NovelToon NovelToon
Bertukar Nyawa

Bertukar Nyawa

Status: sedang berlangsung
Genre:Bullying dan Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Reni t

Aqilla Pramesti begitu putus asa dan merasa hidupnya sudah benar-benar hancur. Dikhianati dan diceraikan oleh suami yang ia temani dari nol, saat sang suami baru saja diangkat menjadi pegawai tetap di sebuah perusahaan besar. Ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Namun, takdir berkehendak lain, siapa sangka nyawanya diselamatkan oleh seorang pria yang sedang berjuang melawan penyakitnya dan ingin hidup lebih lama.

"Apa kamu tau seberapa besar perjuangan saya untuk tetap hidup, hah? Kalau kamu mau mati, nanti setelah kamu membalas dendam kepada mereka yang telah membuat hidup kamu menderita. Saya akan membantu kamu balas dendam. Saya punya harta yang melimpah, kamu bisa menggunakan harta saya untuk menghancurkan mereka, tapi sebagai imbalannya, berikan hidup kamu buat saya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

"Ya Tuhan, hidupku memang milikmu, tapi aku tak sanggup lagi menjalani semuanya, Tuhan. Satu-satunya orang yang menjadi sandaran dan panutanku, tega mengkhianati aku. Untuk apa lagi aku hidup?" jerit seorang wanita, berdiri di atas pagar jembatan dengan air yang deras mengalir di bawahnya.

Hawa dingin terasa membasuh tubuhnya, kegelapan malam terasa begitu mencekam, jembatan yang berada di tepi jalan raya itu menjadi pelabuhan terakhir hidup seorang wanita bernama Aqilla yang tengah putus asa.

Rambut panjangnya nampak berterbangan tersapu angin malam, kedua matanya nampak lekat menatap derasnya air sungai, rintik hujan tiba-tiba turun membasahi bumi seolah turut merasakan kesedihan yang tengah dirasakan oleh wanita berusia 32 tahun itu. Aqilla perlahan menutup kedua mata, tekadnya sudah bulat, hidupnya sudah tidak ada arti lagi hingga lebih memilih untuk mati dan meninggalkan penderitaan yang tidak sanggup lagi ia pikul. Satu kakinya perlahan menjulur ke depan seraya merentangkan kedua tangan, ditengah guyuran air hujan dan siap untuk menghampiri kematian yang sebenarnya begitu menakutkan.

"Kaila, Keano, maafin Ibu, Nak. Semoga kalian mendapatkan orang tua yang lebih baik dari Ibu," gumamnya seraya terisak, hendak menjatuhkan tubuhnya secara perlahan.

Akan tetapi, sepasang tangan kokoh tiba-tiba meraih pinggangnya dengan keras dan menghempaskan tubuhnya ke arah belakang. Anehnya, di saat itu juga air hujan pun berhenti mengguyur kota.

"Apa-apaan kamu, hah?" bentak seorang pria seraya menyeka air hujan yang membasahi wajahnya.

Aqilla dengan napas terengah-engah seketika berdiri tegak seraya berteriak. "Apa yang kamu lakuin? Kenapa kamu nyelametin aku, hah? Pergi, jangan ikut campur!"

Aqilla hendak kembali melangkah cepat ke tepi jembatan, tapi secepat itu pula kedua tangan pria asing itu meraih pinggangnya dan kembali menghempaskan tubuhnya ke aspal.

"Dasar wanita gila!" teriak pria tersebut dengan mata membulat. "Apa dengan kamu mati, penderitaan kamu akan berakhir, hah?"

Aqilla menyeka kedua matanya yang membanjir, kembali berdiri tegak. "Bukan urusan kamu. Lebih baik kamu pergi!" lemahnya, hawa dingin tiba-tiba terasa menembus tulang, membuat tubuhnya benar-benar melemas, tenaganya seolah habis terkuras.

Pria itu seketika mencengkram kedua sisi bahu Aqilla, memandang wajahnya dengan tajam dan mata membulat. "Di saat orang lain berjuang mati-matian untuk hidup, semudah itu kamu menyerah dengan hidup kamu, hah? Oke, kamu mati dan masalah kamu selesai, tapi bagaimana dengan orang-orang yang kamu tinggalkan? Bagaimana dengan orang yang mencintai, menyayangi dan membutuhkan kamu? Kamu mau mereka mati juga seperti kamu, hah? Kalau iya, kenapa gak kamu ajak saja mereka lompat sekalian!"

