beberapa menit kemudian ismi akhirnya sadarr.
" kau tidak apa-apa ?? " tanya Yonggi pada istrinya.
" hmm.. aaku tidak apa-apa.. "
" apa yang kau lakukan selama dua hari ini !!, kenapa kau bisa seperti ini ?? " tanyanya lagi.
" aku tidak apa-apa Yonggi .. "
" yasudah kita pulang saja eohh... " pinta ismi.
" tidak.. kau belum bisa pulang kalau infus mu belum habis.. " jawab Yonggi.
" hufffftttt... " nada memelas.
" dari pagi kau belum pernah makan kan?? " tanya Yonggi.
" ehmmm.. " jawab ismi
" yasudah .. tunggu disini aku akan keluar membelikan makanan untukmu.. "
"ehmmm ,, "
sesampainya mereka dirumah.
Yonggi langsung mengantar ismi menuju kamarnya.
" terimakasih .. " ucap ismi.
" ehmm.. untuk sekarang istirahatlahh.. kau tidak boleh bekerja sampai keadaanmu benar-benar sembuh " jawab Yonggi.
" iya.. " jawab ismi.
" yasudah kau harus istirahat (sambil menyelimuti ismi dengan selimut) dan aku akan membangunkan mu sebentar siang untuk minum obatmu "
" ehmm .. baiklahh, tapi.. apa kau tidak capek, kau kan dari camping pasti kau juga capekkan.. " tanya ismi.
" ehmm.. nanti aku akan istirahat setelah aku bersih-bersih .. aku ingin mandi dulu, aku belum sempat mandi tadi. " jawab Yonggi.
" ahhh.. begitu ya.. "
" yasudah tidurlah cepat, .. " pinta Yonggi.
" iya .. keluarlah, dan cepat kau pergi mandi "
" hmm,, baiklahh " (berjalan keluar dari kamar ismi.)
tak lama setelah Yonggi mandi dan berpakaian, ia kembali kekamar ismi untuk mengecek keadaannya.
Yonggi : *membuka pintu kamar ismi dan berjalan masuk.
Yonggi pov✓
dia benar-benar telah tidur .. ( duduk disamping ismi )
" wajahmu masih pucat ( melihat wajah istrinya ) "
" kau harus cepat sembuh ( sambil mengelus pipi istrinya ). aku tidak tega melihatmu seperti ini.. ini sangat menyiksaku.. "
tanpa sadar Yonggi juga tertidur disamping ismi.
#beberapa jam terlewatkan,,
ismi terbangun dari tidurnya. dan betapa kagetnya saat melihat Yonggi yang tertidur disampingnya sambil menghadap kepada dirinya.
ismi pov✓
bagaimana dia ada disini.. (melihat Yonggi yang tertidur disampingnya)
ini sudah jam berapa? ( melihat jam di mejanya )
ahh.. ini waktunya aku minum obat ya..
sesaat setelah ismi meminum obatnya. dia pun beranjak keluar dari kamarnya.
#sebelum keluar dari kamarnya.
ismi menyelimuti Yonggi yang masih tertidur.
" pasti dia sangat lelah.. "
ismi keluar menuju ke dapur untuk membuatkan beeberapa makanan untuk dia makan Dan Yonggi.
Yonggi pov✓
"huaaammmm... eohh!!! "
" dimana diaa...?? " ( kaget saat bangun karena tidak mendapati ismi tidur disampingnya )
Yonggi pun berjalan keluar kamar untuk mengecek apa ismi ada diluar.
"eohh... kau sudah bangun " ( saut ismi saat melihat Yonggi keluar dari kamarnya )
" apa kau sudah minum obatmu ?? " (berjalan menghampiri ismi)
" ehmm ... aku dari tadi sudah meminumnya " jawab ismi
" kenapa kau tidak membangunkan ku.. " tanya Yonggi
" tadi tidurmu sangat nyenyak, jadi aku tidak membangunkan mu " jawab ismi.
" yasudah biar aku saja yang memasak .. kau kembali lah kekamarmu dan istirahat.. " kata Yonggi.
" tidak usah,, kau tunggu saja di meja makan,, karena sebentar lagi makanannya sudah siap " jawab ismi
" tapi jika kau ingin membantu, .. tolong siapkan nasi kepiting dung " saut ismi.
