Episode 3

Beberapa hari terlewatkan, hari pernikahan kami pun tiba.

Acara pernikahan kami dihadiri oleh tamu perusahaan dan sebagian keluarga dari Yonggi dan keluarga ku dari Indonesia.

Acara sangat meriah.

Singkat cerita acara pernikahan pun selesai.

Aku dan Yonggi meminta restu dan izin kepada kedua orang tua kami, untuk tinggal di rumah yang telah disediakan oleh keluarga Yonggi di deagu.

ismi : ayah.. ibu.. aku akan sering-sering mengunjungi kalian,, dan jangan lupa untuk sering menelepon ku, dan makanlah vitamin dan susu yang teratur eohh..~ 😢😢

Ayah : iya nak,, bahagialahh dengan kehidupan mu yang baru ,, ayah sangat bahagia bisa melihat momen pernikahan mu

ibu : eohh.. bahagialah bersama suamimu nak eohh *memeluk ku

Dan tak lupa pula aku meminta restu kepada kedua orang tua Yonggi.

ismi : ayah mertua,, sehat-sehat lah,, aku juga akaan sering mengunjungi kalian 😞.

Pak Min : eohh~ nakk aku sangat bahagia punya menantu seperti mu,, tolong jagalah dan ubah hidup anakku eohh !!

ismi : iya ayah.. ,😟

Nyonya Min : nakk jangan sungkan untuk menelpon ibumu ini eohh!! Aku sangat bersyukur punya menantu seperti mu nak.

ismi : baik Bu,, sehat-sehat lah selalu .

Setelah berpamitan aku dan Yonggi akhirnya berangkat menuju deagu untuk tinggal menetap di sana.

Skip perjalanan.\=>

Kamipun sampai dirumah baru kami.

Kami berdua mengangkat koper kami masing-masing dan masuk kedalam rumah tersebut.

*Suasana didalam rumah

Kami benar-benar belum berbicara satu sama lain pada saat setelah menikah dan sampai sekarang.

Sampai akhirnya aku menuju kamar utama.

Yonggi : jangan coba-coba untuk masuk ke kamar itu !! (Bentak)

*Langkah ku terhenti mendengar perkataan Yonggi.

ismi : kenapa ??

Yonggi : aku tidak Sudi sekamar denganmu !! Kau carilah kamar sendiri.. dan jangan coba-coba untuk mendekati kamar itu.

ismi : *mendengar perkataan Yonggi, sejenak kau seperti tertusuk duri di hatimu.

ismi : eohh baiklah... Aku juga tidak Sudi sekamar denganmu.. kau sangat kasar . *Meninggalkan Yonggi.

Akhirnya aku memilih untuk tidur dikamar tamu.

" Kehidupan hari pertama pernikahan ku sangat buruk,,bukan seperti ini kehidupan pernikahan yang ku impikan. *Tanpa sadar air mataku jatuh.

*Membereskan barang-barang ku dilemari.

Tanpa sadar kau ketiduran di tempat tidurmu.

Paginya \=>

Aku keluar dari kamar dan menuju ke dapur untuk membuat sarapan. Yah aku bersikap layaknya seorang istri yang membuatkan sarapan untuk suaminya.

Setelah makanannya masak, aku berniat untuk memanggil Yonggi untuk ikut sarapan.

Saat itu aku berjalan kekamanya saat aku hampir mengetuk pintu, tiba-tiba Yonggi membuka pintunya, spontan aku sangat terkejut dan terjatuh di depan pintu kamar.

ismi : yaaaaa 😳😳 kau mengagetkan ku..

Yonggi : ... *melihatku sekilas lalu Berjalan keluar dari kamarnya tanpa menghiraukan ku

*Setelah itu aku bangkit dan menuju kedapur

saat sampai didapur, aku memanggil Yonggi yang sedang menonton TV, untuk ikut sarapan dengan ku.

ismi : aku sudah menyiapkan sarapan untukmu, kesinilah untuk sarapan .

Yonggi : makanlah sendiri, aku tidak Sudi memakan masakan mu 😒

"mendengar perkataan Yonggi, tentu saja aku sangat tersinggung.

ismi : eohh!!! Ok mulai besok kau masak sendiri makanan mu, dasar batu 😤

Yonggi : tatapan sinis 👺 *mendengar perkataan ku.

