Episode 13

...Semua berjalan dengan baik, ibu ismi telah di operasi dan kembali pulih, walaupun tetap harus menjaga kesehatan tubuhnya....

...3 Bulan kemudian....

Saat ini perut ismi sudah mulai membuncit, usia kehamilan nya sudah mencapai hampir 7 bulan. Yonggi sangat menjaga istri dan calon anaknya.

ia selalu memperhatikan dan mengontrol setiap apa yang dimakan dan di lakukan istrinya itu.

Dirumah kediaman Yonggi.

Pukul 08.15 pagi.

Ismi berjalan turun menuju kedapur untuk menyiapkan sarapan beserta minum susu untuknya. Suaminya belum bangun lantaran semalam Yonggi ia begadang mengerjakan pekerjaan kantor.

" huftt... " menghela nafasnya karena ia sulit untuk berjalan karena keadaannya.

" kamu udah tumbuh dengan baik nak " sambil mengelus perutnya.

" tinggal 2 bulan lagi kamu akan hadir disisi ibu dan ayahmu ini " berjalan sambil memegang perutnya.

sesampainya ismi di dapur, ia bergegas meminum susunya sambil memasak untuk suaminya. walaupun yang ia masak tidak seperti sebelum ia hamil.

Yonggi pov✓

" hoamm ... " menguap dan membuka matanya perlahan. mendengar suara dari dapur.

" hmm!!? sayang ... " bangun dan berjalan keluar dan turun kedapur menyusul istrinya.

ia melihat punggung istrinya, dan berjalan kearahnya dan memeluk nya dari belakang.

" hmmm!!!? kau sudah bangun.." saut ismi kaget dengan kemunculan suaminya yang tiba-tiba.

" hmmm... " sambil merengek kepada istrinya.

" cuci muka dulu sayang.. aku udah selesai nyiapin sarapan buat kamu.. habis itu kita makan sama2 "

" okayyy.. kiss morning dulu.. " manjanya kepada istrinya.

" kamu ini kek anak kecil deh sayang.. 😚 " gemas ismi yang mencubit pipi suaminya.

...sarapan kemudian....

" hari ini temani aku periksa ke dokter ya sayang.. " saut ismi kepada suaminya.

" boleh, jam berapa sayang ? "

" jam 9 pagi.."

" yasudah habis ini aku akan mandi dan nganter kamu.. "

" gak papa kan, gak ada yang mendesak di kantor kan?? "

" gak ada kok, nanti habis nganter kamu aku terus kekantor.."

" okey deh.. "

" hmm.. sayang, kapan kita pergi belanja perlengkapan bayi..? " tanya Yonggi.

" kita belum tau jenis kelamin nya, jadi gak tau harus beli perlengkapan perempuan atau laki-laki.."

" coba sebentar kita tanya ke dokter apa jenis kelaminnya udah bisa di USG."

selesai sarapan mereka siap-siap pergi ke dokter kandungan untuk mengontrol perkembangan bayinya.

di perjalanan.

" sayang .. kamu sehat-sehat aja kan?? " tanya Yonggi

" iya aku sehat kok, kenapa ? "

" gak papa, aku benar-benar khawatir sama kamu dan anak kita.. "

" khawatir kenapa? "

" gak tau aku hanya khawatir.. "

" gak usah cemas sayang, aku akan menjaga anak kita dan melahirkan nya dengan aman.. " sambil mengelus perutnya.

tak lama setelah itu mereka sampai di rumah sakit.

mereka bertemu dengan dokter dan melakukan pemeriksaan kepada calon anak mereka, dan kesehatan ibunya juga.

" Bagaimana dengan keadaan anak saya dok?? "

" anak anda sehat-sehat saja,. dan istri juga keadaan darahnya baik, kesehatan badannya juga aman, sepertinya anda benar-benar menjaga istri anda dengan baik ." ucap sang dokter

" tentu saja dokter, suamiku sangat cerewet saat aku melakukan hal berat. "

" ini adalah pengalaman pertama aku akan menjadi seorang ayah, tentu saja aku harus memperhatikan kalian dengan baik agar kalian berdua sehat.. benarkan dokter.. " ujarnya kepada dokter.

