Bulan ke 8
Pagi yang cerah untuk memulai hari.
" sayang.. kenapa kau tidak memanggilku.. bahaya jika turun tangga sendirian. " Omelan pagi suami pada istrinya.
" tidak apa-apa, kau sudah sarapan sayang? "
" hmm.. belum, aku menunggumu. "
" kenapa tidak membangunkan aku, aku jadi telat membuatkan sarapan untukmu. "
" tidak masalah, aku bisa masak juga tau.. dan untuk besok-besok tidak perlu buatkan sarapan untuk ku. "
" hmmm..!! kenapa? "
" sayang.. perutmu ini sudah sangat besar, bahaya jika kau kelelahan.. aku tidak ingin terjadi apa-apa padamu dan anak kita "
" jadi siapa yang akan memasak untuk kita..? "
" aku bisa.. begini - begini aku juga sangat terampil dalam masakan. "
" tapi.. itu pasti mengganggu kerjamu sayang, belum lagi saat pulang.. kau pasti lelah.. "
" tidak apa-apa, aku akan hati-hati.. "
" atau kita sewa ART saja, supaya ada yang menemani mu juga di rumah.. "
" hmmm .. boleh. "
" ok.. aku tidak ingin istriku kelelahan 😘 " sambil memegang pipi istrinya.
Pagi itu dipenuhi dengan perhatian suamiku.
" aku berangkat ya sayang.. " pamitnya
" iya hati-hati.. "
" ingat jangan banyak melakukan hal-hal berat.. "
" iya .. bawel.. "
" bye bye juga anakku.. " sambil mengelus perutmu.
" sebentar jadi keluar sama mama? "
" iya.. "
" apa Ku temani saja.. "
" tidak perlu, kan ada mama.. aku hanya pergi ke toko perlengkapan bayi.. "
" hmm.. yasudah.. kabari aku jika keluar oke.. " sambil mengecup kening istrinya.
Yonggi pun berangkat kerja.
Disisi lain.
Di kantor.
tok tok tok.
siapa?? saut Yonggi.
permisi pak, ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda? jawab sekertaris Yonggi.
suruh dia masuk?
baik pak.. sambil keluar dari ruangan.
tak berselang lama seseorang masuk keruangan Yonggi.
Yonggi yang masih sibuk dengan berkas yang masih dia periksa tidak memperhatikan siapa yang masuk keruangan nya.
" wah ada apa ini Yonggi ya.. kenapa aku harus izin dulu jika ingin bertemu dengan mu. " sautnya.
" eoh!!? Boram.. apa yang membuatmu kemari?? "
" apa aku harus memberitahu mu dulu jika aku mau mampir?? wahh.. apa ini dulu aku sangat leluasa bisa masuk kesini.. "
" ada apa ? kenapa kau kesini, ada urusan apa? "
" aku hanya rindu dengan mu, sudah lama sekali kita gak ketemu ya kan.. " saut Boram sambil duduk di depan Yonggi.
" Boram jika tidak ada hal yang penting, kau bisa keluar dari ruangan ku.. "
" temani aku jalan-jalan.. aku baru saja kembali dari Paris.. aku ingin jalan-jalan denganmu. "
" aku sibuk.. kau jalan-jalan saja dengan temanmu."
di sela-sela perbincangan mereka, Handphone Yonggi berbunyi dan itu adalah telfon dari istrinya.
" eoh!! " Boram melihat panggilan itu.
" apa ini?? apa Yonggi masih bersama istrinya?? " saut Boram dalam hatinya.
Yonggi melihat telfon itu langsung menjawab telfon dari istrinya dan meninggalkan Boram yang masih duduk di depannya.
Borampov✓
apa ini !! Yonggi masih bersama wanita itu..
apa dia tidak menceraikan istrinya??
Yonggi tidak boleh bersama dengan wanita itu.
Yonggi harusnya denganku.
selesai Yonggi berbicara di telfon dengan istrinya, dia mengambil jaznya dan beranjak keluar.
" ya Yonggi kau ingin kemana? " boram menghalangi jalan Yonggi.
" aku ingin keluar.. "
" kau harus menemani ku.. "
" maaf Boram.. lain kali saja.. aku harus menemani istriku"
" istrimu?? kau belum cerai dengan gadis itu?? "
" apa yang kau katakan..?? " saut Yonggi heran.
" kau tidak menyukai gadis itu kan, kau bilang padaku sebelum kau menikah kalau tidak menerima perjodohan itu. "
" itu sudah berlalu, sekarang aku sangat mencintai istriku.. dan tidak akan pernah berpisah dengannya. "
geram dengan ucapan Yonggi.
" apa kau tidak pernah menyukai ku?? "
" apa yang kau katakan Boram.. "
" aku.. menyukai mu sudah cukup lama.. tapi kau tidak menyadari itu.. aku sangat menyesal kenapa aku tidak pernah jujur padamu dengan perasaan ku.. Yonggi aku sangat menyukai mu. " sambil menggenggam tangan Yonggi.
" ada denganmu.. kau sebaiknya pulang.. tidak baik kau berbicara seperti ini di kantorku. " melepaskan tangan Boram dan keluar dari ruangannya.
sementara itu.
di teras rumah.
" apa Yonggi benar akan menjemput kita nak?? " saut ibu mertua ismi.
" iya Bu, tadi dia bilang otw tapi kenapa belum sampai ya.. ?! "
" apa ada urusan mendadak ya.. " saut ismi.
" coba kau hubungi lagi nak.. "
" baik Bu.. "
sementara ismi mencoba untuk menghubungi Yonggi. Tiba-tiba mobil berhenti di depan rumah.
" eoh!! siapa itu?? " saut ibu mertua ismi.