" Karena muak melihat pandangan Yonggi, aku mengakhiri makan ku dan kekamarku.

moodku benar-benar jelek pagi ini karenanya. Mending aku keluar untuk mengerjakan pekerjaan ku ditempat lain.

#beberapa menit setelah mandi dan pakaian aku keluar dari kamarku. Dan berjalan keluar rumah, kulihat Yonggi masih di menonton tv, tanpa bilang apa-apa aku keluar dari rumah.

Di posisi Yonggi

Yonggi : anak itu kemana ?? * Menengok kearah ismi saat membuka pintu depan.

#sesaat setelah ismi keluar dari rumah, aku menuju kedapur untuk memasak ramen, namun saat kulewati meja makan, kulihat sandwich yang di buat oleh ismi tadi pagi.

Beberapa menit kemudian ramenku masak, akupun makan itu sampai habis. Tanpa menghiraukan sandwich yang dibuat ismi, Setelah itu aku kembali untuk menonton tv.

Beberapa jam berlalu aku tidak sadar, aku tertidur.

Pukul 15.35 sore

Aku terbangun dari tidurku, aku benar-benar lapar saat bangun tidur, aku kembali kedapur .

"Membuka lemari .

Yonggi : mwo !! Ramenya habis !! 🙀

Karena ini hari pertama di rumah baru, tidak ada stok makanan apapun kecuali ramen tadi pagi, dan yang tersisa hanya sandwich yang di meja .

Yonggi : apa boleh buat aku akan memakanmu karena terpaksa *memegang sandwich

#setelah mengambil sandwich itu aku memanaskan nya dan memakannya.

Yonggi : eoh !! Rasanya tidak begitu buruk *memakan sandwich dan menghabiskan nya.

"Setelah memakan sandwich itu aku membereskan meja makan.

Sementara itu di posisi ismi.

"Menutup laptop dan membereskan barang-barang dari tempat dudukku. Tidak lama itu aku keluar dari cafe tempat aku mengerjakan jobku.

Aku melihat jam tanganku, ternyata ini sudah pukul 16.25 sore. Aku harus buru-buru pulang, tapi aku teringat akan bahan makanan dirumah kosong jadi aku mampir di supermarket untuk membeli bahan-bahan makanan.

#saat hampir bahan makanan sudah hampir semua terbeli, aku lewat didepan toko cake dan terlintas Yonggi, " aku akan membelikan cake untuknya, mungkin saja dia bisa akrab sedikit denganku " itulah yang terlintas dipikiran ku dan membelikan Yonggi cake. Setelah membeli cake itu, akupun beranjak pulang.

Sesampainya aku dirumah.

*Berjalan masuk dan membawa banyak kantong bahan makanan. Saat itu kulihat Yonggi yang sedang menatapku.

ismi : Apa kau hanya melihatku membawa semua barang ini !! *Berharap dia membantu ku membawa barang ini.

Yonggi : apa peduliku 😼

ismi : eisssss 😤 kau benar-benar batu heoh!! *Berjalan masuk dan mengangkat semua kantongan itu kedapur. {Harusnya aku tidak perlu membelikan dia cake tadi}.

#yonggi hanya cuek melihatmu membawa semua barang itu. Setelah semua barang itu aku rapikan dan masukkan kekulkas, aku berjalan menuju kekamarku.

*Sampai dikamar aku membuang badanku dikasur, aku benar-benar merasa lelah. Ini baru hari pertama kami hidup bersama tapi rasanya sudah lelah sekali hidup dengan orang seperti dia. Setelah berbaring sejenak, aku bangkit dan pergi mandi dan mengganti pakaianku. Dan kembali membuka laptopku dan mengerjakan sedikit desain rumah yang diminta klienku.