" eohh.. okeeyy.. " jawab Yonggi.
#entah apa yang terjadi, namun mulai hari itu ismi sangat santai saat berbicara pada Yonggi. dia sedikit telah terbuka pada Yonggi.
keesokan harinya.
"kau sudah ingin kekantor ..?? " tanya pada Yonggi
" ehmm.. apa kau akan bekerja hari ini..? " tanyanya balik.
" sepertinya tidak, .. aku dirumah hari ini .. "
" apa kau ingin keluar jalan-jalan? " saut Yonggi.
" eohh.. tapi kau kan akan kekantor .. " jawab ismi
" aku akan pulang cepat, aku akan menjemputmu jam 2 siang "
" okkeyy... " dengan senyum yang lebar.
sesaat setelah itu, yonggi akhirnya pergi kekantor..
yonggi pov✓
ini pertama kalinya aku mengajak nya keluar setelah kami menikah . ( sambil membayangkan senyum ismi tadi )
jam sudah menunjukkan jam 2 siang.
akhirnya yonggi sampai dirumah.
" ismi.. apa kau sudah siap.. ? " (berjalan masuk sambil berteriak)
" aissss... iya-iya sebentar,, sedikit lagi aku siap kok" jawab ismi.
" heissss... kenapa lagi ini ,, tanganku gak sampai " (sambil memegangi res bajunya)
setelah yonggi selesai mengganti pakaiannya, ia berjalan menuju kamar ismi,,
" ada apa kenapa kau lama sekali.. " (memasuki kamar ismi )
" eissshh... ini ... "
" kenapa tidak meminta bantuanku,, (sambil mengancing res baju ismi) "
" ... terimah kasih.. " saut ismi.
" kenapa kau tidak meminta bantuanku dari tadi, kau masih saja seperti ini " jawab yonggi.
" ituuu... "
" yasudah kita berangkat (sambil menggandeng tangan ismi) "
saat diperjalanan (dalam mobil)
" kita akan kemana?? " saut ismi
" ehmm.. liat saja sebentar.. " jawab yonggi.
stengah jam terlewatkan, akhirnya mereka sampai.
" wahhhh... taman bermain.." saut ismi
" ehmm... kau sangat kesini kan.. " jawab ismi
" eohh.. dari mana kau tau..?? " tanya ismi
" hmmm.. hanya tau saja.. " jawab yonggi.
mereka berdua menikmati setiap wahana yang ada di taman bermain itu.
tidak terasa malam, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang.
" apa kau sangat senang..? " tanya Yonggi.
" ehmm.. sangat sangat senang.. kau tau terakhir kali aku ke taman bermain saat aku masih SMA " jawab ismi.
" tapi saat itu aku kesana hanya sendiri... " saut ismi.
" kenapa sendiri..? " tanya Yonggi.
" ayah dan ibu sangat sibuk waktu itu.. mereka selalu keluar kota untuk urusan bisnis. " jawab ismi
" teman ... kenapa kau tidak mengajak temanmu.. " tanya Yonggi.
" hmmm.. aku tidak begitu memiliki banyak teman saat aku SMA, bahkan teman dekatku di SMA kalau bisaa dihitung hanya 2 orang.. " jawab ismi.
" eohh.. bukankah perempuan biasa memiliki banyak teman ya..? " saut Yonggi.
" ahahaha.. aku tidak mempunyai teman perempuan saat aku masih SMA.. " jawab ismi
" aku selalu bergaul dengan Leo dan Dimas, mereka juga teman saat aku masih SD, kami selalu mendaftar disekolah yang sama.. " jawab ismi.
" terus kenapa kau tidak punya teman perempuan..? " tanya Yonggi.
" ahh .. itu karena mereka selalu melihat ku bergaul dengan Leo dan Dimas, mereka bilang kalau aku ini perempuan genit karena aku hanya berteman dengan laki-laki.. mereka tidak kalau kami memang sudah berteman sudah cukup lama. " jawab ismi.
" dan untuk seterusnya aku tidak begitu yakin berteman dengan perempuan karena mereka seperti itu. " saut ismi.
" ahhhh.. begitu.. " jawab Yonggi.
***Download NovelToon to enjoy a better reading experience!***
Comments