Episode 7

Sesampainya dirumah

Ismi pov✓

" hari ini sangat melelahkan, aku lebih baik makan dulu lalu pergi istirahat. "

setelah membersihkan badan aku lalu berjalan menuju dapur, dan memasak mie instan, karena sudah sangat lelah aku tidak bisa memasak, butuh waktu lama untuk memasak nasi dan lauknya, jadi aku hanya makan mie instan.

" rumah sepi juga kalau dia tidak ada " ( gerutuku ) sementara makan, tiba-tiba ponselku berbunyi.

" ohhh.. Yonggi !! "

telpon on 📞

Ismi : haloo

Yonggi : ehmm.. haloo

Ismi : ada apa menelpon malam2 begini?

Yonggi : apa kau sudah pulang?

Ismi : ehmm,, aku sudah dirumah sekarang.

Yonggi : kau sudah makan??

Ismi : ini aku sedang makan. bukankah harusnya kau bersenang-senang dengan temanmu, kenapa menelpon ku?

Yonggi : ahhh.. mereka ada diluar, aku menelpon mu, karena ingin menanyakan keadaan mu saja.

Ismi : ahhh.. aku baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir, aku sudah dirumah kok.

Yonggi : yasuudah .. makanlah habis itu istirahat.

Ismi : iya..

Yonggi : telpon aku jika ada apa-apa.

Ismi : iyaaa...

*telpon end

eohhhh... hyungg sepertinya kau sangat khawatir dengan Nuna Yaaaa... ( ejek taehyung yang mendengar pembicaraan mereka )

Yonggi : Yaaa.. sejak kapan kau disitu ??

Taehyung : dari tadi dungg,, 🤭

Jungkook : Yonggi Hyung, taehyung Hyung,, kalian ini dari tadi kita bisa makan karena menunggu kalian..

Yonggi : eohh.. aku akan segera menyusul

Taehyung : hoo.. jangan lama-lama Hyung.

Yonggi : euhh..

*Jungkook dan taehyung meninggalkan Yonggi.

Yonggi Pov✓

apa tidak apa-apa meninggalkannya di rumah sendiri?? (kepikiran dengan istrinya)

" Huhhhhh " ( hembusan nafas ).

Yonggi segera menyusul temannya.

sementara itu dirumah.

Ismi Lov✓

ahhhh,, kenyang nya..

waktunya untuk tidur..

"tumben sekali dia menelpon ku"

"hemm .. apa-apaan itu, biasanya dia sangat tidak peduli denganku"

"mending aku tidur ajalahh.."

Keesokan Harinya.

" hwuammm.. aduhh.. haus banget "

" nahh mari kita lihat, makanan apa yang harus kita buat pagi ini... (sambil melihat isi kulkas) "

" eohh!!! sepertinya.. aku harus berbelanja "

beberapa menit kemudian ismi keluar untuk berbelanja keperluan dapur.

sesampainya di mall, karena belum sempat sarapan tadi dirumah, jadi sarapannya di sini saja.

saat menunggu makananku datang, tiba-tiba dari kejauhan wajah yang tidak asing.

" eohh !! bukankah gadis itu... "

yahh dia Park Boram, gadis yg pernah kulihat bersama Yonggi . tapi kali ini dia bersama temannya.

dia mengambil meja tepat disampingku. mungkin dia belum mengenal ku, dan aku juga tidak peduli.

tak lama kemudian makananku pun datang.

Boram sepertinya sangat asik cerita dengan teman-temannya.

Namun pada sela-sela pembicaraan mereka, aku berhenti memakan makanan ku karena seorang temannya menanyakan sesuatu pada Boram.

Boram Pov✓

ahahaha,, yasudah makanlah pesanan kita sudah datang ( berbicara kepada temannya )

Hyuna : Boram,, kenapa kau tidak ikut kencan buta saja ?

Boram : Mwoo!! apa-apaan kau,, aku tidak mau.

Hyuna : kenapa??,, apakah kau masih menunggu Yonggi ?

Boram : ehhh... ituu

Hyuna : Yaaa !! Yonggi bukanya sudah menikah??