Diposisi Yonggi, pukul 21.11 malam

Berjalan menuju kedapur ingin mengambil minuman dingin, dan saat aku membuka kulkas aku melihat kota cake dan ada note diatasnya. Aku membaca note itu " Yonggi makanlah cake ini, aku membelikan mu ini karena ku tau kalau kau tidak menyukai masakanku "

Yonggi : heoll~ dasar gadis itu. *Tersenyum melihat note ismi

Yonggi : Baiklah aku akan memakannya *mengambil sepotong kue untuk di makan. Namun tiba-tiba aku teringat dengan gadis itu, aku mengambil satu potong lagi untuk ku berikan kepada gadis itu. Setelah itu aku mengantar kue itu kekamarnya, namun saat ku buka pintunya sedikit, aku melihatnya masih didepan laptopnya, sepertinya dia sibuk. Aku kembali kedapur untuk menaruh cake itu di meja dan memakan cake ku. Setelah memakan itu aku kembali kekamarku.

Di posisi ismi \=>

Pukul 23.00 malam aku masih didepan laptopku. Setelah lewat beberapa menit badanku terasa kaku dan kepala ku sedikit pusing, saat itu aku kedapur untuk membuat teh untuk mengurangi penatku. Tak kulihat Yonggi di depan tv, mungkin dia sudah tidur {pikirku} . Aku membuat teh di dapur dan saat itu aku melihat sepotong cake di meja makan, "apa dia menyediakan ini untukku?" {Pikirku}. Aku tersenyum sedikit, sambil menunggu airnya mendidih aku memakan cake itu, dan beberapa menit kemudian airnya mendidih bersamaan dengan habisnya cake ku makan. Saat aku bangkit dari tempat dudukku tiba-tiba penglihatan ku berputar dan lama-kelamaan penglihatan ku menghitam, saat itu aku tidak sadarkan diri, bersamaan itu piring yang ku pegang ikut terjatuh dan pecah di samping ku.

#suara pecahan piring nyaring

Posisi Yonggi.

Apa itu !! {Terkejut} aku turun untuk memeriksa apa itu, namun saat aku sampai di dapur aku melihat gadis itu tidak sadarkan diri di samping meja makan dan beberapa pecahan kaca berserakan didekat tangannya. Melihat itu aku langsung menghampirinya dan mencoba untuk membangunkan nya, namun tak kunjung dia sadarkan diri, saat itu juga aku mengangkatnya ke kamarnya .

Yonggi : apa sebenarnya yang terjadi padamu ?? *Membersihkan luka pecahan kaca yang di tangannya, saat ku genggam tangannya rasanya tangannya sangat dingin, dan saat itu juga kuperiksa suhu kepalanya, ternyata dia demam. " Ahhhkk kau membuatku repot saja " berjalan menuju dapur untuk mengambil air hangat dan mengompres kepalanya. Saat setelah aku mengompresnya, dan menyelimuti nya aku duduk disampingnya sambil memandangi wajahnya, dan saat itu terlintas di kepala ku kejadian tadi sore, aku merasa bersalah tidak membantu nya tadi, dia pasti sangat kelelahan. "Wajahmu begitu Pucat sekarang" memegang pipinya yang tembem. Sudah pukul 01.45 malam tapi kau belum sadarkan diri juga. Tanpa sadar aku ikut tertidur disampingnya.

Uhhhuk uhhhuk uhhhuk

Suara batuk itu membangunkan ku.

ismi : ibu... Ibu..(berkeringat) *mengigau ditidurnya

Yonggi : kenapa suhu mu belum turun juga *mengecek suhu badannya

Yonggi sangat merasa bersalah dengan ismi.

"Apa yang harus kulakukan saat seperti ini" {benak Yonggi} saat itu Yonggi menggenggam tangan ismi.

Yonggi : ismi-ya~ bangunlah sebentar *dengan suara yang lembut

Ismi : euhh !! Yonggi *terbangun dari tidurnya

Yonggi : euhh ini aku,, bangunlah sebentar dan minum air ini, tadi kau batukkan. *Suara yang lembut.

Ismi : *menurut dengan perkataan Yonggi

Yonggi : sekarang tidurlah, aku akan menemanimu disini *sambil mengelus kepalaku

Ismi : gomawo~ Yonggi-ya~ *kembali tertidur disampingnya

Aku benar-benar merasa sangat nyaman saat Yonggi menemani ku malam ini. Dalam hati ku meminta "tuhan andaikan sifatnya seperti ini padaku untuk kedepannya aku pasti sangat bahagia dan kami tidak akan saling membenci setiap hari".