" hahaha, tentu saja tuan.. anda benar-benar suami yang perhatian.. "

setelah melakukan pemeriksaan Yonggi akhirnya mengantar istrinya pulang kerumah dan setelah itu ia bergegas ke kantor.

" sayang kalau ada apa-apa telfon aku okey.. " saut Yonggi sambil mencium kening istrinya dan pergi.

" hmm.. hati - hati di jalan... "

Malamnya.

" udah jam 9 malam kok Yonggi belum pulang ya.. " cemasku. ismi menunggu suaminya di ruang tengah sambil menonton tv.

sambil berbaring di sofa ismi memakan beberapa cemilan.

" duh aku lupa ambil air .. " ismi bangkit dari tidurnya dan berjalan kedapur untuk mengambil air .

" huftt.. kamu makin berat yah nak.. " berjalan sambil memegang perutnya.

menuang air ke gelas dan berjalan keluar, namun.. tanpa melihat ismi menginjak keset kaki yang licin dan membuatnya terjatuh.

Brrukkk... diikuti suara gelas yang jatuh.

" ahhh... awwww.... .. " rintihnya.

" hahh.. anakku... " sambil memegang perutnya.

" sayang aku pulang... " saut Yonggi sambil berjalan masuk kerumah.

" sayang kau dimana?? " saut Yonggi mencari istri nya.

" apa kau sudah tidur.. "

"shhht hahh... sayang aku disini.. " rintih ismi memanggil suaminya.

" Heo!! " berlari kearah istrinya yang terduduk lemas dengan darah yang mengalir.

" apa yang terjadi.. ? " cemasnya.

" bawa aku kerumah sakit... 😭 anakku .. "

" tenang sayang.. iya kita akan kerumah sakit.. " menggendong istrinya kemobil dan bergegas ke rumah sakit.

" ya Tuhan .. selamat kan istri dan anakku.. " ucapku dalam hati sambil menyetir mobilku selaju-lajunya.

" anakku.. 😭 anak kita baik-baik ajakan ? " ucap istrinya.

" udah sayang kamu tenang, kamu juga lemas.. kamu dan anak kita pasti selamat kok ... "ucapku sambil menenangkan istri ku.

dirumah sakit kemudian.

istriku kemudian langsung di tangani oleh dokter.

tak kurasa air mataku menetes melihat istriku.

" bagaimana dokter?? " melihat dokter keluar dari ruangan itu aku langsung berlari.

" kami masih mengusahakan untuk menyelamatkan keduanya tuan.. " berlalu kembali kedalam ruangan.

" apa ini Tuhan, tolong selamatkan istri dan anakku.. " air mataku tak henti berjatuhan.

20 menit berlalu, dokter akhirnya keluar dari ruangan dan berjalan ke arahku.

" Bagaimana keadaan istri saya dokter?? "

" maaf tuan.. kami hanya bisa menyelamatkan anak anda saja.. "

Badan ku membeku seketika mendengar itu, air mataku tak henti mengalir.

" apa yang barusan.. kau katakan dokter?? "

" istri anda tidak bisa kami selamatkan tuan, karena pendarahan yang terlalu banyak.. kami hanya bisa menyelamatkan anak anda, anak anda terlahir prematur... "

belum selesai dokter itu memberitahu ku aku berlari masuk kedalam ruang operasi dan melihat istriku terbaring dengan wajah yang pucat.

" sayang bangun.. anak kita sudah lahir.. "

" maafkan aku... aku sangat terlambat pulang tadi.."

