Episode 8

beberapa menit kemudian ismi akhirnya sadarr.

" kau tidak apa-apa ?? " tanya Yonggi pada istrinya.

" hmm.. aaku tidak apa-apa.. "

" apa yang kau lakukan selama dua hari ini !!, kenapa kau bisa seperti ini ?? " tanyanya lagi.

" aku tidak apa-apa Yonggi .. "

" yasudah kita pulang saja eohh... " pinta ismi.

" tidak.. kau belum bisa pulang kalau infus mu belum habis.. " jawab Yonggi.

" hufffftttt... " nada memelas.

" dari pagi kau belum pernah makan kan?? " tanya Yonggi.

" ehmmm.. " jawab ismi

" yasudah .. tunggu disini aku akan keluar membelikan makanan untukmu.. "

"ehmmm ,, "

sesampainya mereka dirumah.

Yonggi langsung mengantar ismi menuju kamarnya.

" terimakasih .. " ucap ismi.

" ehmm.. untuk sekarang istirahatlahh.. kau tidak boleh bekerja sampai keadaanmu benar-benar sembuh " jawab Yonggi.

" iya.. " jawab ismi.

" yasudah kau harus istirahat (sambil menyelimuti ismi dengan selimut) dan aku akan membangunkan mu sebentar siang untuk minum obatmu "

" ehmm .. baiklahh, tapi.. apa kau tidak capek, kau kan dari camping pasti kau juga capekkan.. " tanya ismi.

" ehmm.. nanti aku akan istirahat setelah aku bersih-bersih .. aku ingin mandi dulu, aku belum sempat mandi tadi. " jawab Yonggi.

" ahhh.. begitu ya.. "

" yasudah tidurlah cepat, .. " pinta Yonggi.

" iya .. keluarlah, dan cepat kau pergi mandi "

" hmm,, baiklahh " (berjalan keluar dari kamar ismi.)

tak lama setelah Yonggi mandi dan berpakaian, ia kembali kekamar ismi untuk mengecek keadaannya.

Yonggi : *membuka pintu kamar ismi dan berjalan masuk.

Yonggi pov✓

dia benar-benar telah tidur .. ( duduk disamping ismi )

" wajahmu masih pucat ( melihat wajah istrinya ) "

" kau harus cepat sembuh ( sambil mengelus pipi istrinya ). aku tidak tega melihatmu seperti ini.. ini sangat menyiksaku.. "

tanpa sadar Yonggi juga tertidur disamping ismi.

#beberapa jam terlewatkan,,

ismi terbangun dari tidurnya. dan betapa kagetnya saat melihat Yonggi yang tertidur disampingnya sambil menghadap kepada dirinya.

ismi pov✓

bagaimana dia ada disini.. (melihat Yonggi yang tertidur disampingnya)

ini sudah jam berapa? ( melihat jam di mejanya )

ahh.. ini waktunya aku minum obat ya..

sesaat setelah ismi meminum obatnya. dia pun beranjak keluar dari kamarnya.

#sebelum keluar dari kamarnya.

ismi menyelimuti Yonggi yang masih tertidur.

" pasti dia sangat lelah.. "

ismi keluar menuju ke dapur untuk membuatkan beeberapa makanan untuk dia makan Dan Yonggi.

Yonggi pov✓

"huaaammmm... eohh!!! "

" dimana diaa...?? " ( kaget saat bangun karena tidak mendapati ismi tidur disampingnya )

Yonggi pun berjalan keluar kamar untuk mengecek apa ismi ada diluar.

"eohh... kau sudah bangun " ( saut ismi saat melihat Yonggi keluar dari kamarnya )

" apa kau sudah minum obatmu ?? " (berjalan menghampiri ismi)

" ehmm ... aku dari tadi sudah meminumnya " jawab ismi

" kenapa kau tidak membangunkan ku.. " tanya Yonggi

" tadi tidurmu sangat nyenyak, jadi aku tidak membangunkan mu " jawab ismi.

" yasudah biar aku saja yang memasak .. kau kembali lah kekamarmu dan istirahat.. " kata Yonggi.

" tidak usah,, kau tunggu saja di meja makan,, karena sebentar lagi makanannya sudah siap " jawab ismi

" tapi jika kau ingin membantu, .. tolong siapkan nasi kepiting dung " saut ismi.

