NovelToon NovelToon
CINTA MANIS CEO PART 2

CINTA MANIS CEO PART 2

Status: tamat
Genre:Romantis / CEO / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:18.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ika Yuniati

Kehidupan Lili dan Steve setelah menikah.
Steve yang ternyata mempunyai saudara kembar. Stefan Liu.

Yang meninggal ketika masih berusia 8 tahun.
Karena sebuah racun yang di berikan oleh Lili. Bagaimana Steve akan menjalani kehidupan nya dengan Lili.

Simak kisah ini.
Buat kalian yang ingin tahu bagaimana pertemuan Steve dan Lili.
Kalian bisa mampir di CINTA MANIS CEO part 1. Yang disana juga langsung di sambung dengan part 2. Novel ini hanya mempermudah readers untuk membedakan part 1 dan part 2. Thank you.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Yuniati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10

"Bagaimana mungkin aku bisa diam. Aku kembali kesini juga punya tujuan. Dan aku harus mendapatkan tujuanku. Steve.... Aku akan membuatmu kembali padaku. Kita lihat saja nanti. !" Batin Dona kesal. Sembari berjalan pergi meninggalkan Vila.

"Lili.... "

Panggil Steve lembut dan tersenyum.

Begitu tampan dan mempesona. Melihat ke arah Lili.

"Mulai sekarang. Tidak akan ada yang bisa menganggu kita. " Ucap Steve terus memandangi wajah Lili.

Lili hanya tersenyum mendengar ucapan Steve.

"Aku harap begitu Steve...." Batin Lili.

Rumah Yohan

"mama.....mama dan ayah sudah pulang" Ucap Bibi Yang sembari menyodorkan Exel ke arah Lili dan Steve.

Steve menatap gemas Exel.

"Sini sayang gendong ayah..." Ucap Steve.

"Uaaaaaa.........uaaaa...."

Tangisan Exel.

"Exel....? Exel kenapa nangis di gendong ayah sih ?" Ucap Steve bingung.

Lili tertawa melihat Steve yang kebingungan menenangkan Exel.

"Steve... sering-seringlah luangkan waktu untuk Exel. Kau bahkan jarang sekali menggendong nya." Ucap Lili

"Berikan padaku!"

Lili menyodorkan tangannya hendak menggendong Exel yang manis.

Tak butuh waktu lama. Exel pun tenang.

"Mungkin dia takut padaku Lili." Ucap Steve sembari melihat ke arah Lili.

"Takut?" Tanya Lili.

"Takut karena di gendong dengan laki-laki yang lebih tampan dari nya" Ucap Steve sembari tertawa.

"Steve...." Teriak Lili sembari memukul kecil pundak Steve.

Steve tersenyum dan mencium kening Lili.

Kemudian mereka membawa Exel masuk kedalam kamar dan meletakkan Exel didalam box bayinya.

"Lili...."

Ucap Steve sembari memeluk tubuh Lili dari belakang. Melingkar kan kedua tangannya di pinggang Lili. Dan mencium rambut panjangnya.

"Steve... Apakah kau sedang bermanja dengan ku ?" Tanya Lili.

Steve menganggukkan kepalanya.

"Steve...." Panggil Lili.

"Hem. .....?" Jawab Steve.

"Bolehkah aku bertanya ?"

"Kenapa tidak ?" Ucap Steve. Masih mendekap tubuh Lili.

"Aku baru saja tau jika kau ternyata punya adik kembar " Ucap Lili.

Steve terkejut. Namun masih tenang. Masih tetap memeluk Lili. Meletakkan dagunya di bahu milik Lili.

"Bagaimana kau bisa tau ?"

Tanya Steve

"Aku tak sengaja masuk di kamar milik Stefan." Jawab Lili.

"Kau sudah tau namanya....?" Ucap Steve

"Aku tidak memberi tahu mu. Aku rasa aku juga tidak perlu memberi tahu mu." Tambahnya.

"Kenapa ?" Ucap Lili membalikkan badannya dan melihat ke arah Steve. Membuat pelukan Steve terlepas.

"Lili....."

"Dia sudah meninggal saat masih 8 tahun. Jadi untuk apa aku memberitahu mu."

Jawab Steve.

"Aku tau dia meninggal.." Batin Lili.

" Steve... bagaimana adikmu bisa meninggal." Tanya Lili mencoba untuk menyembunyikan hal yang sesungguhnya ia sudah tau.

Steve kemudian duduk di atas ranjang. Merebahkan tubuhnya. Dan menindih kan kedua tangannya dengan kepalanya.

"Dia memakan permen beracun. Itu yang aku dengar dari orang-orang dewasa saat itu. Ayah dan ibu mengatakan kalau Stefan sakit. Aku tau mereka berbohong. Stefan meninggal karena memakan permen beracun yang di berikan oleh seorang gadis kecil."

Ucap Steve memandang langit-langit.