Tubuh Aqilla seketika melemas, kedua kakinya gemetar, perlahan menjatuhkan diri hingga terduduk di atas aspal. Tangisnya pecah diiringi rasa sesak, saat mengingat kedua buah hatinya yang ia titipkan di panti asuhan siang ini karena merasa putus asa dan gagal menjadi orang tua.

"Kaila, Keano, maafin Ibu, Nak. Ibu minta maaf karena sudah meninggalkan kalian," jaritnya seraya menangis sesenggukan.

"Ya Tuhan, jadi kamu punya anak dan kamu tega meninggalkan mereka dan lebih memilih untuk mengakhiri hidup kamu?" bentak pria tersebut dengan murka. "Apa kamu tau gimana rasanya ditinggalkan untuk selamanya oleh orang tua, hah? Rasanya dunia seperti runtuh menimpa kamu, rasanya seperti kehilangan separuh jiwa kamu. Kamu mau anak-anak kamu hidup tanpa orang tua? Kamu mau mereka--" Pria itu seketika menahan ucapannya, memejamkan kedua mata sejenak, perlahan berjongkok tepat di depan Aqilla dengan kedua mata berkaca-kaca.

Entah masalah apa yang tengah dihadapi oleh wanita asing yang berada di hadapannya itu hingga kematian menjadi jalan pintas tanpa memikirkan akibatnya. Sementara ia yang menderita penyakit mematikan, berjuang sekuat tenaga untuk tetap hidup. Padahal, Dokter sendiri mengatakan bahwa hidupnya tidak akan lama lagi. Seberat itukah hidup yang dijalani oleh wanita itu hingga dia menyerah? Aqilla menangis sesenggukan, jeritannya terdengar pilu, air matanya bergulir deras membasahi kedua sisi wajahnya hingga membuat pria tersebut terhenyak, perlahan memeluk tubuhnya yang benar-benar basah karena sempat diguyur air hujan.

"Apapun masalah yang kamu hadapi, bertahanlah demi anak-anakmu. Saya gak tau seberat apa hidup kamu, saya gak tau sesakit apa kamu dan siapa orang yang menyebabkan kamu seperti ini, ingat anak-anak kamu membutuhkan kamu, Ibunya," lirih pria tersebut, seolah turut merasakan apa yang tengah dirasakan oleh Aqilla.

Tangis Aqilla semakin tidak terbendung, seolah tengah memuntahkan apa yang selama ini ia pendam. Penyesalan terasa menyesakkan dada, menggerogoti hatinya yang rapuh, mengikis keinginannya untuk mati dan kembali mengingat kedua buah hati yang sebenarnya sangat membutuhkannya saat ini.

"Maafin Ibu, Nak. Ibu benar-benar minta maaf," lemahnya seraya terisak, kedua tangannya seketika melingkar kuat di punggung pria asing yang telah menyelamatkannya dari kematian.

Pria bertubuh tinggi itu hanya terdiam, tanpa terasa air matanya turut bergulir membasahi kedua sisi wajahnya. Kesedihan dan penyesalan yang tengah dirasakan oleh Aqilla seakan menular, menjalar dan terasa menusuk relung hatinya yang paling dalam.

"Bertahanlah demi anak-anakmu dan--" Ucapan pria itu terhenti, saat suara tangisan Aqilla tiba-tiba tidak lagi terdengar.

Lingkaran tangannya seketika melonggar dan tubuhnya melemas dengan kedua mata terpejam. Aqilla terjatuh dalam pangkuan pria itu dan tidak sadarkan diri.

"Ya Tuhan," decak pria itu menatap wajah Aqilla dengan sayu penuh rasa iba, tanpa berpikir panjang ia pun segera menggendong dan membawanya ke dalam mobil yang ia parkir tidak jauh dari sana.

***

Keesokan harinya, tepatnya pukul 10.00 WIB. Aqilla mengedipkan pelupuk matanya secara perlahan, dahinya mengernyit, telapak tangannya bergerak lemah, sebelum akhirnya membuka kedua mata seraya menahan rasa pusing di kepala.

"A-aku di mana?" gumamnya seraya menatap langit-langit kamar, di mana lampu LED begitu terang menyinari kamar, berbaur dengan sinar matahari yang menembus jendela kaca kamar berukuran luas itu.

Aqilla memaksakan diri untuk bangkit dan duduk tegak di atas ranjang dengan tubuh lemas, menatap sekeliling kamar mewah dengan jendela kaca besar di mana tirainya nampak terbuka lebar. Telapak tangannya perlahan bergerak naik, memijit pelipis wajahnya yang terasa berdenyut pusing.

