rima yang baru saja patah hati tiba tiba saja harus menikah dengan calon kakak iparnya..
semua itu demi menyelamatkan nama baik keluarga..
akankah rumah tangga mereka berakhir bahagia..?
selamat membaca..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
memulai rutinitas
Hari pertama Rima bekerja setelah pasca menikah,
beberapa orang memberikan selamat dengan tulus tapi beberapa orang memberikan selamat lalu mencibir di belakang Rima,
mereka berkata bagaimana bisa gagal menikah dengan adiknya lalu menikah dengan kakaknya,
tapi untungnya ada trio kwek kwek yang selalu menenangkannya, Yogi, Vira dan Gita.
"Gatal mulutmu boss?" tanya Gita pada rekan seprofesinya yang terang terangan berkata tidak menyenangkan pada Rima soal pernikahannya.
Ketiganya berkumpul di kantin ketika sedang istirahat siang,
" mana Yogi?" tanya Rima sambil mengunyah makanan,
" ada pasien tadi mendadak, biasa.. dia kan menonjol di kalangan dokter senior, populer.. tp susah makan siang.."jawab Gita sambil tertawa
" ya mumpung ga ada Yogi.. " sahut Vira memberi isyarat kepada Gita,
" lha iya.. kita mulai sesi tanya jawab kita.." Gita mengangkat alisnya,
" hemm.. po manehhh... apalagi.." Rima menjawabnya dengan malas.
" Strong ga?" tanya Gita dan Vira bersamaan membuat Rima menyeritkan alisnya, dia sama sekali tidak faham maksud Gita dan Vira,
" helehh.. menghindar iki Git.. " kata Vira
" dari penglihatan kami, suamimu cukup gagah.. dan dari penglihatan kami juga kalian sudah malam pertamaaaa... ea...!" goda keduanya seperti anak SMA membuat Rima menggeleng gelengkan kepalanya.
" Sebegitunya kalian melihat mas Rendra waktu itu ya.. pikiran kalian.. ckckck..
sungkan dikit sm aku kenapa.." respon Rima sedikit sebal,
melihat itu teman temannya terkekeh.
" Sewot Vir.. sewot.." Gita terus menggoda,
" tau nggak Rim, ada positifnya lho kami liat suamimu pake celana pendek aja.. si Yogi langsung ikut fitnes gara gara liat perut suamimu yang kayak roti kasur itu.." Gita dan Vira tertawa,
"ah.. masa sihh, padahal dy paling mager begitu begitu.." Rima akhirnya ikut tertawa karna dia tau sekali yogi dari kuliah adalah orang yang paling malas dalam hal olah raga dan nongkrong kalau gak di paksa para wanita wanita di sampingnya.
" Tugas di mana suamimu Rim?"tanya Vira kemudian
" papua.. " jawab Rima sedikit lirih
" lalu ?"
" apanya yang lalu Git.. ya kami Ldr.. " jawab Rima
" meski kalian nikah karna terpaksa tapi melihat raut suamimu.. sepertinya dia perduli padamu Rim.. " Gita menilai
" ya memang dia duluan yang kenal aku sejak kecil, kata ibu sih.. dulu suka momong..
jagain aku gitu setiap orang tuaku sama orang tua dia sibuk.." rima menjelaskan,
" kalian beda 5th kan.. baguslah, dia lebih dewasa dari Rafa, ngomong ngomong benar dia di usir dari rumah?" tanya Vira,
" kata mertuaku dan ayahku sih begitu.. tapi suamiku nggak pernah bahas adiknya, ya kemarin sih sempat.. dia sebut nama adiknya, raut wajah dan moodnya tiba tiba berubah..
aku juga sempat marah sih, aku bilang jangan sebut sebut nama Rafa.."
ketiganya terdiam cukup lama, raut mereka tiba tiba terlihat sedih,
" ya sudahlah biar, yang penting sekarang sudah dapat pengganti Rim, yah.. meski kakaknya tapi sepertinya suamimu orang yang bertanggung jawab.. "
" aku dengar mas Rendra bukan kakak kandung nya, mas Rendra di asuh mulai bayi oleh mertuaku.. "
" hemm.. karna itu setiap Rafa berbuat kesalahan.. suamimu yang akan siap jadi pahlawan untuk bertanggung jawab.. ya untungnya kakaknya single,coba kalau sudah nikah.. gimana coba jadinya kemarin.." Vira menggeleng gelengkan kepalanya,
" mungkin.. yang aku tau dari ibu mertuaku, ketika mas Rendra sudah lolos jadi tentara dia langsung mengambil alih semua biaya sekolah Rafa..
sampai kuliah Rafa selsai, dan biaya sewa gedung kami juga segala sesuatunya itu mas Rendra.. aku baru tau kalau Rafa hidup nyaman di bawah ketiak mas Rendra..
aku tidak tau sih itu benar atau tidak.. mungkin ibu mertuaku hanya ingin meyakinkanku kalau mas Rendra itu orang yang bertanggung jawab..."
" buktinya bujang pun dia sudah punya rumah idaman 4im.. meski kecil cincin mu juga berlian.." gita lagi lagi tertawa,
" sudah sudah.. habiskan makanan kita lalu kembali, takutnya dokter dokter senior itu nyari kita kaya tersangka.." kata vira cepat cepat.
Sementara rendra sedang duduk di ruangannya,
menandatangani berkas berkas yang menunggunya dua minggu ini, ia terlalu sibuk hingga tidak ada waktu untuk berfikir tentang lainnya,
" kenapa tidak kau bawa kesini istrimu boss.." suara letingnya menggoda,
" tidak bisa ketuk pintu?" suara Rendra ketus tanpa menoleh kearah suara,
" eh.. pengantin baru galak betul.. " teman seangkatannya itu tertawa,
" eh, bagaimana pesananku, belum selsai itu di kerjakan anak buahmu.." kata temannya duduk di kursi depan meja kerja Rendra.
" Urusan itu kita selsaikan setelah jam kantor, kalau ada yang dengar tidak enak.." jawab Rendra masih sibuk,
" eh.. tidak ada yang tidak enak ini kalau masalah duit.. ah, bagaimana kau ini,
ya sudah.. nanti jam 7 ku tunggu dirumah yah.?!"
" iya sekalian aku mau ngobrol dengan istrimu.." kata Rendra
" lah! buat apa kau mau mengobrol dengan istriku, tidak biasanya kau suka mengobrol?!" temannya heran dan curiga
" ah sudah.. sana sana, masih numpuk kerjaanku ini.." usir Rendra
" eh.. benar benar.. ya sudahlah!" temannya itu pergi dengan perasaan sedikit sebal.
tdk ulang2
Semangat & lanjut berkarya thor...