" andaikan aku pulang lebih cepat ini tidak akan terjadi padamu... maafkan aku... "😭😭

" sayang... jangan tinggalkan aku sendiri.. "

" anak kita.. sangat cantik seperti mu.. anak kita perempuan dia lucu... 😭😭 bangunlah dan lihat anak kita.. " 😭😭😭

" bangunlah ismi... 😭😭 aku.. aku minta maaf karena terlambat pulang.. sayang bangunlah untukku " tangisku tak membuat mu Kembali.

" kau harus kuat tuan untuk anakmu.. " ucap dokter itu padaku.

" ini bukanlah salah mu.."

...Dunia serasa mengambil segalanya bagiku, dia sangat penting dalam hidupku, kenapa kau mengambil nya begitu cepat, aku masih sangat membutuhkan nya di sampingku....

...Air mataku tak henti-hentinya keluar, tak ingin menerima ini semua....

-

-

-

"semuanya bilang aku harus kuat, tapi mereka tidak tau bagaimana perasaan ku, sayang kau kenapa begitu cepat meninggalkan aku,.. 😭 " sambil memeluk foto istriku.

untuk terakhir kalinya biarkan aku mencium nya untuk yang terakhir kalinya.

setelah itu semuanya hilang, duniaku sepi tak ada warna lagi dalam hidupku.

" Bagaimana bisa aku membesarkan mu tanpa ibumu.. " saut ku sambil melihat anakku yang berbaring di tempat tidur. tanpa kusadari aku tertidur disamping anakku dengan air mata yang tak kunjung berhenti mengalir.

dikediaman Yonggi.

pukul 08.15

cahaya matahari yang tiba-tiba menyilaukan mata ku. membuatku membuka mataku perlahan. kulihat sosok yang slalu aku rindukan.

" hmm!!? kau sudah bangun sayang..? " sautnya sambil memandangi ku.

" maafkan aku ... " sautku sambil memeluk nya dengan erat dan tak ingin ku lepas.

" walau ini mimpi tak akan ku biarkan kau hilang dari mimpiku.. "

" sayang ada apa dengan mu?? " sautnya sambil mengelus punggungku.

" kau mimpi buruk?? "

" tidak,, aku tidak ingin bangun dari mimpi ini, aku sangat merindukanmu 😭 aku tak bisa hidup tanpamu sayang.. " tangisku tersedu-sedu.

" ada apa?? sepertinya kau mimpi buruk ya.. tenanglah.. aku ada disini... " peluknya yang sangat hangat membuatku tak ingin melepaskan nya.

tangisku tak kunjung henti melihat mu.

" sayang.. aku ada disini aku tidak kemana-mana.. "

" tatap mataku, aku tidak akan meninggalkan mu.."

" aku.. maafkan aku, dan anak kita sangat membutuhkan mu.. "😭😭 tangisku tak kunjung reda.

" hmmm!!? anak kita?? " sautnya

" sepertinya kau benar-benar mimpi buruk, anak kita masih ada dalam perutku, lihatlah.. "

" aku tidak akan meninggalkan mu aku janji.. "

" jadi ini nyata?? kau tidak akan meninggalkan ku??"

" tentu saja.. "

" sini... sepertinya mimpi mu sangat sedih, jangan menangis seperti anak kecil begini hmm.. " sambil mengusap air mataku lalu memeluk ku.

" matamu sampai bengkak begini.. apa kau mau kekantor dengan keadaan begini, kurasa karyawan mu akan menertawakan mu" canda istriku.

" mimpi buruk apa yang membuat mu menangis tersedu-sedu begini sayang.. "

" tidak, aku tidak ingin mengingatnya apalagi menceritakannya.. tidak sama sekali."

" yasudah, cuci muka dulu sana lalu kita sarapan hmm.. " saut istri ku lalu menkecup bibirku.

Download

Like this story? Download the app to keep your reading history.
Download

Bonus

New users downloading the APP can read 10 episodes for free

Receive
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download MangaToon APP on App Store and Google Play