" hmm.. itu bukan mobil Yonggi. "
seseorang keluar dari mobil itu dan menghampiri mereka.
" saya disuruh tuan Yonggi untuk menjemput nona dan nyonya. "
" kenapa bukan Yonggi datang? " saut ismi
" tiba-tiba tadi tuan ada urusan yang mendadak "
" hmm begitu ya.. yasudah.. "
sementara mereka berbincang ismi mendapat notif pesan dari suami nya.
" Maafkan aku tidak bisa menjemput mu dan ibu, tiba-tiba aku ada urusan mendadak. maafkan aku sayang.. 😘
aku mengutus manager ku untuk menjemput kalian. "
setelah membaca pesan itu ismi dan ibu berangkat ke toko perlengkapan bayi.
Disisi lain.
Di cafe depan kantor.
" ada apa dengan mu Boram..? aku batal menemani istriku karena aku tidak ingin kau membuat keributan di kantorku." saut Yonggi
" aku sudah mengatakan padamu, aku menyukai mu.. dan perasaan ku ini sudah lama . "
" maaf aku tidak mengetahui perasaan mu itu, tapi Boram .. sekarang aku sangat mencintai istriku dan tidak bisa meninggalkan nya.. "
" kau berbohong padaku, dulu kau bilang padaku kalau tidak menyukai perempuan itu. "
" iya .. memang dulu aku tidak menyukainya, tapi perasaan ku sekarang, aku sangat mencintai istriku.. Boram kita ini sudah berteman sangat lama, aku sangat menghargai pertemanan kita ini, jadi jangan pernah berharap yang lebih dariku. "
" tapi .. Yonggi .. aku hanya ingin hidup denganmu."
" maafkan aku Boram.. kau bisa menemukan pria yang lebih baik dariku.. kita ini teman, hmmm.. kuharap kau mengerti. "
" sebaiknya kau pulang, aku akan mengantar mu. " saut Yonggi sambil mencoba membujuk Boram.
" tidak perlu, aku akan pulang sendiri.. "
" tidak apa-apa, biar aku mengantar mu pulang.. "
" tidak, ini sudah sangat memalukan untukku. " beranjak pergi dari hadapan Yonggi.
Boram pov✓
sedih, marah, malu, itu yang kurasakan, aku sudah lama memendam perasaan ku untuknya, tapi apa ini?? dia mencintai istrinya.. dulu aku berharap kau akan datang padaku dan memilihku, tapi ternyata dia berhasil merenggut mu dariku.
aku tidak akan biarkan wanita itu bahagia denganmu.
entah sudah kecepatan berapa aku menjalankan mobilku. karena amarah dan kesedihan ini serta kecewa yang kudapat.
Malam, pukul 21.45
" aku pulang... " sautku sambil berjalan masuk kerumah.
" hmm!!? tumben pulangnya lama ? " saut ismi dan menghampiri ku.
" maafkan aku, tiba-tiba tadi ada rapat mendadak dan pertemuan dengan tamu penting jadi tidak bisa menemanimu. " sautku sambil memeluk istriku. " maafkan aku telah berbohong padamu sayang, aku tidak berani menceritakan kejadian tadi dengan mu, aku tidak ingin membuat mu berfikir yang tidak-tidak jika aku menceritakan nya . " sautku dalam hati.
" hmm gwencana... kau pasti lelah, sini biar aku membawa tas mu.. "
" hmm tidak perlu, aku lapar.. "
" yasudah, kita makan dulu.. "
" apa kau belum makan?? "
" hmm.. "
" kenapa tidak makan duluan, kenapa malah menunggu ku.. " sautku.
" aku ingin menunggu mu, tadi aku memasakkan makanan kesukaan mu dengan ahjumma.. "
" ya ampun kau tidak boleh seperti ini sayang.. yasudah kita makan dulu.. nanti kau bisa sakit .. "
selesai makan malam, aku dan istriku ke kamar untuk istirahat.
aku melihat istriku membereskan belanjaan yang di belinya tadi siang.
" belanja apa aja sayang?? "
" kesini dan coba lihat ini.. "
" wahh.. apa ini untuk anak kita semua..?? "
" hmmm tentu.. coba lihat ini.. ini lucukan.. " sambil memperlihatkan baju bayi padaku.
" wahh.. lucu sekali.. tunggu ini pasti pilihan ibukan.. "
" eoh!! bagaimana kau tau?? "
" tentu saja.. aku tau gaya ibu.. "
" hahahaha tapi itu lucu juga.. "
" hahahah.. kau bahagia?? " sautku.
" hmm.. tentu saja, aku tidak sabar menantikan kehadiran bayi kita " saut istriku sambil mengelus perutnya.
" aku juga senang karena kau ada di kehidupan ku.. " sautku sambil memeluk istriku.
" sayang.. berjanjilah padaku satu hal.. "
" apa itu ..? "
" kau harus selalu ada di kehidupan ku, tidak peduli jika kau marah padaku, jangan pernah meninggalkan aku. " sautku.
" hmm!!! bagaimana bisa? jika aku marah padamu pasti kau berbuat sesuatu yang salahkan. "
" tidak, walaupun jika suatu saat kau sangat marah padaku, tetaplah berada di sampingku sampai aku menjelaskan semuanya padamu. jangan pernah mengambil keputusan untuk meninggalkan aku. karena yang aku butuhkan agar aku bisa bertahan hanyalah dirimu. "
" apa ini?? kenapa tiba-tiba bicara seperti itu?? saut istriku.
" ahahaha hanya berandai-andai jika suatu saat akan terjadi hal seperti itu.. "
" iya, aku berjanji.. "
***Download NovelToon to enjoy a better reading experience!***
Comments