Yonggi Pov ✓

Aku tersenyum kecil setelah mendengar ismi mengucapkan "gomawo~". Beberapa menit setelah itu aku melihatnya sudah tertidur, dan aku masih mengelus kepalanya, dan tanpa sadar aku juga ikut tertidur disampingnya.

Skip Pagi \=>

Aku bangun dari tidurku, dan kudapati Yonggi tertidur di samping ku dan tangannya masih menyentuh kepalaku, saat itu juga aku mengingat kejadian semalam, dia telah menemani ku saat demam semalam. Aku bangun dari tempat tidur, dan memperbaiki posisi tidur Yonggi dan kuselimuti.

ismi : pasti dia tidur terlambat karena menemani ku semalam. *Mengelus pundak Yonggi.

Setelah itu aku keluar kamar menuju kedapur untuk membuatkan sarapan untukku dan Yonggi, "mungkin gula darahku turun karena terlalu memaksakan diriku bekerja" { benakku }. Saat menyiapkan sarapan itu aku melihat tangan kiriku terperban, mungkin ini terkena pecahan kaca piring yang pecah semalam. Dalam hati ku "Yonggi terimah kasih kau merawatku semalam".

Yonggi pov✓

Drrrrttt Drrrrttt (suara handphone bergetar)

Aku terbangun mendengar handphone bergetar itu, dan itu berasal dari ponsel ismi, saat aku terbangun, aku tidak melihat ismi di sampingku, "mungkin dia diluar" dan saat itu juga aku keluar untuk memberikan handphone nya.

Yonggi : iissmii-ya~

ismi : eohh!! Yonggi, kau sudah bangun ?

Yonggi : ini *memperlihatkan handphonenya

ismi : eohh *langsung mengambil handphonenya

ismi pov✓

mengangkat telponnya

📞ismi : haloo~

📞?? : halo .. apa benar ini nonya ismi ?

📞ismi : nee~ dengan saya sendiri,, yubuseyo??

📞?? : Ahhh.. ini aku hanbin.. Lee hanbin.

ismi : eohh!! Hanbin 😃 dari mana kau mendapat no ku?? *Berbicara akrab

Yonggi pov✓

Memperhatikan ismi yang sedang menelpon "siapa sih itu !! ck ini masih pagi dia sudah menelepon." {Benakku}. Sesekali aku memakan makanan yang telah disiapkan ismi.

ismi pov✓

Setelah berbincang ditelpon dengan hanbin aku kembali menyusul Yonggi sarapan didapur. Aku duduk di hadapannya.

ismi : yonggi-ya~

Yonggi : euhh ! We??

ismi : terimakasih kau telah menjaga ku semalam, sepertinya gula darahku turun jadi tiba-tiba saja aku pingsan seperti itu. *Memakan sarapan

Yonggi : eoh! Lain kali jangan membuatku kerepotan lagi. *Menjawab cuek

ismi : iyaa.. pasti

Yonggi : *selesai sarapan dia meninggalkan ku di meja makan dan naik kekamarnya.

Setelah setengah jam terlewatkan, aku melihat Yonggi turun dari tangga dengan pakaian rapi, saat itu aku duduk di sofa ruang tengah dan melihatnya turun, "kau ingin kemana?" {Tanyaku}.

Yonggi : aku akan kekantor baru yang diberikan ayah padaku. *Berjalan menuju pintu depan

ismi : ahh~ *saat itu kulihat dasinya Yonggi berhenti sebentar.

Yonggi : *mengentikan langkahnya. Eoh!! We?

Aku berjalan kedepan Yonggi. Dan kuperbaiki pasangan dasinya.

ismi : hari ini adalah hari pertama mu bekerja kan, jadi kau harus tampak rapi di depan karyawanmu. Bagaimana jika karyawan mu melihat dasimu miring seperti ini.

Yonggi pov✓

Deg deg deg, kenapa dia sangat memperhatikan hal yang kecil seperti ini.

" Aku buru-buru, jadi tidak begitu memperhatikan nya " {sahutku}

ismi : nahh sudah rapi *melepaskan tangannya

Yonggi : yasudah aku pergi dulu *berjalan keluar

Download

Like this story? Download the app to keep your reading history.
Download

Bonus

New users downloading the APP can read 10 episodes for free

Receive
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download MangaToon APP on App Store and Google Play