Episode 10

Mulai hari itu kehidupan rumah tangga Ismi dan Yonggi kini berjalan dengan Harmonis.

mereka berdua sudah mulai saling mencintai.

Yonggi pun selalu mengungkapkan kasih sayangnya kepada istrinya. selain itu mereka juga sudah saling berbagi kamar, ismi tidak tidur di kamar tamu lagi, melainkan ia sekamar dengan suaminya.

1 bulan kemudian.

" chagii... bangunlah.. kau akan telat kekantor, Ayo bangunlahh... " (sambil menggoyangkan badan suaminya)

" hmmm.. (dengan suara yang serak) " saut Yonggi

" cepat bangun dan aku akan menunggu mu di bawah untuk sarapan.. " jawab ismi

" hmmm... " saut Yonggi

beberapa menit kemudian Yonggi turun dan berjalan menuju dapur.

" chagii,, apa kau tidak bekerja hari ini ?? " saut Yonggi sambil memakan sarapan yang telah di buat istrinya.

" tidak,, pekerjaan ku sudah ku kerjakan semalam, dan kliennya, kami akan bertemu besok lusa. " jawab ismi.

" jadi hari ini aku hanya ingin bersantai dirumah dulu, punggung ku juga terasa sakit, jadi aku istirahat dulu untuk hari ini " saut ismi

" eohh!! apa kau tidak apa-apa?? apa perlu kuantarkan kerumah sakit?? " saut Yonggi sambil memeriksa badan istrinya.

" hmmm,, aku tidak apa-apa,, ini hanya efek begadang kok, aku hanya perlu tidur dan nanti akan segera pulih kok " jawab ismi.

" benarkah !!. " saut Yonggi

" hmm.. aku tidak apa-apa.. " jawab ismi

setelah mereka sarapan, ismi mengantar suaminya kedepan untuk berangkat kekantor.

" hati-hatilah.. " saut ismi

" hmmm..., jika ada apa-apa telpon aku eoh.. " jawab Yonggi

" ehmmmm... " jawab ismi.

beberapa jam berlalu, saat ismi hendak untuk makan siang di dapur, tiba-tiba teleponnya berbunyi.

drrrrttt... drrrrttt

" halooo... ?? " jawab ismi

" saya dari rumah sakit di Incheon,, saya ingin memberitahukan bahwa ibu anda dirawat dirumah sakit., menurut petugas ambulans ibu anda ditemukan tidak sadarkan diri dipusat perbelanjaan

" saut seorang perawat dari rumah sakit.

" ne!!!!... saya akan segera kesana, tolong berikan penanganan terbaik untuk ibu saya " jawab ismi.

" baik nona, menurut dokter ibu anda mengalami serangan jantung saat hendak membeli di supermarket " saut perawat.

" baik,, saya akan segera kesana. " jawab ismi sambil menutup telponnya.

2 hari sebelum kejadian, ayah ismi sedang pergi keluar negeri untuk urusan bisnis. itulah kenapa ayah ismi tidak ada disamping istrinya saat sakit.

setelah mendengar kabar ibunya dirumah sakit, ismi segera bergegas untuk berangkat ke Incheon

sebelum ia berangkat ia mencoba menghubungi suaminya, namun tak kunjung Yonggi menjawab Nya.

" kenapa dia tidak menjawab telponnya.. " saut ismi dengan cemass

sementara itu,, dikantor Yonggi.

dia sedang rapat.. jadi saat istrinya menelpon dia tidak melihat telponnya.

namun beberapa kali ismi menelpon, Yonggi menyadari bahwa handphonenya berdering dari tadi.

ia segera mengangkat telponnya, karena dipikirannya ada sesuatu yang terjadi pada istrinya.

" apa terjadi sesuatu..!! " sautt Yonggi.

" Yaaa.. kenapa kau baru mengangkat nya,, *dengan suara yang tergesa-gesa. "

" tadi ada rapat,, apa sesuatu terjadi padamu?? " jawab Yonggi.

" pulang sekarang,, kumohon *dengan suara yg sudah nafas yang sudah tidak karuan dan kecemasannya. "

" eohh !!!.. jelaskan dulu apa yang terjadi,, " jawab Yonggi

" ibuuuku.. masuk rumah sakit,, pulang sekarang 😭 *tidak sanggup lagi menahan air matanya "

" eohh!! aku akan segera pulang, kita akan langsung kesana setelah menjemput mu,, " jawab Yonggi

" eohh.. pallii..😭 " menutup telponnya

beberapa menit kemudian Yonggi telah sampai dirumahnya.

ia melihat istrinya sudah menunggunya didepan pintu .

melihat Yonggi telah datang ismi segera masuk kedalam mobil dan mereka pergi ke Incheon untuk melihat ibu ismi.

diperjalanan ismi kelihatan tidak tenang, dia sangat khawatir dengan ibunya.

" tenanglah sayang.. aku yakin ibu akan baik-baik saja *sambil mengelus tangan istrinya"

" ....,, *air mata ismi mulai jatuh.. "

" ehmmm... *sambil mengusap air matanya"

"istirahatlah dulu, aku akan membangunkan mu jika sudah sampai.." saut Yonggi.