" eohh.. okeeyy.. " jawab Yonggi.

#entah apa yang terjadi, namun mulai hari itu ismi sangat santai saat berbicara pada Yonggi. dia sedikit telah terbuka pada Yonggi.

keesokan harinya.

"kau sudah ingin kekantor ..?? " tanya pada Yonggi

" ehmm.. apa kau akan bekerja hari ini..? " tanyanya balik.

" sepertinya tidak, .. aku dirumah hari ini .. "

" apa kau ingin keluar jalan-jalan? " saut Yonggi.

" eohh.. tapi kau kan akan kekantor .. " jawab ismi

" aku akan pulang cepat, aku akan menjemputmu jam 2 siang "

" okkeyy... " dengan senyum yang lebar.

sesaat setelah itu, yonggi akhirnya pergi kekantor..

yonggi pov✓

ini pertama kalinya aku mengajak nya keluar setelah kami menikah . ( sambil membayangkan senyum ismi tadi )

jam sudah menunjukkan jam 2 siang.

akhirnya yonggi sampai dirumah.

" ismi.. apa kau sudah siap.. ? " (berjalan masuk sambil berteriak)

" aissss... iya-iya sebentar,, sedikit lagi aku siap kok" jawab ismi.

" heissss... kenapa lagi ini ,, tanganku gak sampai " (sambil memegangi res bajunya)

setelah yonggi selesai mengganti pakaiannya, ia berjalan menuju kamar ismi,,

" ada apa kenapa kau lama sekali.. " (memasuki kamar ismi )

" eissshh... ini ... "

" kenapa tidak meminta bantuanku,, (sambil mengancing res baju ismi) "

" ... terimah kasih.. " saut ismi.

" kenapa kau tidak meminta bantuanku dari tadi, kau masih saja seperti ini " jawab yonggi.

" ituuu... "

" yasudah kita berangkat (sambil menggandeng tangan ismi) "

saat diperjalanan (dalam mobil)

" kita akan kemana?? " saut ismi

" ehmm.. liat saja sebentar.. " jawab yonggi.

stengah jam terlewatkan, akhirnya mereka sampai.

" wahhhh... taman bermain.." saut ismi

" ehmm... kau sangat kesini kan.. " jawab ismi

" eohh.. dari mana kau tau..?? " tanya ismi

" hmmm.. hanya tau saja.. " jawab yonggi.

mereka berdua menikmati setiap wahana yang ada di taman bermain itu.

tidak terasa malam, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang.

" apa kau sangat senang..? " tanya Yonggi.

" ehmm.. sangat sangat senang.. kau tau terakhir kali aku ke taman bermain saat aku masih SMA " jawab ismi.

" tapi saat itu aku kesana hanya sendiri... " saut ismi.

" kenapa sendiri..? " tanya Yonggi.

" ayah dan ibu sangat sibuk waktu itu.. mereka selalu keluar kota untuk urusan bisnis. " jawab ismi

" teman ... kenapa kau tidak mengajak temanmu.. " tanya Yonggi.

" hmmm.. aku tidak begitu memiliki banyak teman saat aku SMA, bahkan teman dekatku di SMA kalau bisaa dihitung hanya 2 orang.. " jawab ismi.

" eohh.. bukankah perempuan biasa memiliki banyak teman ya..? " saut Yonggi.

" ahahaha.. aku tidak mempunyai teman perempuan saat aku masih SMA.. " jawab ismi

" aku selalu bergaul dengan Leo dan Dimas, mereka juga teman saat aku masih SD, kami selalu mendaftar disekolah yang sama.. " jawab ismi.

" terus kenapa kau tidak punya teman perempuan..? " tanya Yonggi.

" ahh .. itu karena mereka selalu melihat ku bergaul dengan Leo dan Dimas, mereka bilang kalau aku ini perempuan genit karena aku hanya berteman dengan laki-laki.. mereka tidak kalau kami memang sudah berteman sudah cukup lama. " jawab ismi.

" dan untuk seterusnya aku tidak begitu yakin berteman dengan perempuan karena mereka seperti itu. " saut ismi.

" ahhhh.. begitu.. " jawab Yonggi.

Download

Like this story? Download the app to keep your reading history.
Download

Bonus

New users downloading the APP can read 10 episodes for free

Receive
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download MangaToon APP on App Store and Google Play