"Apa yang terjadi? Kenapa aku bisa ada di sini?" gumamnya lagi, menyibakkan selimut yang menutup tubuhnya dan hendak turun dari ranjang.

Akan tetapi, tubuh Aqilla seketika terbeku saat melihat pintu kamar dibuka dari luar. Seorang pria mengenakan kemeja berwarna putih berjalan memasuki kamar seraya membawa secangkir susu hangat.

"Kamu udah bangun?" tanyanya dengan senyum kecil, melangkah mendekat, lalu meletakan apa yang ia bawa di atas meja kecil kemudian duduk di tepi ranjang.

"Terima kasih karena Anda sudah menolongku, aku harus pergi sekarang," ucap Aqilla datar, berdiri tegak dan hendak melangkah.

"Pergi ke mana? Ke jembatan itu lagi?"

Aqilla sontak menahan langkah kakinya seraya menarik napas dalam-dalam dengan mata terpejam, dihantui penyesalan karena sempat berbuat bodoh dengan mencoba untuk mengakhiri hidupnya. Wanita itu hanya terdiam tanpa menjawab pertanyaan pria tersebut.

"Apa kamu tau seberapa besar perjuangan saya untuk tetap hidup? Kalau kamu mau mati, nanti setelah kamu membalas dendam kepada mereka yang telah membuat hidup kamu menderita. Saya akan membantu kamu balas dendam. Saya punya harta yang melimpah, kamu bisa menggunakan harta saya untuk menghancurkan mereka, tapi sebagai imbalannya, berikan hidup kamu buat saya."

Bersambung ....

1
Sunaryati
Ke kantor polisi Nak
Sunaryati
Nah karma dibayar tunai Ilham, semoga Aqilla dan Raditya segera menemukan Kaila dan Keano
Sunaryati
Nah segera hubungi papa Adit, Kaila
Yuliana Tunru
kemn keano dan.kaila smoga ank2. qila selamat
Yuliana Tunru
dasar ilham ayah yg egois semua semau x smoga ank2 aqila di bawa orang2 radit takut x nyasar malah di culik penjahat .
Yuliana Tunru
nah keano msh ngitot mau dgn ayah mu smoga z dona gagalkan ilham.yg ngotit mau aqila batal nikah ..
Yuliana Tunru
radit kaeih penjaga bayangan dan buat ilham sibuk kerja saat.pernikahan mu agar tak jd biang onar dan kita lihat gmn istri baru ilham jaga ank2 tiri x jgn lupa dibrekam biar jd bukti klo terjadi apa2 pd kaila dan keano
Meliandriyani Sumardi
hadir kak salam kenal...
Reni: Salam kenal juga kakak. Terima kasih banyak ❤️❤️❤️
total 1 replies
Yuliana Tunru
jgn lemqh aqila pasti ilham merasa menang ..berikan z k3ano klo kaila tak mau jgn di paksa biar keanobtau rasa x tinggal dgn ilham dan ibu tiri x tinggal awasi jikq mmg di sakiti tinggal jemput kembali
Yuliana Tunru
biarkan z aqila dan biarkan ank2 milih saat nanti keano dgn ilham apa ibu tiri x bisa jaga dgn baik hrs pqke perjanjian klo ilham dan istei x jahat hak asuh tak akan pernah.lagi buat ilham
Rohmi Yatun
next Thor🙏
Reni: Siap, Kakak. Terima kasih❤️
total 1 replies
Yuliana Tunru
mmg x sdh tes kecocokan donor ya aqila x ..
Rohmi Yatun
cerita nya menarik🌹🌹🌹🌹👍
Yuliana Tunru
harus x aqila jelaskan rencanan x agar ank2 paham ..kerjai z dulu ibu tiri x biar kapok dan saat mereka jahat ank2 bisa laporkan KDRT biar ailham tau gmn sifat istri baru x ..
Reni: Terima kasih atas sarannya, Kakak❤️❤️
total 1 replies
Yuliana Tunru
nah lho.ketahuan ..pecat z niar jd gembrl dan jgn.lupa biarkan ilhan jaga ank x tpbttp diawasi jgn ssmpe dona yg aniaya ank2 tiri x
Yuliana Tunru
pasti ilham cuekin ank x tp niar laj ahar ank2 tau klo ayah membuang ank x demi selingkuhan yg jalang
Yuliana Tunru
kyk x ank2 aqila tak tau sikap dan kelakuan ayah x jd msh cari2 ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!