" aku tidak bisaa tidur, aku terus kepikiran dengan ibu😢" jawab ismi

" ibu pasti sudah di jaga oleh perawat disana, apa yg dikatakan rumah sakit saat menelpon mu tadi? " saut Yonggi.

" ibuu, ditemukan tidak sadarkan diri di supermarket, dan dokter bilang kalau ibu kena serangan jantung " jawab ismi

beberapa jam terlewatkan. akhirnya mereka sampai di rumah sakit Incheon.

ismi dan Yonggi bergegas masuk dan mencari kamar ruangan ibunya di rawat.

" ibuu.. *berjalan masuk kekamar dan disusul oleh yonggi "

" ibu anda belum sadar sedari tadi nona, setelah melalui pemeriksaan, terjadi penyumbatan di pembuluh darah jantung, terdapat plak di saluran arterinya itu yang mengakibatkan serangan jantung" saut perawat .

" bagaimana keadaannya sekarang? " saut Yonggi pada perawat tersebut.

" dokter telah menyuntikkan beberapa obat, kita tunggu pasien sadar lalu melakukan pemeriksaan kembali pak " jawab dokter.

" kalau begitu saya permisi dulu .. " saut perawat.

" kita doakan semoga ibu segara bangun.. *sambil mengelus kepala istrinya Yang duduk di samping ibu mertua nya. "

beberapa menit berlalu tiba-tiba handphone Yonggi berbunyi.

" haloo,, " jawab Yonggi

" nak,, apa kau sudah sampai di rumah sakit ibumu?? " saut ayah ismi

" iyaa,, ayahh,, kami telah sampai dari tadi " jawab Yonggi

" terus bagaimana keadaan ibumu nak? " saut ayah ismi

" tadi ayah menelpon ismi tapi handphone nya sepertinya tidak aktif ? " saut ayah ismi

" ahhh,, ismi sedang tidur disamping ibu, kata dokter ibu mengalami serangan jantung akibat terdapat plak di saluran arterinya " jawab Yonggi.

" toolong jaga ibumu untuk sementara nak, ayah akan kembali besok lusa " saut ayah ismi

" iyaa ayahh,, saya akan menjaga ibu dan ismi disini dan semoga ayah sampai dengan selamat kekorea" saut Yonggi.

" yasudah nak, beri kabar kepada ayah kalau ibumu sudah siuman " saut ayah ismi

" nee.. baik ayah " jawab Yonggi

mendengar Yonggi berbicara, ismi akhirnya bangun dari tidurnya.

" eohh kau sudah bangun ?? " saut Yonggi

" ehhmm.. ssttt.. yonggi- yaa " saut ismi

" eohh kau kenapa?? " *datang menghampiri ismi

" kepalaku sangat pusing.. 🤧 " jawab ismi

" duduk disini,, *sambil membantu ismi untuk duduk di sofa "

" sandarkan kepala mu di sini *menyandarkan kepala istrinya di dadanya sambil mengelus kepalanya "

namun beberapa saat kemudian ibu ismi sadar dari tidurnya.

" eohh!! ibu.. kau sudah bangun " *berjalan menghampiri ibunya

" nak,, sejak kapan kau ada disini dan suamimu juga?? " saut ismi

" dari tadi Bu, aku kesini untuk menemani ibu disini,, " jawab ismi

" asalkan ibu tau, betapa khawatir nya aku " saut ismi

" hmm.. ibu juga tidak tau kalau ibu akan seperti ini nak" jawab ibu ismi

" Bu,, aku keluar dulu untuk memanggil dokter " saut Yonggi

" iya na " jawab ismi

beberapa menit kemudian ibu ismi akhirnya diperiksa oleh dokter, dan mereka berdua menunggu di depan kamar.

" sayang duduklah disini.. " *menarik tangan istrinya untuk duduk disampingnya

" eohh..!! kenapa kau sangat pucat sekali,,?? tanganmu juga gemetar!! apa kau juga sakit?? " saut Yonggi

" tidak .. aku tidak apa-apa,, aku.. akuu " belum sampai ismi berbicara ia tiba-tiba kehilangan keseimbangan nya .

" sayang kauu kenapa?? " saut Yonggi sambil membantu menopang tubuh istrinya

" sepertinya mag ku kambuh, dari tadi siang aku memang belum makan. " jawab ismi

" eohh!! kenapa bisa begitu,, ya ampun .. yasudah tunggu disini dan aku akan keluar membeli makanan " saut Yonggi

" hmm.. " jawab ismi

beberapa saat kemudian Yonggi akhirnya datang.

" hmm makanlah,, " *memberikan makanan yang dibelinya kepada istrinya

" emm.. gumawo..☺️ " jawab ismi

" kiss dulu dong.. " jawab Yonggi

" hmmm.. mmuach " saut ismi sambil mencium pipi suaminya

" kau juga ikut makan denganku .. aaaa " saut ismi

" hehehe.. baiklah.." jawab Yonggi.

Download

Like this story? Download the app to keep your reading history.
Download

Bonus

New users downloading the APP can read 10 episodes for free

Receive
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download MangaToon APP on App Store and Google Play