakin mengaguminya.

"Kyarra!" langkahnya terhenti dengan membalikkan tubuh.

Seorang pria berlari menghampirinya.

"Dimas," sapa Kyarra

"Kamu sudah selesai kuliah hari ini?" tanya Dimas membuat Kyarra menganggukkan kepala.

"Hmmmm, ayo ikut denganku sebentar, ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan kepada kamu," ucap Dimas penuh dengan misteri.

"Maaf Dimas, aku harus pulang cepat. Tadi Mama menelpon, aku harus menjemput keponakanku dari sekolah," tolak Kyarra dengan memberikan alasannya.

"Sebentar saja Kyarra," ucapnya tampak memohon.

Kyarra takut jika keponakannya terlalu lama menunggu dirinya.

"Hmmmmm, 5 menit saja!" Dimas memohon dengan mengangkat lima jarinya.

"Baiklah, tetapi bener ya hanya 5 menit saja," ucap Kyarra takut terlalu lama menjemput keponakannya membuat Dimas menganggukkan kepala.

Kemudian mereka langsung pergi, Dimas membawa Kyarra masuk ke dalam mobil.

"Dimas, kita mau ke mana? bukankah kamu bilang hanya 5 menit dan memang ada perjalanan 5 menit?" tanya Kyarra bingung.

Dimas tersenyum dan membuka laci mobilnya, pria tampan berkulit putih itu terlihat mengeluarkan kotak kecil dari dalam laci tersebut dan membukanya memperlihatkan ke arah Kyarra yang membuatnya kaget saat melihat cincin yang indah di dalam kotak itu.

"Menikah lah denganku Kyarra," ucap Dimas ternyata melamar wanita yang dia sukai.

"Dimas..." Kyarra benar-benar shock.

"Kamu tahu jika aku sudah menyukai kamu begitu lama dan hubungan kita juga sangat dekat. Aku ingin kita mempersatukan hubungan kita dalam ikatan pernikahan setelah kamu selesai kuliah nanti," ucap Dimas.

Kyarra saat ini memang mahasiswa semester akhir 6, Kyarra terlihat terharu.

"Kamu, mau. Kan menikah denganku?" tanyanya memastikan.

Kyarra mengangguk-anggukkan kepala, mungkin perasaannya juga sama dengan laki-laki yang telah melamarnya. Dimas merasa bahagia, ikut terharu dengan mata berkaca-kaca dan melepaskan cincin tersebut dari dalam kotaknya.

"Boleh aku pasangkan?" tanya Dimas.

Kyarra menganggukkan kepala, saat ini jari manisnya telah dipasangkan cincin yang indah dari Dimas.

5 Menit waktu yang telah diberikan Kyarra, ternyata menjadi waktu yang paling berharga dan momen yang tidak akan pernah bisa terlupakan.

*****

"Kelly tidak mau!" anak kecil di hadapan Kyarra terlihat memberontak saat berusaha dibujuk oleh Kyarra yang saat ini berlutut di hadapannya.

"Kelly, mau sampai kapan terus berada di sekolah?" tanya Kyarra.

"Kenapa mama tidak pulang juga?" tanyanya terlihat marah.

"Mama pasti akan pulang," ucap Kyarra.

"Tante bohong, kemarin juga Tante bilang kalau mama akan pulang dan buktinya tidak ada," ucapnya yang sudah merasa janji terlalu banyak diberikan kepadanya.

Kyarra terdiam sudah tidak tahu bagaimana cara membujuk Kelly.

"Mama jahat, mama pergi meninggalkan Kelly, papa juga jahat, Papa tidak menjemput Kelly," ucapnya yang saat ini tampak merengek.

"Kelly tidak boleh mengatakan seperti itu, mama dan papa Kelly saat ini sedang sibuk dan pasti nanti mereka akan menjemput Kelly," ucap Kyarra sejak tadi tidak berhenti membujuk.

"Kelly mengatakan jangan berbohong lagi kepada Kelly," ucapnya.

Kyarra tidak tahu harus berbuat apa, dia benar-benar sudah berusaha membujuk keponakannya agar pulang.

Sampai akhirnya Kelly bisa diajak pulang ke rumah. Kyarra merasa lega walau keponakannya itu masih marah-marah.

"Kelly," seorang wanita berusia 40 tahunan memanggil keponakannya yang berjalan begitu cepat menaiki anak tangga, kerjanya tampak cemberut seolah-olah tidak ingin ditegur oleh siapapun.

"Kenapa lagi dia?" tanya Mega.

"Kyarra sudah berusaha untuk menjelaskan, tetapi Kelly sepertinya marah karena terus dibohongi," jawab Kyarra.

"Kamu mengurus satu anak kecil saja tidak bisa, jangan membuat kepala Mama tambah sakit dengan semua masalah ini, sekarang bagaimanapun caranya kamu harus bisa membujuk Kelly dan mengerti dengan apa yang terjadi!" tegas Mega membuat Kyarra menganggukkan kepala.

Mega mengarahkan kepalanya untuk Kyarra sebaiknya pergi kembali untuk Kelly.

"Ini semua karena kebodohan kamu Melani, apa yang ada di otak kamu meninggalkan anak dan suami kamu? Bagaimana jika keluarga mereka murka dan semua akan berantakan!" umpat Mega semakin dipenuhi dengan amarah.

"Tidak! Aku harus tenang memikirkan semua ini, Melani tidak bisa mengacaukan semua rencanaku, aku bisa-bisa menjadi gembel jika sampai kebodohan yang telah dilakukan Melani terus merajalela, anak itu benar-benar hanya membuat susah saja tidak pernah berpikir sebelum mengambil tindakan!" Mega terlihat begitu frustasi yang memijat kepalanya dan bahkan urat-urat di ujung pelapis matanya terlihat karena benar-benar stres.

Bersambung....

...Hay para pembaca, saya kembali membuat karya terbaru, saya sangat berharap para pembaca bisa menerima karya saya dan jangan lupa memberikan dukungan, like, coment, subscribe, dan vote sebanyak mungkin, baca dari awal sampai akhir karena setiap episode memiliki kejutan....

...Terima kasih sudah setia mendukung karya-karya saya........!!!!!!...

1
Oma Gavin
gimana alvino mau kamu bunuh kelly kamu dan ortu mu memang goblok oon sok paling bener dan pinter malah mau bikin kelly mati
Herman Lim
ga mungkin ga jatuh cinta u nanti Alvino yg ada mah bucin bgt sama kharra
Oma Gavin
keluarga toxic bikin gendeng mega matre goblok alvino psikopat gila, melani pasti kabor sama selingkuhan
Ma Em
mampir Thor semoga sukses , Melani pasti menyesal karena sdh meninggalkan suami dan anaknya , semoga setelah kyyara menikah dgn Alvino , Alvino nya baik dan akan jatuh cinta pada kyyara .
Anonim
Lwnjut
Anonim
Menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!