Lili masih berdiri di posisinya. Mulai meremas roknya untuk mengatur rasa cemas di hatinya.

"Aku sangat menyayangi Stefan waktu itu. Kami selalu bersama. Kau pasti tau bagaimana anak kembar bukan ? Pasti kemanapun selalu berdua. Tapi ketika kami masih kecil."

" Aku tau ayah selalu berusaha mencari gadis itu. Tapi hasilnya pasti nihil..Sampai saat di usia ku ke 10. Cyntia datang membawa Noman. Dan Ayah berhenti mencari pembunuh Stefan"

"Pembunuh..?" Lili terkejut dengan perkataan Steve.

"Apakah itu aku... Apakah aku seorang pembunuh ?" Lili semakin khawatir ketakutan.

"Jika aku menemukan orang yang tega memberi permen beracun itu. Aku tidak segan-segan membuat dia. Merasakan apa yang Stefan rasakan. Aku bisa memberi racun yang membuatnya ingin mati tapi sulit mati. Atau hidup tapi selalu diambang Kematian."

"Hah...."

Lili memundurkan langkahnya. Badannya mulai lemas. Ia mulai goyah dari posisi nya.

"Lili...."

Steve sigap berdiri dan menghampiri Lili memegang lengannya.

"Kau kenapa....?"

"Ak... aku... aku tidak apa... Eh.... Steve.. bagaimana jika kita tidur sekarang. Aku sangat lelah.." Ucap Lili.

Mendengar pertanyaan Steve. Lili semakin tak karuan. Semua perasaan cemas, takut dan khawatir. Bercampur menjadi satu.

Steve mengiyakan ucapan Lili. Dan membantunya untuk tidur.

"Kau benar-benar sangat lelah kah ?" Tanya Steve sembari menyentuh lengan Lili dari belakang.

Lili kemudian menganggukkan kepalanya.

"Baiklah... cepat tidur." Ucap Steve.

Malam tiba. Steve sudah tidur nyenyak bersama dengan mimpinya. Entah mimpi indah apa yang di alami Steve. Dan Excel pun masih setia dengan posisi nyamannya tertidur pulas.

Namun tidak dengan Lili yang tidak bisa memejamkan matanya.

"Aku harus bagaimana... Aku harus dari mana mengatakan nya." Batin Lili menggit jarinya.

"Drtttt......drrtttt"

Suara getaran handphone.

"Nomor siapa ini. Nomor tidak dikenal ?"

Ucap Lili yang sudah memegang handphone miliknya. Dan entah siapa yang menelepon nya.

"Wanita J****g"

Teriak suara wanita dari sebrang.

"Eh......? Dona ?"

Jawab Lili.

"Oh... kau tau siapa aku ya ?"

"Bagaimana dia bisa tau nomor ku. Aku bahkan tidak memberikan pada ayah. Dan hanya Steve yang tau nomor ku" Batin Lili.

"Heh J****g. Apa yang kau bicarakan dengan Steve. Kenapa dia membuang ku ? Kau pasti mengatakan kalau aku mengancammu... Iya " Tanya Dona kesal. Dengan nada bicara yang semakin meninggi.

"Dona... Aku tidak bicara seperti itu dengan Steve. Percayalah..." Ucap Lili.

"Aku tidak percaya....." Dona semakin berteriak kesal.

"Kau pikir aku akan diam saja , Tunggu saja kejutan dari ku nanti."

Dona langsung menutup telponnya.

TEMAN-TEMAN BANTU VOTE NOVEL INI YA. BANTU LIKE DAN FAVORITNYA. SUPAYA AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT BERKARYA. MAKASIH

1
krisan
bagus
Radin Zakiyah Musbich
up yg banyak kak... ❤️❤️❤️

ijin promo 😀

jgn lupa mampir di novel dg judul "AMBIVALENSI LOVE" 🎉🎉🎉

kisah cinta beda agama 🍦🍦🍦


jgn lupa tinggalkan jejak ya 🍦🍦🍦
Ika Yuniati
Hai semua. Ada novel baru yang terbit hari ini Lo.

langsung cek yuk

CINTA YANG MENYELAMATKAN.

Kalian akan dibawa didalam romantis nya kehidupan percintaan. Yang membuat emosi mu bercampur aduk. Marah , Kesal , benci bahkan Bahagia.
Semoga kalian suka.
Loly
lanjutan ya ada gak mbak
kom tri
Bagus ceritanya thor!! Crazy up dong!!!

Jangan lupa mampir di novelku dengan judul "The garden of lies", jangan lupa jejak juga ya!!
anantha gerald
hai aku sudah like n rate ni,kalau boleh mampir ya ke novelku
senja yang kelam,jangan lupa like n rate di tiap episodenya,,trima kasih sebelumnya
Dessy Czuryanie
ini kapan up nya lagi
Indri Aza
buang jauh2 pelakor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!