Boram : ehmm.. memang betul,,

Hyuna : terus apa yang ingin kau tunggu darinya,, dia sudah menikah kan.. tenang saja aku akan mencarikan mu laki-laki yang lebih baik darinya.

Boram : tidakk!! dia tidak mencintai istrinya.

Hyuna : mwo!! darimana kau tau itu?

Boram : Yonggi sendiri yang memberitahuku.. mereka hanya dijodohkan itu saja.

Hyuna : Lantass!! kau akan menunggunya sampai mereka bercerai??

Boram : aku tau kalau Yonggi tidak mencintainya, aku akan berusaha membuat Yonggi mencintaiku..

Hyuna : apa Yonggi tau perasaanmu??

Boram : tidak

Hyuna : kalian berteman sudah cukup lama kan.. tapi kenapa dulu kau tidak mencoba memberitahu Yonggi tentang perasaanmu..

Boram : itu karena,, aku tidak berani memberitahunya. namun saat mendengarnya telah menikah membuatku menyesal tidak memberitahu nya lebih cepat.

Hyuna : aku mengerti bagaimana perasaan mu sekarang,, tapi itu salah.

Boram : tidakk! aku akan melakukannya.

Ismi pov✓

mendengar percakapan mereka, seketika selera makan ku hilang, bagaimana mungkin Boram masih mengejar Yonggi.. walaupun dia sudah tau kalau Yonggi telah menikah.

saat itu juga aku meninggalkan tempat itu.

sesakk rasanya mendengar Boram mengatakan itu.

aku melanjutkan kegiatan ku untuk membeli beberapa bahan makanan dan setelah itu aku kembali kerumah.

beberap jam berlalu, aku masih kepikiran dengan perkataan boram.

keesokan harinya.

ismi pov✓

sssshhh.. ( sambil memegang kepalanya )

kepala ku sangat sakit..

beberapa menit kemudian telpon ku berbunyi.

telpon on 📞

ismi : haloo..

yonggi : apa kau baru bangun?

ismi : ehhmm.. we??

Yonggi : aku sedang perjalanan pulang.. kau tidak perlu masak, aku membawa makanan..

ismi : ehmm.. iyaa

Yonggi : apa kau tidak apa-apa? suara mu kenapa seperti itu??

ismi : eohhh!.. ahh semalam aku begadang,, mungkin aku kecapean saja.

Yonggi : ahh.. yasudah istirahat saja, nanti setelah sampai aku akan buka pintu sendiri, kau tidurlah..

ismi : ehmmm.. baiklahh..

end call

beberapa jam berlalu.. akhirnya Yonggi sampai dirumah.

Yonggi pov✓

membuka pintu rumah...

" eohh!! kenapa sepi sekali.. "

" apa dia belum bangun ?? "

" ismi... ismii.. " (menuju kamar istrinya)

" eohh!! tidak ada.. dimana anak itu..? " ( masuk kekamar ismi, dan memeriksa sekelilingnya )

" ismi.. yaa kau dimana?? "

aku tidak menemukannya dikamar nya akhirnya akupun keluar .. perasaan ku mulai tidak enak,, biasanya dia bangun kalau dipanggil tapi ini .. Dimana anak itu.. ckk.. aku memeriksa keatas kamarku juga tidak ada.. aku sudah menelponnya tapi dia meninggalkan ponselnya di kamarnya.. namun saat aku memeriksa ke dapur,, kudapati dia tergeletak di lantai ..

Yonggi : Yaaa... ismi.. bangunlahh !!.. (mencoba membangunkan nya)

badan mu kenapa dingin beginiii.. Yaaa ismi bangunlahh...

aku segera membawanya kerumah sakit..

sesampainya dirumah sakit, aku melihat dokter memeriksa nya..

Dokter : gula darahnya sangat rendah.. dia juga sangat kecapean.. saya sudah memberikannya suntikan vitamin, dia bisa pulaang kalau infusnya sudah habiss.. ini resep obatnya.. nanti anda tebus saat ingin pulang..

Yonggi : baik.. terimakasih dok.

Download

Like this story? Download the app to keep your reading history.
Download

Bonus

New users downloading the APP can read 10 episodes for free

Receive
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download MangaToon APP on App Store and Google Play